Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Potensi Diri Siswa Melalui Personal Branding Pasca Praktik Kerja Lapangan di Era Merdeka Belajar Erwan Syah, Muhammad; Nirmalasari, Novita
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i1.36

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan mencetak siswa sebagai lulusan yang akan memasuki dunia kerja adalah dengan melakukan intervensi untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Intervensi yang dilakukan berupa program pelatihan dengan pemberian wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas psikologis siswa yang akan menjadi angkatan kerja baru, khususnya dalam hal Personal Branding. Pemberian program pelatihan dilakukan menggunakan konsep pengembangan karir yang memperhatikan tahap perkembangan karir siswa yang berada pada tahap eksplorasi. Intervensi berupa pelatihan ini dilakukan pada 225 siswa kelas XII pasca praktik kerja lapangan dan memberikan dampak positif pada pertambahan wawasan, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Hal ini dapat diterapkan pada SMK lain untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja. Pemberian program pelatihan dilakukan menggunakan konsep pengembangan karir yang memperhatikan tahap perkembangan karir siswa yang berada pada tahap eksplorasi. Intervensi berupa pelatihan ini dilakukan pada 225 orang mahasiswa dan kemudian ditemukan bahwa terdapat peningkatan pada post test dibanding dengan pre test. Pemberian program pelatihan secara berkala berhasil meningkatkan kesiapan siswa dalam memasuki dunia kerja dari sisi kesiapan psikologis dalam memasuki dunia kerja.
SIKLUS MENSTRUASI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMAN 1 GODEAN, SLEMAN MENSTRUAL CYCLE ASSOCIATED WITH PREMENSTRUAL SYNDROME IN SMAN 1 GODEAN, SLEMAN DISTRICT Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta; Nirmalasari, Novita
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.79 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i1.144

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah reproduksi remaja akan menyebabkan malnutrisi dan pertumbuhan terlambat yang dihubungkan dengan gangguan siklus menstruasi. Selama masa pubertas, sekitar 80-90% wanita akan mengalami gejala PMS. Faktor penyebab terjadinya PMS antara lain faktor hormonal, faktor genetik, faktor gaya hidup berkaitan dengan peningkatan berat badan, kualitas tidur, dan aktifitas fisik. Faktor psikologis salah satunya stres. Gejala-gejala PMS akan semakin hebat dirasakan ketika wanita terus menerus mengalami tekanan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome. Metode Penelitian: Desain penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 99 siswi kelas XI di SMAN 1 Godean. Pengambilan data menggunakan google form pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Somer’s. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 17 tahun sejumlah 62 orang (62,6%), kebiasaan menstruasi sebagian besar pada kategori rutin sejumlah 87 orang (87,9%). Uji Somer’s mendapatkan nilai p=0,969. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome.
Pendampingan Implementasi Effective Communication Training Service pada Kader Posyandu Kelurahan Bener Yogyakarta Sebagai Upaya Menurunkan Stunting Menuju Generasi Emas 2045 Muhammad Erwan Syah; Novita Nirmalasari; Nurul Hidayah
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif kader Posyandu Balita. Kegiatan yang dilakukan diantaranya (1) Pelatihan ECTS (Effective Communication Training Service) pada Kader Posyandu bagi kader posyandu; (2) Pendampingan kader posyandu mengimplementasikan ECTS; (3) Psikoedukasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan saat posyandu, dan kader posyandu menyampaikan informasi tahap tumbuh kembang dan pola asuh kepada anggota posyandu atau ibu dengan balita. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh 65 kader posyandu Kelurahan Bener. Kegiatan ini dilaksnakan pada bulan Juli hingga September 2024. Hasil dari pengabdian ini diantaranya (1) Pengetahuan komunikasi efektif pada kader Posyandu meningkat yang dapat diimplementasikan untuk memperkaya dalam teori dan praktik saat melaksanakan Posyandu; (2) Pengetahuan ketrampilan komunikasi efektif meningkat yang digunakan oleh kader Posyandu kepada ibu dengan balita pada saat posyandu dan psikoedukasi; (3) Mempercepat transfer pengetahuan dan penagalaman kepada kader Posyandu untuk mempersiapkan generasi penerus Posyandu yang terampil dalam berkomunikasi kepada ibu dengan balita saat Posyandu dan psikoedukasi; (4) Kader Posyandu Balita mendapatkan pengetahuan kolektif mengenai komunikasi efektif, tahap tumbuh kembang anak dan pola asuh untuk menurunkan stunting menuju generasi emas 2045; (5) Kader Posyandu Balita memperoleh pengetahuan praktis untuk pengembangan dan peningkatan sarana prasarana pendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi ECTS
Knowledge and Attitude in First Aid for Traffic Accident Pratama, Aditya; Nirmalasari, Novita
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v2i2.1486

Abstract

Background: Traffic accidents are a worldwide issue. Actions to prevent morbidity and mortality in accident victims are required to reduce the rate of mortality. The community's knowledge, attitude, and skill in providing first aid are needed to decrease this quantity. Objective: This research aimed to describe the knowledge and attitude of the community on first aid in traffic accidents in Patalan, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Methods: This research was a descriptive study with a cross-sectional approach. The sample of this study was 49 respondents who used nonprobability sampling with a purposive sampling technique. Data was collected using the knowledge and attitude questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis with frequency distribution and percentage. Results: The results of this research show that most of the respondents were male (53,1%), ages 26-35 years old (30.6%), high school/vocational education (67%). The community received information sources (63.3%), and 28.6% received information from counseling. Furthermore, most respondents (59.2%) have never assisted traffic accident victims. The respondents' knowledge is moderate (83.7%), and their attitude about first aid is positive (71.4%). Conclusion: Most of the community has moderate knowledge and a positive attitude about first aid for traffic accidents.
Gambaran Pengetahuan Pertolongan Pertama Masyarakat Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Hidayat, Adi Firman; Nirmalasari, Novita
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v11i3.483

Abstract

Traffic accidents are a public health problem. Actions for handling accident victims are greatly influenced by individual knowledge about first aid for accident victims to reduce the number of disabilities and deaths. The aim of this research is find out the level of public knowledge about first aid for traffic accident victims in, Patalan, Jetis, Bantul, Yogyakarta. The research was descriptive research with a cross-sectional approach. The sample consisted of 91 respondents used purposive sampling. Data was collected using a questionnaire sheet on the level of public knowledge regarding first aid in traffic accidents. Analysis used univariate analysis. The results of this research showed that the majority were male (54.9%), aged 45-55 (45.1%), had a high school/vocational school education level (54.9%), had been exposed to sources of information (82, 4%), received information from counseling (56.0%), and had never helped traffic accident victims (83.5%). An overview of the level of public knowledge regarding first aid for traffic accident victims found that the majority had a group of knowledge in the excellent category (89.0%). Community knowledge in Padukuhan Patalan, Jetis, Bantul regarding first aid for traffic accidents is in the excellent category.   Keywords: first aid, knowledge, traffic accident
Pengaruh Edukasi Tantrum dan Manajemen Marah Anak Pra Sekolah Pada Ibu di Tk Sunan Gunung Jati Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu; Rukmi, Dwi Kartika
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.683

Abstract

Tantrum merupakan ledakan emosi yang dialami oleh anak usia prasekolah yang bersifat alami dengan angka kejadian yaitu 80% dan hal ini terjadi pada usia 2 – 6 tahun. Namun, orang tua sering kali menyalahartikan bahkan merasa hal tersebut adalah perbuatan tercela. Padahal, tantrum merupakan ekspresi anak ketika ia merasa tidak nyaman hingga keinginan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, butuh pengetahuan tentang tantrum pada orang tua menjadi dasar agar perkembangan psikologis anak dapat berjalan dengan baik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada ibu tentang tantrum dan manajemen marah pada anak usia pra sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Sebelum dan sesudah kegiatan ibu diberikan soal tentang materi terkait. Berdasarkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p yaitu 0,001 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa edukasi efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang tentrum dan manajemen marah pada anak di usia pra sekolah.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Wanita di Desa Singkil Wetan, Kecamatan Ngombol, Purworejo Rukmi, Dwi Kartika; Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.684

Abstract

Masalah mengenai kanker payudara masih menjadi tantangan khusus bagi wanita usia subur di Indonesia. Pencegahan yang digalangkan di Indonesia adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Pemerintah Desa Singkil Wetan berusaha untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan wanita untuk meningkatkan kualitas kesehatan wanita diwilayahnya. Salah satunya mengenai pelatihan SADARI sebagai tindak lanjut edukasi kanker payudara yang pernah dilakukan. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui tingkat ketrampilan sebelum dan sesudah pelatihan SADARI pada wanita di Desa Singkil Wetan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa pelatihan diikuti oleh 26 peserta yang rata rata berusia 43,07 ± 9,82 tahun, berlatar belakang Pendidikan SMA (65,45%) dan memiliki aktivitas sebagai ibu rumah tangga (57,7%). Mayoritas peserta tidak pernah melakukan cek rutin terkait kondisi payudaranya ke dokter (96,2%), tidak dapat melakukan SADARI 61,5%, dan tidak rutin melakukan SADARI (76,9%). Setelah diberikan pelatihan didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (pv:0,000) untuk tingkat ketrampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan dimana skor ketrampilan sebelum pelatihan untuk para peserta rata rata adalah 7,85 ± 0,97 dan skor ketrampilan setelah pelatihan para peserta rata rata adalah 12,2 ± 1,05. Kategorisasi tingkat ketrampilan dalam melakukan SADARI didapatkan sebelum dilakukan pelatihan semua peserta (100%) berada pada kategori sedang, sedangkan pada hasil kategorisasi setelah dilakukan pelatihan didapatkan bahwa sebanyak 84,6% peserta sudah berada dalam kategori tinggi dan hanya 15,4% yang masih berada dalam kategori sedang. Peningkatan motivasi untuk melakukan SADARI perlu terus diupayakan dengan memanfaatkan hasil pelatihan yang sudah didapatkan.
Edukasi Audio Visual dalam Kesiapsiagaan Bencana Gunung Meletus pada Anak Usia Sekolah Nirmalasari, Novita; Rizqi Wahyu Hidayati; Dwi Kartika Rukmi; Arif Adi Setiawan
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 2 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i2.761

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah daerah yang rawan bencana dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Peristiwa bencana berkaitan dengan upaya mitigasi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana dengan salah satu upayanya adalah edukasi terkait bencana. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk sebagai upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana. Hasil kegiatan tersebut didapatkan bahwa sebanyak 21 peserta menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak jika dibandingkan laki laki sebesar 38% dengan usia peserta sebagian besar berusia 11 tahun (90,6%). Peningkatan pengetahuan ditunjukkan bahwa peningkatan skor rata-rata antara pretest dan posttest yaitu sebesar 21,59. Pada masa anak usia sekolah dasar ini anak akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, anak sangat peka dan mudah mempelajari sesuatu. Usia mempengaruhi pengetahuan, sikap, daya tangkap dan pola pikir anak. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikir sehingga pengetahuan yang didapatkan semakin membaik. Perbedaan gender dapat menimbulkan perbedaan fisiologi dan memengaruhi perbedaan psikologis dalam belajar. Laki-laki dan perempuan memiliki berbagai perbedaan yang mengakibatkan perbedaan cara berpikir dan cara menyelesaikan masalah dalam belajar. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah terjadinya peningkatan peningkatan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Indonesian Cross-Culture Validation and Psychometric Testing of The Nurses’ Occupational Stressor Scale 21 (Noss-21) Questionnaire Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 9, No 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i1.12922

Abstract

Background: Currently, many nurses experience stress because they have a lot of work. Even though the impact of stress on nurses can affect health services to patients. Therefore, a tool is needed to measure the level of stress at work in nurses.Purpose: The purpose of this research is to transcribe and cross validate the NOSS-21 into Indonesian, and conduct psychometric tests on nurses in Indonesia.Methods: The study used quantitative methods. This study used Brislin's Classic Model for translation and validation. Tests conducted using Pearson product moment and Cronbach Alpha as a construct test. The sample used amounted to 168 nurses who worked for at least 1 year in Islamic hospitals in Yogyakarta. Respondents who were excluded were nurses who worked in polyclinics and pediatric wards.Result: Based on the results, the average value of I-CVI is 1.00, while based on the Pearson product moment test, it can be seen that 18 items are considered valid and 3 items are invalid. Although 3 items were invalid, but based on the importance of the questionnaire domain, the researcher decided to include these 3 items in the study. The reliability of the questionnaire is strongly reliable as the value is 0.899.Conclusion: The Indonesian Nurses' Occupational Stressor Scale 21 (INOSS-21) questionnaire can be used as a questionnaire to measure nurses' occupational stress. The limitation of this study is that the study respondents were only from Islamic hospitals. In addition, not all nurses were included in the study, for example, polyclinic and pediatric ward nurses were excluded.
JICE-Implementasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Gunung Berapi di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan.docx Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu; Yuliasari, Hesty
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 7 No 1 (2025): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v7i1.1494

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta juga rawan dengan letusan gunung api dengan adanya gunung api aktif yaitu Gunung Merapi. Kabupaten Sleman menjadi salah satu kawasan rawan bencana (KRB) gunung Merapi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak yang cukup besar dari peristiwa meletusnya Gunung Merapi. Wilayah kerja Puskesmas Kalasan yang merupakan bagian dari Kabupaten Sleman masih banyak masyarakat yang kurang memahami mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Metode yang dilakukan adalah edukasi dan pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gunung berapi. Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai upaya peningkatan pengetahuan untuk mencegah dampak bencana. Peserta kegiatan adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kalasan yang berjumlah 44 remaja. Hasil kegiatan yaitu pada aspek pengetahuan dan mobilisasi sumber daya memiliki rata rata penilaian cukup tinggi. Sedangkan pada aspek rencana tanggap darurat dan sistem peringatan bencana memilki rata rata penilaian cukup rendah. Implementasi kegiatan memberikan dampak yang baik dibuktikan adanya peningkatan sebelum dan sesudah PkM, yaitu pada aspek pengetahuan, aspek rencana tanggap darurat, aspek sistem peringatan bencana, dan aspek mobilisasi sumber daya. Hal ini berarti terdapat peningkatan keberdayaan masyarakat dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana gunung berapi. Kesimpulan dari kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan yang dilihat dari aspek pengetahuan, rencana tangap darurat, sistem perigatan bencana dan mobilisasi sumber daya.