Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) tentang Pencegahan Penularan Penyakit TB Paru Fauziyah, Naelly Nur; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TB Paru menular melalui percikan droplet dan salah satu komponen pencegahan TB Paru adalah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) atau dalam Bahasa Indonesia disebut Pengawas Menelan Obat (PMO). Tugas PMO selain mengawasi pengobatan pasien TB adalah memberikan edukasi terhadap orang-orang terdekat yang meliputi gejala tuberkulosis, cara pencegahan dan cara penularan. Hal ini sangat penting bagi PMO untuk memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyakit TB. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 35 responden. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian diperoleh karakteristik PMO antara lain mayoritas umur didapatkan minimal umur responden 20 tahun dan maksimal umur responden yaitu 56 tahun, mayoritas jenis kelamin perempuan sebanyak 28 responden (80%), mayoritas pendidikan terakhir SMA sebanyak 16 responden (45,7%) dan mayoritas pekerjaan Buruh sebanyak 18 responden (51,4%). Tingkat pengetahuan PMO antara lain 34 responden (97,1%) berpengetahuan baik dan 1 (2,9%) berpengetahuan cukup. Pengetahuan PMO sebagian besar baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rekomendasi bagi pelayanan kesehatan khususnya dalam menunjuk PMO bagi pasien TB berdasarkan karakteristik PMO sehingga peran dan tugas sebagai PMO akan terlaksana dengan baik.
Gambaran Kesepian pada Remaja Putri di Pondok Pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan Astuti, Yayuk Dwi; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja yang tinggal di pondok pesantren akan meninggalkan teman sebaya dan berpisah dengan orang tua. Di pondok menuntut untuk hidup secara mandiri dan taat terhadap peraturan-peraturan yang ada. Keadaan tersebut mungkin akan membuat remaja merasa asing dengan lingkungan barunya dan merasa kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesepian pada remaja putri di pondok pesantren Internatonal Muhammadiyah Boarding School Miftahul Ulum Pekajangan Pekalongan. Penelitian ini menggunakan deskriptif survey dengan teknik sampel yang digunakan yaitu total sampling dengan jumlah 123 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner UCLA (University California of Los Angeles) Lonliness scale version 3 sebagai alat ukur dari variabel yang diteliti. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat yang mencakup distribusi frequensi dan persentase variabel kesepian. Setelah dilakukan pengolahan data didapatkan hasil dari 123 responden dengan tingkat kesepian rendah sebanyak 63 responden (51,2%), tingkat kesepian sedang sebanyak 39 responden (31,7%), tingkat kesepian berat sebanyak 5 responden (4,1%), dan responden yang tidak kesepian sebanyak 16 responden (13%). Dari total 123 responden yang diteliti tingkat kesepian responden berada pada tingkat kesepian rendah dengan presentase 51,2 %.
Gambaran Kualitas Tidur pada Penduduk Usia Dewasa di Daerah Rob Kota Pekalongan Dhila, Aulia Fara; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana rob dapat berdampak pada psikologis korban bencana. Gangguan psikologis yang paling banyak diderita oleh korban rob adalah gangguan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada penduduk usia dewasa di daerah rob Kelurahan Pasirkratonkramat Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Sampel pada penelitian ini adalah korban rob di Kota Pekalongan yang pernah mengungsi sebanyak 94 responden (response rate 94%). Penelitian ini bersifat deskripsi menggunakan pendekatan survey. Instrument yang digunakan yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index. Pada penelitian ini ditemukan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk (68,1%), kualitas tidur baik (31,9%). Penelitian ini menyarankan kepada pihak terkait untuk bisa meningkatkan pendidikan kesehatan terutama pada gangguan psikologis kualitas tidur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mayoritas penduduk pasca bencana rob masih mengalami kualitas tidur yang buruk.
Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Dipondok Pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftakhul Ulum Pekajangan Pekalongan Syafrina, Rifka Maulida; Sulistyanto, Benny Arief
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia sering terjadi pada remaja putri usia 13-15 tahun karena pada masa itu remaja mengalami masa-masa awal menstruasi, sehingga remaja membutuhkan asupan zat besi yang adekuat. Anemia pada remaja putri akan berdampak pada penurunan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian anemia pada remaja putri dipondok pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftakhul Ulum Pekajangan Pekalongan. Sampel penelitian ini adalah 66 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling, dan instrument yang digunakan saat pengecekan kadar Hemoglobin adalah Easy Touch. Kejadian anemia pada remaja putri dipondok pesantren International Muhammadiyah Boarding School Miftakhul Ulum Pekajangan Pekalongan mayoritas mengalami anemia (56,1%) atau 37 responden. Dari total 66 responden (36,4%) mengalami anemia ringan, (15,2%) anemia sedang, (4,5%) anemia berat dan sisanya (43,9%) tidak mengalami anemia. kejadian anemia pada remaja putri dipondok masih tinggi. Diharapkan pengelola pondok pesantren dapat mencegah dan mengatasi anemia dengan melibatkan instansi kesehatan.
SIMBAHSAR (SISTEM BANTUAN HIDUP DASAR) SEBAGAI MODUL APLIKASI DIGITAL PENANGANAN HENTI JANTUNG Tri Sakti Wirotomo; Benny Arief Sulistyanto; Dwi Fijianto; Firman Faradisi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2484

Abstract

AbstrakKejadian cardiac arrest atau henti jantung di luar tempat pelayanan kesehatan terjadi sekitar 360.000 setiap tahun dan 15% sebagai penyebab seluruh kematian. Upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui kementrian kesehatan untuk menangani kegawatdaruratan di luar rumah sakit yaitu dengan dibentuknya pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Namun selain upaya pemerintah diperlukan peran serta masyarakat dalam penanganan awal henti jantung, mengingat semakin cepat orang mengalami henti jantung dilakukan pertolongan, maka akan meningkatkan kelangsungan hidupnya. Salah satu upaya memberdayakan masyarakat dalam penanganan henti jantung adalah melalui panduan berupa  modul berbasis aplikasi atau website yang dapat di instal dan disimpan ke dalam smart phone. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi digital simbahsar sebagai modul penanganan henti jantung pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Hasil penelitian menunjukkan setelah penggunaan aplikasi terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan penatalaksanaan henti jantung dari 60,07 menjadi 93,48 dan hasil statistik dengan uji Wilcoxon didapatkan nilai Asymp.Sig (2-sided) 0,000 (p-value 0,005). Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi digital simbahsar berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan kader kesehatan dalam penanganan henti jantung. Saran dari hasil penelitian ini adalah bagi pemangku kebijakan dapat mengintegrasikan aplikasi simbahsar dengan pusat layanan cepat tanggap darurat kesehatan atau  institusi pelayanan kesehatan  dalam penatalaksanaan henti jantung.AbstractApproximately 360.000 cardiac arrests occur outside health care facilities every year and account for 15% of all deaths. Efforts made by the Indonesian government through the Ministry of health to handle emergencies outside hospitals are by establishing a rapid health emergency response service center. However, apart from the government’s efforts, community participation is needed in the initial treatment of cardiac arrest, remembering that the sooner people experiencing cardiac arrest receive help, that greater their survival will be. One effort to empower the public in handling cardiac arrest is through guidance in the form of an application or web site-based module that can be installed and saved on a smart phone. The aim of this research is to determine the effect of the digital Simbahsr application  as a module for handling cardiac arrest for health cadres in the working area of the Kedungwuni II Community Health Center, Pekalongan Regency. The research results showed that after using the application there was an increase in the average knowledge of cardiac arrest management from 60.07 to 93.48 and statistical results usig The Wilcoxon test obtained an Asymp.Sig (2-sided) value of 0.000 (p-value 0.005). The conclusion of this research is that the Simbahsar digital application has an effect on improving the ability of health cadres in handling cardiac arrest. The suggestion from the resut of this research is that policy makers can integrate the Simbahsar application with health emergency response service centers or health service institutions in the management of cardiac arrest. 
Peduli Tubuh, Peduli Kesehatan: Optimalisasi Program GERMAS dan IMSAKA Care dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat: Caring for Your Body, Caring for Your Health: Optimizing the GERMAS and IMSAKA Care Programs to Improve Public Health Nabila, Nabila; Natasya, Elmi; Arief Sulistyanto, Benny
Batik-MU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Batikmu
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/batikmu.v5i2.2374

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, terutama pada kelompok lanjut usia. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan rutin serta keterbatasan akses layanan kesehatan menyebabkan keterlambatan deteksi dini PTM dan masalah kesehatan jiwa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya lansia, melalui pelaksanaan skrining PTM dan kesehatan jiwa berbasis Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dan program IMSAKA Care di Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif melalui kegiatan skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan antropometri, tekanan darah, gula darah sewaktu, asam urat, serta skrining kesehatan jiwa menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu skrining awal, pemberian intervensi berupa edukasi kesehatan dan aktivitas fisik (senam hipertensi), serta evaluasi pascaintervensi. Hasil kegiatan menunjukkan lebih dari 50% peserta mengalami hipertensi pada skrining awal, namun terjadi peningkatan proporsi peserta dengan tekanan darah normal setelah intervensi senam hipertensi. Pemeriksaan gula darah dan asam urat masih menunjukkan adanya peserta dengan nilai di atas batas normal. Hasil skrining kesehatan jiwa menunjukkan sebagian besar peserta berada pada kategori normal, dengan sebagian kecil mengalami kecemasan dan stres ringan hingga sedang. Kegiatan ini membuktikan bahwa skrining dan edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, deteksi dini, serta upaya pencegahan PTM dan masalah kesehatan jiwa. Keberlanjutan program serta kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat sangat diperlukan untuk menjaga dampak jangka panjang kegiatan.
Gambaran Pengetahuan Pasien Diabetes Melitus Tipe II Mengenai Manajemen Diabetes Melitus Pada Pesisir Pantai Kota Pekalongan Arief Sulistyanto, Benny; Ramadani, Nur Indah; Azzahra, Aziza
PENA NURSING Vol 3 No 03 (2025): PENA NURSING
Publisher : LPPM UNIKAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels (hyperglycemia) resulting from abnormalities in insulin secretion, insulin action, or both. Knowledge about diabetes mellitus is crucial, as it significantly influences patients' ability to manage their condition. There are seven key pillars of diabetes management: maintaining a healthy diet, engaging in regular physical activity, taking prescribed medications, monitoring blood glucose levels, problem-solving, adopting healthy coping mechanisms, and reducing health risks. This study aimed to describe the level of knowledge among patients with type 2 diabetes mellitus regarding diabetes management. A quantitative descriptive research design was used, with total sampling as the sampling technique. Data were collected using a questionnaire. The results showed that among 76 respondents, 33 (43.4%) had good knowledge, 24 (31.6%) had moderate knowledge, and 19 (25.0%) had poor knowledge about diabetes management. These findings indicate that the majority of respondents have a good understanding of diabetes management. This study may serve as a reference for efforts to improve patient knowledge and support better diabetes self-management.