p-Index From 2021 - 2026
6.819
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Media Sosial Dalam Bidang Kardiologi: Suatu Tinjauan Pustaka Laksono, Sidhi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 10, No 3 (2022): EDITION NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v10i3.2855

Abstract

Advances in trends and digital technology have greatly influenced the health sector with fast access to information. The fields of cardiology and vascular medicine have seen technological advances as great opportunities and experiences in digital platforms uses and social media, respectively. This article aims to look at the role of social media in the field of cardiology. The research method used is the literature review, which searches for appropriate literature about social media in the field of cardiology. In this unprecedented time of the COVID-19 pandemic, social media and other digital platforms are essential tools for communication, education, and information delivery. Social media is used for educational purposes in the form of lectures or case discussions on cardiology topics. In addition, social media is used to build communities and education networks as well as to publish research results, health promotion, and best practices in the field of cardiology. So that the role of social media in the field of cardiology is quite a lot and it is recommended that cardiologists should be wise in using social media.
Kesehatan Digital dan Disrupsi Digital pada Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Laksono, Sidhi
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 11, No 1 (2022): March
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.63254

Abstract

Kesehatan digital mengubah penyediaan layanan kesehatan di seluruh dunia untuk memenuhi tantangan yang terus berkembang akibat bertambahnya populasi yang menua dengan berbagai kondisi kronis. Transformasi digital dan inovasi disruptif menggambarkan reorientasi komprehensif industri termasuk model bisnisnya karena datangnya zaman teknologi digital yang berupa digitalisasi produk, layanan, dan proses. Adapun produk kesehatan digital dapat berupa kesehatan elektronik (eHealth), kesehatan seluler (mHealth), teknologi informasi kesehatan, telekesehatan atau telekonsultasi (telehealth/telemedicine). Semua produk digital tersebut, jika tidak bisa diaplikasikan dalam waktu sekarang dan mendatang akan menyebabkan disrupsi digital dalam layanan kesehatan tradisional di RS. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kesehatan digital dan disrupsi digital pada layanan kesehatan di RS.
MANAJEMEN STENOSIS AORTA: TINJAUAN SINGKAT MENGENAI IMPLANTASI KATUP AORTA TRANSKATETER Laksono, Sidhi
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 10 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v10i2.1557

Abstract

Stenosis aorta (AS) merupakan gangguan obstruksi katup aorta akibat kalsifikasi progresif, dimana sering terjadi pada usia tua. Penggantian katup aorta pada AS derajat berat dengan risiko operasi yang sedang berat menjadikan pilihan terapi baik itu secara bedah atau transkateter (implantasi katup aorta transkateter – TAVI). Pemilihan indikasi TAVI pada awalnya diperuntukan untuk AS berat dengan risiko tinggi pembedahan, tetapi saat ini berganti pada risiko bedah yang ringan. Tim jantung multidisiplin yang terdiri dari intervensi struktural, ahli elektrofisiologi, ahli ekokardiografi, pencitraan kardiak, ahli saraf, ahli bedah thorak, anestesi dan perawat terlatih. Diskusi tim jantung diperuntukan untuk persiapan sebelum tindakan dan tehnik tindakan serta mengurangi komplikasi yang akan muncul.
KELELAHAN PADA TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL: SUATU TINJAUAN PUSTAKA Laksono, Sidhi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2833

Abstract

Bertambahnya populasi dan pasien usia tua akan meningkatkan permintaan layanan kesehatan, sementara membutuhkan petugas kesehatan. Kekurangan petugas kesehatan profesional menyebabkan beban kerja dan mengakibatkan kelelahan. Kelelahan ini berefek tidak hanya terhadap layanan kesehatan tetapi juga ke kehidupan petugas kesehatan profesional. Kelelahan ini bisa diakibatkan karena kurangnya pemahaman di kalangan petugas kesehatan itu sendiri, keragaman dan faktor pribadi petugas serta tidak adanya dukungan dari organisasi kesehatan. Diperlukan keseimbangan kehidupan kerja, manajemen beban kerja, edukasi dini dan intervensi organisasi. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kelelahan pada tenaga kesehatan. Diharapkan para tenaga kesehatan dapat mengatasi masalah kesehatan ini ke depannya.
MANFAAT REHABILITASI JANTUNG BERBASIS RUMAH: TINJAUAN SISTEMATIS Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.990

Abstract

Latar Belakang: Cardiovascular Disease (CVD) merupakan penyebab utama kematian secara global. Adanya program rehabilitasi jantung diharapkan mampu menurunkan angka kematian akibat CVD. Namun minimnya tingkat partisipasi akibat berbagai situasi menuntut adanya inovasi untuk menjangkau pasien lebih luas. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pelaksanaan Home-Based Cardiac Rehabilitation (HBCR). Tujuan: Mengevaluasi manfaat dan potensi HBCR sebagai strategi rehabilitasi jantung yang efektif dan berkelanjutan. Metode: Studi ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) untuk melakukan tinjauan sistematis. Kata kunci yang digunakan adalah "cardiac rehabilitation" AND ("benefits" OR "outcomes" OR "effects"). Artikel dikumpulkan dengan kriteria inklusi: artikel original, berbahasa Inggris, dan diterbitkan tahun 2022-2025. Lalu dieliminasi dengan kriteria eksklusi: akses terbatas dan terjadi pengulangan dari sumber yang berbeda. Hasil: Dari hasil penelusuran didapatkan 1.107 artikel. Sebanyak 145 artikel dieksklusi karena pengulangan, 930 artikel karena PICO tidak sesuai, dan 8 artikel karena akses terbatas. Dari 24 artikel yang tersisa diketahui bahwa HBCR terbukti memberikan manfaat klinis seperti penurunan mortalitas dan angka rawat inap, serta peningkatan kapasitas fungsional, gaya hidup sehat, dan kualitas hidup. HBCR juga berkontribusi pada perbaikan kesehatan mental dan parameter biomedis, seperti tekanan darah, profil lipid, dan kadar glukosa darah. Kesimpulan: HBCR merupakan pendekatan rehabilitasi yang fleksibel dan efektif. Dengan penyesuaian program yang dipersonalisasi dan dukungan teknologi, HBCR dapat menjadi strategi rehabilitasi jantung yang komprehensif dan berkelanjutan.
BREAKING THE CYCLE: HOW THROMBOCYTOSIS AMPLIFIES RISKS IN PERIPARTUM CARDIOMYOPATHY WITH SEVERE VALVE DYSFUNCTION: MEMUTUS SIKLUS: BAGAIMANA TROMBOSITOSIS MEMPERBESAR RISIKO PADA KARDIOMIOPATI PERIPARTUM DENGAN DISFUNGSI KATUP BERAT Laksono, Sidhi; Zheng, Tonni
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1068

Abstract

Peripartum cardiomyopathy (PPCM) is a rare but serious condition involving heart failure with reduced ejection fraction developing late in pregnancy or within five months postpartum. Thrombocytosis may increase thromboembolic risk, and severe functional mitral regurgitation (MR) from left-ventricular dilation further worsens clinical status. A 38-year-old woman, three months postpartum, presented with worsening dyspnea, orthopnea, paroxysmal nocturnal dyspnea, and leg edema. She had hypertension and dyslipidemia. Examination revealed fluid overload and elevated jugular venous pressure. ECG showed sinus tachycardia with ST-T changes, and chest X-ray demonstrated cardiomegaly with pulmonary congestion. Laboratory testing identified thrombocytosis (platelets 627,000/µL). Echocardiography revealed severe LV dilation (LVEDD 63 mm), markedly reduced ejection fraction (21%), grade 3 diastolic dysfunction, severe functional MR, and spontaneous echo contrast. This case illustrates the interaction of PPCM, reactive thrombocytosis, and severe MR, emphasizing the need for thorough cardiac–hematologic evaluation and multidisciplinary management to optimize outcomes.
Terapi Farmakologis dalam Manajemen Obesitas: Tinjauan Sistematis Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7167

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Meskipun modifikasi gaya hidup tetap menjadi terapi utama, perkembangan farmakoterapi kini berperan penting dalam pengelolaan obesitas secara komprehensif. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan penerapan klinis terapi farmakologis obesitas. Metode Tinjauan sistematis dilakukan melalui pencarian dengan kata kunci (obesity OR overweight) AND ("pharmacological treatment" OR "drug therapy" OR medication) AND ("cardiometabolic complications") pada PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk artikel berbahasa Inggris yang terbit tahun 2020–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: individu dewasa dengan obesitas; I: terapi farmakologis untuk obesitas; C: plasebo atau terapi perilaku non-farmakologis; O: efektivitas klinis). Artikel dieliminasi dengan kriteria eksklusi akses terbatas dan terjadi pengulangan. Hasil Dari 349 artikel yang terkumpul, 20 artikel dieliminasi karena pengulangan, 1 artikel tidak berbahasa Inggris, 141 artikel bukan artikel original, 175 artikel tidak sesuai PICO, dan 2 artikel memiliki akses terbatas. Dari 10 studi yang dianalisis, diketahui bahwa terapi agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP memberikan penurunan berat badan signifikan serta perbaikan metabolik dan kardiovaskular, sementara agen konvensional seperti metformin dan niasin tetap relevan pada pasien dengan disfungsi metabolik. Selain itu, penyesuaian terapi berdasarkan komorbiditas diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas dan keamanan pengobatan obesitas. Kesimpulan yang ditemukan Agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP menunjukkan efektivitas tertinggi, sementara agen konvensional tetap relevan. Penyesuaian terapi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan obesitas.   Kata kunci: Obesitas, terapi farmakologis, tinjauan sistematis
Manajemen Penyakit Kardiovaskular pada Populasi Octogenarian: Tinjauan Sistematis Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp133-141

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup global telah memperbesar populasi usia ≥80 tahun (octogenarian), yang memiliki prevalensi penyakit kardiovaskular (CVD) tertinggi dan tantangan klinis tersendiri. Kondisi ini berdampak pada efektivitas dan keamanan berbagai strategi terapi pada kelompok usia ini. Tinjauan sistematis ini bertujuan meninjau bukti terbaru mengenai manajemen CVD pada populasi octogenarian, mencakup efektivitas, keamanan, dan luaran klinis berbagai intervensi. Pencarian dilakukan dengan kata kunci ("cardiovascular disease" OR "CVD" OR "heart disease") AND ("management" OR "treatment" OR "therapy" OR "intervention") AND ("octogenarians" OR "≥80 years") pada PubMed dan Scopus untuk artikel berbahasa Inggris tahun 2022–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: pasien ≥ 80 tahun (octogenarians) dengan CVD; I: strategi manajemen CVD; C: pasien usia lebih muda atau metode intervensi lain; O: efektivitas dan luaran klinis). Artikel dikeluarkan bila akses terbatas atau duplikasi. Dari 484 artikel yang terkumpul, 54 dieliminasi karena pengulangan, 43 bukan artikel original, 360 tidak sesuai PICO, dan 5 memiliki akses terbatas. Dari 22 studi yang dianalisis, diketahui bahwa berbagai strategi manajemen kardiovaskular, baik farmakologis maupun intervensi, umumnya tetap efektif dan aman pada pasien octogenarian bila dilakukan dengan seleksi pasien dan pemantauan yang tepat. Terapi seperti SGLT2 inhibitor, CRT, NOAC, AVR/TAVR, PCI, serta reperfusi terbukti memberikan manfaat klinis bermakna, meskipun risiko komplikasi meningkat pada kondisi tertentu. Manajemen penyakit kardiovaskular pada octogenarian dapat tetap efektif dan aman dengan strategi terapi yang disesuaikan dengan kondisi fungsional, komorbiditas, dan risiko komplikasi pasien. Hal ini menekankan pentingnya pendekatan individual berbasis bukti dalam populasi usia lanjut.
Optimizing Multivessel PCI with Limited Stents: Successful Revascularization Without Left Main Intervention Laksono, Sidhi; Putri Nurbaeti
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 10 No 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v10i1.56340

Abstract

Background: Acute coronary syndrome (ACS) is a major cause of hospitalization andmortality. Patients with multivessel disease (MVD), especially with left main (LM)involvement, face higher risks of complications and adverse outcomes.Objective: A 55-year-old male with uncontrolled hypertension and diabetes presentedwith 16-hour chest pain. The ECG showed T-wave inversion in leads I and aVL, witha high-sensitivity troponin level of 59,480 ng/dL. He was diagnosed with high-risklateral NSTEMI.Methods: This is a case report. Coronary angiography (CAG) revealed 70% distal LMstenosis, 80% ostial stenosis with chronic total occlusion (CTO) in the proximal leftanterior descending (LAD) artery, and 80% subtotal occlusion in the left circumflex(LCx) artery. PCI was performed using drug-eluting stents in the LAD and LCx.Results: TIMI 3 flow was achieved without major complications. LM PCI was deferreddue to strategic stenting in the LAD and LCx, which improved perfusion andpotentially reduced the functional significance of LM stenosis.Conclusion: This case highlights the complexity of MVD PCI and demonstrates thattargeted stenting can optimize revascularization while minimizing procedural risks.Careful post-PCI assessment is essential for long-term management.
A SILENT THREAT: VERY LATE STENT THROMBOSIS IN BARE METAL STENTS AFTER A DECADE Laksono, Sidhi; Zheng, Tonny; Angkasa, Irwan Surya
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 2 (2026): July
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i2.8074

Abstract

Very late stent thrombosis (VLST) in bare-metal stents (BMS) is a rare but potentially life-threatening complication occurring more than one year after stent implantation. Traditionally, BMS were believed to achieve full endothelialization within months, thereby minimizing late thrombotic risk. However, emerging evidence highlights mechanisms such as neoatherosclerosis and neointimal proliferation as key contributors to VLST, which can present as acute coronary syndrome even many years post-implantation. We report on a 76-year-old male with a history of percutaneous coronary intervention (PCI) using a BMS in the left anterior descending artery (LAD) 10 years prior. He presented with sudden severe chest pain, nausea, and diaphoresis. Electrocardiography revealed an ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI) in the inferior-anterior leads. Emergency coronary angiography demonstrated very late thrombosis within the BMS segment of the LAD, accompanied by significant in-stent restenosis. The patient underwent successful primary PCI with the implantation of a new drug-eluting stent overlapping the previous stent, restoring TIMI 3 flow. Notably, risk factors included advanced age, chronic kidney disease, active smoking, and dyslipidemia, despite the patient maintaining daily aspirin therapy. This case underscores that VLST in BMS, although uncommon, remains a critical cause of late myocardial infarction, primarily driven by neoatherosclerosis and neointimal changes within the stented segment. Prompt recognition and emergent PCI can achieve favorable outcomes. Moreover, continuous secondary prevention with long-term antiplatelet therapy and aggressive risk-factor modification is essential to mitigate the risk of VLST, even many years after initial stent placement. Ongoing vigilance is warranted in managing patients with historic BMS to improve prognosis and prevent fatal events.