Claim Missing Document
Check
Articles

Exploration of Factors Predictors Nurses’ Occupational Stress on Facing Covid-19 Pandemic Rizqi Wahyu Hidayati; Novita Nirmalasari; Ike Wuri Winahyu Sari
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 17 No. 2 (2023): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v17i2.8388

Abstract

Background: The fluctuating wave of Covid-19 cases induced the nurses’ work pressure, both physical and psychological. Occupational stress and burnout were caused by a nursing care plan, moving the nursing and health equipment. It influences decreasing in nursing care, working motivation, and patient safety, such as falls and medication errors. This study aimed to evaluate the factors influencing nurses' occupational stress in facing Covid-19 Pandemic in Yogyakarta. Method: The mixed method was used in this study. Using convenience sampling, 272 nurses who work at the Covid-19 hospital in Yogyakarta. The inclusion criteria were registered as Indonesian Nurses; with one-year experience of in work. The Nurses Occupational-Stress Scale 21 (NOSS-21) and Family Support Scale (FSS) were used to evaluate the nurses’ occupational stress and the family support system. It was analyzed using binary logistics. Results: The nurses' occupational stress showed a mean score of 44.40 ± 9.077. This score indicated low nurses' occupational stress. Age and nurses’ position had statistically significant positive effects on nurses' occupational stress (β = 6.305; p = 0.00) and (β = 0.469; p = 0.021). Conclusion: The nurses' occupational stress is related to the nurses' ages and position in the area of their work at a hospital.
Kesiapsiagaan Siswa terhadap Erupsi Gunung Merapi melalui Video Animasi di SD N Kepuharjo Cangkringan Sleman Nanang Kurniawan; Novita Nirmalasari
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v8i2.479

Abstract

Bencana letusan gunung berapi adalah peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat serta lingkungan. Salah satu upaya penanggulangan dampak bencana yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan. Komunitas sekolah sebagaipemangku kepentingan atau stakeholder yang berperan dalam hal menyebarluaskan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi mitigasi bencana terhadap kesiapsiagaan siswa di SDN Kepuharjo dalam menghadapi erupsi gunung Merapi. Metode penelitian ini menggunakan Quasi-eksperimental One-Group Pretest-Posttet design dengan pendekatan kuantitatif. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 39 siswa. Intervensi dileucine dengan pemutaran video animasi mitigasi bencana. Pengukuran kesiapsiagaan bencana dilakukan sebelum dn sesudah intervensi. Analisa data univariat menggunakan persentase dan frekuensi, uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rerata kesiapsiagaan siswa setelah intervensi lebih tinggi (91,57) daripada sebelum Intervensi (66,98). Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan Kesiapsiagaan siswa yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value (0,000<0,05). Kesimpulan dari penelitian yaitu ada pengaruh penggunaan media video animasi terhadap kesiapsiagaan siswa di SD N Kepuharjo dalam menghadapi erupsi gunung Merapi.
EDUKASI AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GUNUNG MELETUS PADA ANAK USIA DINI Novita Nirmalasari; Latifah Susilowati; Hesty Yuliasari
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i3.3985

Abstract

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah salah satu kawasan rawan bencana karena memiliki gunung aktif yaitu Gunung Merapi dengan kategori siaga Level III. Hal ini merupakan peringatan untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman bencana gunung meletus. Peristiwa bencana ini terkait dengan upaya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana gunung meletus. Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap bencana gunung meletus pada anak usia dini. Kegiatan dilakukan di TK Islam Gunungjati yang merupakan salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Bantul, DIY dengan jumlah 50 peserta. Metode kegiatan dengan memberikan materi dan praktik terkait kesiapsiagaan bencana gunung berapi melalui edukasi audiovisual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak terhadap kesiapsiagaan bencana gunung berapi dengan rata-rata sebesar 17 poin (rentang penilaian 0-100). Pendidikan bencana memainkan peran penting dalam menanamkan budaya kesiapsiagaan di kalangan siswa dan menumbuhkan ketahanan dalam menghadapi bencana.
Optimalisasi Potensi Diri Siswa Melalui Personal Branding Pasca Praktik Kerja Lapangan di Era Merdeka Belajar Erwan Syah, Muhammad; Nirmalasari, Novita
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2023
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i1.36

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan mencetak siswa sebagai lulusan yang akan memasuki dunia kerja adalah dengan melakukan intervensi untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja. Intervensi yang dilakukan berupa program pelatihan dengan pemberian wawasan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas psikologis siswa yang akan menjadi angkatan kerja baru, khususnya dalam hal Personal Branding. Pemberian program pelatihan dilakukan menggunakan konsep pengembangan karir yang memperhatikan tahap perkembangan karir siswa yang berada pada tahap eksplorasi. Intervensi berupa pelatihan ini dilakukan pada 225 siswa kelas XII pasca praktik kerja lapangan dan memberikan dampak positif pada pertambahan wawasan, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Hal ini dapat diterapkan pada SMK lain untuk meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja. Pemberian program pelatihan dilakukan menggunakan konsep pengembangan karir yang memperhatikan tahap perkembangan karir siswa yang berada pada tahap eksplorasi. Intervensi berupa pelatihan ini dilakukan pada 225 orang mahasiswa dan kemudian ditemukan bahwa terdapat peningkatan pada post test dibanding dengan pre test. Pemberian program pelatihan secara berkala berhasil meningkatkan kesiapan siswa dalam memasuki dunia kerja dari sisi kesiapan psikologis dalam memasuki dunia kerja.
SIKLUS MENSTRUASI BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) DI SMAN 1 GODEAN, SLEMAN MENSTRUAL CYCLE ASSOCIATED WITH PREMENSTRUAL SYNDROME IN SMAN 1 GODEAN, SLEMAN DISTRICT Lutfiyati, Afi; Hutasoit, Masta; Nirmalasari, Novita
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.79 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i1.144

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masalah reproduksi remaja akan menyebabkan malnutrisi dan pertumbuhan terlambat yang dihubungkan dengan gangguan siklus menstruasi. Selama masa pubertas, sekitar 80-90% wanita akan mengalami gejala PMS. Faktor penyebab terjadinya PMS antara lain faktor hormonal, faktor genetik, faktor gaya hidup berkaitan dengan peningkatan berat badan, kualitas tidur, dan aktifitas fisik. Faktor psikologis salah satunya stres. Gejala-gejala PMS akan semakin hebat dirasakan ketika wanita terus menerus mengalami tekanan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome. Metode Penelitian: Desain penelitian Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu 99 siswi kelas XI di SMAN 1 Godean. Pengambilan data menggunakan google form pada bulan Juli 2020. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Hasil penelitian dianalisis secara bivariat dengan menggunakan uji Somer’s. Hasil penelitian: Pada kararteristik responden sebagian besar siswi berada pada usia 17 tahun sejumlah 62 orang (62,6%), kebiasaan menstruasi sebagian besar pada kategori rutin sejumlah 87 orang (87,9%). Uji Somer’s mendapatkan nilai p=0,969. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara siklus menstruasi dengan kejadian premenstrual syndrome.
Pendampingan Implementasi Effective Communication Training Service pada Kader Posyandu Kelurahan Bener Yogyakarta Sebagai Upaya Menurunkan Stunting Menuju Generasi Emas 2045 Muhammad Erwan Syah; Novita Nirmalasari; Nurul Hidayah
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Desember 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif kader Posyandu Balita. Kegiatan yang dilakukan diantaranya (1) Pelatihan ECTS (Effective Communication Training Service) pada Kader Posyandu bagi kader posyandu; (2) Pendampingan kader posyandu mengimplementasikan ECTS; (3) Psikoedukasi ini bertujuan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan saat posyandu, dan kader posyandu menyampaikan informasi tahap tumbuh kembang dan pola asuh kepada anggota posyandu atau ibu dengan balita. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti oleh 65 kader posyandu Kelurahan Bener. Kegiatan ini dilaksnakan pada bulan Juli hingga September 2024. Hasil dari pengabdian ini diantaranya (1) Pengetahuan komunikasi efektif pada kader Posyandu meningkat yang dapat diimplementasikan untuk memperkaya dalam teori dan praktik saat melaksanakan Posyandu; (2) Pengetahuan ketrampilan komunikasi efektif meningkat yang digunakan oleh kader Posyandu kepada ibu dengan balita pada saat posyandu dan psikoedukasi; (3) Mempercepat transfer pengetahuan dan penagalaman kepada kader Posyandu untuk mempersiapkan generasi penerus Posyandu yang terampil dalam berkomunikasi kepada ibu dengan balita saat Posyandu dan psikoedukasi; (4) Kader Posyandu Balita mendapatkan pengetahuan kolektif mengenai komunikasi efektif, tahap tumbuh kembang anak dan pola asuh untuk menurunkan stunting menuju generasi emas 2045; (5) Kader Posyandu Balita memperoleh pengetahuan praktis untuk pengembangan dan peningkatan sarana prasarana pendukung kegiatan pelatihan dan pendampingan implementasi ECTS
Knowledge and Attitude in First Aid for Traffic Accident Pratama, Aditya; Nirmalasari, Novita
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 2 No. 2 (2024): Healthy Behavior Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v2i2.1486

Abstract

Background: Traffic accidents are a worldwide issue. Actions to prevent morbidity and mortality in accident victims are required to reduce the rate of mortality. The community's knowledge, attitude, and skill in providing first aid are needed to decrease this quantity. Objective: This research aimed to describe the knowledge and attitude of the community on first aid in traffic accidents in Patalan, Jetis, Bantul, Yogyakarta. Methods: This research was a descriptive study with a cross-sectional approach. The sample of this study was 49 respondents who used nonprobability sampling with a purposive sampling technique. Data was collected using the knowledge and attitude questionnaire. The data were analyzed using univariate analysis with frequency distribution and percentage. Results: The results of this research show that most of the respondents were male (53,1%), ages 26-35 years old (30.6%), high school/vocational education (67%). The community received information sources (63.3%), and 28.6% received information from counseling. Furthermore, most respondents (59.2%) have never assisted traffic accident victims. The respondents' knowledge is moderate (83.7%), and their attitude about first aid is positive (71.4%). Conclusion: Most of the community has moderate knowledge and a positive attitude about first aid for traffic accidents.
Gambaran Pengetahuan Pertolongan Pertama Masyarakat Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Hidayat, Adi Firman; Nirmalasari, Novita
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 3 (2023): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-kes.v11i3.483

Abstract

Traffic accidents are a public health problem. Actions for handling accident victims are greatly influenced by individual knowledge about first aid for accident victims to reduce the number of disabilities and deaths. The aim of this research is find out the level of public knowledge about first aid for traffic accident victims in, Patalan, Jetis, Bantul, Yogyakarta. The research was descriptive research with a cross-sectional approach. The sample consisted of 91 respondents used purposive sampling. Data was collected using a questionnaire sheet on the level of public knowledge regarding first aid in traffic accidents. Analysis used univariate analysis. The results of this research showed that the majority were male (54.9%), aged 45-55 (45.1%), had a high school/vocational school education level (54.9%), had been exposed to sources of information (82, 4%), received information from counseling (56.0%), and had never helped traffic accident victims (83.5%). An overview of the level of public knowledge regarding first aid for traffic accident victims found that the majority had a group of knowledge in the excellent category (89.0%). Community knowledge in Padukuhan Patalan, Jetis, Bantul regarding first aid for traffic accidents is in the excellent category.   Keywords: first aid, knowledge, traffic accident
Pengaruh Edukasi Tantrum dan Manajemen Marah Anak Pra Sekolah Pada Ibu di Tk Sunan Gunung Jati Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu; Rukmi, Dwi Kartika
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.683

Abstract

Tantrum merupakan ledakan emosi yang dialami oleh anak usia prasekolah yang bersifat alami dengan angka kejadian yaitu 80% dan hal ini terjadi pada usia 2 – 6 tahun. Namun, orang tua sering kali menyalahartikan bahkan merasa hal tersebut adalah perbuatan tercela. Padahal, tantrum merupakan ekspresi anak ketika ia merasa tidak nyaman hingga keinginan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, butuh pengetahuan tentang tantrum pada orang tua menjadi dasar agar perkembangan psikologis anak dapat berjalan dengan baik. Sehingga, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada ibu tentang tantrum dan manajemen marah pada anak usia pra sekolah. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Sebelum dan sesudah kegiatan ibu diberikan soal tentang materi terkait. Berdasarkan hasil terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan nilai p yaitu 0,001 (p < 0,05). Hal ini berarti bahwa edukasi efektif untuk meningkatkan pemahaman ibu tentang tentrum dan manajemen marah pada anak di usia pra sekolah.
Pelatihan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Wanita di Desa Singkil Wetan, Kecamatan Ngombol, Purworejo Rukmi, Dwi Kartika; Hidayati, Rizqi Wahyu; Nirmalasari, Novita; Sari, Ike Wuri Winahyu
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 4 No 1 (2022): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v4i1.684

Abstract

Masalah mengenai kanker payudara masih menjadi tantangan khusus bagi wanita usia subur di Indonesia. Pencegahan yang digalangkan di Indonesia adalah dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Pemerintah Desa Singkil Wetan berusaha untuk mendapatkan informasi terkait kesehatan wanita untuk meningkatkan kualitas kesehatan wanita diwilayahnya. Salah satunya mengenai pelatihan SADARI sebagai tindak lanjut edukasi kanker payudara yang pernah dilakukan. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui tingkat ketrampilan sebelum dan sesudah pelatihan SADARI pada wanita di Desa Singkil Wetan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa pelatihan diikuti oleh 26 peserta yang rata rata berusia 43,07 ± 9,82 tahun, berlatar belakang Pendidikan SMA (65,45%) dan memiliki aktivitas sebagai ibu rumah tangga (57,7%). Mayoritas peserta tidak pernah melakukan cek rutin terkait kondisi payudaranya ke dokter (96,2%), tidak dapat melakukan SADARI 61,5%, dan tidak rutin melakukan SADARI (76,9%). Setelah diberikan pelatihan didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (pv:0,000) untuk tingkat ketrampilan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan dimana skor ketrampilan sebelum pelatihan untuk para peserta rata rata adalah 7,85 ± 0,97 dan skor ketrampilan setelah pelatihan para peserta rata rata adalah 12,2 ± 1,05. Kategorisasi tingkat ketrampilan dalam melakukan SADARI didapatkan sebelum dilakukan pelatihan semua peserta (100%) berada pada kategori sedang, sedangkan pada hasil kategorisasi setelah dilakukan pelatihan didapatkan bahwa sebanyak 84,6% peserta sudah berada dalam kategori tinggi dan hanya 15,4% yang masih berada dalam kategori sedang. Peningkatan motivasi untuk melakukan SADARI perlu terus diupayakan dengan memanfaatkan hasil pelatihan yang sudah didapatkan.