Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI MANAJEMEN PONDOK PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN SIKAP KEMANDIRIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN SYEKH MUHAMMAD JA’FAR KABUPATEN BANTAENG Nursinta; Lisa Nursita; Wahyuddin; Andi Halimah; Mardhiah
Jotika Journal In Management and Entrepreneurship Vol. 5 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Jotika English and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Implementasi Manajemen Pondok Pesantren dalam Pembentukan Sikap Kemandirian Santri di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far Kabupaten Bantaeng yang bertujuan mengetahui implementasi manajemen pondok pesantren dalam pembentukan sikap kemandirian santri di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan manajemen pondok pesantren. Data-data dalam penelitian ini didapatkan melalui teknik wawancara, teknik observasi, dan dokumentasi. Implementasi manajemen pondok pesantren di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Ja’far dilaksanakan dengan baik melalui tahap manajemen mulai dari perencanaan sampai evaluasi. Adapun bentuk implementasinya melalui pembiasaan kegiatan harian membentuk sikap mandiri santri serta peraturan yang ketat. Seluruh santri dituntut untuk mandiri karena jauh dari orang tuanya sehingga harus memasak sendiri, mencuci baju sendiri tanpa laundry serta mencuci piring sendiri dan lainnya. Kemandirian santri khususnya Santri baru harus dipaksa terlebih dahulu untuk mengikuti segala aturan hingga bisa dan terbiasa agar mereka dapat mengikuti segala kegiatan. Apabila ada santri yang tidak mengikuti kegiatan utamanya keagamaan maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan yang tercantum dalam buku aturan. Implikasi dari penelitian ini adalah kepada ketua yayasan, pimpinan pondok, pengasuh serta jajarannya hendaknya mempertahankan dan mengembangkan upaya yang telah dilakukan dalam membentuk sikap kemandirian santri. Kepada pengurus organisasi kampus yang sekiranya lebih menertibkan lagi aturan-aturan yang telah ditetapkan dan tertera dalam buku aturan santri. Untuk para santri diharapkan dapat mematuhi segala aturan yang berlaku di pondok pesantren serta semangat dalam mengikuti segala kegiatan yang ada agar mereka dapat lebih mandiri lagi.
The Optimization of Financial Management Rooted in Local Wisdom to Improve the Quality of Islamic Educational Institutions in Madrasahs Idris, Ridwan; Linse, Caroline Teresa; Nursita, Lisa
Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan) Vol. 9 No. 2 (2025): Idarah (Jurnal Pendidikan dan Kependidikan)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/idarah.v9i2.6107

Abstract

Financial management plays a strategic role in ensuring the effectiveness and quality of Islamic educational institutions, especially private madrasahs that depend heavily on School Operational Assistance (BOS) funds. This study explores the financial management practices at MTs Ash-Shalihin Gowa, focusing on how strategies grounded in local wisdom and Islamic values help address funding limitations without compromising educational quality or sustainability. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Key informants included the head of the foundation, the principal, and the treasurer, who provided insights into the planning, budgeting, control, and evaluation processes. Thematic analysis was used, and findings were validated through triangulation. Results show that effective financial management in the madrasah is built on collaborative governance that incorporates local wisdom, such as gotong royong (mutual cooperation), musyawarah (deliberation), and religious values like amanah (trust) and barakah (spiritual benefit). Budgeting was based on needs and priorities, supported by inclusive decision-making involving all stakeholders. The use of the digital E-RKAM system improved transparency and accountability yet was applied in a way that respected the madrasah’s ethical and religious culture. Regular internal and external evaluations supported a reflective and adaptive financial cycle. These evaluations extended beyond regulatory compliance and included community feedback, reinforcing the institution’s legitimacy and responsiveness. Financial efficiency was thus viewed not merely as cost-saving but as a form of ethical stewardship (khalifah) over communal resources. This study contributes to the theory of Islamic educational financial management by showing how local wisdom can enhance digital governance. It offers a practical model for other madrasahs to replicate, emphasizing the importance of aligning religious values, digital tools, and cultural practices in improving educational quality sustainably.