Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Argumentasi Ilmiah Siswa pada Pembelajaran Fisika Berbasis Mobile Learning dengan Video Presentasi Egi Candra; Rahmadhani Mulvia; Resti Warliani
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.1895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peningkatan pembelajaran fisika berbasis mobile learning menggunakan video presentasi terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Latar belakang penelitian ini adalah perubahan sistem pembelajaran akibat pandemi Covid-19 yang memaksa penggunaan teknologi dalam pendidikan. Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk metodenya serta mengadopsi desain diargram PRISMA dengan langkah-langkah meliputi, perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur pada tanggal 5 Juli 2024 yang bersumber dari Database Smantic Shcolar yang menggunakan 3 kata kunci yaitu argumentasi ilmiah, pembelajaran fisika, dan video persentasi. Kemudian tahap selanjutnya melakukan screening awal berdasarkan tahun terbit dan screening kedua berdasarkan kriteria yang akan diteliti. Selanjutnya, melakukan analisis pada tahun yang sama yaitu 2024 dan melaporkan data dari hasil studi literatur. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa: (1) kemampuan argumentasi ilmiah siswa merupakan keterampilan penting pada pembelajaran pendidikan fisika yang dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran seperti Toulmin’s Argumentation Pattern (TAP) dan Argument Driven Inquiry (ADI) karena membantu siswa memahami struktur argumentasi yang baik dan berlatih mengembangkan argumen ilmiah secara efektif; (2) Penggunaan teknologi dalam pembelajaran seperti media pembelajaran mobile learning berupa video persentasi terbukti mendukung pembelajaran dan meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah karena memungkinkan siswa dapat memahami lebih baik tentang konsep-konsep fisika melalui visualisasi dan simulasi interaktif. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam meningkatkan keterampilan ini dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas metode pembelajaran yang berbeda.
Analisis Etnosains dalam Tradisi Ngawuwuh di Kabupaten Garut untuk Pembelajaran IPA Warliani, Resti; Sriyati, Siti; Liliawati, Winny
Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP) Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Fisika dan Pembelajarannya (JIFP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, UIN Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/5dmf2874

Abstract

This study aims to examine the Community Knowledge of the Ngawuwuh Tradition through an Ethnoscience Approach. Ethnoscience is an approach that involves the reconstruction of indigenous knowledge into scientific knowledge. The research method employed is descriptive qualitative research. Data collection was conducted through observation, interviews, and literature review. The results of the study indicate that the Ngawuwuh Tradition has various benefits and values of goodness. The indigenous knowledge of the community regarding the Ngawuwuh tradition is obtained from experiences passed down through generations. Based on the scientific analysis, the integration of the Ngawuwuh Tradition as a form of local wisdom is found to have relevance to the science curriculum at the junior high school level, thereby making it a meaningful learning resource for students. Keyword: Ethnoscience; Science Education; Spice Beverage
THE EFFECTIVENESS OF THE CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) MODEL ASSISTED BY YOUME (YOUTUBE MEDIA) IN IMPROVING THE CREATIVE THINKING SKILLS OF HIGH SCHOOL STUDENTS Qolbi, Wilda Nurul; Irvani, Asep Irvan; Warliani, Resti
PILLAR OF PHYSICS EDUCATION Vol 17, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/16252171074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pentingnya penerapan model Creative Problem-Solving berbantuan media YouTube dalam pembelajaran fisika untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif siswa di era Revolusi Industri 4.0. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Swasta di Garut, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Creative Problem-Solving berbantuan media YouTube menghasilkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa secara signifikan, terutama pada aspek fleksibilitas, elaborasi, dan orisinalitas. Kesimpulannya, pembelajaran yang mendorong berpikir kreatif dapat membantu siswa menghasilkan ide-ide baru dan inovatif serta memperdalam pemahamannya terhadap konsep-konsep fisika. Dengan demikian, pendidikan yang efektif dan mandiri merupakan kunci untuk menciptakan generasi yang berkualitas, siap menghadapi perubahan dan tuntutan zaman yang terus berkembang.
Optimalisasi Pembelajaran Fisika dengan PhET Simulation: Studi Kuantitatif pada Siswa SMA Nurulfajri, Hazmi; Lestari, Isti Fuji; Warliani, Resti
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 4 No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v4i2.42124

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of using PhET Simulation in improving students' learning outcomes on the topic of heat and temperature. The research employed a quantitative method with a one-group pretest-posttest design. The subjects were 25 eleventh-grade science students from a senior high school in Garut Regency. Data were collected through multiple-choice tests administered before (pretest) and after (posttest) the learning process using PhET Simulation. The results showed an increase in the average score from 48.08 in the pretest to 64.56 in the posttest. A Paired T-Test statistical analysis revealed a significant difference, with a significance value of 0.002. Additionally, the Cohen’s d effect size of -0.694 indicated a moderate impact. These findings suggest that PhET Simulation is effective in helping students comprehend abstract physics concepts through a visual and interactive approach. The use of this media also enhances student engagement and motivation in the learning process. Based on these results, PhET Simulation is recommended for wider adoption as an innovative learning tool to support students' mastery of physics concepts. This study makes an important contribution to integrating technology into 21st-century education to create more relevant and engaging learning experiences.
PENERAPAN COLLABORATIVE PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA Nuraeni, Lalas Santika Dewi; Muhajir, Siti Nurdianti; Warliani, Resti
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i1.21301

Abstract

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi abad ke-21, dunia pendidikan dituntut untuk melatihkan siswa berbagai keterampilan berpikir dalam memecahkan masalah. Salah satu keterampilan yang sangat krusial untuk dilatihkan dalam pembelajaran adalah keterampilan berpikir kreatif, karena dapat membantu siswa menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Namun, realitas di beberapa sekolah menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kreatif siswa masih tergolong rendah, sebab belum menjadi fokus utama dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan CPBL. Metode penelitian menggunakan quasi-experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian mencakup 355 siswa, dengan sampel sebanyak 62 siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari tes uraian sebanyak 12 soal dan instrumen non-tes berupa angket. Hasil analisis data menyatakan bahwa Ha diterima, artinya terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Kemudian perhitungan gain ternormalisasi menunjukkan peningkatan KBK dalam kategori sedang untuk kelas eksperimen setelah penerapan CPBL dengan respons positif.
Implementation of Android-Based Interactive Learning Media on Students' Critical Thinking Skills in Physics Learning Rahmawati, Silpia; Warliani, Resti; Mulvia, Rahmadhani
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol 13, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.15040

Abstract

This study aims to determine the average improvement in high school students' critical thinking skills in physics learning by using Android-based interactive learning media. This research is quantitative in nature and employs a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The research population consisted of all grade XI students at one school in the Garut District during the even semester of the 2024/2025 academic year. The study involved two classes: XI-J (the experimental group, n = 34 students) using Android-based learning media, and XI-I (the control group, n = 34 students) using Google Sites. The research instruments included student response questionnaires and pretest-posttest questions based on the critical thinking aspects defined by Ennis. Data were analyzed using tests for homogeneity, normality, a t-test, and the N-gain test, with the aid of SPSS. The questionnaire results showed an 81.24% acceptance level for the Android-based media, categorized as very good, while observations indicated that the implementation of the learning process reached an average of 90%. Pretest-posttest analysis revealed a significant improvement in students' critical thinking skills. The experimental group’s average score increased to 77.74 (categorized as good), while the control group achieved 65.59 (categorized as sufficient). The t-test yielded a significance value of 0.01 < 0.05; hence, H₀ was rejected and Hₐ was accepted, confirming a significant difference between the two groups. Based on these results, it can be concluded that the use of Android-based interactive media is proven to be more effective in improving students' critical thinking skills in the topic of static fluids compared to the use of Google Sites.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran Irvani, Asep Irvan; Warliani, Resti; Amarulloh, Reza Ruhbani
Jurnal PkM MIFTEK Vol 1 No 1 (2020): Jurnal PkM MIFTEK
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.431 KB) | DOI: 10.33364/miftek/v.1-1.35

Abstract

Belum semua guru di sekolah telah memanfaatan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) secara optimal. Hal tersebut terlihat dari hasil survei kepada guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama di kota Garut, di mana mayoritas guru menggunakan media pembelajaran berbasis TIK kurang dari empat kali dalam satu bulan, dan belum sepenuhnya menguasai perangkat lunak presentasi. Padahal perangkat TIK dapat mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Oleh karena itu perlu diselenggarakan pelatihan yang dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru tentang penggunaan perangkat TIK dalam proses pembelajaran. Metode pelatihan yang digunakan meliputi presentasi, demonstrasi, dan praktik. Materi yang disampaikan meliputi pembuatan media pembelajaran berbasis TIK dan teknik presentasi yang memanfaatkan TIK sebagai alat bantu. Berdasarkan hasil angket, mayoritas guru menganggap informasi yang diperolehnya dari pelatihan sangat bermanfaat, dan akan menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas.
Application Of Guided Inquiry Model To Improve The Ability And Critical Thinking Disposition Of Senior High School Students In Physics Learning Maolani, Agni Gina; Warliani, Resti; Irvani, Asep Irvan
Jurnal Phi: Kurnal Pendidikan Fisika & Terapan Vol 11 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/6js5t958

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Guided Inquiry model in improving students' critical thinking ability and disposition on alternative energy materials. The research design used a pseudo-experiment with a quantitative approach. The research subjects consisted of 70 X grade students who were divided into two groups, namely the experimental group (Guided Inquiry) and the control group (Problem-Based Learning). The results showed that the increase in CTA and CTD of the experimental class was significantly greater than the control. Critical thinking ability increased from 37.26 to 74.03, and critical thinking disposition from 54.00 to 67.89. T-test and effect size analysis showed significant differences and a large impact. There was a positive correlation between critical thinking skills and disposition (r = 0.483; p < 0.001). The Guided Inquiry model proved effective in developing students' overall critical thinking skills.
Implementation of Android-Based Interactive Learning Media on Students' Critical Thinking Skills in Physics Learning Rahmawati, Silpia; Warliani, Resti; Mulvia, Rahmadhani
Lensa: Jurnal Kependidikan Fisika Vol. 13 No. 1: June 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-lkf.v13i1.15040

Abstract

This study aims to determine the average improvement in high school students' critical thinking skills in physics learning by using Android-based interactive learning media. This research is quantitative in nature and employs a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The research population consisted of all grade XI students at one school in the Garut District during the even semester of the 2024/2025 academic year. The study involved two classes: XI-J (the experimental group, n = 34 students) using Android-based learning media, and XI-I (the control group, n = 34 students) using Google Sites. The research instruments included student response questionnaires and pretest-posttest questions based on the critical thinking aspects defined by Ennis. Data were analyzed using tests for homogeneity, normality, a t-test, and the N-gain test, with the aid of SPSS. The questionnaire results showed an 81.24% acceptance level for the Android-based media, categorized as very good, while observations indicated that the implementation of the learning process reached an average of 90%. Pretest-posttest analysis revealed a significant improvement in students' critical thinking skills. The experimental group’s average score increased to 77.74 (categorized as good), while the control group achieved 65.59 (categorized as sufficient). The t-test yielded a significance value of 0.01 < 0.05; hence, H₀ was rejected and Hₐ was accepted, confirming a significant difference between the two groups. Based on these results, it can be concluded that the use of Android-based interactive media is proven to be more effective in improving students' critical thinking skills in the topic of static fluids compared to the use of Google Sites.
PengembanganTes Miskonsepsi Ranah Kognitif Pada Materi Suhu dan Kalor Muslimah, Laila Siti; Mulvia, Rahmadhani; Warliani, Resti
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.1247

Abstract

Pembelajaran fisika sering menghadapi masalah miskonsepsi. Kesalahpahaman ini dapat mengakibatkan siswa mengalami kesulitan saat mempelajari materi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji alat tes diagnostik four-tier berbasis aplikasi Quizizz yang digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa terkait materi suhu dan kalor di tingkat MAN. Metode yang diadopsi adalah Research and Development (R&D) dengan model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan tanpa tahap Disseminate. Proses pengembangan instrumen dilakukan melalui validasi dari enam validator ahli dan diuji cobakan kepada 63 siswa kelas XI IPA di salah satu MAN di Kabupaten Garut. Hasil dari validasi menunjukkan semua item soal valid baik dari segi ahli maupun statistik, dengan tingkat reliabilitas yang tinggi (koefisien Cronbach's Alpha yang tergolong tinggi). Soal yang ada umumnya memiliki tingkat kesukaran sedang (60%), sementara daya pembeda soal menunjukkan mayoritas memiliki kualitas baik (indeks 0,31–0,50). Dari uji coba, terungkap bahwa tingkat miskonsepsi siswa mencapai 31,82%, yang tidak memahami konsep sebesar 50%, dan yang memahami konsep hanya 18,18%. Alat ini efektif sebagai sarana evaluasi diagnostik guna mendeteksi dan menyelesaikan miskonsepsi siswa, serta dapat digunakan sebagai pedoman untuk pengembangan tes serupa pada materi lainnya. Penggunaan Quizizz terbukti berhasil meningkatkan motivasi dan efektivitas dalam penilaian. Instrumen four-tier ini mendukung peningkatan kualitas pembelajaran fisika melalui identifikasi miskonsepsi yang lebih tepat dan terarah.