Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI RSUD DR M YUNUS BENGKULU TAHUN 2023 Laksono, Heru; Pintari, Hafifah; Welkriana, Putri Widelia
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 3 No 2 (2023): Pemeriksaan Laboratorium Medis Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v3i2.564

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolisme secara genetik dan klinis yang ditandai dengan hiperglekimia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin maupun keduanya. Hiperglekimia kronis pada diabetes melitus akan disertai dengan kerusakan, gangguan fungsi pada organ tubuh khususnya mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Kelainan metabolisme yang paling utama ialah kelainan metabolisme karbohidrat. Teknik pengumpulan sempel yang digunakan adalah accidental sampling dan sampel yang digunakan adalah sampel darah penderita diabetes melitus sebanyak 34 sampel. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa sebagian besar pasien penderita diabetes melitus di RSUD Dr M Yunus Bengkulu mempunyai jumlah trombosit yang rendah dan sebagian kecil memiliki jumlah trombosit yang normal dan tinggi. Serta diharapkan pada pasien diabetes melitus selalu menjaga pola hidup dan mengkonsumsi obat yang dianjurkan oleh dokter serta melakukan pemeriksaan gula darah,hematologi,dan urin rutin.
IDENTIFIKASI BAKTERI SALMONELLA SP PADA TELUR AYAM KAMPUNG YANG DIJUAL DI PASAR PANORAMA KOTA BENGKULU Oktariza, Dwi Gita; Widelia, Putri; Laksono, Heru
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 1 (2024): Bakteriologi Jilid 2
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i1.611

Abstract

Telur adalah salah satu makanan yang paling mudah diolah dan mengandung protein hewani. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Khoirunisa pada tahun 2019 menemukan bahwa beberapa cemaran bakteri ditemukan di dalam telur ayam kampung : Salmonella sp 252 koloni/g, Enterobactericeae 102 koloni/g, dan bakteri coliform 502 koloni/g. Bakteri-bakteri ini menyebabkan infeksi yang dapat menyebabkan diare dan gastreoteritis pada manusia. Untuk tujuan pengobatan, telur ayam kampung sering dimakan secara mentah, dipercaya meningkatkan stamina dan vitalitas, tetapi orang tidak tahu apakah ada kontaminasi di dalamnya. Berdasasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Salmonella sp ditemukan pada telur ayam kampung yang dibeli di Pasar Panorama Kota Bengkulu pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan analisis data Kualitatif Deskriptif, dengan Uji kultur Salmonella menggunakan media SCB. Dua puluh sampel yang diidentifikasi dengan teknik pengambilan Purposive Sampling, yaitu suatu teknik dengan kriteria yaitu telur sedikit retak,dan cangkang masih terdapat kotoran ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua puluh sampel menunjukkan hasil negatif Salmonella. Dengan demikian, telur yang dijual di Pasar Panorama Kota Bengkulu tidak mengandung Salmonella sp.
EDUKASI RISIKO STUNTING MELALUI PEMERIKSAAN KADAR HB CALON PENGANTIN DI KUA KABUPATEN BENGKULU TENGAH Welkriana, Putri Widelia; Farizal, Jon; Laksono, Heru
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3398

Abstract

Women of childbearing age are susceptible to anemia due to several factors such as the menstrual cycle, lack of nutritional and iron intake, and pregnancy. Anemia in pregnant women increases the risk of premature birth, maternal and child death, infection, and stunting in toddlers. It is important to carry out initial screening of hemoglobin levels in women of childbearing age before marriage who will be facing pregnancy as an initial diagnosis of pregnancy anemia to prevent anemia in pregnant women. Results of the 2010 Riskesdas, the prevalence of stunting in Indonesia is still high, namely 36.5%. The five provinces with the highest prevalence of stunting in Indonesia are East Nusa Tenggara (58.4%), West Papua (49.2%), West Nusa Tenggara (48.2%), North Sumatra (42.3%), and West Sulawesi (41.6%). In Aceh Province, a fairly high prevalence was also found, namely 39%. Meanwhile, in the 2013 Riskesdas results, the national prevalence of stunting among school-age children was 30.7% (12.3% were very stunted and 18.4% were stunted). This community service is carried out to provide insight and knowledge to the community, especially teenagers, in recognizing the risk factors for stunting and the benefits of supporting examinations in detecting stunting conditions from an early age, so that it is hoped that every community can carry out prevention, especially for teenagers who have a lot of activities
PREVALENSI PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KOTA BENGKULU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA LAKSONO, HERU; FEBRIYANTO, TEDY; FITRIANY, EVI
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes adalah penyakit gangguan metabolik dengan adanya hiperglikemia kronik dimana terjadi resistensi insulin atau gangguan sekresi yang menyebabkan komplikasi multiorgan termasuk komplikasi pada mata, ginjal, saraf, pembuluh darah, dan jantung. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya belum terdiagnosis sehingga terancam berkembang progresif menjadi komplikasi tanpa disadari dan tanpa pencegahan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional analitik dengan desain penelitian Cross Sectional yang bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu. Sampel pada penelitian ini adalah penderita DM yang berdomisili di Kota Bengkulu. Sampel diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling, yaitu penderita DM yang datang berkunjung ke puskesmas di Kota Bengkulu pada saat dilakukan penelitian. Puskesmas yang dipilih adalah puskesmas dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbanyak berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Hasil dan Pembahasan: Beberapa factor yang berhubungan dengan kejadian penurunan tajam penglihatan pada penderita Diabetes yaitu: Umur (OR=3.467), jenis kelamin,Lama Sakit (OR=2.922), Merokok, Hipertensi, Keiasaan Minum Obat dan Kebiasaan periksa gula darah (OR=3.138). Kesimpulan: Beberapa factor yang berhubungan dengan kejadian penurunan tajam penglihatan pada penderita Diabetes yaitu: Umur (OR=3.467), Lama Sakit (OR=2.922) dan Kebiasaan periksa gula darah (OR=3.138).
PENGEMBANGAN LAYANAN PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL DAN TRIGLISERIDA DALAM UPAYA PELACAKAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KOTA BENGKULU TAHUN 2024 Baruara, Guntur; Laksono, Heru; Halimatussa’diah, Halimatussa’diah; Fitriany, Evi
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3637

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM), juga dikenal sebagai penyakit degeneratif, adalah masalah kesehatan masyarakat dengan tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi secara global. Penyakit ini tidak dapat menular antarindividu, berkembang perlahan, dan terjadi dalam jangka waktu panjang. Laporan P2PTM Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2020 pada jumlah penyakit hipertensi tahun 2020 sebanyak 34,11%. Pada tahun 2020 terdapat estimasi terjadinya penderita hipertensi sebanyak 58.013 jiwa. Pengabdian masyarakat melalui program pengembangan kewirausahaan dengan layanan on call ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat atau penderita dalam melakukan pemeriksaan kolesterol total dan trigliserida secara mudah tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Pengembangan Media Sosial, dilanjutkan dengan pelatihan anggota Tim akan diajarkan mengenai tata cara pemeriksaan ynag diinginkan, serta diberi edukasi tentang kewirausahaan di bidang Kesehatan oleh tenaga ahli, dan dilanjutkan dengan pelaksanksaan. Dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi keberhasilan program (Monev). Program ini diharapkan dapat membantu penderita dalam melakukan pemeriksaan kolesterol total dan trigliserida secara mudah tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan
GAMBARAN KRISTAL URIN PADA MASYARAKAT DENGAN KEBIASAAN MENGONSUMSI SAYUR HIJAU DI KELURAHAN PAGAR DEWA TAHUN 2024 Nurrisyah Asri, Gita; Laksono, Heru; Widelia Welkriana, Putri
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 4 No 2 (2024): Pentingnya pemeriksaan diri
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v4i2.918

Abstract

yang baik untuk tubuh, namun ada beberapa sayur yang bersifat toksik jika dikonsumsi secara berlebihan sehingga dapat membahayakan tubuh, salah satunya seperti sayur bayam yang mengandung oksalat. Sayuran yang mengandung tinggi oksalat dapat membahayakan, karena bersifat toksik bagi tubuh manusia yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Oksalat akan bersenyawa dengan kalsium sehingga menyebabkan kristal kalsium oksalat, ketika mengalami peningkatan jumlah kristal kalsium oksalat dapat berisiko terjadinya proses pembentukan batu saluran kemih. Batu Saluran Kemih sangat berisiko terjadi pada laki-laki dengan rentang usia 40 hingga 65 tahun. Peneliti bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kristal Urin Pada Pengonsumsi Sayur Hijau Di Kelurahan Pagar Dewa tahun 2024. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu mengamati kristal urin pada pengonsumsi sayur hijau di Kelurahan Pagar Dewa dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kristal urin dilakukan dengan metode mikroskopis urin. Analisis data yang digunakan analisa univariat. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Hampir seluruh 89% responden berusia dewasa dengan konsumsi sayur yang Hampir sebagiaan besar 76% responden kurang mengonsumsi sayur hijau dan Hampir keseluruhan 79% responden tidak ditemukan kristal urin. Kesimpulan : Diperoleh dari konsumsi sayur yang kurang terdapat 14% positif dan 86% negatif sedangkan dari konsumsi sayur yang cukup terdapat 44% positif dan 56% negatif dengan frekuensi usia hampir seluruh 86% dewasa.
IDENTIFIKASI JAMUR Aspergillus Sp. PADA DEBU AC (AIR CONDITIONER) DI JURUSAN ANALIS KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES BENGKULU TAHUN 2025 Melita Agustina; Laksono, Heru; Putra Adi Irawan
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.v6i01.990

Abstract

AC (Air Conditioner) is an electronic air conditioner that uses water and condensate to provide coolness for those in the room, and protects humans from exposure to outdoor air pollution. The use of Air Conditioner can increase comfort and work productivity, but Air Conditioner that is rarely cleaned will be a comfortable place for microorganisms to attach and breed. Microorganisms can be mold, fungi, protozoa, viruses and bacteria. Aspergillus fungus is in the Ascomycetes classification which can be found anywhere. Grows as a saprophyte in various rotten plants and in organic dust. The presence of Aspergillus Sp fungus, especially in the Ac unit, is important because Aspergillus Sp can infect the respiratory tract. Aspergillus Sp fungus can be found in environments with high humidity, such as dirty AC filters. The spores spread in the air openly through Ac circulation and inhalation cannot be prevented and can enter from the respiratory tract to the lungs. This study aims to identify Aspergillus Sp fungi in Ac (Air Conditioners) at the Health Analyst Department of the Ministry of Health Polytechnic of Bengkulu in 2025.
GAMBARAN KADAR KREATININ SERUM PADA PENDERITA HIPERTENSI YANG MENGONSUMSI OBAT ANTI HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU Fitriany, Evi; Putri, Alya Annisa; Laksono, Heru; Halimatussa’diah, Halimatussa’diah
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 3 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3356

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in blood pressure that causes the heart to work extra to pump blood. This causes the arteries around the kidney blood vessels to narrow and risks disrupting kidney function. People with hypertension are advised to take anti-hypertensive drugs to normalize blood pressure. Therefore, compliance in taking these drugs is required. Based on Riskesdas data in 2018, there were 32.3% of hypertensive patients who did not regularly take anti-hypertensive drugs and 13.3% did not consume them. One of the indicators used to determine impaired renal function is creatinine examination. This study aims to determine the description of serum creatinine levels in hypertensive patients who take anti-hypertensive drugs in the working area of the Telaga Dewa Health Center, Bengkulu City. This study uses descriptive method to obtain the results of the description of serum creatinine levels in hypertensive patients who take anti-hypertensive drugs in the working area of the Telaga Dewa Health Center, Bengkulu City. The results showed that out of 36 respondents, 8 people (22.2%) had high creatinine levels, 23 people (63.9%) had normal creatinine levels, and 4 people (13.9%) had low creatinine levels. Based on the research conducted, it can be concluded that there are a small proportion of samples that have high creatinine levels, most samples have normal creatinine and a small proportion have low creatinine levels.Keywords: Hypertension, Creatinine, Drug Anti Hypertension
Gambaran Kadar Asam Urat Dengan Kebiasaan Meminum Wedang Jahe Pada Lansia Di Kelurahan Pagar Dewa Rw 05 Kota Bengkulu Ananda Putri, Meizi; Laksono, Heru; Baruara, Guntur
Jurnal Fatmawati Laboratory & Medical Science Vol 5 No 1 (2025): Otomatisasi Laboratorium
Publisher : POLTEKKES KEMENKES BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/flms.v5i1.1012

Abstract

Asam urat disebut juga penyakit gout adalah penyakit yang terjadi karena adanya penumpukan purin berlebih, baik akibat produksi yang meningkat, pembuangan melalui ginjal yang menurun atau akibat paningkatan asupan makan tinggi purin. Lansia merupakan orang dengan usia lebih dari 60 tahun. Masalah yang sering terjadi pada lansia yaitu : Perilaku, Perubahan Psikososial, Pengurangan Aktifitas Fisik dan Kesehatan Mental. Jahe merupakan rempah – rempah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Jahe mengandung zat aktif shogaol dan gingerol yang berfungsi untuk anti inflamasi, antikanker, dan antitumor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling dengan total 34 sampel responden diperiksa menggunakan metode Spektofotometer. Berdasarkan Penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki kadar asam urat normal sebesar (85,30%), kadar asam urat rendah sebesar (11,76%), dan kadar asam urat tinggi sebesar (2,94%).