Claim Missing Document
Check
Articles

KELELAHAN PADA TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL: SUATU TINJAUAN PUSTAKA Laksono, Sidhi
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2022): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v5i2.2833

Abstract

Bertambahnya populasi dan pasien usia tua akan meningkatkan permintaan layanan kesehatan, sementara membutuhkan petugas kesehatan. Kekurangan petugas kesehatan profesional menyebabkan beban kerja dan mengakibatkan kelelahan. Kelelahan ini berefek tidak hanya terhadap layanan kesehatan tetapi juga ke kehidupan petugas kesehatan profesional. Kelelahan ini bisa diakibatkan karena kurangnya pemahaman di kalangan petugas kesehatan itu sendiri, keragaman dan faktor pribadi petugas serta tidak adanya dukungan dari organisasi kesehatan. Diperlukan keseimbangan kehidupan kerja, manajemen beban kerja, edukasi dini dan intervensi organisasi. Artikel ini akan membahas secara singkat mengenai kelelahan pada tenaga kesehatan. Diharapkan para tenaga kesehatan dapat mengatasi masalah kesehatan ini ke depannya.
Manajemen Penyakit Kardiovaskular pada Populasi Octogenarian: Tinjauan Sistematis Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol. 9 No. 2 (2025): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jkunila.v9i2.pp133-141

Abstract

Peningkatan angka harapan hidup global telah memperbesar populasi usia ≥80 tahun (octogenarian), yang memiliki prevalensi penyakit kardiovaskular (CVD) tertinggi dan tantangan klinis tersendiri. Kondisi ini berdampak pada efektivitas dan keamanan berbagai strategi terapi pada kelompok usia ini. Tinjauan sistematis ini bertujuan meninjau bukti terbaru mengenai manajemen CVD pada populasi octogenarian, mencakup efektivitas, keamanan, dan luaran klinis berbagai intervensi. Pencarian dilakukan dengan kata kunci ("cardiovascular disease" OR "CVD" OR "heart disease") AND ("management" OR "treatment" OR "therapy" OR "intervention") AND ("octogenarians" OR "≥80 years") pada PubMed dan Scopus untuk artikel berbahasa Inggris tahun 2022–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: pasien ≥ 80 tahun (octogenarians) dengan CVD; I: strategi manajemen CVD; C: pasien usia lebih muda atau metode intervensi lain; O: efektivitas dan luaran klinis). Artikel dikeluarkan bila akses terbatas atau duplikasi. Dari 484 artikel yang terkumpul, 54 dieliminasi karena pengulangan, 43 bukan artikel original, 360 tidak sesuai PICO, dan 5 memiliki akses terbatas. Dari 22 studi yang dianalisis, diketahui bahwa berbagai strategi manajemen kardiovaskular, baik farmakologis maupun intervensi, umumnya tetap efektif dan aman pada pasien octogenarian bila dilakukan dengan seleksi pasien dan pemantauan yang tepat. Terapi seperti SGLT2 inhibitor, CRT, NOAC, AVR/TAVR, PCI, serta reperfusi terbukti memberikan manfaat klinis bermakna, meskipun risiko komplikasi meningkat pada kondisi tertentu. Manajemen penyakit kardiovaskular pada octogenarian dapat tetap efektif dan aman dengan strategi terapi yang disesuaikan dengan kondisi fungsional, komorbiditas, dan risiko komplikasi pasien. Hal ini menekankan pentingnya pendekatan individual berbasis bukti dalam populasi usia lanjut.
Optimizing Multivessel PCI with Limited Stents: Successful Revascularization Without Left Main Intervention Laksono, Sidhi; Putri Nurbaeti
Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Vol 10 No 1 (2026): JANUARY
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/alami.v10i1.56340

Abstract

Background: Acute coronary syndrome (ACS) is a major cause of hospitalization andmortality. Patients with multivessel disease (MVD), especially with left main (LM)involvement, face higher risks of complications and adverse outcomes.Objective: A 55-year-old male with uncontrolled hypertension and diabetes presentedwith 16-hour chest pain. The ECG showed T-wave inversion in leads I and aVL, witha high-sensitivity troponin level of 59,480 ng/dL. He was diagnosed with high-risklateral NSTEMI.Methods: This is a case report. Coronary angiography (CAG) revealed 70% distal LMstenosis, 80% ostial stenosis with chronic total occlusion (CTO) in the proximal leftanterior descending (LAD) artery, and 80% subtotal occlusion in the left circumflex(LCx) artery. PCI was performed using drug-eluting stents in the LAD and LCx.Results: TIMI 3 flow was achieved without major complications. LM PCI was deferreddue to strategic stenting in the LAD and LCx, which improved perfusion andpotentially reduced the functional significance of LM stenosis.Conclusion: This case highlights the complexity of MVD PCI and demonstrates thattargeted stenting can optimize revascularization while minimizing procedural risks.Careful post-PCI assessment is essential for long-term management.
A SILENT THREAT: VERY LATE STENT THROMBOSIS IN BARE METAL STENTS AFTER A DECADE Laksono, Sidhi; Zheng, Tonny; Angkasa, Irwan Surya
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 12 No. 2 (2026): July
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v12i2.8074

Abstract

Very late stent thrombosis (VLST) in bare-metal stents (BMS) is a rare but potentially life-threatening complication occurring more than one year after stent implantation. Traditionally, BMS were believed to achieve full endothelialization within months, thereby minimizing late thrombotic risk. However, emerging evidence highlights mechanisms such as neoatherosclerosis and neointimal proliferation as key contributors to VLST, which can present as acute coronary syndrome even many years post-implantation. We report on a 76-year-old male with a history of percutaneous coronary intervention (PCI) using a BMS in the left anterior descending artery (LAD) 10 years prior. He presented with sudden severe chest pain, nausea, and diaphoresis. Electrocardiography revealed an ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI) in the inferior-anterior leads. Emergency coronary angiography demonstrated very late thrombosis within the BMS segment of the LAD, accompanied by significant in-stent restenosis. The patient underwent successful primary PCI with the implantation of a new drug-eluting stent overlapping the previous stent, restoring TIMI 3 flow. Notably, risk factors included advanced age, chronic kidney disease, active smoking, and dyslipidemia, despite the patient maintaining daily aspirin therapy. This case underscores that VLST in BMS, although uncommon, remains a critical cause of late myocardial infarction, primarily driven by neoatherosclerosis and neointimal changes within the stented segment. Prompt recognition and emergent PCI can achieve favorable outcomes. Moreover, continuous secondary prevention with long-term antiplatelet therapy and aggressive risk-factor modification is essential to mitigate the risk of VLST, even many years after initial stent placement. Ongoing vigilance is warranted in managing patients with historic BMS to improve prognosis and prevent fatal events.
MANFAAT REHABILITASI JANTUNG BERBASIS RUMAH: TINJAUAN SISTEMATIS Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 14 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v14i2.990

Abstract

Latar Belakang: Cardiovascular Disease (CVD) merupakan penyebab utama kematian secara global. Adanya program rehabilitasi jantung diharapkan mampu menurunkan angka kematian akibat CVD. Namun minimnya tingkat partisipasi akibat berbagai situasi menuntut adanya inovasi untuk menjangkau pasien lebih luas. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah pelaksanaan Home-Based Cardiac Rehabilitation (HBCR). Tujuan: Mengevaluasi manfaat dan potensi HBCR sebagai strategi rehabilitasi jantung yang efektif dan berkelanjutan. Metode: Studi ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses) untuk melakukan tinjauan sistematis. Kata kunci yang digunakan adalah "cardiac rehabilitation" AND ("benefits" OR "outcomes" OR "effects"). Artikel dikumpulkan dengan kriteria inklusi: artikel original, berbahasa Inggris, dan diterbitkan tahun 2022-2025. Lalu dieliminasi dengan kriteria eksklusi: akses terbatas dan terjadi pengulangan dari sumber yang berbeda. Hasil: Dari hasil penelusuran didapatkan 1.107 artikel. Sebanyak 145 artikel dieksklusi karena pengulangan, 930 artikel karena PICO tidak sesuai, dan 8 artikel karena akses terbatas. Dari 24 artikel yang tersisa diketahui bahwa HBCR terbukti memberikan manfaat klinis seperti penurunan mortalitas dan angka rawat inap, serta peningkatan kapasitas fungsional, gaya hidup sehat, dan kualitas hidup. HBCR juga berkontribusi pada perbaikan kesehatan mental dan parameter biomedis, seperti tekanan darah, profil lipid, dan kadar glukosa darah. Kesimpulan: HBCR merupakan pendekatan rehabilitasi yang fleksibel dan efektif. Dengan penyesuaian program yang dipersonalisasi dan dukungan teknologi, HBCR dapat menjadi strategi rehabilitasi jantung yang komprehensif dan berkelanjutan.
Diagnosis and Management of Dilated Cardiomyopathy: a Systematic Review Laksono, Sidhi; Azahra, Heramitha
Smart Medical Journal Vol 4, No 3 (2021): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v4i3.55123

Abstract

Pendahuluan: Kardiomiopati dilatasi merupakan salah satu penyebab gagal jantung, patogenesisnya sangat bervariasi, mulai dari genetik, infeksi, autoimun, dan kardiotoksin. Melakukan pemeriksaan diagnostik mengenai penyebab yang mendasari akan lebih memahami bagaimana kardiomiopati berkembang. Manajemen juga bervariasi secara signifikan sesuai dengan individu. Tujuan dari studi ini adalah untuk membahas strategi diagnosis dan manajemen penyebab yang mendasari dalam memperbaiki kardiomiopati dilatasi untuk mencapai hasil yang lebih baik dan pengobatan yang optimal.Metode: Proses pencarian artikel diakses pada tiga database elektronik, PubMed, PLOS ONE, dan Google Scholar. Data pada artikel sebelumnya terkait dengan teori dasar diagnosis dan manajemen kardiomiopati dilatasi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel jurnal adalah kardiomiopati dilatasi, gagal jantung, diagnosis, manajemen, dan genetik. Kriteria penulisan artikel ini adalah tahun publikasi dalam 2011 hingga 2021, dalam bahasa Inggris, artikel teks lengkap, dan membahas diagnosis dan manajemen kardiomiopati dilatasi.Hasil: Diperoleh dua puluh tujuh artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan dibahas lebih lanjut dalam diagnosis dan pengelolaan kardiomiopati dilatasi.Kesimpulan: Kardiomiopati dilatasi merupakan penyakit progresif pada otot jantung, terutama pembesaran dan pelebaran ventrikel. Proses penyakit ini dominan dikarenakan faktor genetik. Diagnosis kardiomiopati dilatasi tidak hanya dapat dilihat dari manifestasinya, tetapi memerlukan pencitraan dalam ekokardiografi, elektrokardiogram, resonansi magnetik kardio, pengujian genetik, dan biopsi endomiokardial. Mencapai manajemen yang optimal diperlukan untuk mencegah penurunan tingkat fraksi ejeksi, mengurangi perawatan pada pasien gagal jantung, dan mengurangi risiko kematian kardiovaskular.