Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Relationship of Stroke Incidents With Clients’ Quality of Life Savira, Untari Arda; Widiyawati, Wiwik; Zuhroh, Diah Fauzia; Sari, Diah Jerita Eka
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/innovation.v5i2.8398

Abstract

Stroke is a condition where the blood supply to the brain is disrupted or reduced due to blockage (ischemic stroke) or rupture of blood vessels (hemorrhagic stroke). Stroke can cause physical disability, this can affect psychological, emotional, cognitive and even social conditions. So post-stroke sufferers will experience changes in their quality of life. The aim of this research is to analyze the relationship between the incidence of stroke and the quality of life of clients at RSUD Ibnu Sina Gresik. This research uses an observational research design with a cross sectional approach. The total population was 451 clients, 82 samples were studied using consecutive sampling techniques. The instrument used in the research was the WHOQOL-BREF questionnaire and then the collected data was analyzed using the SPSS Chi-Square Test. Almost all of the stroke clients who were controlled at the neurological clinic at Ibnu Sina Gresik Regional Hospital experienced a stroke once, 62 (75.6%) of the clients and almost all of the quality of life of stroke clients who were controlled at the neurological clinic at Ibnu Sina Gresik Regional Hospital experienced a fairly good quality of life. 66 (80.5%) clients. The results of the collected data were then analyzed to obtain P = 0.624 > 0.05, so H1 was rejected and H0 was accepted. In conclusion, there is no relationship between the incidence of stroke and the quality of life of clients at Ibnu Sina Gresik Regional Hospital. Keywords : Stroke, Quality of Life, Clients
The Relationship Between Family Social Support and Dietary Compliance in Hypertensive Patients Arif, Abd Manan; Widiyawati, Wiwik; Widiharti, Widiharti; Sari, Diah Jerita Eka
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/innovation.v5i2.8372

Abstract

Background : Hypertension is a condition of systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Hypertension can be prevented and avoided with a healthy diet. Dietary arrangements in hypertensive patients really need family support so that patients are able to undergo the treatment process properly according to the doctor's recommendations. The purpose of this study is to analyze the relationship between family support and compliance with diabetes in hypertensive patients at the heart specialist polyclinic of Muhammadiyah Gresik Hospital. Method : The design of this study is a correlation with a population of 93 hypertension patients and the sample set is all 93 patients. The sampling technique uses total sampling. The study used questionnaires for diit compliance. This study uses the Chi Square Test. Results: Most of the hypertension patients who were treated at the cardiac specialist polyclinic of Muhammadiyah Gresik Hospital had good family social support as many as 71 patients (76.3%), sufficient family social support as many as 18 patients (19.3%) and insufficient family social support as many as 4 patients (4.4%), The results of the Chi Square test analysis of the research obtained a value of p=0.00 < 0.05, meaning that there was a relationship between social support and diit compliance in hypertension patients. Conclusion: There is a relationship between family social support and compliance with diabetes in hypertensive patients at the heart specialist polyclinic of Muhammadiyah Gresik Hospital. Keywords : Family Social Support, Diit Compliance, Hypertension,
Exploring the Link between Acne Vulgaris Severity and Adolescents' Quality of Life in Gresik Amalia, Rizki Nur; Zuhroh, Diah Fauzia; Ernawati, Ernawati; Sari, Diah Jerita Eka
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/innovation.v5i2.8400

Abstract

Background :Adolescence is a transition period between childhood and adulthood, this creates conflict within adolescents which often gives rise to strange and awkward behavior, this is because during adolescence there is a period of puberty which can change physically and psychologically. So the appearance of acne vulgaris can disrupt teenagers' self-confidence. The aim of the study was to analyze the relationship between the severity of acne vulgaris and the quality of life of adolescents. Research design :The research design used is correlation research using a cross sectional approach. The population design used was teenagers in Gresik, the sample size was 210 teenagers, with a sampling technique using simple random sampling. Data collection used the CADI questionnaire and observation sheets. The variables measured were the severity of acne vulgaris and the quality of life of adolescents. Data analysis used cross tabulation and sperm rank test. Research result : Of the 210 students at SMAN who experienced mild degrees (46.2%), moderate degrees (45.2%), severe degrees (8.6%). Half of teenagers experience mild degrees. And regarding the quality of life of students and students who had no disturbances (1.0%), mild disturbances (25.7%), moderate disturbances (31.9%), severe disturbances (41.4%), half of the respondents experienced severe disturbances. The results of the Spearman rank test are p = <0.05, meaning there is a significant relationship. Conclusion : There is a relationship between the severity of acne vulgaris and the quality of life of adolescents in Gresik. Keywords: Acne Vulgaris, Quality of Life, Adolescents
Edukasi First Aid pada Kasus Cedera Memar di UPT SDN 24 Gresik Fitrianur, Widya Lita; Sari, Diah Jerita Eka; Laily, Nurul Fahmi Rizka; Handajani, Diani Otaviyanti
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 5 No. 01 (2024): IJCDH Vol 05 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijcdh.v5i01.9182

Abstract

Anak usia sekolah adalah anak-anak yang berusia 6-12 tahun di mana mereka sudah dapat bereaksi langsung secara intelektual atau dapat melaksanakan tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual dan kognitif, seperti membaca, menulis dan menghitung. Kehidupan sekolah adalah bagian penting dalam hidup anak-anak yang dapat memberikan dampak secara langsung pada fisik dan mentalnya. Lingkungan fisik sekolah ini tentunya akan banyak permasalahan yang muncul salah satunya adalah cedera fisik seperti memar yang diakibatkan karena tidak terstandarnya lingkungan fisik di sekolah. First Aid merupakan salah satu prosedur perawatan atau pertolongan pertama yang dilakukan pada cedera atau luka sebelum diberikan bantuan medis atau profesional. First Aid merupakan langkah awal yang sangat penting sebagai intervensi cepat dan efektif untuk mengurangi dampak serta meningkatkan peluang untuk bertahan hidup pada kasus kejadian cedera. First Aid ini memerlukan pemahaman terkait prosedur yang tepat untuk meminimalisir terjadinya kesalahan pada anak sekolah. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswi sekolah dasar kelas 4-6 sebanyak 50 orang. Kegiatan ini dilakukan mulai dari tahap koordinasi dengan pihak sekolah, menyusun jadwal kegiatan dan tahap implementasi pemberian edukasi first aid dan praktik pertolongan pertama pada kasus cedera memar. Kegiatan dilakukan di ruang kelas UPT SDN 24 Gresik. Sebelum diberikan edukasi first aid, siswa-siswi diberikan pre-test terkait first aid dan didapatkan hasil tingkat pengetahuan kurang sebanyak 29 orang (58%) dan pengetahuan cukup 15 orang (30%). Setelah diberikan edukasi first aid didapatkan sebanyak 19 orang (38%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan masih ada yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 20 orang (40%). Diharapkan pihak sekolah dapat membuat kegiatan secara berkala bagi para siswa untuk bisa menjadi layperson pada kasus cedera memar yang terjadi di lingkungan sekolah.
PELATIHAN HEALTH TECHNOPREUNERSHIP PADA PERAWAT DI WILAYAH KERJA MPKU PDM KABUPATEN GRESIK Widiharti, Widiharti; Sari, Diah Jerita Eka; Suminar, Ervi; Pratama, Firman Sukma Hadi; Lita, Diana Aura
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i1.9519

Abstract

Di era globalisasi dan digitalisasi, sektor kesehatan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam mengadaptasi teknologi ke dalam layanan kesehatan. Kabupaten Gresik, sebagai daerah industri yang berkembang, mengalami kesenjangan antara kebutuhan pelayanan kesehatan yang inovatif dengan keterampilan perawat dalam memanfaatkan teknologi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi perawat melalui Pelatihan Health Technopreneurship yang diselenggarakan bagi perawat di wilayah kerja MPKU PDM Kabupaten Gresik. Metode Pengabdian melibatkan tiga tahapan utama, yaitu koordinasi dengan mitra, pelaksanaan pelatihan yang mencakup digitalisasi dasar dan health technopreneurship, serta evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan terkait digitalisasi dalam bidang kesehatan, dengan 76,7% peserta mencapai tingkat pemahaman yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan perawat agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan layanan kesehatan yang lebih inovatif serta efisien.
The Relationship between the Roles of Parents and Peers with Smoking Behavior among Adolescents in Sembungan Kidul Village Ahiq, Ahmad; Widiharti, Widiharti; Sari, Diah Jerita Eka
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/innovation.v6i1.9437

Abstract

Pada pendataan mengkonsumsi rokok dari masyarakat tingkat elit sampai ke titik bawah. Prevalensi perokok berdasarkan tingkat pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), rata-rata sebesar 26,6 persen. Dengan tujuan Menganalisis hubungan pengaruh orang tua dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional Populasi penelitian ini sebanyak 50 remaja dan sampel yang digunakan 45 remaja dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Peran orang tua remaja hampir seluruhnya orang tua berperan terhadap perilaku merokok remaja dengan jumlah 39 remaja (86,7%). peran teman sebaya hampir seluruhnya teman sebaya berperan terhadap perilaku merokok dengan jumlah 41 remaja (91,1%). perilaku merokok remaja hampir seluruhnya remaja di Desa Sembungan Kidul merokok dengan jumlah 35 remaja (77,8%). Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan Peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik dengan p value 0,003. Terdapat hubungan Peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik. Dan tidak terdapat hubungan dari Peran teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik. Kata Kunci : Peran Orang Tua, Peran Teman Sebaya, Perilaku Merokok.
The Relationship Between Husband’s Support and Coping with the Occurrence of Baby Blues Syndrome in Postpartum Mothers Rohmah, Yulia; Fitrianur, Widya Lita; Zuhroh, Diah Fauzia; Sari, Diah Jerita Eka
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i1.251

Abstract

"Baby blues syndrome" refers to the symptoms of postpartum depression experienced by new mothers. The severity of postpartum depression is often exacerbated by the absence of a loving and supportive partner. The purpose of this study was to determine The Relationship between Husband Support and Coping with the Occurrence of Baby Blues Syndrome in Postpartum Mothers in Pangkahwetan Village, Ujung Pangkah Sub-district. The research method used was quantitative research with a cross-sectional approach.  From a total population of 35 people, 33 participants were randomly selected using basic random sampling procedures. Statistical analysis was conducted using the Chi-Square test. The results of the study found a significant relationship between the coping ability of postpartum mothers and the frequency of baby blues, as well as the support provided by the husband. The Chi-Square test showed a significant association with a threshold of 0.007 < 0.05 for husband support. The p-value for coping ability was 0.033, which was above the significance level of 0.05, indicating a less strong correlation in this area. In conclusion, this study highlighted the important role of husband support in reducing postpartum depressive symptoms. However, the coping abilities of postpartum women showed a weaker correlation with the frequency of baby blues. Future studies should consider a larger sample size and include qualitative methods to gain deeper insights into the emotional and psychological experiences of new mothers. Baby blues syndrome” describes the postpartum depression symptoms experienced by mothers. Postpartum depression is getting worse when there is no loving and supportive partner. The researchers in this cross-sectional quantitative study aimed to learn more about the experiences of new mothers facing sadness after giving birth in Pangkahwetan Village, Ujung Pangkah Sub-district. There were 35 people became the population of this research, and 33 people were selected randomly using basic random sampling procedures for this study. Statistical analysis used the Chi-Square test. According to this research, women’s coping abilities after giving birth and the frequency of baby blues were correlated, as was the presence of the husband’s support. The Chi-Square test measured the husband’s acceptance, with a significance threshold of 0.007 < 0.05. The coping p-value of 0.033 was greater than the significance level of 0.05.
Pengaruh Edukasi First Aid Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Efikasi Diri Layperson Di Mi.Ma'arif Sidomukti Nabilasari, Khoirunnisa' Nisrina; Fitrianur, Widya Lita; Sari, Diah Jerita Eka; Widiharti, Widiharti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v6i1.9799

Abstract

Siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap kejadian cedera yang memiliki dampak ringan hingga fatal. Cedera yang terjadi membutuhkan penanganan yang tepat, keterlambatan dalam pemberian pertolongan bisa berakibat fatal dan mengakibatkan komplikasi. Dalam melakukan pertolongan pertama, diperlukan pengetahuan dan efikasi diri yang baik sehingga mengurangi tingkat kesakitan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh edukasi first aid terhadap tingkat pengetahuan dan efikasi diri layperson. Penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan One Grup Pre Test-Post Test. Populasi penelitian ini 185 siswa. sampel penelitian ini yaitu 53 siswa kelas 5 dan 6 dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan memberikan edukasi first aid dan kuesioner tingkat pengetahuan serta efikasi diri. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi first aid sebanyak 30 (56,6%) cukup. Tingkat pengetahuan sesudah diberikan edukasi first aid sebanyak 47 (88,7%) baik. Efikasi diri sebelum edukasi first aid sebanyak 27 (50,9%) tinggi. Efikasi diri sesudah edukasi first aid sebanyak 48 (90,6%) tinggi. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05. Ada pengaruh edukasi first aid terhadap tingkat pengetahuan dan efikasi diri layperson di Mi. Ma’arif Sidomukti. Saran bagi sekolah untuk mengadakan pelatihan first aid secara berkala bagi siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus cedera.
Perawatan Rentang Gerak Pada Lansia Di Panti Sosial Tresna Werdha Hargo Dedali Surabaya Sari, Diah Jerita Eka; Zuhroh, Diah Fauzia
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 1 No. 01 (2020): IJCDH Vol 01 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.117 KB) | DOI: 10.30587/ijcdh.v1i01.1984

Abstract

Pada sendi lansia terjadi perubahan pada jaringan ikat sekitar sendi seperti tendon, ligamen, dan fasia yang mengalami penurunan elastisitas. Sendi kehilangan fleksibilitasnya sehingga terjadi penurunan luas gerak sendi. Penurunan rentang gerak pada lansia dapat menyebabkan berkurangnya aktivitas atau gerakan sehingga menurunkan kualitas hidup lanjut usia. Berdasarkan fenomena diatas menjadi penting untuk meningkatkan motivasi diri lansia agar melakukan latihan secara mandiri dan memberikan penguatan kepada lansia yang kurang memiliki keinginan untuk bergerak agar melakukan latihan dan beraktifitas secara mandiri sesuai kemampuan serta memastikan lansia melakukan latihan ROM untuk mempertahankan rentang gerak lansia. Diharapkan dengan meningkatkan motivasi diri lansia melalui penyuluhan dan pemberian latihan ROM dapat menjaga dan meningkatkan rentang gerak lansia sehingga lansia dapat beraktifitas secara mandiri sesuai kemampuan.Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini antara lain pemberian penyuluhan atau Pendidikan kesehatan kepada lansia tentang latihan rentang gerak aktif dan pasif dilanjutkan dengan pemberian latihan rentang gerak aktif dan pasif dan dilakukan evaluasi secara berkala terhadap tingkat kemandirian lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna werdha Hargo Dedali Surabaya.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat antara lain adanya peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan latihan rentang gerak dan ada peningkatan tingkat kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari.
Penerapan Pola Hidup Sehat Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Penyerta (KOMORBID) Sari, Diah Jerita Eka; Widiharti, Widiharti
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 2 No. 01 (2021): IJCDH Vol 02 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.513 KB) | DOI: 10.30587/ijcdh.v2i01.3128

Abstract

Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (ko-morbid) memiliki risiko untuk terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini. Hipertensi dan diabetes mellitus termasuk penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya menunjukkan peningkatan setiap tahun. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit degeneratif yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat terkontrol dengan perawatan rutin. Metode yang digunakan selama pengabdian masyarakat ini antara lain pemberian pendidikan kesehatan melalui pemberian buku saku pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah dan follow up penerapan pola hidup sehat pada lanjut usia. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat antara lain lebih dari setengah lansia memiliki tekanan darah diatas normal, sebagian besar lansia memiliki gula darah normal dan sebagian besar sudah menerapkan pola hidup sehat yang meliputi kebiasaan olah raga, diet seimbang sesuai penyakit, istirahat cukup dan rutin kontrol. Kesimpulan dari hasil kegiatan, penyakit degeneratif potensial komorbid seperti hipertensi dan diabetes melitus tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dikontrol. Pemeriksaan kesehatan secara teratur dan penerapan pola hidup sehat secara konsisten dapat mengontrol penyakit degeneratif yang potensial menjadi penyakit penyerta atau komorbid covid-19. Kata kunci— komorbid, hipertensi, diabetes melitus