Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Kasus: Penerapan Pursed Lip Breathing (PLB) Pada Pasien Dengan Diagnosa Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) Miyani, Uus; Sulistyanto, Benny Arief; Mustaghfiroh
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.235

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah suatu penyakit yang ditandai adanya obstruksi aliran udara yang disebabkan oleh bronkitis kronis atau empisema. Seorang pasien laki-laki usia 75 tahun menderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Pengkajian pasien didapatkan keadaan umum baik, sesak napas, wheezing dengan frekuensi napas 25 kali/menit, terdapat penggunaan otot bantu napas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penerapan Pursed Lip Breathing (PLB) pada Pasien dengan Diagnosa Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK). Metode: Studi kasus dengan mengelola satu pasien yang diberikan intervensi keperawatan berupa Pursed Lip Breathing (PLB) dengan durasi 4-6 detik. Implementasi dilakukan selama 3 hari setiap 2 jam setelah pemberian inhalasi uap dengan mengobservasi perubahan frekuensi pernapasan pada pasien dengan PPOK. Hasil: Terdapat penurunan frekuensi pernapasan dengan penurunan dari 25 kali/menit menjadi 20 kali/menit. Frekuensi napas membaik dan penggunaan otot bantu napas menurun dengan penerapan PLB yang sudah diterapkan selama 3 hari Simpulan: Terdapat penurunan respiratory rate dari 25 kali/menit menjad 20 kali/menit dengan saturasi oksigen mulai stabil dengan nilai 98% dan wheezing menurun serta batuk berkurang. Namun demikian, keterbatasan kasus ini adalah penurunan respiratory rate atau sesak pada pasien sangat mungkin dikarenakan efek dari obat mukolitik saat inhalasi uap dan tidak menggunakan pengkajian Dyspnea.
Studi Kasus: Penerapan Intervensi ROM Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Ekstremitas Pasien Stroke Non Hemoragik Fauziyah, Naelly Nur; Sulistyanto, Benny Arief; Wahyuningtyas, Bekti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.236

Abstract

Pendahuluan: Stroke mengakibatkan kelemahan otot pada ekstremitas, sehingga diperlukan terapi pemulihan berupa latihan Range of Motion (ROM). Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengidentifikasi keefektifan intervensi setelah dilakukan terapi ROM pada pasien stroke. Metode: Studi kasus ini mengaplikasikan tindakan keperawatan yang berbasis bukti (evidence-based practice) dengan mengobservasi satu pasien stroke yang mempunyai gangguan mobilitas fisik. Pasien diberikan terapi standar untuk terapi stroke dan ditambah dengan tindakan ROM selama tiga hari. Hasil: Setelah tiga hari dilakukan intervensi ROM, didapatkan peningkatan kekuatan otot dari skala satu pada hari pertama dilakukannya intervensi menjadi grade dua pada hari ketiga pasca intervensi. Tidak terdapat tanda-tanda komplikasi pasca tindakan. Kesimpulan: Terapi ROM aman diberikan pada pasien stroke dan tidak hanya dapat menurunkan kekakuan pada sendi tetapi juga dapat meningkatkan tonus/kekuatan otot pasien. Perawat disarankan untuk dapat memberikan terapi non farmakologi khususnya ROM sebagai terapi tambahan dalam pemberian asuhan keperawatan khususnya pada pasien stroke.
Studi Kasus: Penerapan Perawatan Luka Dengan Metode Konvensional Pada Pasien Diabetes Mellitus Mulyani, Weni; Sulistyanto, Benny Arief; Wahyuningtyas, Bekti
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.241

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah peningkatan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan oleh gangguan insulin. Seorang pasien Wanita berusia 60 tahun menderita DM. Pengkajian pasien didapatkan keadaan umum baik, Terdapat luka ulkus pada kaki kanan nya dengan lebar luka 4 cm, panjang 6 cm, dan kedalaman luka 1 cm, GDS: 280 mg/dL. Metode: Studi kasus dengan mengelola satu pasien yang diberikan intervensi keperawatan berupa perawatan luka dengan metode konvensional. Implementasi dilakukan selama 6 hari setiap pagi dengan mengobservasi perubahan pada luka. Hasil: Perawatan luka dengan metode konvensional dilakukan selama 6 hari didapatkan hasil luka membaik dari kemerahan 50%, nekrotik 30%, slough 20%, dan 280 mg/dl menjadi 75% kemerahan, 15% nekrotik, 10% slough, dan 120 mg/dl. Kesimpulan: Terdapat perbaikan luka dari kemerahan 50%, nekrotik 30%, slough 20% menjadi kemerahan 75%, nekrotik 15%, dan slough 10%. Hal ini menunjukan bahwa perawatan luka dengan metode konvensional dinilai kurang efektif dan tepat jika diberikan pada pasien DM dengan ulkus karena proses penyembuhan luka lebih lama, namun masih banyak digunakan di beberapa rumah sakit karena biaya yang harus dikeluarkan pasien lebih terjangkau.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Post Operasi Laparatomi Benign Prostat Hyperplasia: Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang Nurkholila, Mila; Sulistyanto, Benny Arief
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.245

Abstract

Latar belakang: Seorang pasien laki-laki usia 60 tahun menderita Benigna prostat hiperplasia (BPH). Pasien dilakukan tindakan pembedahan radical retropubic prostatectomy. Pengkajian pasien didapatkan keadaan umum baik, kesadaran composmentis, pasien juga mempunyai riwayat penyakit DM. Pasien mengeluh nyeri pada area operasi (dibawah pusar). Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan terapi relaksasi otot progresif pada nyeri akut terhadap pasien Benign Prostat Hyperplasia (BPH). Metode: Studi kasus ini mengaplikasikan tindakan keperawatan yang berbasis bukti (evidence based practice) dengan mengobservasi satu pasien post operasi laparotomi BPH. Pasien diberikan terapi standar dan ditambah dengan tindakan Relaksasi Otot Progresif (ROP) selama tiga hari masa perawatan post operasi. Pasien dievaluasi tiap hari yang meliputi skala nyeri, tanda-tanda vital, dan luka operasi. Hasil: Setelah tiga hari dilakukan intervensi ROP, pasien mengalami penurunan intensitas nyeri dari skala 4 pada hari pertama pasca operasi menjadi skala 1 pada hari ketiga. Pasien juga tidak terdapat tanda-tanda infeksi pada luka operasi. Namun demikian, keterbatasan kasus ini adalah penurunan skala nyeri sangat mungkin dikarenakan efek dari obat anestesi. Kesimpulan: Terapi relaksasi progresif terbukti aman diberikan pada pasien post operasi BPH dan juga dapat menurunkan intensitas nyeri pasien. Perawat disarankan untuk dapat memberikan ROP sebagai terapi tambahan dalam pemberian asuhan keperawatan khususnya pada pasien pasca operasi.
Manajemen Perawatan Kebersihan Diri dan Pengobatan Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Sadar Kebiasaan Hidup Baru (New normal) di Masa Pandemi Covid 19 di Desa Pedawang Kabupaten Pekalongan Irnawati, I; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community service activities had a purpose to make the community have a proficiency in: (1) to improve knowledge about personal hygiene and covid 19 prevention protocols to realize newnormal habits aware village in the covid-19 pandemic; (2) awareness of the disease; (3) awareness of seeking treatment for disease. The target audience for these activities were communities in pedawang village in Pekalongan District were 67 participants. This activity was preceded by conducting an analysis of the needs of through interviews and surveys of public health issues. The implementation of the activities carried out was health education about personal hygiene and covid 19 prevention protocols, medical examinations by doctors, and blood tests. Forms of activity are designed using health education strategies to ensure participants’ knowledge in treatment disease and preventing spread of covid 19 can be mastered well. Results from health education showed 66% of participants had good knowledge about personal hygiene and covid 19 prevention protocols (more than 70% of participants' answers were correct). In conclusion the level of knowledge of the community is quite good. The advice is to provide health education with small groups.
Paket Pengobatan Gratis dan Pendidikan Kesehatan tentang Manajemen Rawat Diri dan Penggunaan Obat untuk Masyarakat Awam secara Baik dan Rasional di Desa Pedawang Kabupaten Pekalongan Irnawati, Irnawati; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kebencanaan dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan kesehatan tentang manajemen perawatan diri dankonsumsi obat secara benar dan rasional serta kegiatan pengobatanbertujuan agar masyarakat di Desa Pedawang memiliki kecakapandalam: (1) meningkatkan pengetahuan tentang manajemenperawatan diri dan konsumsi obat secara benar dan rasional; (2)meningkatkan kesadaran akan penyakit; (3) meningkatkankesadaran berobat ke pelayanan kesehatan. Sasaran dari kegiatanini adalah masyarakat di Desa Pedawang se-KabupatenPekalongan. Kegiatan ini didahului dengan melakukan analisiskebutuhan melalui wawancara dan survei masalah kesehatanmasyarakat. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh pendidikankesehatan tentang manajemen perawatan diri dan konsumsi obatsecara benar dan rasional, pengobatan, dan tes darah. Bentukkegiatan dirancang dengan menggunakan strategi pendidikankesehatan untuk memastikan pengetahuan peserta dalam konsumsiobat dengan baik dan rasional, pengobatan penyakit danpencegahan penyakit dapat dikuasai dengan baik.
Comparison of Music Therapy with Aromatherapy on Reducing Anxiety Levels in Preoperative Patients with Spinal Anesthesia Wulandari, Mutiara; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Patients who will undergo surgery have a high risk of anxiety, therefore the need for intervention in reducing anxiety before surgery. Objective: This study aims to compare Music Therapy with Aromatherapy on Reducing Anxiety Levels in Preoperative Patients With Spinal Anesthesia. Sample: The sampling technique used Accidental Sampling technique which was conducted for 2 weeks with a total sample of 40 respondents consisting of 20 respondents with Music Therapy and 20 respondents with Aromatherapy. Methods: This research method uses Quasy Experiment with pre test and post test group design methods. Response level of anxiety using APAIS. Results: The results showed that the difference between music therapy and aromatherapy on reducing anxiety levels in preoperative patients with spinal anesthesia obtained p value of 0.012 (< 0.05). Conclusion: In this study, it was concluded that the effect of music therapy with aromatherapy was significant to reduce anxiety levels in preoperative patients Suggestion: Hospitals are expected to improve the quality of health services, especially in the applica-tion of music with aromatherapy so as to reduce the level of anxiety in preoperative patients with spi-nal anesthesia in general hospitals.
Gambaran Kualitas Resusitasi Jantung Paru dengan Memakai Masker Bedah pada Perawat Rumah Sakit H.A Zaky Djunaid Pekalongan Mukahar, M; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) A
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: good quality CPR has been proven to increase the patient's survival rate, so that even in the use of masks, nurses must be able to perform CPR with good quality. Objective: This study aims to provide an overview of the quality of CPR using a surgical mask for nurs-es at H.A Zaky Djunaid Hospital Pekalongan. Sample: The sampling technique used the total sampling technique of all nurses at H.A Zaky Djunaid Pekalongan Hospital with a total sample of 59 respondents (Response Rate = 100%). Methods: Data collection tools using Ambu CPR Mannequins and Ambu CPR Software with American Heart Association (AHA) 2020 standards. The stiffness level in the lowest set (Low) or about 6 N/mm (0.6 kg/mm). Respondents were asked to give continuous chest compressions for two minutes while wearing a surgical mask. Results: The results showed that the average compression speed of respondents was 110 x/minute, the average compression depth was 54.95 mm, Hand Position 59 respondents (100%) were in correct hand position, Chest recoil was 59 respondents (100%) correct in chest recoil and Fatigue Level, the results showed that 31 respondents (52.5%) experienced moderate fatigue, 23 respondents (39%) experienced severe fatigue and 5 respondents (8.5%) experienced mild fatigue in cardiac and pulmonary resuscitation by wearing a mask. surgery. Suggestion: Nurses may take turns doing chest compressions if feeling tired (not having to wait the standard two minutes).
Pendidikan Kesehatan Manajemen Henti Jantung pada Pegawai Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan Irnawati, I; Sulistyanto, Benny Arief; Iklima, Nurul; Maidelwita, Yani; Yusandra, Evra; Rustianingsih, Laelatul Magfiroh Dia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang manajemen henti jantung bertujuan untuk : (1) meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen henti jantung; (2) meningkatkan kesadaran pegawai puskesmas terhadap pentingnya menolong klien dengan henti nafas dan henti jantung segera dimanapun dan kapanpun untuk menyelematkan jiwa. Pelaksanaan kegiatan yaitu pendidikan kesehatan mengenai manajemen henti jantung, pemeriksaan tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagian besar pengetahuan pegawai Puskesmas Kusuma Bangsa meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen henti jantung dibuktikan dengan responden menjawab benar sebelum pendidikan kesehatan 13,25% dan setelah pendidikan kesehatan meningkat mejadi 22,75%. Diharapkan pegawai puskesmas baik yang tenaga kesehatan maupun bukan tenaga kesehatan dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam menolong klien yang mengalami henti jantung dan henti nafas dimanapun dan kapanpun.
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II Anti, Amalia Ardi; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang mengharuskan penderita menjalani pengobatan dalam kurun waktu yang relatif lama sehingga memerlukan Self Efficacy. Dengan self efficacy yang baik akan meningkatkan keyakinan individu untuk patuh dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Kedungwuni I. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan dua kuesioner yaitu Diabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES-UK) untuk mengukur Self efficacy dan Morisky Medication Adherences (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Data di analisis dengan menggunakan uji statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata skor Self efficacy adalah 42,66 (±11,534) dan kepatuhan minum obat kategori patuh sebanyak 12 responden (17,1%) serta kategori tidak patuh 58 responden (82,9%). Hasil regresi sederhana menunjukkan nilai R2=0,714 dengan skor ?=3,722, serta memiliki p-value 0,01<0,05. Setiap kenaikan setiap unit self efficacy menaikkan 3,7 unit kepatuhan minum obat. Model ini menjelaskan sekitar 71,4%, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa semakin tinggi nilai Self efficacy maka semakin tinggi pula nilai kepatuhan minum obat. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu diberikan berbagai intervensi untuk meningkatkan self efficacy sehingga penderita diabetes dapat patuh dalam program pengobatan diabetes secara rutin.