Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ETHNOMATHEMATICAL STUDY OF THE WEDDING CULTURE OF THE MUNTAK DAYAK TRIBE Saputri, Linda Dwi; Lestari, Kasihani; Riyanti, Vera
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 10, No 2 (2025): JME (Jul - Dec)
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/jme.v10i2.2525

Abstract

Research purposes: This is for now. What is the draft of mathematics that exists in the Dayak Muntak of the wedding procession ethnic group in Balai Agas Village? Research: This method employs a qualitative approach, drawing on ethnographic methods. Subject study is the chief custom in Balai Agas Village. Object study is a procession wedding ethnic group, Dayak Muntak, in Balai Agas Village, District Belimbing, Melawi Regency. Research: This involves instrument interviews and a review of the literature. The data analysis technique refers to the Miles and Huberman model, which encompasses both the data reduction process and the selection of relevant data from ethnomathematics in the context of the Dayak Vomiting ethnic group, specifically a wedding tradition. After the stage reduction is complete, researchers present the data and conclude. Based on the results of interviews, studies, and literature, the concept of mathematics in the Dayak Muntak wedding procession encompasses various concepts, numbers, and logical mathematical principles. Concept number in procession: Mantoh Adat and Beduda. Whereas draft logic mathematics, there is in process beduda, customs that are paid as well as amur boras buang taba
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU MATEMATIKA MELALUI PEMBUATAN MEDIA BERBASIS TIK FERIANTI, FLESIA WELLY; SAPUTRI, LINDA DWI; SEPTIADI, WAHYU
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i1.1855

Abstract

Abstract: The solution to the problem of teachers' lack of knowledge in developing learning strategies and the absence of teacher innovation in learning media is the implementation of a Community Activity Program (PKM) entitled developing mathematics teacher competence through the creation of ICT-based learning media. PKM for developing mathematics teacher competency through creating ICT-based learning media is an activity aimed at improving the ability of mathematics teachers in creating ICT-based learning media as well as increasing the ability of mathematics teachers in searching for references from various sources. It is known that in the initial test before the material was presented in its entirety, participants did not understand ICT-based learning media well, this can be seen from the average pretest score of 46.3. After carrying out training activities to create ICT-based learning media, the posttest average was 75.8 and seen from the normality test Gain (N-Gain) was 0.50 in the Medium category. This means that after carrying out this activity, the average participant experienced an increase in understanding. Keywords: Mathematics Teacher Competencies, ICT Based MediaAbstrak: Solusi permasalahan kurangnya pengetahuan guru dalam perkembangan strategi pembelajaran dan tidak adanya inovasi guru dalam media pembelajaran adalah dengan dilaksanakannya Program Kegiatan Masyarakat (PKM) yang berjudul pengembangan kompetensi guru matematika melalui pembuatan media pembelajaran berbasis TIK. PKM pengembangan kompetensi guru matematika melalui pembuatan media pembelajaran berbasis TIK ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru matematika dalam membuat media pembelajaran berbasis TIK serta meningkatkan kemampuan guru matematika  dalam penelusuran referensi dari berbagai sumber. Diketahui bahwa pada tes awal sebelum pemaparan materi disampaikan secara keseluruhan, peserta belum memahami dengan baik tentang media pembelajaran berbasis TIK, hal ini terlihat dari nilai rata-rata pretest sebesar 46,3. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan membuat media pembelajaran berbasis TIK, rata-rata posttest menjadi 75,8 dan dilihat dari uji normalitas Gain (N-Gain) sebesar 0.50 dengan kategori Sedang. Artinya setelah dilakukan kegiatan ini, rata- rata peserta mengalami peningkatan pemahaman.Kata kunci: Kompetensi Guru Matematika, Media Berbasis TIK
PEMANFAATAN QUIZIZZ DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SAPUTRI, LINDA DWI; FERIANTI, FLESIA WELLY; NATALIA, WULAN
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v4i2.2457

Abstract

Abstract: Along with the rapid development of information technology, there is a need for technology-based learning media. The problem in the field is that students do not understand and are skilled at creating technology-based learning media. The solution was to carry out a PkM activity entitled Using Quizizz in mathematics learning. This PkM activity aims to provide knowledge and skills about Quizizz media. The method used in this PkM activity is Community-Based Participatory Research (CBR) with the Participatory Research Appraisal (PRA) type. The pre-test results showed that students did not understand their curriculum and the Quizizz media, this can be seen from the average pre-test result of 23. Next, the material was delivered and a post-test was carried out. The post-test results obtained an average of 76. This implies that students' abilities have increased. The N-Gain results obtained were 0.7 in the medium category.Keywords:Quizizz, Mathematics LearningAbstrak: Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, perlu adanya media pembelajaran berbasis teknologi. Permasalahan dilapangan mahasiswa belum memahami dan terampil membuat media pembelajaran berbasis teknologi. Solusinya dilakukan kegiatan PkM yang berujudul Pemanfaatan Quizizz dalam pembelajaran matematika. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang media Quizizz. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah Community-Based Participatory Research (CBR) dengan jenis Participatory Research Appraisal (PRA). Hasil pretes diperoleh bahwa mahasiswa belum memahami kurikulum mareka dan media Quizizz, hal tersebut terlihat dari hasil rata-rata pretes yaitu 23. Selanjutnya dilakukan penyampaian materi dan dilakukan postes. Hasil postes diperoleh rata-rata 76. Hal itu menyiratkan bahwa kemampuan mahasiswa meningkat. Hasil N-Gain diperoleh 0,7 dengan kategori sedang.Kata kunci: Quizizz, Pembelajaran Matematika
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH BAGI SISWA SMA NEGERI I PINOH UTARA FERIANTI, FLESIA WELLY; SAPUTRI, LINDA DWI; TIRSA, APRIMA
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i1.3505

Abstract

Abstrak: Suatu kegiatan pengabdian pelatihan penulisan karya ilmiah bagi siswa SMA Negeri I Pinoh Utara telah dilakukan. Rendahnya minat dan keterampilan siswa dalam menulis suatu karya ilmiah yang baik dan menarik disebabkan oleh minimnya pengetahuan siswa tentang penentuan rumusan masalah, sistematika penulisan dan penulusuran informasi sebagai sumber pustaka. Solusi yang ditawarkan atas permasalahan tersebut adalah malakukan pendampingan berupa pemberian motivasi untuk meningkatkan minat menulis karya ilmiah sebagai hasil penelitian atau kajian pustaka dan pelatihan tentang cara menentukan permasalahan dari suatu topik dan menuliskannya dalam bentuk suatu karya ilmiah dengan menggunakan sistematika penulisan yang baku. Mitra juga diberi pelatihan tentang cara menelusuri informasi yang benar/absah dengan memanfaatkan internet dalam mendukung penulisan karya ilmiah. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu pelatihan yang diisi dengan ceramah, presentasi, diskusi dan pendampingan mitra. Mitra merespon positif kegiatan dengan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung dan peningkatan pemahaman mitra tentang penulisan karya ilmiah meningkat. Kegiatan ini dapat meningkatkan minat dan ketrampilan siswa untuk menulis karya ilmiah yang baik dengan mengoptimalkan pemanfaatan internet dalam mendukung penulisan karya ilmiah.Kata kunci: pelatihan, karya ilmiah, siswa, SMA Negeri I Pinoh UtaraAbstract: A community service activity of scientific paper writing training for students of SMA Negeri I Pinoh Utara has been carried out. The low interest and skills of students in writing a good and interesting scientific paper are caused by the lack of student knowledge about determining the formulation of the problem, systematic writing and searching for information as a library source. The solution offered to this problem is to provide assistance in the form of providing motivation to increase interest in writing scientific papers as a result of research or literature review and training on how to determine problems from a topic and write them in the form of a scientific paper using a standard writing systematic. Partners are also given training on how to search for correct/valid information by utilizing the internet to support writing scientific papers. The method of activity carried out is training filled with lectures, presentations, discussions and partner mentoring. Partners responded positively to the activity by showing enthusiasm during the activity and increasing partners' understanding of writing scientific papers. This activity can increase students' interest and skills in writing good scientific papers by optimizing the use of the internet in supporting writing scientific papers.Key words: training, scientific work, students, SMA Negeri I Pinoh Utara
ANALISIS GAYA BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA STKIP MELAWI FERIANTI, FLESIA WELLY; SAPUTRI, LINDA DWI
AL KHAWARIZMI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): VOL 4 NO 2
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/kjpm.v4i2.2338

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapat gambaran tentang klasifikasi gaya belajar yang dimiliki mahasiswa Pendidikan Matematika STKIP Melawi Angkatan 2022. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket dan Observasi. Adapun langkah penelitian ialah: 1) penyusunan instrumen; 2) pengambilan data; 3) analisis data; 4) uji validitas data; dan 5) pelaporan. Kriteria yang digunakan dalam pengujian keabsahan data menggunakan Kepercayaan (kreadibility) melalui triangulasi sumber dan memperpanjang kehadiran di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kecenderungan bergaya belajar Visual, yaitu sebesar 47,83%, diikuti gaya belajar Audio dan Kinestetik dengan prosentase secara berturut- turut yaitu 33,70% dan 18,48%. Dengan sebaran gaya belajar ditinjau dari tingkat kognitif: (a) 47,83% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 9,09% level kognitif tinggi; 52,27% level kognitif sedang dan 38,64% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; (b) 33,70% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 12,90% level kognitif tinggi; 64,52% level kognitif sedang dan 22,58% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah; dan (c) 18,48% mahasiswa bergaya belajar visual terdiri dari 0% level kognitif tinggi; 64,71% level kognitif sedang dan 35,29% mahasiswa yang memiliki level kognitif rendah. Artinya, tidak ada gaya belajar yang lebih baik dari yang lainnya. Kata Kunci: klasifikasi, gaya belajar, VAK,  visual, auditori, kinestetik   Abstract : The aim of this research is to get an idea of the classification of learning styles of Mathematics Education students at STKIP Melawi Class of 2022. The data collection method uses questionnaires and observation. The research steps are: 1) preparation of instruments; 2) data collection; 3) data analysis; 4) test data validity; and 5) reporting. The criteria used in testing the validity of the data use credibility through source triangulation and extended presence in the field. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the majority of students have a tendency towards a Visual learning style, namely 47.83%, followed by Audio and Kinesthetic learning styles with percentages respectively of 33.70% and 18.48%. With the distribution of learning styles in terms of cognitive level: (a) 47.83% of students have a visual learning style consisting of 9.09% of high cognitive level; 52.27% of students had moderate cognitive level and 38.64% of students had low cognitive level; (b) 33.70% of students have a visual learning style consisting of 12.90% of high cognitive levels; 64.52% of students had moderate cognitive level and 22.58% of students had low cognitive level; and (c) 18.48% of students with a visual learning style consisting of 0% high cognitive level; 64.71% had medium cognitive level and 35.29% of students had low cognitive level. This means that no learning style is better than another. Keywords: classification, learning styles, VAK, visual, auditory, kinesthetic
Analisis Penggunaan Bahasa Daerah Dayak Kebahan Sebagai Bahasa Pengantar Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Susanti, Rosi; Nugraha, Asep Eka; Saputri, Linda Dwi
JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Vol. 2 No. 2 (2024): MEI
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jppsd.v2i2.2130

Abstract

Abstract: The aim of the research is to analyze the causes and overcome the use of the Dayak Kebahan regional language as the language of instruction in Indonesian language learning. The research method is qualitative with a descriptive approach, descriptive research type. Research subjects were fourth grade teachers and fourth grade students. Data collection techniques use interviews and documentation. The results of the research show: (1) Problems with using regional languages in Indonesian language learning are difficulty remembering, understanding, applying, analyzing information, difficulty conveying conversations, misunderstanding regional languages, non-standard words, sentences mixed with regional languages, inappropriate content, inadequate understanding, diction and sentence structure are less precise, lack of understanding of punctuation. (2) The causal factors are students' lack of focus, not paying attention, no recording media available, lack of confidence, lack of focus, accustomed to using regional languages, lack of learning (3) Overcoming the problem of using regional languages in Indonesian language learning, namely being more focused, repeating learning until you understand, practice analyzing, using interesting media, practicing, understanding the content better, changing habits, speaking in front of the class, introducing yourself, asking questions and answers with friends, telling stories about experiences, telling pictures, reading regularly, reading five minutes before learning, providing motivation and books, discussions, presentations and observations.Keywords : Knowledge, Local Language, Dayak Kebahan, Indonesian Language Learning. Abstrak: Tujuan penelitian yaitu menganalisis penyebab dan mengatasi penggunaan bahasa daerah Dayak Kebahan sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian guru kelas IV dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan: (1) Masalah penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu sulit mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis informasi, sulit menyampaikan pembicaraan, keliru bahasa daerah, kata tidak baku, kalimat bercampur bahasa daerah, kandungan isi kurang tepat, kurang memahami, diksi dan struktur kalimat kurang tepat, kurang memahami tanda baca. (2) Faktor penyebabnya yaitu siswa kurang fokus, tidak memperhatikan, tidak tersedia media rekaman, kurang percaya diri, kurang fokus, terbiasa menggunakan bahasa daerah, kurang berlajar (3) Mengatasi masalah penggunaan bahasa daerah dalam pembelajaran bahasa Indonesia yaitu lebih fokus, mengulang pembelajaran sampai paham, latihan menganalisis, menggunakan media menarik, berlatih, lebih memahami isi, merubah kebiasaan,  berbicara di depan kelas, memperkenalkan diri, tanya jawab dengan teman, bercerita pengalaman, menceritakan gambar, rutin membaca, membaca lima menit sebelum pembelajaran, memberikan motivasi dan buku, diskusi, presentasi serta pengamatan.Kata Kunci : Penggunaan, Bahasa Daerah, Dayak Kebahan, Pembelajaran Bahasa Indonesia.