Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KORELASI SIKAP KERJA DUDUK DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA PEKERJA MINE OFFICE YANG MENGGUNAKAN KOMPUTER STUDI DI PT. MIFA BERSAUDARA Nuriah, Nuriah; Anwar, Sufyan; Jihad, Fikri Faidul; Kusumawardani, Eva Flourentina; Murdani, Ihsan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31097

Abstract

Nyeri punggung merupakan faktor kunci yang berdampak pada kinerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Di Indonesia, tercatat bahwa 37% dari populasi mengalami nyeri punggung bawah. Sementara itu, di Inggris, nyeri punggung bawah mempengaruhi sekitar 17,3 juta orang setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri korelasi antara postur duduk saat bekerja dan keluhan nyeri punggung bawah yang dirasakan oleh karyawan di Kantor Pertambangan PT. MIFA Bersaudara. Jenis survei analitik ini memiliki rancangan cross-sectional. Penelitian ini mengambil sampel dari 60 karyawan PT. MIFA Bersaudara Mine Office tahun 2023, yang menggunakan komputer. menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data penelitian. Untuk menganalisis data, persentase analisis dan uji gamma untuk bivariat digunakan. Analisis data menggunakan uji korelasi gamma mengungkapkan adanya korelasi yang signifikan (p < 0,05) antara postur duduk saat bekerja dan keluhan nyeri punggung bawah di kalangan pekerja kantor pertambangan yang menggunakan komputer di PT. MIFA Bersaudara. Nilai R sebesar 0,987 menandakan hubungan yang kuat antara postur duduk dan keluhan nyeri punggung bawah. Faktor-faktor seperti usia, total jam kerja, dan durasi yang dihabiskan di tempat kerja merupakan beberapa aspek yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah. Selain itu, disarankan agar pekerja mine office yang menggunakan komputer memiliki sikap kerja yang menggunakan pendekatan ergonomi.
Efektivitas Promosi Pola Makan Sehat dan Aktivitas Fisik pada Remaja: Studi Kuantitatif tentang Perubahan Perilaku dan Pengetahuan Jihad, Fikri Faidul; Duana, Maiza; Is, Jun Musnadi; Paradhiba, Meuthia; Darmawan, Darmawan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3399

Abstract

Kesehatan remaja berperan penting dalam masa depan yang lebih sehat. Namun, remaja modern menghadapi kendala dalam pola makan dan aktivitas fisik. Perlunya program promosi kesehatan di antara remaja semakin mendesak untuk memberikan dukungan dalam mengatasi hambatan selama masa remaja di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur perubahan dalam perilaku yang berkaitan dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik, sekaligus juga untuk menilai pengetahuan remaja mengenai masalah kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi sebanyak 73 siswa dari kelas 2 dan kelas 3 Negeri 3 Kabupaten Aceh Barat. Analisis data menggunakan Uji Non Parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan variabel perilaku dan pengetahuan sebelum dan sesudah Promosi Pola Makan Sehat dan Aktivitas Fisik pada Remaja, nilai p = 0,000 ( p < 0,005). Program promosi kesehatan bagi remaja, seperti promosi tentang pola makan sehat dan aktivitas fisik, sebaiknya diterapkan dengan mengintegrasikannya secara komprehensif ke dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Kata kunci :Promosi kesehatan, pola makan, aktifitas fisik, perilaku, pengetahuanThe health of adolescents plays a crucial role in shaping a healthier future. However, modern adolescents encounter challenges maintaining healthy dietary patterns and physical activity. The need for health promotion programs among adolescents is increasingly pressing to provide support in overcoming these obstacles during their school years. This study aims to assess changes in behavior related to healthy eating and physical activity while also evaluating adolescents' knowledge of health issues. This quantitative study uses a quasi-experimental method with a one- group pretest-posttest design. The sample in this study consisted of the entire population, totaling 73 students from grades 2 and 3 at Negeri 3 High School in West Aceh Regency. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Non-Parametric Test. The research findings indicate a difference in behavioral and knowledge variables before and after the Promotion of Healthy Eating and Physical Activity in Adolescents, with a p-value of 0.000 (p < 0.005). Health promotion programs for adolescents, such as promoting healthy eating and physical activity, should be implemented by comprehensively integrating them into the school and community environments. Keywords: Health promotion, diet, physical activity, behavior, knowledge
Implementasi Edukasi Hidup Bersih dan Sehat untuk Pencegahan Stunting di PAUD Ar-Rizki Gampong Suak Puntong Maiza, Maiza Duana; Ibrahim; Jihad, Fikri Faidul
Nawadeepa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3, No 1 (2024): March
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/nawadeepa.v3i1.322

Abstract

Stunting is when a childs’ growth is permanently stunted. This condition is usually characterized by shorter heights than children of the same age. The Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) approach includes various positive health behaviors such as personal hygiene, environmental sanitation, and healthy eating. Implementing PHBS can start in early childhood schools. Implementation at the PAUD level is very important in stunting prevention efforts. PAUD is the initial phase of children's formal education, where they begin to learn many things, including about health and hygiene. Methods for the implementation of this service activity: (1) preparation and planning; (2) training and education (3) Demonstration and Practice: (4) Reporting and Dissemination. The results of this service are increased knowledge and practice of PHBS through watching educational videos, practicing how to wash hands with soap properly and correctly, and preventing stunting through the introduction of local-based processed foods and group photos. The conclusion is that clean and healthy living education is very important to prevent stunting, especially in educational institutions such as PAUD Ar-Rizki Gampong Suak Puntong. Unhealthy lifestyles often cause stunting, or stunted physical growth, in children.