Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Jual Beli dengan Sistem Cashback di Tokopedia Nazhara Azka Nadianti; Sandy Rizki Febriadi; Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5222

Abstract

Abstract. Fiqh muamalah are the rules of the Islamic law that regulate the pattern of transactions between humans related to property, one of the muamalah transactions is buying and selling. The development of technology and information at this time can't be stopped, giving rise to many changes that make it easier for many parties so that buying and selling transactions can be done online. Tokopedia is one of the many e-commerce sites in Indonesia that has a cashback system in buying and selling practices. Scholars have different opinions regarding the provision of cashback in buying and selling. Based on this phenomenon, this study aims to find out how the practice of buying and selling with a cashback system at Tokopedia and to find out how muamalah fiqh reviews the practice of buying and selling with a cashback system at Tokopedia. Researchers used a type of field research (field research) using a qualitative approach. Data collection techniques used are observation and interviews. The data analysis technique used in this research is descriptive analysis. The aim is to make it easier for the author to see an overview of the practice of buying and selling with the cashback system at Tokopedia which is analyzed and reviewed from the point of view of muamalah fiqh. The results of this research are: the practice of buying and selling with a cashback system at Tokopedia is permitted because cashback is in the form of gifts for buyers which includes an element of willingness from the parties and is not included in usury or gharar because there is no price addition or reduction and cashback is given during a sale transaction purchase is complete. Abstrak. Fikih muamalah adalah aturan-aturan hukum Islam yang mengatur pola transaksi antar manusia yang berkaitan dengan harta, salah satu transaksi muamalah adalah jual beli. Perkembangan teknologi dan informasi pada saat ini sudah tidak dapat dihentikan sehingga menimbulkan banyak perubahan yang mempermudah banyak pihak sehingga transaksi jual beli dapat dilakukan secara online. Tokopedia merupakan satu dari banyaknya e-commerce yang ada di Indonesia yang memiliki sistem cashback dalam praktik jual beli. Ulama memiliki perbedaan pendapat terkait penggunaan dan pemberian cashback dalam jual beli. Berdasarkan fenomena tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli dengan sistem cashback di Tokopedia dan untuk mengetahui bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap praktik jual beli dengan sistem cashback di Tokopedia. Peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Bertujuan untuk mempermudah penulis melihat gambaran mengenai praktik jual beli dengan sistem cashback di Tokopedia yang dianalisis dan ditinjau dari sudut pandang fikih muamalah. Hasil dari penelitian ini adalah: praktik jual beli dengan sistem cashback di Tokopedia diperbolehkan karena cashback berupa hadiah bagi pembeli yang didalamnya telah ada unsur kerelaan dari para pihak serta bukan termasuk riba atau gharar karena tidak adanya penambahan atau pengurangan harga dan pemberian cashback dilakukan saat transaksi jual beli telah selesai.
Analisis Pencapaian Maqashid Syariah terhadap Kesejahteraan Dosen Fakultas Syariah Unisba Muhammad Imamul Akhyar; Sandy Rizki Febriadi; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5270

Abstract

Abctract. The meaning of Welfare in Islam aims to achieve human welfare in a kaffah or comprehensive manner, namely both material welfare, spiritual and moral well-being. The conception of well-being and happiness (falah) actually refers to the purpose of Islamic sharia with the preservation of 5 principles in maqashid shari'ah, namely the preservation of religion (ad-ddin), the preservation of the soul (an-nafs), the preservation of reason (al-aql), the preservation of offspring (an-nasl) and the preservation of treasures (al-mal). Maqashid sharia itself is the purposes of sharia and the secrets intended by Allah Almighty in every law of His entire law. So that in order to realize welfare itself, the five main elements must be maintained and realized. The purpose of this study is to describe the concept of maqashid sharia in realizing welfare as well as to find out the analysis of the achievement of sharia maqashid on the welfare of lecturers of the Faculty of Sharia UNISBA. This research uses a qualitative method with a field approach and the data used are primary data obtained directly from the interviews of 13 Lecturers of the Faculty of Sharia UNISBA through the purposive sampling method. The result of this research is that every Lecturer of the Faculty of Sharia who is a sample has practiced the understanding of maqashid sharia with the preservation of 5 principles so as to achieve welfare and happiness. Abstrak. Makna Kesejahteraan dalam Islam bertujuan mencapai kesejahteraan manusia secara kaffah atau menyeluruh, yaitu baik kesejahteraan material, kesejahteraan spiritual dan juga moral. Konsepsi kesejahteraan dan kebahagiaan (falah) sejatinya mengacu pada tujuan syariat Islam dengan terjaganya 5 prinsip dalam maqashid syari’ah, yakni terjaganya agama (ad-ddin), terjaganya jiwa (an-nafs), terjaganya akal (al-aql), terjaganya keturunan (an-nasl) dan terjaganya harta (al-mal). Maqashid syariah itu sendiri adalah tujuan-tujuan syariat dan rahasia-rahasia yang dimaksudkan oleh Allah SWT dalam setiap hukum dari keseluruhan hukum-Nya. Sehingga dalam rangka mewujudkan kesejahteraan itu sendiri, lima unsur pokok tersebut harus dipelihara dan diwujudkan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan konsep maqashid syariah dalam mewujudkan kesejahteraan juga untuk mengetahui analisis pencapaian maqashid syariah terhadap kesejahteraan Dosen Fakultas Syariah UNISBA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan dan data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari hasil wawancara 13 Dosen Fakultas Syariah UNISBA melalui metode purposive sampling. Adapun hasil daripada penelitian ini adalah setiap Dosen Fakultas Syariah yang menjadi sampel telah mengamalkan pemahaman maqashid syariah dengan terjaganya 5 prinsip sehingga tercapainya kesejahteraan dan kebahagiaan.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Pengembalian Barang dalam Jual Beli Online di Platform Lazada Rahmad Rezki; Sandy Rizki Febriadi; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5241

Abstract

Abstract. Online buying and selling transactions through marketplaces are a service that is in great demand. Buying and selling is the process of a seller handing over goods to a buyer after obtaining an agreement with the goods being traded, then the goods are received by the buyer from the seller in return for being handedover. However, in practice that occurs in one of the online buying and selling marketplaces, namely Lazada, where the seller sells goods that do not match the specifications listed. This study aims to examine in more depth the muamalah fiqh review of the practice of returning goods in the online buying and selling system on the Lazada platform. The research method used is a qualitative method which type of research is field research whose activities 2 include interviews. By using primary data sources obtained from interviews, observations and secondary data referring to reference books that will complement the results of existing observations and interviews. The results of the study show that the buying and selling carried out by one of the buyers at Lazada is not in accordance with Islamic law because of the lack of clarity on the part of the marketplace regarding the procedure for returning goods, especially in terms of postage for returning defective goods. This is stated in the terms of sale and purchase, which in the sale and purchase transaction must be carried out clearly so that no party is harmed. Abstrak. Transaksi jual beli online melalui marketplace menjadi suatu layanan yang sangat diminati. Jual beli adalah proses seorang penjual menyerahkan barang kepada pembeli setelah mendapatkan persetujuan dengan barang yang diperjualbelikan, kemudian barang tersebut diterima oleh pembeli dari penjual sebagai imbalan yang diserahkan. Namun pada praktik yang terjadi disalah satu marketplace jual beli online yaitu Lazada di mana pihak penjual menjual barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah dicantumkan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara lebih mendalam mengenai tinjauan fikih muamalah terhadap praktik pengembalian barang dalam sistem jual beli online di platform Lazada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan yang kegiatannya meliputi wawancara. Dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi dan data sekunder mengacu pada buku-buku referensi yang akan melengkapi hasil observasi dan wawancara yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa jual beli yang dilakukan oleh salah seorang pembeli di Lazada ini tidak sesuai dengan syariat Islam karena adanya ketidakjelasan dari pihak marketplace terhadap prosedur pengembalian barang terutama dalam ongkos kirim yang dilakukan untuk pengembalian barang yang cacat. Hal ini tercantum dalam syarat jual beli yang mana dalam transaksi jual beli harus dilakukan dengan secara jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Praktik Pengembalian Barang dalam Sistem Jual Beli Online di Platform Lazada Rahmad Rezki; Sandy Rizki Febriadi; Akhmad Yusup
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5326

Abstract

Abstract. Online buying and selling transactions through marketplaces are a service that is in great demand. Buying and selling is the process of a seller handing over goods to a buyer after obtaining an agreement with the goods being traded, then the goods are received by the buyer from the seller in return for being handed over. However, in practice that occurs in one of the online buying and selling marketplaces, namely Lazada, where the seller sells goods that do not match the specifications listed. This study aims to examine in more depth the muamalah fiqh review of the practice of returning goods in the online buying and selling system on the Lazada platform. The research method used is a qualitative method which type of research is field research whose activities include interviews. By using primary data sources obtained from interviews, observations and secondary data referring to reference books that will complement the results of existing observations and interviews. The results of the study show that the buying and selling carried out by one of the buyers at Lazada is not in accordance with Islamic law because of the lack of clarity on the part of the marketplace regarding the procedure for returning goods, especially in terms of postage for returning defective goods. This is stated in the terms of sale and purchase, which in the sale and purchase transaction must be carried out clearly so that no party is harmed. Abstrak. Transaksi jual beli online melalui marketplacemenjadi suatu layanan yang sangat diminati. Jual beli adalah proses seorang penjual menyerahkan barang kepada pembeli setelah mendapatkan persetujuandengan barang yang diperjualbelikan, kemudian barang tersebut diterima oleh pembeli dari penjual sebagai imbalan yang diserahkan. Namun pada praktik yang terjadi disalah satu marketplace jual beli onlineyaitu Lazada di mana pihak penjual menjual barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah dicantumkan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara lebih mendalam mengenai tinjauan fikih muamalah terhadap praktik pengembalian barang dalam sistem jual beli online di platform Lazada.Metode penelitian yang digunakan adalah metodekualitatif yang jenis penelitiannya adalah penelitianlapangan yang kegiatannya meliputi wawancara. Dengan menggunakan sumber data primer yang diperoleh dari wawancara, observasi dan data sekunder mengacu pada buku-buku referensi yangakan melengkapi hasil observasi dan wawancara yangada. Hasil penelitian menunjukan bahwa jual beli yang dilakukan oleh salah seorang pembeli di Lazada ini tidak sesuai dengan syariat Islam karena adanya ketidakjelasan dari pihak marketplace terhadap prosedur pengembalian barang terutama dalam ongkos kirim yang dilakukan untuk pengembalian barang yang cacat. Hal ini tercantum dalam syarat jual beli yang mana dalam transaksi jual beli harus dilakukan dengan secara jelas agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Tinjauan Nilai-nilai Pemasaran Islam terhadap Pelaksanaan Komunikasi Pemasaran pada Kegiatan Penerimaan Santri Baru di Pesantren Al-Ittifaq Kabupaten Bandung Fahmi Ichsan Firdaus; Sandy Rizki Febriadi; Zia Firdaus Nuzula
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5400

Abstract

Abstract. Al Ittifaq Islamic Boarding School implements an integrated marketing communication strategy in the new students admission program which must be based on Islamic marketing values. Based on this, the research focus is formulated in the form of the following questions: What are the concepts and values of marketing communications according to Islamic Marketing theory? How is the marketing communication strategy in increasing the number of new students accepted by the Al Ittifaq Ciwidey Islamic Boarding School, Bandung Regency? And what about the review of Islamic marketing values on the implementation of marketing communications in the activities of accepting new students at the Al Ittifaq Islamic Boarding School, Bandung Regency? The research method used is analytical descriptive and data sources obtained from observations, interviews and literature studies with qualitative data analysis techniques. The results showed that the concept of marketing communication according to Islamic marketing is the planning and implementation of elements in marketing communications consisting of advertising, direct response, sales promotion, public relations, and personal selling in accordance with Islamic teachings. The implementation of marketing communications at Al-Quran Al-Ittifaq Islamic Boarding School, Bandung Regency is carried out by using all elements of marketing communications in an integrated manner. Then the implementation of marketing communications in increasing the number of new student admissions applied to the Al Ittifaq Islamic Boarding School in Bandung Regency consisting of advertising, direct response, sales promotion, public relations, and personal selling is in accordance with Islamic marketing values. Abstrak. Pesantren Al Ittifaq menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu dalam program penerimaan santri baru yang harus disandarkan pada nilai-nilai pemasaran Islam. Berdasarkan hal tersebut tersebut, maka fokus penelitian dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan berikut: Bagaimana konsep dan nilai-nilai komunikasi pemasaran menurut teori Pemasaran Islam? Bagaimana strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah penerimaan santri baru yang dilakukan Pesantren Al Ittifaq Ciwidey Kabupaten Bandung? Dan bagaimana tinjauan nilai-nilai pemasaran Islam terhadap pelaksanaan komunikasi pemasaran pada kegiatan penerimaan santri baru di Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung? Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dan sumber data didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan studi kepustakaan dengan teknik analisa data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Konsep komunikasi pemasaran menurut pemasaran Islam adalah perencanaan dan pelaksanaan unsur-unsur dalam komunikasi pemasaran yang terdiri dari advertising, direct response, sales promotion, public relation, dan personal selling yang sesuai dengan ajaran Islam. Pelaksanaan komunikasi pemasaran pada Pesantren Al Quran Al Ittifaq Kabupaten Bandung dilakukan dengan menggunakan seluruh unsur komunikasi pemasaran secara terpadu. Kemudian pelaksanaan komunikasi pemasaran dalam meningkatkan jumlah penerimaan santri baru yang diterapkan pada Pesantren Al Ittifaq Kabupaten Bandung terdiri dari advertising, direct response, sales promotion, public relation, dan personal selling telah sesuai dengan nilai-nilai pemasaran Islam.
Analisis Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah pada Pembatalan Sepihak oleh Konsumen dalam Sistem Pre-Order Korean Cake Geulis Putri Amanah; Sandy Rizki Febriadi; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5436

Abstract

Abstract. In transaction activities, the parties should act fairly.In fact, in pre-ordering, consumers are often negligent of their obligations. Consumers have ordered korean cake with pre-orders when the product is finished, the consumer cancels the transaction unilaterally. This study aims to determine the practice and consequences of unilateral cancellation by consumers on pre-order transactions and to determine the perspective of KHES on unilateral cancellation by buyers in the pre-order system. This research method is qualitative with empirical juridical approach with the types of field data and library data. The data sources of this research are primary and secondary data sources. Data collection techniques with interviews,literature studies and documentation. Data analysis technique used inductive technique.. Unilateral cancellation by X after the binding contract is an act that contrary to KHES article 104 and 108 section (2), because the cancellation is after the binding contract and the reason for the cancellation is not due to the incompatibility of the ordered goods, because X is out of town. Abstrak. Pada kegiatan jual beli, hendaknya para pihak berlaku adil dengan mematuhi dan melaksanakan transaksi sesuai kesepakatan bersama. Pada kenyataanya, pada pemesanan pre-order kerap kali konsumen lalai atas kewajibannya. Konsumen telah memesan korean cake dengan pre-order ketika produk sudah selesai dibuat, konsumen membatalkan transaksi sepihak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik dan akibat pembatalan sepihak oleh konsumen Lunch Box Cake Garut pada transaksi pre-order dan untuk mengetahui perspektif KHES pada pembatalan sepihak oleh pembeli pada sistem pre-order. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian hukum empiris dengan jenis data lapangan dan data pustaka. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan teknik induktif. Pembatalan sepihak yang dilakukan oleh X setelah akad mengikat merupakan perbuatan yang bertentangan dengan KHES pasal 104 dan pasal 108 ayat (2), karena pembatalan dilakukan setelah akad mengikat dan alasan pembatalan bukan dikarenakan oleh ketidaksesuaian barang pesanan namun dikarenakan X sedang berada diluar kota.
Tinjauan Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 terhadap Pembayaran Hotel Syariah Melalui Jasa Traveloka Paylater Rahmiyanti Janatun Nisa; Sandy Rizki Febriadi; Iwan Permana
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.5457

Abstract

Abstract. As time goes by, with the development of increasingly sophisticated technology using an online system, many companies provide loans with paylater services. This aims to facilitate transactions by providing non-credit loans online, one of which is the paylater method. This is one of the factors for the occurrence of non- compliance with DSN-MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism which has regulated the provisions that sharia hotels should carry out, especially in sharia hotel payments. This study aims to find out the review of DSN MUI Fatwa No.108/DSN-MUI/X/2016 regarding Sharia Hotel payments through Traveloka Paylater services. This type of research is qualitative research with observation and interview data collection techniques originating from owners, staff, Traveloka users, books and theses about Syariah/Paylater Hotels. Data were analyzed using a descriptive method which was analyzed using a normative juridical approach, which analyzes how payment is made for Sharia Hotels through Traveloka Paylater services. From the results of this study it can be concluded that in practice Hotel N Syariah Bandung has not fully implemented the rules that apply to Islamic Financial Institutions in terms of service aspects. Because payments still apply using paylaters and still use conventional banks in their transactions. Abstrak. Seiring berjalannya waktu dengan berkembangnya teknologi yang semakin canggih menggunakan sistem online, banyak perusahaan yang menyediakan pinjaman dengan layanan paylater. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam bertransaksi dengan memberikan pinjaman non kredit secara online, salah satunya dengan metode paylater. Hal ini, menjadi salah satu faktor terjadinya tidak sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata yang telah mengatur ketentuan-ketentuan yang seharusnya dijalankan oleh hotel syariah khususnya dalam pembayaran hotel syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan Fatwa DSN MUI No.108/DSN-MUI/X/2016 terhadap pembayaran Hotel Syariah melalui jasa Traveloka Paylater. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara yang bersumber dari owner, staff, pengguna Traveloka, buku dan skripsi tentang Hotel Syariah/Paylater. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif yang dianalisis dengan pendekatan yuridis normatif, yang menganalisis bagaimana pembayaran Hotel Syariah melalui jasa Traveloka Paylater. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa dalam praktik Hotel N Syariah Bandung ini masih belum sepenuhnya menerapkan aturan-aturan yang berlaku pada Lembaga Keuangan Syariah dalam aspek pelayanannya. Karena masih berlakunya pembayaran menggunakan paylater dan masih menggunakan Bank Konvensional dalam transaksinya.
Tinjauan Etika Bisnis Islam terhadap Jual Beli Parfum Refill (Isi Ulang) di Kecamatan Bandung Kulon Anisa Oktaviani; Sandy Rizki Febriadi; Nanik Eprianti
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.6731

Abstract

Abstract. One of the forms of muamalah is sale and purchase, sale and purchase is the transfer of ownership over a thing by mutual agreement. The law of Allah is the law of all things. The practice in the field is to sell refill perfumes that are irresponsible to the consumer. The purpose of this study was to find out the practice of buying and selling refill perfumes in West Bandung and analyze the Islamic Business Ethics Review Against Buying and Selling Refill Perfumes in West Bandung. This research method is qualitative and uses field research. Data collection techniques are through observation and interviews. And the data analysis techniques used are empirical. The result of this study is that there are shops that are not responsible towards consumers, this is not in line with the Islamic business ethics principle of Responsibility. And every perfume store does not list the contents of the perfume it sells. Abstrak. Salah satu bentuk muamalah adalah jual beli, jual beli adalah memindahkan hak milik terhadap benda dengan akad saling mengganti. Jual beli telah diatur dalam islam yang meliputi rukun, syarat dan bentuk jual beli yang diperbolehkan dan dilarang. Praktek di lapangan terdapat jual beli parfum refill (isi ulang) yang tidak bertanggung jawab terhadap konsumen yakni tidak mencantumkan komposisi dalam parfum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Praktek jual Beli Parfum Refill (Isi Ulang) di Kecamatan Bandung Kulon dan menganalisis Tinjauan Etika Bisnis Islam Terhadap Jual Beli Parfum Refill (Isi Ulang) di Kecamatan Bandung Kulon. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan field research (lapangan). Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah empiris. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat toko yang tidak bertanggung jawab terhadap konsumen hal ini tidak sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam yaitu prinsip Tanggung Jawab. Serta setiap toko parfum refill (isi ulang) tidak mencantumkan kandungan yang terdapat dalam parfum yang dijual hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam yaitu prinsip Kebenaran: kejujuran dan kebajikan.
Tinjauan Fikih Muamalah Tentang Jual Beli Lapak di Atas Tanah Milik Pemerintah Tasya Maydina Biben; Sandy Rizki Febriadi, Arif Rijal Anshori
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v3i1.7059

Abstract

Abstract. Buying and selling is a mutually binding agreement between the parties voluntarily in a manner that is in accordance with the provisions of the law. One of them is in the sale and purchase of stalls located on government-owned land in the Pasar Rebo area which is carried out by parties who have stalls on government-owned land, in the process of buying and selling this is carried out on a consensual basis between the two parties, but in buying and selling stalls this does not provide ownership rights such as land certificates. The purpose of this study is to find out the concept of muamalah jurisprudence, the practice of buying and selling stalls and reviewing muamalah fiqh on buying and selling stalls on government-owned land in Pasar Rebo, Purwakarta Regency. This research uses qualitative methods with a case study research approach with the type of field research and in collecting data on this research by conducting interviews, observations, literature studies if there are additions. The results of this study: 1) The concept of buying and selling in muamalah jurisprudence is a mutually binding agreement that gives up each other in an agreement in accordance with legal provisions, 2) Judging from the practice of buying and selling stalls, the parties who sell their stalls by promoting their stalls to the buyer then there is an agreement between consensual and 3) Looking at the practice on muamalah jurisprudence, it turns out that this way of trading there are shortcomings in the terms of selling Buy and the land occupied as stalls belongs to government assets. Abstrak. Jual beli ialah persetujuan yang saling mengikat antara para pihak secara sukarela dengan cara yang sesuai dengan ketentuan hukum syara. Salah satunya dalam jual beli lapak yang berada di atas tanah milik pemerintah di wilayah Pasar Rebo yang dilakukan oleh para pihak yang mempunyai lapak di atas tanah milik pemerintah tersebut, dalam proses jual beli ini dilakukan atas dasar suka sama suka antara kedua belah pihak, tetapi dalam jual beli lapak ini tidak memberikan hak kepemilikannya seperti sertifikat tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsep fikih muamalah, praktik jual beli lapak dan meninjau fikih muamalah pada jual beli lapak di atas tanah milik pemerintah yang berada di Pasar Rebo Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan peneliatan studi kasus dengan jenis penelitian lapangan dan dalam pengumpulan data penelitian ini dengan cara melakukan wawancara, observasi, studi pustaka jika ada penambahan. Hasil dari penelitian ini : 1) Konsep jual beli dalam fikih muamalah ialah sebuah perjanjian yang saling mengikat yang merelakan satu sama lain dalam perjanjian yang sesuai dengan ketentuan hukum, 2) Dilihat dari praktik jual beli lapak ini para pihak yang menjualkan lapaknya dengan cara mempromosikan lapak nya kepada pihak pembeli lalu terjadilah akad antara suka sama suka dan 3) Melihat praktik tersebut pada fikih muamalah ternyata cara memperjualbelikan ini ada kekurangan pada syarat jual beli serta lahan yang ditempati sebagai lapak ialah milik aset pemerintah.
Tinjauan Fikih Muamalah terhadap Penerapan Akad Salam dalam Jual Beli Inseminasi Buatan pada Sapi Potong Muftia Zahra Ziani; Sandy Rizki Febriadi
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 1, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.465 KB) | DOI: 10.29313/jrps.v1i1.737

Abstract

Abstract. Productivity in the livestock sector is now more sophisticated in producing superior products. An example is the biotechnology of artificial insemination in bulls. The practice of salam contract in the sale and purchase of artificial insemination at the Lembang Artificial Insemination Center shows that the object of greeting in the e-catalog includes a picture of the specifications of beef cattle but in the delivery it is in the form of sperm. Therefore, this can include buying and selling that has an element of gharar. Based on this phenomenon, the formulation of the problem in this study is as follows : (1) What is the concept of buying and selling salam contracts according to fiqh muamalah ? (2) How is the practice of buying and selling artificial insemination of beef cattle at the Lembang Artificial Insemination Center, Bandung Regency ? (3) How is the fiqh muamalah review on the application of the salam contract in the sale an purchase of artificial insemination in beef cattele at the Lembang Artificial Insemination Center, Bandung Regency ?. The research method used is qualitative with a case study research approach, the type of research data is field research, research data sources are primary and secondary data, and data collection techniques include observation and interviews. The results of this study indicate that the object in the practice of the salam contract at the Lembang Artificial Insemination Center is in accordance with the fiqh muamalah, where the object being traded is beef cattle sperm through Sijalu.net ordering, quality, quantity, price, nature and type are clear. Abstrak. Produktivitas dalam bidang peternakan saat ini sudah lebih canggih dalam menghasilkan produk yang unggul. Contohnya pada bioteknologi inseminasi buatan pada sapi pejantan. Praktik akad salam dalam jual beli inseminasi buatan di Balai Inseminasi Buatan Lembang menunjukan bahwa objek salam dalam e-katalog mencantumkan gambar spesifikasi sapi potong namun dalam penyerahannya berupa sperma. Oleh karena itu hal ini dapat termasuk kepada jual beli yang memiliki unsur gharar. Berdasarkan fenomena tersebut, maka perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana konsep jual beli akad salam menurut fikih muamalah ? (2) Bagaimana praktik transaksi jual beli inseminasi buatan sapi potong di Balai Inseminasi Buatan Lembang Kabupaten Bandung ? (3) Bagaimana tinjauan fikih muamalah terhadap penerapan akad salam dalam jual beli inseminasi buatan pada sapi potong di Balai Inseminasi Buatan Lembang Kabupaten Bandung ?. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan penelitian studi kasus, jenis data penelitian yaitu penelitian lapangan, sumber data penelitian dari data primer dan sekunder, dan teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini bahwa objek dalam praktik akad salam di Balai Inseminasi Buatan Lembang telah sesuai menurut fikih muamalah, yang dimana objek yang diperjualbelikan yaitu sperma sapi potong melalui pemesanan Sijalu.net sudah jelas kualitas, kuantitas, harga, sifat serta jenisnya.