Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Decision of Muslim Investors in Sharia Mutual Funds Investing with Maqasid Al-Sharia Approaches Febriadi, Sandy Rizki; Ibrahim, Mohamad Andri; Novitasari, Rosiana
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v12i2.16224

Abstract

This study is a quantitative survey research, namely statistical test data analysis in the form of multiple linear regression with purposive sampling. The data collection method was by distributing questionnaires to 200 participants of the Bareksa Fund Academy training. The results show that the decision of Muslim investors in investing in Islamic mutual funds is influenced by the maqasid sharia principle approach. Meanwhile, the result of F count is significant at 49,141, meaning that, overall, there is an influence of the factors of the maqasid sharia approach on investment decisions (value). This also implies that there is a significant influence of the variables of maintaining religion, soul, sense, and treasure on the investment decisions. Meanwhile, the variable maintaining offspring does not show any effect, because the probability is 0.961> 0.05. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dengan pendekatan maqashid syariah. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh dan faktor dominan dari pendekatan maqashid syariah (menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan) terhadap keputusan (nilai) investasi. Survey kuantitatif dipilih sebagai pendekatan penelitian, yaitu dengan analisis data uji statistik berupa regresi linear berganda dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada para peserta pelatihan Bareksa Fund Academy, sebanyak 200 peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dipengaruhi oleh pendekatan prinsip maqashid syariah. Sedangkan, hasil F hitung signifikan sebesar 49,141 artinya, secara keseluruhan terdapat pengaruh pada faktorfaktor pendekatan maqashid syariah terhadap keputusan (nilai) investasi. Ini berarti juga terdapat pengaruh pada variabel menjaga agama, jiwa, akal, dan harta secara signifikan terhadap keputusan investasi tersebut. Namun demikian, variabel menjaga keturunan tidak berpengaruh karena probabilitas 0,961>0,05.
Analisis Hukum Taflis dan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 terkait Gagal Bayar Tabungan Siswa Salwa, Zihni Almas; Febriadi, Sandy Rizki; Dzulhijjah, Liza
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 5, No. 2, Desember 2025 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v5i2.8650

Abstract

Abstract. This study examines the issue of student savings default by BMT X, an Islamic microfinance institution working with School Z to manage student savings. The problem arose when BMT X failed to return the collected funds as agreed, causing financial losses that School Z had to cover using foundation funds. The research aims to analyze BMT X’s accountability from the perspective of Islamic law through the concept of taflis, and from the standpoint of positive law based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy. Using a qualitative method with a normative-empirical approach, the study combines literature reviews with field interviews and documentation. Findings show that BMT X meets the criteria for bankruptcy in Islamic law, including inability to pay debts and conditions requiring asset restriction (al-ḥajr). From the positive perspective of the law, BMT X also satisfies the requirements for bankruptcy as stated in Article 2(1), having multiple creditors and failing to pay matured debts. Ideally, resolution should involve fair asset settlement and distribution based on the pari passu pro rata parte principle. However, BMT X has taken no formal legal action, highlighting the need for legal measures to protect creditor rights, particularly those of School Z. Abstrak. Penelitian ini membahas permasalahan gagal bayar tabungan siswa oleh BMT X, sebuah lembaga keuangan mikro syariah yang bekerja sama dengan Sekolah Z. Dana yang dihimpun dari para siswa tidak dikembalikan sebagaimana disepakati, sehingga Sekolah Z harus menalangi kerugian menggunakan dana yayasan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk pertanggungjawaban BMT X dalam perspektif hukum Islam melalui konsep taflis dan dalam hukum positif berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris, yaitu menggabungkan studi pustaka dan wawancara lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT X memenuhi unsur-unsur muflis dalam hukum Islam, seperti ketidakmampuan membayar utang dan kondisi al-ḥajr. Dalam perspektif hukum positif, BMT X memenuhi unsur objektif kepailitan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UU Kepailitan, yaitu memiliki dua atau lebih kreditor dan tidak mampu melunasi utang jatuh tempo. Oleh karena itu, penyelesaian hukum idealnya dilakukan melalui mekanisme pemberesan harta dan pembagian aset secara adil berdasarkan asas pari passu pro rata parte. Namun, hingga saat ini, belum ada upaya hukum resmi dari BMT X, sehingga langkah hukum formal diperlukan untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak kreditor, khususnya Sekolah Z.
Implementasi Digital Fundraising Zakat Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2011 Perspektif Donatur dan Pengelola Abdullah Sani Harahap; Sandy Rizki Febriadi
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.9983

Abstract

Abstract. The development of digital technology has driven changes in zakat management, particularly in fundraising mechanisms through digital platforms. This study is motivated by the need for zakat institutions to adapt to digital banking technologies and to comply with Law Number 23 of 2011 on Zakat Management. The study aims to analyze the conformity of digital fundraising practices with national legal provisions, examine donors’ perceptions of the effectiveness of digital services, and identify the strategies implemented by Lazismu West Java in optimizing technology-based zakat collection. This research employs a qualitative approach using semi-structured interviews, observation, and document analysis. Data were collected from Lazismu West Java managers, donors who utilize digital services, as well as regulatory sources and academic literature. The findings indicate that the use of QRIS, mobile banking, and virtual accounts is perceived as effective and practical, and contributes to increased transparency and accountability in zakat management. Donors generally express positive perceptions of digital fundraising, although challenges remain in terms of digital literacy and human resource competencies. This study concludes that digital fundraising practices are in accordance with Law Number 23 of 2011 and have the potential to enhance donor participation through strengthened education and management systems. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan dalam pengelolaan zakat, khususnya pada mekanisme penghimpunan dana melalui digital fundraising. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan adaptasi lembaga amil zakat terhadap teknologi perbankan digital serta kewajiban kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian praktik digital fundraising dengan ketentuan hukum nasional, menilai persepsi donatur terhadap efektivitas layanan digital, serta mengidentifikasi strategi Lazismu Jawa Barat dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat berbasis teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Data diperoleh dari pengelola Lazismu Jawa Barat, donatur pengguna layanan digital, serta sumber regulasi dan literatur akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan QRIS, mobile banking, dan virtual account dinilai efektif, praktis, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Donatur memberikan persepsi positif terhadap digital fundraising, meskipun masih ditemui kendala pada aspek literasi digital dan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digital fundraising sejalan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan berpotensi meningkatkan partisipasi donatur melalui penguatan edukasi dan sistem pengelolaan.