Claim Missing Document
Check
Articles

Investigating Undergraduates’ Professionalism Expectations to The English Language Education Department Curriculum: A Case Study Eva Freginda Feronika; Ferra Dian Andanty; Rica Sih Wuryaningrum
ELTALL: English Language Teaching, Applied Linguistic and Literature Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/eltall.v6i2.11757

Abstract

This qualitative case study investigates the professionalism expectations of undergraduate students in the English Language Education Department at Universitas PGRI Adi Buana Surabaya concerning their curriculum and study materials. Drawing on in-depth interviews with five graduates from batches 2017, 2018, 2019, and 2020, supplemented by curriculum documents and academic transcripts, the research identifies a significant gap between students' academic preparation and the demands of their diverse professional careers. Findings reveal that while the curriculum is generally acknowledged as a crucial roadmap for education, specific courses, most notably literature and English syntax, are widely perceived as lacking practical contribution to daily work in various fields, including teaching, tourism, transportation, administration, and hospitality. This disconnect is further exacerbated by a divergence between initial career aspirations and actual employment realities, often influenced by academic performance (GPA) and limited job market opportunities. The study highlights a clear undergraduate perspective advocating for a more practical and professionally relevant curriculum. Graduates expressed a strong desire for reduced theoretical content, increased hands-on application, and the integration of courses that directly address career readiness, job market dynamics, and professional ethics. The implications of this research underscore the critical need for the English Language Education Department to re-evaluate and adjust its curriculum to better align with the evolving needs of the workforce, thereby enhancing graduates' preparedness and competitiveness in their respective careers.
Medical-Adapted Fable in Teaching English for Nursing Purposes Ferra Dian Andanty; Rahmat Setiawan
English Language in Focus (ELIF) Vol. 8 No. 1 (2025): English Language in Focus (ELIF)
Publisher : English Department, Faculty of Education, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/elif.8.1.1-12

Abstract

English proficiency is essential in nursing education, as nurses must communicate medical information accurately while demonstrating empathy and ethical awareness. However, many English for Specific Purposes (ESP) courses remain limited to vocabulary and grammar memorization, neglecting contextual and humanistic aspects of learning. This study introduces medical-adapted fables as an alternative medium for English instruction in nursing. Employing a mixed-method exploratory–descriptive design, data were gathered from 150 nursing students in Surabaya through questionnaires, complemented by interviews with three participants for deeper insights. Findings reveal that students could recognize key medical vocabulary such as blood pressure (80%), infection (76.7%), and diagnosis (74.7%), along with medical devices including thermometer (86.7%), stethoscope (83.3%), and syringe (80.7%). Ethical communication values were also strongly perceived, particularly empathy (88%), active listening (84.7%), and confidentiality (76.7%). Perception scores exceeded 4.2 on a Likert scale, indicating positive responses toward storytelling as a learning tool. Interviews further highlighted that fables provided memorable and emotionally engaging contexts, fostering confidence and sensitivity in English use. The novelty of this research lies in integrating narrative pedagogy into ESP for nursing, offering promising implications for vocabulary learning, ethical awareness, and global communication readiness.
Pola Penggunaan Produk Perawatan Kulit Topikal yang Mengandung Antioksidan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Pengguna Perangkat Digital Kireina Izumi Yonathan; Ferra Olivia Mawu; Thigita Aga Pandaleke
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3028

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan penggunaan perangkat digital menyebabkan paparan cahaya biru yang dapat memicu stres oksidatif pada kulit. Antioksidan berperan menetralisir radikal bebas sehingga produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan penting digunakan untuk menjaga kesehatan kulit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan  produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Sam Ratulangi pengguna perangkat digital. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 225 mahasiswa semester 3. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup frekuensi penggunaan, waktu penggunaan, jenis produk yang digunakan, dan kesesuaian penggunaan dengan petunjuk pada kemasan. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Pola penggunaan produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan pada 225 responden menunjukkan bahwa 51 orang (23%) berada pada kategori baik, 102 orang (45%) berada pada kategori cukup, dan 72 orang (32%) berada pada kategori kurang. Berdasarkan jenis kelamin, penelitian ini melibatkan 163 perempuan (72%) dan 62 laki-laki (28%). Pada kelompok perempuan, pola penggunaan didominasi oleh kategori cukup, yaitu 74 orang (45%), diikuti kategori baik sebanyak 46 orang (28%), dan kategori kurang sebanyak 43 orang (26%). Sebaliknya, pada kelompok laki-laki, pola penggunaan lebih banyak berada pada kategori kurang, yaitu 29 orang (47%), disusul kategori cukup sebanyak 28 orang (45%), dan kategori baik hanya 5 orang (8%). Kesimpulan: Pola penggunaan produk perawatan kulit topikal yang mengandung antioksidan pada mahasiswa menunjukkan variasi pada aspek frekuensi, waktu penggunaan, jenis produk, dan kepatuhan terhadap petunjuk pemakaian.
LITERASI TEKNOLOGI MELALUI SASTRA ANAK: SEBUAH INOVASI MATERI PEMBELAJARAN BAHASA Rahmat Setiawan; Agustina, Eliasanti; Ferra Dian Andanty; Fajar Susanto; Lubna Iasya; Meytha Dwi Kurniadiansyah
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 10 No 01 (2026): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol10.no01.a11768

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan strategi mengintegrasikan literasi teknologi ke dalam substansi materi pembelajaran melalui sastra anak, di saat materi yang diajarkan oleh guru-guru sekolah dasar masih didominasi oleh cerita-cerita konvensional yang berfokus pada penyampaian nilai moral sehingga kurang merepresentasikan dinamika kehidupan anak di era digital. Dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pemahaman dan kompetensi guru dalam mentransformasi sastra anak berbasis literasi teknologi sebagai inovasi materi pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2026 di Gedung Soelaiman Joesoef Lantai 2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dengan melibatkan 75 guru sekolah dasar yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Waru, Sidoarjo. Metode yang digunakan partisipatif yang terdiri dari penyampaian materi, diskusi interaktif, refleksi, dan evaluasi menggunakan angket skala Likert lima poin. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan memperoleh respons yang sangat positif dengan nilai rata-rata evaluasi sebesar 4,54 dari skala 5,00. Sebanyak 98,7% peserta menyatakan bahwa pelatihan memberikan wawasan baru mengenai integrasi teknologi dalam pembelajaran sastra, 96,0% menyatakan memahami konsep literasi teknologi setelah mengikuti pelatihan, dan 89,4% menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan transformasi narasi sastra berbasis literasi teknologi dalam pembelajaran di kelas. Temuan ini menunjukkan kebaruan kegiatan yang terletak pada transformasi substansi sastra anak melalui pengembangan tokoh, konflik, dan alur cerita yang merepresentasikan pengalaman serta isu-isu teknologi yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Implikasinya adalah tersedianya alternatif pengembangan materi pembelajaran bahasa Inggris yang lebih kontekstual, kreatif, dan relevan dengan penguatan literasi teknologi serta tuntutan kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar
SOSIALISASI PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA LINGKUNGAN HIDUP Hamey Tri Wahyuni; Ferra Feronika
Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Citra Kuliah Kerja Nyata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jckkn.v4i2.4616

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat di wilayah perdesaan dalam pengelolaan sampah, seperti kebiasaan membuang sampah ke sungai, menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab kolektif masyarakat Desa Sei Paken dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosialisasi partisipatif, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan (edukasi, gotong royong, dan penyediaan fasilitas), serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai dampak negatif pencemaran dan pentingnya perilaku hidup bersih. Masyarakat mulai mengubah kebiasaan buruk dengan mengumpulkan sampah pada tempat yang disediakan dan aktif dalam aksi kebersihan desa. Kesimpulannya, kolaborasi antara edukasi teoretis dan aksi nyata terbukti efektif membangun fondasi kesadaran lingkungan, meskipun diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk menjamin konsistensi perubahan perilaku masyarakat.