Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPS TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Priswanti, Yuliantika Giyan; Iksam, Iksam; Hidayat, Taufik; Mustamiroh, Mustamiroh
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 2 Mei 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6956

Abstract

Saat ini, terdapat banyak keterampilan hidup yang perlu dimiliki oleh peserta didik, khususnya dalam konteks pendidikan, antara lain kemampuan komunikasi yang baik. Dengan keterampilan berkomunikasi yang baik, peserta didik mampu memberikan tanggapan, mengemukakan ide dan pendapatnya, serta berani mengajukan pertanyaan dengan sopan ketika menghadapi kesulitan dalam memahami pelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa keterampilan berkomunikasi peserta didik sangat rendah, hal tersebut ditunjukkan pada saat pembelajaran berlangsung, peserta didik kurang mampu untuk menyampaikan pendapatnya dengan baik dan tertuju, kemudian juga masih belum mampu untuk mengkomunikasikan hasil yang telah diperoleh kepada teman sejawatnya secara baik. Salah satu metode pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik adalah model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Kajian bertujuan menentukan bagaimana kemampuan komunikasi peserta didik kelas V dipengaruhi oleh model pembelajaran kooperatif TPS. Dalam penelitian ini, mengggunakan metode kuasi eksperimen dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 54 peserta didik dibagi menjadi responden kelompok eksperimen dan kontrol. Untuk analisis data, digunakan berbagai teknik, termasuk uji validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, serta uji normalitas, heteroskedastisitas, linieritas, dan regresi linier sederhana. Hasil dari uji hipotesis yakni nilai sig. thitung (13,424) > ttabel (1,675), yang mengindikasikan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TPS secara signifikan mempengaruhi keterampilan berkomunikasi peserta didik kelas V dalam mata pelajaran pendidikan pancasila. Nilai uji t menunjukkan pengaruh yang signifikan sebesar 77,6% terhadap kemampuan berkomunikasi peserta didik.
IMPLEMENTASI KAHOOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME PADA MATA PELAJARAN IPAS SISWA SEKOLAH DASAR Ria, Armila Puspita; Sukriadi, Sukriadi; Mustamiroh, Mustamiroh
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7066

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh media dalam pembelajaran harus dikemas secara interaktif untuk menjadikan proses pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, penggunaan teknologi dalam pembelajaran masih jarang dilakukan dan guru mengalami kesulitan dalam menyusun materi serta evaluasi yang menarik sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar. Media pembelajaran dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, salah satunya adalah aplikasi kahoot. Maka penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kahoot sebagai media pembelajaran interaktif berbasis game dalam mata pelajaran IPAS bagi siswa kelas IV SD Negeri 004 Samarinda Ulu. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wali kelas IV A dan 25 siswa sebagai subjek, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kahoot efektif dalam meningkatkan interaktivitas, motivasi belajar, dan sikap kompetitif siswa, sementara guru dapat memanfaatkan fitur interaktif untuk mengukur pemahaman siswa secara langsung. Faktor pendukung implementasi kahoot meliputi fasilitas sekolah, kemampuan guru dalam penggunaan teknologi, dan antusiasme siswa, sedangkan hambatan utamanya adalah ketergantungan pada koneksi internet. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi guru dalam mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran agar lebih menarik dan interaktif.
PENGEMBANGAN E-LKPD INTERAKTIF YANG BERBASIS LAMAN WEB WIZER. ME UNTUK MATA PELAJARAN IPAS MATERI KENAMPAKAN ALAM KELAS V SEKOLAH DASAR Anggraeni, Fakhriza; Mustamiroh, Mustamiroh; Makmun, Makmun; Arafah, Andi Asrafiani
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7225

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya inovasi dalam penggunaan LKPD yang lebih interaktif dan menarik, khususnya pada mata pelajaran IPAS dengan topik Kenampakan Alam di kelas V Sekolah Dasar. Banyak guru masih menggunakan LKPD konvensional dan LKS cetak, yang cenderung membosankan bagi peserta didik. Oleh karena itu, dikembangkanlah Elizerpas, yaitu E-LKPD interaktif berbasis website Wizer.me yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami dan menyelesaikan tugas secara lebih menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan Elizerpas, menilai kelayakan, serta kepraktisannya dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi lima tahap: Analisis, Perencanaan, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada ahli media, ahli materi, guru, dan peserta didik. Instrumen penelitian mencakup lembar observasi, panduan wawancara, serta kuesioner penilaian yang dianalisis menggunakan skala Likert dan persentase sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Elizerpas memperoleh skor kelayakan dari ahli media sebesar 93,7% dan dari ahli materi sebesar 98%, keduanya termasuk dalam kategori sangat layak. Uji kepraktisan dilakukan melalui dua tahap, yaitu uji coba skala kecil yang memperoleh nilai 90,2%, dan uji coba skala besar dengan hasil 96%, keduanya termasuk kategori sangat praktis. Selain itu, penilaian dari guru mencapai 100%, menandakan media ini sangat layak digunakan. Kesimpulannya, E-LKPD Elizerpas terbukti layak dan praktis sebagai alat bantu evaluasi dalam pembelajaran IPAS materi Kenampakan Alam di kelas V SD. Media ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.