p-Index From 2021 - 2026
6.326
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

ARRHYTHMIA MANAGEMENT IN CARDIOVASCULAR INTENSIVE CARE UNIT (CVICU): A LITERATURE REVIEW LAKSONO, SIDHI; PUTRA, RAMI PRATAMA
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol. 7 No. 2 (2024): Al-Iqra Medical Journal: Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v7i2.13541

Abstract

Arrhythmia is a disease that can be life-threatening. There are two categories of arrhythmias, namely tachyarrhythmias and bradyarrhythmias. Both can be found in the emergency department (ER), general ward, intensive care unit (ICU), or cardiovascular intensive care unit (CVICU). The prevalence of arrhythmia is around 1.5% - 5% in the world population and what is often found is atrial fibrillation. Arrhythmia cases can be a challenge for doctors or health workers, especially in critical condition patients, so they require a comprehensive management approach in therapy for the causes and comorbidities that the patient has. In this literature review, existing arrhythmia management approaches in CVICUs will be described
Gambaran Disfungsi Diastolik pada Pasien Hipertrofi Ventrikel Kiri (LVH) Menggunakan Ekokardiografi Laksono, Sidhi; Sartika, Divina Rana
Viva Medika Vol 16 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v16i1.750

Abstract

In cardiac patients with prolonged hypertension, it can increase the occurrence of diastolic dysfunction or systolic dysfunction which ultimately causes heart failure. LVH is an increase in left ventricular mass caused by thickening of the left ventricular wall, an increase in left ventricular volume or both. The purpose of this study was to determine the description of diastolic dysfunction in LVH patients using echocardiography at Hasna Medika Hospital Cirebon. The author used a descriptive method on 60 LVH patients as research subjects with the majority of women as many as 40 (67%). The time of the study was carried out in May-June 2021. Based on the results of the study, it was found that concentric LVH was the most common with 56 people (93%), remodeling concentric LVH with 2 people (3%), and eccentric with 2 people (3 %). In subjects with decreased diastolic dysfunction can be seen from the E/A. Of the 60 subjects in this study, 39 people had decreased LV function. There were 39 people with grade 1 diastolic dysfunction, 2 people with grade 2 diastolic dysfunction, and no grade 3 diastolic dysfunction found. The conclusion was that concentric LVH was found in 93% of the total sample, remodeling concentric in 3%, and eccentric in 3%
Manajemen Mutu di Laboratorium Kateterisasi Jantung Laksono, Sidhi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v7i1.3636

Abstract

Tindakan intervensi jantung pada laboratorium kateterisasi (cathlab) merupakan tindakan yang dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas. Dengan meningkatnya jumlah tindakan dan tingginya biaya prosedur dan komplikasi, diperlukan manajemen mutu layanan di laboratorium kateterisasi. Mutu layanan tersebut berguna untuk memberikan standar tinggi pada keselamatan pasien dengan mengembangkan proses dan system yang mengoptimalkan interaksi pasien dengan tim cathlab. Penjaminan mutu (Quality Assurance, QA) dan peningkatan mutu (Quality Improvement, QI) merupakan program dalam mempertahankan mutu layanan di RS. Artikel tinjauan ini akan membahas secara singkat mengenai QA dan QI di cathlab dalam rangka mencapai keselamatan pasien.
Peran Media Sosial Dalam Bidang Kardiologi: Suatu Tinjauan Pustaka Laksono, Sidhi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): EDITION NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i3.2855

Abstract

Advances in trends and digital technology have greatly influenced the health sector with fast access to information. The fields of cardiology and vascular medicine have seen technological advances as great opportunities and experiences in digital platforms uses and social media, respectively. This article aims to look at the role of social media in the field of cardiology. The research method used is the literature review, which searches for appropriate literature about social media in the field of cardiology. In this unprecedented time of the COVID-19 pandemic, social media and other digital platforms are essential tools for communication, education, and information delivery. Social media is used for educational purposes in the form of lectures or case discussions on cardiology topics. In addition, social media is used to build communities and education networks as well as to publish research results, health promotion, and best practices in the field of cardiology. So that the role of social media in the field of cardiology is quite a lot and it is recommended that cardiologists should be wise in using social media.
Kesehatan Digital dan Disrupsi Digital pada Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Laksono, Sidhi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 1 (2022): March
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.63254

Abstract

Kesehatan digital mengubah penyediaan layanan kesehatan di seluruh dunia untuk memenuhi tantangan yang terus berkembang akibat bertambahnya populasi yang menua dengan berbagai kondisi kronis. Transformasi digital dan inovasi disruptif menggambarkan reorientasi komprehensif industri termasuk model bisnisnya karena datangnya zaman teknologi digital yang berupa digitalisasi produk, layanan, dan proses. Adapun produk kesehatan digital dapat berupa kesehatan elektronik (eHealth), kesehatan seluler (mHealth), teknologi informasi kesehatan, telekesehatan atau telekonsultasi (telehealth/telemedicine). Semua produk digital tersebut, jika tidak bisa diaplikasikan dalam waktu sekarang dan mendatang akan menyebabkan disrupsi digital dalam layanan kesehatan tradisional di RS. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kesehatan digital dan disrupsi digital pada layanan kesehatan di RS.
MANAJEMEN STENOSIS AORTA: TINJAUAN SINGKAT MENGENAI IMPLANTASI KATUP AORTA TRANSKATETER Laksono, Sidhi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.1557

Abstract

Stenosis aorta (AS) merupakan gangguan obstruksi katup aorta akibat kalsifikasi progresif, dimana sering terjadi pada usia tua. Penggantian katup aorta pada AS derajat berat dengan risiko operasi yang sedang berat menjadikan pilihan terapi baik itu secara bedah atau transkateter (implantasi katup aorta transkateter – TAVI). Pemilihan indikasi TAVI pada awalnya diperuntukan untuk AS berat dengan risiko tinggi pembedahan, tetapi saat ini berganti pada risiko bedah yang ringan. Tim jantung multidisiplin yang terdiri dari intervensi struktural, ahli elektrofisiologi, ahli ekokardiografi, pencitraan kardiak, ahli saraf, ahli bedah thorak, anestesi dan perawat terlatih. Diskusi tim jantung diperuntukan untuk persiapan sebelum tindakan dan tehnik tindakan serta mengurangi komplikasi yang akan muncul.
KELELAHAN PADA TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL: SUATU TINJAUAN PUSTAKA Laksono, Sidhi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2833

Abstract

Bertambahnya populasi dan pasien usia tua akan meningkatkan permintaan layanan kesehatan, sementara membutuhkan petugas kesehatan. Kekurangan petugas kesehatan profesional menyebabkan beban kerja dan mengakibatkan kelelahan. Kelelahan ini berefek tidak hanya terhadap layanan kesehatan tetapi juga ke kehidupan petugas kesehatan profesional. Kelelahan ini bisa diakibatkan karena kurangnya pemahaman di kalangan petugas kesehatan itu sendiri, keragaman dan faktor pribadi petugas serta tidak adanya dukungan dari organisasi kesehatan. Diperlukan keseimbangan kehidupan kerja, manajemen beban kerja, edukasi dini dan intervensi organisasi. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kelelahan pada tenaga kesehatan. Diharapkan para tenaga kesehatan dapat mengatasi masalah kesehatan ini ke depannya.
MANFAAT REHABILITASI JANTUNG BERBASIS RUMAH: TINJAUAN SISTEMATIS Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.990

Abstract

Latar Belakang: Cardiovascular Disease (CVD) merupakan penyebab utama kematian secara global. Adanya program rehabilitasi jantung diharapkan mampu menurunkan angka kematian akibat CVD. Namun minimnya tingkat partisipasi akibat berbagai situasi menuntut adanya inovasi untuk menjangkau pasien lebih luas. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pelaksanaan Home-Based Cardiac Rehabilitation (HBCR). Tujuan: Mengevaluasi manfaat dan potensi HBCR sebagai strategi rehabilitasi jantung yang efektif dan berkelanjutan. Metode: Studi ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) untuk melakukan tinjauan sistematis. Kata kunci yang digunakan adalah "cardiac rehabilitation" AND ("benefits" OR "outcomes" OR "effects"). Artikel dikumpulkan dengan kriteria inklusi: artikel original, berbahasa Inggris, dan diterbitkan tahun 2022-2025. Lalu dieliminasi dengan kriteria eksklusi: akses terbatas dan terjadi pengulangan dari sumber yang berbeda. Hasil: Dari hasil penelusuran didapatkan 1.107 artikel. Sebanyak 145 artikel dieksklusi karena pengulangan, 930 artikel karena PICO tidak sesuai, dan 8 artikel karena akses terbatas. Dari 24 artikel yang tersisa diketahui bahwa HBCR terbukti memberikan manfaat klinis seperti penurunan mortalitas dan angka rawat inap, serta peningkatan kapasitas fungsional, gaya hidup sehat, dan kualitas hidup. HBCR juga berkontribusi pada perbaikan kesehatan mental dan parameter biomedis, seperti tekanan darah, profil lipid, dan kadar glukosa darah. Kesimpulan: HBCR merupakan pendekatan rehabilitasi yang fleksibel dan efektif. Dengan penyesuaian program yang dipersonalisasi dan dukungan teknologi, HBCR dapat menjadi strategi rehabilitasi jantung yang komprehensif dan berkelanjutan.