Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGUATAN NILAI KEBERSAMAAN DAN KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN PENGABDIAN DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MATARAM Mukhlishin, Mukhlishin; Muhiburrahman, Muhiburrahman; Kamila, Azida
Jurnal Pengabdian Ruang Hukum Vol 4, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Mataram dengan tujuan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak panti melalui serangkaian aktivitas, yaitu wawancara, gotong royong, dan makan bersama. Wawancara dengan pengasuh panti memberikan gambaran tentang kondisi anak-anak serta peran panti dalam mendukung kebutuhan mereka. Gotong royong dilakukan bersama anak-anak panti untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sekaligus menanamkan nilai kerja sama dan tanggung jawab.Makan bersama menjadi penutup kegiatan, menciptakan suasana hangat yang penuh keakraban antara panitia dan anak-anak panti. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung berupa lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak panti dalam membangun rasa kebersamaan dan saling peduli. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung kehidupan anak-anak panti asuhan secara berkelanjutan.
PENGUATAN AKHLAK ORGANISASI DALAM MEMBANGUN BUDAYA DISIPLIN DAN KEPATUHAN ANGGOTA HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) TARBIYAH UIN MATARAM Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.38251

Abstract

ABSTRAKRendahnya kedisiplinan dan lemahnya kepatuhan terhadap aturan organisasi masih menjadi permasalahan yang dihadapi oleh anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tarbiyah Universitas Islam Negeri Mataram. Kondisi ini menunjukkan belum optimalnya internalisasi nilai akhlak Islam dalam perilaku berorganisasi, khususnya terkait sikap amanah, tanggung jawab, dan integritas institusional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran anggota HMI mengenai pentingnya akhlak organisasi sebagai landasan dalam membangun budaya taat dan berintegritas. Mitra sasaran kegiatan adalah anggota HMI Tarbiyah dengan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan wawancara dan penyuluhan. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendampingan selama satu minggu yang dilengkapi dengan wawancara terstruktur dan penyuluhan terkait akhlak Islam dan aturan organisasi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran anggota organisasi terhadap pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan dalam menjalankan aturan organisasi. Secara kualitatif, anggota menjadi lebih reflektif terhadap perilaku berorganisasi, sedangkan secara kuantitatif kegiatan menghasilkan dokumentasi kegiatan dan daftar hadir sebagai luaran pengabdian. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun budaya organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai akhlak Islam dan integritas institusional.Kata kunci: Akhlak Organisasi; Kedisiplinan; Kepatuhan; Integritas; Mahasiswa ABSTRACTLow discipline and weak compliance with organizational rules remain challenges among members of the Islamic Student Association (HMI) Tarbiyah at the State Islamic University of Mataram. This condition indicates that the internalization of Islamic moral values in organizational behavior has not been optimal, particularly regarding trustworthiness, responsibility, and institutional integrity. This community service activity aims to enhance members’ understanding and awareness of the importance of organizational morality as a foundation for building a culture of obedience and integrity. The target participants were members of HMI Tarbiyah involved in interviews and counseling activities. The implementation method employed a one-week mentoring approach combined with structured interviews and counseling on Islamic morality and organizational regulations. The activity was conducted through preparation, implementation, and evaluation stages using a descriptive qualitative approach. The results show increased awareness among organization members regarding the importance of discipline and compliance in organizational activities. Qualitatively, members became more reflective of their organizational behavior, while quantitatively, the activity produced documentation and attendance records as official outputs. This program is expected to serve as an initial step toward fostering an organizational culture based on Islamic moral values and institutional integrity. Keywords: Organizational Morality; Discipline; Compliance; Integrity; Students
PENGUATAN SOLIDARITAS EKONOMI BERBASIS SYARIAH MELALUI INTERNALISASI AKHLAK SOSIAL DAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT Mukhlishin, Mukhlishin; Z., Sahman; Urifah, Dewi; Khaerunnisa, Khaerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.38252

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas ekonomi berbasis syariah melalui internalisasi nilai-nilai akhlak sosial serta penguatan praktik  sedekah dan gotong royong yang terstruktur di lingkungan permukiman. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih terbatasnya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola aktivitas sosial-ekonomi berbasis nilai Islam secara sistematis dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-partisipatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pemetaan kondisi sosial-ekonomi warga, penyuluhan mengenai akhlak sosial dan prinsip syariah dalam sedekah serta gotong royong, hingga pelaksanaan aksi kolaboratif. Bentuk aksi yang dilakukan meliputi sedekah pangan, pengelolaan kotak kebaikan, dan pelaksanaan hari gotong royong syariah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akhlak sosial sebagai fondasi solidaritas ekonomi, menguatnya jejaring tolong-menolong antarwarga, serta meningkatnya pemahaman mengenai batasan dan ketentuan hukum Islam dalam praktik sedekah dan gotong royong. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih terbatas pada satu wilayah rukun tetangga (RT) sehingga diperlukan pendampingan lanjutan dan perluasan cakupan program agar dampak pengabdian dapat berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi penguatan ekonomi sosial masyarakat berbasis syariah. Kata kunci: solidaritas ekonomi syariah, akhlak sosial, sedekah, gotong royong, pengabdian masyarakat ABSTRACT This community service program aims to strengthen sharia-based economic solidarity through the internalization of social moral values and the strengthening of structured alms and mutual cooperation practices in residential environments. The background of this activity is based on the limited collective awareness of the community in managing socio-economic activities based on Islamic values in a systematic and sustainable manner. The method used is a descriptive-participatory approach that actively involves the community in every stage of activities, starting from mapping the socio-economic conditions of residents, counseling on social morals and sharia principles in alms and mutual cooperation, to the implementation of collaborative actions. The forms of action carried out include food alms, the management of kindness boxes, and the implementation of sharia mutual cooperation days. The results of the activity show an increase in public awareness of the importance of social morals as the foundation of economic solidarity, the strengthening of help-help networks between citizens, and an increased understanding of the limits and provisions of Islamic law in the practice of alms and mutual cooperation. However, the implementation of the program is still limited to one neighborhood (RT) area, so further assistance and expansion of the scope of the program are needed so that the impact of service can be sustainable and make a broader contribution to strengthening the social economy of sharia-based communities. Keywords: sharia economic solidarity, social morality, alms, mutual cooperation, community service
Reconstruction of the Meaning of Ṣhadr, Qalb, and Fu’ād in the Qur’an and Its Implications for Arabic Language Pedagogy Olifia, Wafa; Syafi’i, Ahmad Hilwani; Izomi, M. Syahrul; Mukhlishin, Mukhlishin
Journal of Educational Sciences Vol. 10 No. 5 (2026): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.10.5.p.681-698

Abstract

Arabic language learning often treats the Qur’anic terms ṣadr, qalb, and fu’ād as synonymous, which obscures their distinct semantic meanings and limits students’ conceptual understanding. This study aims to reconstruct the semantic differences among these three Qur’anic terms and examine their implications for Arabic language pedagogy. This research employs a descriptive qualitative approach based on Qur’anic semantic analysis using Toshihiko Izutsu’s semantic field theory. Data were analyzed through textual examination of Qur’anic verses containing the three terms and supported by semi-structured interviews with Arabic teachers and students to explore their understanding of these concepts in learning contexts. The findings show that ṣadr refers to the domain of inner openness and receptivity, qalb represents the dynamic center of cognitive and moral transformation, and fu’ād denotes a deeper level of emotional and reflective awareness. Field data also indicate that Arabic instruction tends to emphasize structural aspects of language and rarely incorporates semantic distinctions derived from Qur’anic concepts. This study concludes that integrating Qur’anic semantic analysis into Arabic pedagogy can enrich vocabulary comprehension and promote more meaningful and interpretive language learning.