Articles
Increased Oxygen Saturation through Deep Breathing Exercise and Active Range of Motion in Congestive Heart Failure Patients
Novita Nirmalasari
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 7, No 2 (2019): JULI 2019
Publisher : Alma Ata University Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.711 KB)
|
DOI: 10.21927/jnki.2019.7(2).68-73
Dsypnea is a clinical manifestation of CHF due to pulmonary function failure. The accumulation of fluid in the alveoli makes the heart unable to pump with the maximum. The changes that occur in the respiratory muscles make an increase from the sensation of dyspnea. This results in increased respiratory rate, blood pressure and pulse and decreased oxygen saturation, This is an important factor affecting the quality of life of patients. Pharmacologic and nonpharmacologic management is performed to maintain physical stability, avoid behaviors that can aggravate the condition and detect early symptoms of worsening heart failure. Deep breathing exercise and active range of motion is one of the non-pharmacological interventions to reduce breathing and increase respiratory muscle. The purpose of this study was to identification oxygen saturation after deep breathing exercise and active range of motion. The type of research used is quasi experimental research involving 16 respondents with purposive sampling technique. Deep breathing exercise and active range of motion performed 3 times a day for 3 days. The measuring instrument used is pulse oximetry. Data analysis using paired ttest test. The results showed an increase in oxygen saturation of 1.69%. This shows the effect of deep breathing exercise intervention and active range of motion on oxygen saturation (p=0,000, α <0.05). The exercise will increase oxygenation requirements due to increased movement of the respiratory and diaphragm muscles resulting in an increase in tidal volume, decreased functional residual capacity and an optimal increase in oxygen intake. This research suggests that deep breathing exercise and active range of motion interventions can be used as self-care nursing interventions. Further research can add measured variables and use random samples.
Pengaruh Edukasi Tantrum dan Manajemen Marah Anak Pra Sekolah Pada Ibu di Tk Sunan Gunung Jati
Rizqi Wahyu Hidayati;
Novita Nirmalasari;
Ike Wuri Winahyu Sari;
Dwi Kartika Rukmi
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30989/jice.v4i1.683
Tantrum merupakan ledakan emosi yang dialami oleh anak usia prasekolah yang bersifat alami dengan angka kejadian yaitu 80% dan hal ini terjadi pada usia 2 – 6 tahun. Namun, orang tua sering kali menyalahartikan bahkan merasa hal tersebut adalah perbuatan tercela. Padahal, tantrum merupakan ekspresi anak ketika ia merasa tidak nyaman hingga keinginan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, butuh pengetahuan tentang tantrum pada orang tua menjadi dasar agar perkembangan psikologis anak dapat berjalan dengan baik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada ibu tentang tantrum dan manajemen marah pada anak usia pra sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Sebelum dan sesudah kegiatan ibu diberikan soal tentang materi terkait. Berdasarkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p yaitu 0,001 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa edukasi efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang tentrum dan manajemen marah pada anak di usia pra sekolah.
Penurunan Stres Ibu Pada Saat Masa Pandemi Covid 19 Di Posyandu Kunir V Wirobrajan Melalui Terapi Relaksasi Hipnosis 5 Jari dan Musik
Novita Nirmalasari;
Latifah Susilowati;
Rizqi Wahyu Hidayati
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 3 No 1 (2021): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30989/jice.v3i1.582
Stres di masa pandemi merupakan ketakutan dan kecemasan tentang kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi. Seseorang yang mengalami stress akan timbul gejala seperti perubahan pola tidur, pola makan, dan kesulitan konsentrasi. Faktor penyebab stres pada ibu antara lain adanya double burden yang terdiri pengasuhan anak, ibu rumah tangga, dan ibu bekerja. Sehingga manajemen stres dibutuhkan untuk mengurangi stres tersebut. Manajemen yang digunakan yaitu hypnosis lima jari dan terapi musik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan level stres ibu selama masa pandemi. Pengabdian ini menggunakan metode pengajaran langsung dengan dibantu video terapi pada ibu. Sebelum dan sesudah kegiatan nilai stres ibu diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS). Rata-rata itu mengalami stres sedang baik sebelum dan sesudah terapi. Selain itu, nilai p value juga menunjukkan 0, 802 (p > 0,05). Hal ini berarti bahwa terapi relaksasi yang dilakukan tidak memberikan penurunan secara bermakna. Maka, perlu dilakukan kegiatan tindak lanjut untuk mengatasi masalah tersebut.
Edukasi Audio Visual dalam Kesiapsiagaan Bencana Gunung Meletus pada Anak Usia Sekolah
Novita Nirmalasari;
Rizqi Wahyu Hidayati;
Dwi Kartika Rukmi;
Arif Adi Setiawan
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30989/jice.v4i2.761
Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah yang rawan bencana dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Peristiwa bencana berkaitan dengan upaya mitigasi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana dengan salah satu upayanya adalah edukasi terkait bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hasil kegiatan tersebut didapatkan bahwa sebanyak 21 peserta menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak jika dibandingkan laki laki sebesar 38% dengan usia peserta sebagian besar berusia 11 tahun (90,6%). Peningkatan pengetahuan ditunjukkan bahwa peningkatan skor rata-rata antara pretest dan posttest yaitu sebesar 21,59. Pada masa anak usia sekolah dasar ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, anak sangat peka dan mudah mempelajari sesuatu. Usia mempengaruhi pengetahuan, sikap, daya tangkap dan pola pikir anak. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir sehingga pengetahuan yang didapatkan semakin membaik. Perbedaan gender dapat menimbulkan perbedaan fisiologi dan memengaruhi perbedaan psikologis dalam belajar. Laki-laki dan perempuan memiliki berbagai perbedaan yang mengakibatkan perbedaan cara berpikir dan cara menyelesaikan masalah dalam belajar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terjadinya peningkatan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Studi Demografi: Riwayat Kejadian Cedera dan Penanganan Pertama Cedera Olah Raga di Unit Kegiatan Mahasiswa
Novita Nirmalasari;
Muhamat Nofiyanto;
Rizqi Wahyu Hidayati
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 4, No 2: September 2020
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.107 KB)
|
DOI: 10.31101/jhes.1018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik demografi penanganan cedera olahraga. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan sampel sebanyak 69 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan kuota sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Cedera olahraga paling sering adalah ankle sejumlah 37,1%. Penanganan pertama pada kram otot dilakukan pemijatan sebanyak 73,9%, memar dengan kompres dingin sebanyak 46,4%, strain dan sprain dengan pemijatan 52,2% dan 55,0%, dislokasi dengan immobilisasi sebanyak 47,8%.
Nurses’ Family Support System in Pandemic Covid-19
Rizqi Wahyu Hidayati;
Novita Nirmalasari;
Ike Wuri Winahyu Sari
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 6, No 2 (2022): DECEMBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31983/jnj.v6i2.9033
Background: The Covid-19 pandemic is being 2 years and the fluctuated cases made the nurses workload were increasing. The effects are stress, anxiety, and burnout. To decrease these sequences, need family support. Family support advantage to them for increasing their confidence and being valuable. Purpose: the major aim of the study is to know the difference between family support for nurses who work in Covid and non-Covid wards.Methods: Quantitative method were used in its study and used 149 nurses as a respondent. The inclusion criteria were working at hospital at least a year and lived with nuclear family. The questioner used Family Support Scale (FSS) with 19 sentences. It used Mann-Whitney test with SPSS 21 software.Results: Most of the respondent were nurses who work in Covid ward (64.4%) and majority is an associate nurse (84.9%). The p value was 0.077 (p0.05) which indicate that there were not differences of family support between nurses who work in Covid and non-Covid wards.Conclusion: There were not differences of family support between nurses who work in Covid and non-Covid wards.
Peningkatan Keselamatan Kerja Melalui Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Pada Perawat di Rumah Sakit
Ngatoiatu Rohmani;
Novita Nirmalasari;
Ratna Lestari
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30653/jppm.v8i2.346
Penyakit akibat kerja dapat terjadi pada pekerja, termasuk perawat. Perawat sering melaporkan berbagai keluhan seperti sakit kepala, nyeri pinggang, tertusuk jarum dan penularan penyakit akibat kerja. Oleh karena itu, perawat perlu meningkatkan kewaspadaan dalam menerapkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja agar dapat memberikan asuhan keperawatan secara optimal. Identifikasi risiko bahaya dan pemeriksaan kesehatan juga perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat menurunkan produktivitas kerja. Sosialisasi dan pemberian edukasi terkait praktik K3 kepada perawat merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah angka kecelakaan kerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam melaksanakan pencegahan penyakit akibat kerja dengan menerapkan protokol yang sesuai dan mengenalkan latihan peregangan di tempat kerja untuk mencegah cedera akibat kerja. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat meliputi: pengkajian kesehatan dan bahaya, analisis masalah, dan implementasi program melalui sosialisasi dan pendidikan kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah menerapkan pengurangan risiko infeksi dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah prosedur dengan teknik yang benar. Occupational diseases may occur in workers, including nurses. Nurses often report various complaints such as headaches, low back pain, needle pricks and occupational disease transmission. Therefore, nurses need to increase vigilance in implementing a culture of occupational health and safety in order to provide nursing care optimally. Identification of hazard risks and health checks also need to be carried out to prevent work accidents that may reduce the work productivity. Socializing and providing education related to OSH practices to nurses is one of the efforts that can be pursued to prevent the number of work accidents. This service activity aims to increase the knowledge and compliance of nurses in implementing occupational disease prevention by implementing appropriate protocols and introducing stretching exercises in the workplace to prevent work-related injuries. The methods of conducting community service includes: health and hazard screening, problem analysis, and implementation of program through socialization and education. The results showed that majority of participants have implemented infection risk reduction by washing hands before and after the procedure with the correct technique
Exploration of Factors Predictors Nurses’ Occupational Stress on Facing Covid-19 Pandemic
Rizqi Wahyu Hidayati;
Novita Nirmalasari;
Ike Wuri Winahyu Sari
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 17 No. 2 (2023): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/dpphj.v17i2.8388
Background: The fluctuating wave of Covid-19 cases induced the nurses’ work pressure, both physical and psychological. Occupational stress and burnout were caused by a nursing care plan, moving the nursing and health equipment. It influences decreasing in nursing care, working motivation, and patient safety, such as falls and medication errors. This study aimed to evaluate the factors influencing nurses' occupational stress in facing Covid-19 Pandemic in Yogyakarta. Method: The mixed method was used in this study. Using convenience sampling, 272 nurses who work at the Covid-19 hospital in Yogyakarta. The inclusion criteria were registered as Indonesian Nurses; with one-year experience of in work. The Nurses Occupational-Stress Scale 21 (NOSS-21) and Family Support Scale (FSS) were used to evaluate the nurses’ occupational stress and the family support system. It was analyzed using binary logistics. Results: The nurses' occupational stress showed a mean score of 44.40 ± 9.077. This score indicated low nurses' occupational stress. Age and nurses’ position had statistically significant positive effects on nurses' occupational stress (β = 6.305; p = 0.00) and (β = 0.469; p = 0.021). Conclusion: The nurses' occupational stress is related to the nurses' ages and position in the area of their work at a hospital.
Kesiapsiagaan Siswa terhadap Erupsi Gunung Merapi melalui Video Animasi di SD N Kepuharjo Cangkringan Sleman
Nanang Kurniawan;
Novita Nirmalasari
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35842/formil.v8i2.479
Bencana letusan gunung berapi adalah peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat serta lingkungan. Salah satu upaya penanggulangan dampak bencana yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Komunitas sekolah sebagaipemangku kepentingan atau stakeholder yang berperan dalam hal menyebarluaskan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi mitigasi bencana terhadap kesiapsiagaan siswa di SDN Kepuharjo dalam menghadapi erupsi gunung Merapi. Metode penelitian ini menggunakan Quasi-eksperimental One-Group Pretest-Posttet design dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 39 siswa. Intervensi dileucine dengan pemutaran video animasi mitigasi bencana. Pengukuran kesiapsiagaan bencana dilakukan sebelum dn sesudah intervensi. Analisa data univariat menggunakan persentase dan frekuensi, uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata kesiapsiagaan siswa setelah intervensi lebih tinggi (91,57) daripada sebelum Intervensi (66,98). Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan Kesiapsiagaan siswa yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value (0,000<0,05). Kesimpulan dari penelitian yaitu ada pengaruh penggunaan media video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa di SD N Kepuharjo dalam menghadapi erupsi gunung Merapi.
EDUKASI AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GUNUNG MELETUS PADA ANAK USIA DINI
Novita Nirmalasari;
Latifah Susilowati;
Hesty Yuliasari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3985
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu kawasan rawan bencana karena memiliki gunung aktif yaitu Gunung Merapi dengan kategori siaga Level III. Hal ini merupakan peringatan untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman bencana gunung meletus. Peristiwa bencana ini terkait dengan upaya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana gunung meletus. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap bencana gunung meletus pada anak usia dini. Kegiatan dilakukan di TK Islam Gunungjati yang merupakan salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 50 peserta. Metode kegiatan dengan memberikan materi dan praktik terkait kesiapsiagaan bencana gunung berapi melalui edukasi audiovisual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak terhadap kesiapsiagaan bencana gunung berapi dengan rata-rata sebesar 17 poin (rentang penilaian 0-100). Pendidikan bencana memainkan peran penting dalam menanamkan budaya kesiapsiagaan di kalangan siswa dan menumbuhkan ketahanan dalam menghadapi bencana.