Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Substitution of Noodles Made from Banana Flour and Cassava Leaf Flour as Functional Food: Subtitusi Mie Berbahan Tepung Pisang dan Tepung Daung Singkong Sebagai Pangan Fungsional Aprianti, Dwi; Rosita, Rifka; Rantani, Dea; Rate, Suherman
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1246

Abstract

Noodles are a processed food rich in starch made from flour moulded lengthwise like threads and are one of the favourite foods of Indonesian people. This activity aims to find out the noodle formulation by substituting banana flour and cassava leaf flour and the results of organoleptic tests and proximate analysis. The research method was carried out experimentally using a Completely Randomized Design (RAL). The Kruskall Wallis test results, colour, aroma, texture and taste parameters showed P<0.05, there was a significant difference in the treatment of F1, F2, F3, and F4 with the substitution of banana flour and cassava leaf flour. The ANOVA test results showed P<0.05, there were significant differences in the F1, F2, F3, and F4 treatments on water content, ash content, protein content, fat content, crude fibre content and carbohydrate content in noodles with the substitution of banana flour and leaf flour. cassava. This activity concludes that there is a real difference in the treatment of F1, F2, F3, and F4 with the substitution of banana flour and cassava leaf flour. There were real differences in the treatment of F1, F2, F3, and F4 on water content, ash content, protein content, fat content, crude fibre content and carbohydrate content in noodles with the substitution of banana flour and cassava leaf flour. The suggestion from this research is that banana flour and cassava leaf flour have the potential to substitute ingredients for wheat in making functional foods.
Karakteristik Biskuit Berbahan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Tepung Pisang (Musa paradisiaca) Rate, Suherman; Ishak, Syamsopyan; Sutriningsih, Sutriningsih; Safitri, Oktaria; Dewanti, Ritma; Herman, Hernianti; Dewi, Afiska Prima; Hadi, Anto J.
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 2 (2023): Vol. 8 No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i2.1255

Abstract

Produk biskuit yang berkualitas tentunya tidak hanya sekedar produk dengan rasa yang enak, namun juga memiliki kandungan gizi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula pembuatan biskuit terbaik berdasarkan hasil uji organoleptik, kemudian menganalisis kandungan gizi pada biskuit tersebut antara lain protein, kalsium dan zat besi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan perlakuan substitusi tepung daun kelor dan tepung pisang pada biskuit dengan perbandingan formulasi tepung terigu, tepung daun kelor dan tepung pisang dengan 5 perlakuan yaitu F1 : Biskuit sebagai kontrol, F2 : Biskuit dengan perbandingan 80% : 5 % : 15% , F3 : Biskuit dengan perbandingan 70% : 10% : 20%, F4 : Biskuit dengan perbandingan 60% : 15% : 25% , F5 : Biskuit dengan perbandingan perbandingan 50% : 20% : 30%. Observasi dilakukan dengan menganalisis penerimaan panelis terhadap tekstur, aroma, warna, dan rasa, serta uji analisis kandungan kadar protein, kalsium, dan zat besi pada biskuit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit yang memiliki nilai organolaptik tekstur, aroma, warna, dan rasa tertinggi adalah pada perlakuan F1, F1, F1, dan F1, sedangkan nilai organoleptik terendah pada pengujian adalah perlakuan F3 dan F5. , masing-masing. , F5, F5, dan F5. Kandungan kalsium, protein dan zat besi tertinggi masing-masing terdapat pada perlakuan F4, F5 dan F5. Berdasarkan penelitian tersebut, daun kelor berpotensi untuk dijadikan bahan pembuatan biskuit dengan penambahan tepung pisang.
Hubungan Antara Perilaku Ibu Terhadap Kejadian Gizi Buruk Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Bahrani Bahrani; Kurnia Yusuf; Suherman Rate
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol. 2 No. 2 (2021): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v2i2.6319

Abstract

Latar Belakang: Data yang dilaporkan WHO menunjukkan bahwa sekitar 870 orang dari 7,1 milyar penduduk dunia atau 1 daru delapan orang penduduk dunia menderita gizi buruk, persoalan masalah gizi buruk pada balita di Kota Makassar sebanyak 2,06% atau sebanyak 2145 balita yang terdata sebagai gizi buruk di Kota Makassar di Puskesmas Layang terdapat 39 kasus gizi buruk yang telah didata oleh petugas kesehatan ataupun dari laporan masyarakat. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku ibu terhadap kejadian gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survei Analitik dengan rancangan Cross Sectional Study untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu terhadap kejadian gizi buruk pada balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Hasil Penelitian: Hasil analisis uji hubungan dengan uji Chi-Square mendapatkan hasil 0,000 < 0,05 atau ada hubungan antara pengetahuan ibu terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,000, ada hubungan antara sikap ibu terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,006, dan ada hubungan antara tindakan ini berupa pola asuh terhadap kejadian gizi buruk balita dengan nilai p=0,000 di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar. Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku ibu terhadap status gizi buruk balita di wilayah kerja Puskesmas Layang Kota Makassar Kata Kunci : Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Status Gizi Buruk Balita