Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN KEJADIAN PERNIKAHAN DINI DI DESA SIBIO-BIO KECAMATAN SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2022 Napitupulu, Mastiur; sujoko, Edy; Harahap, Yanna Wari; Sinaba, Rosanna Fidelia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 8 No 1 (2023): Vol.8 No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v8i1.1052

Abstract

ABSTRAK Fenomena menikah dini pada umumnya banyak terjadi di negara- negara berkembang. Sedangkan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Austria, hanya sedikit kasus yang ditemukan . Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Status Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Pernikahan Dini di Desa Sibio-Bio Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2022 . Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan menggunakan pendekatan cross sectional Populasi seluruh wanita usia subur yang sudah menikah di Desa Sibio- Bio Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2022 berjumlah 141 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling yaitu wanita usia subur yang sudah menikah sebanyak 104 orang. Hasil uji Chi Square didapatkan p=0.000 (<0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Ada Hubungan Status Ekonomi Keluarga dengan Kejadian Pernikahan Dini di Desa Sibio-Bio Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2022. Sebagai masukan terhadap petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan dan konseling yang terbaik khususnya tentang dampak pernikahan dini. Kata Kunci : Status ekonomi keluarga, pernikahan dini Abstract The phenomenon of early marriage generally occurs in developing countries. Meanwhile in advanced countries such as the United States, Britain, Canada and Austria, only a few cases are found. The purpose of this study was to determine the relationship between family economic status and early marriage in Sibio-Bio Village, Sibabangun District, Central Tapanuli Regency 2022. The study used quantitative research with a descriptive correlational design by using a cross sectional approach. The population was 141 people, all of married women of reproductive aged in Sibio-Bio Village, Sibabangun District, Central Tapanuli Regency in 2022. The random sampling technique was carried about 104 married women of of reproductive aged. Chi Square test results obtained p = 0.000 (<0.05), then Ho was rejected and Ha was accepted. Thus, it could be concluded that there was a relationship between family economic status and early marriage incidence in Sibio-Bio Village, Sibabangun District, Central Tapanuli Regency in 2022. It is suggested to health workers in order to provide the best services and counseling, especially regarding the impact of early marriage. Keywords: family economic status, early marriage
Kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal Simamora, Febrina Angraini; Manurung, Dina Mariana; Sagala, Nanda Suryani; Daulay, Nanda Masraini; Yasin, Kombang Ali; Sujoko, Edy; Harahap, Nurhasanah; Harahap, Eky Mario
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1799

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering ditemukan serta memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Terjadinya diabetes dan komplikasinya yang terus berlanjut menyebabkan sebanyak 1 orang meninggal setiap 8 detik di dunia, yang berarti sekitar 11.000 jiwa meninggal dalam sehari. Penderita DM berisiko mengalami komplikasi. Komplikasi tersebut dapat dicegah dengan mengkontrol kadar glukosa darah diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kepatuhan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melakukan Kontrol Kadar Gula Darah Di Puskesmas Kayu Laut Mandailing Natal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kayu Laut Kabupaten Mandailing Natal sebanyak 130 orang, dengan sampel sebanyak 60 orang menggunakan metode purposive sampling. Analisa yang digunakan adalah distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 38 responden (63,3%) memiliki kepatuhan yang baik dalam melakukan kontrol kadar gula darah, dan sebanyak 22 responden (36,7%) tidak patuh dalam melakukan kontrol kadar gula darah. Diharapkan kepada perawat agar melakukan pendidikan kesehatan dan rutin mengajak penderita diabetes melitus tipe 2 untuk rutin melakukan kontrol kadar gula darah sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi lainnya.
Pengaruh Pendekatan Edukasi Socio-Cultural terhadap Pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan: The Influence of the Socio-Cultural Education Approach on TB Prevention in Tapanuli Selatan Regency J. Hadi, Anto; Sujoko, Edy; Widasari, Lucy; Angraini Simamora, Febrina
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4297

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian TBC di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain itu, faktor sosial budaya seperti stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC juga dapat mempengaruhi keberhasilan program pencegahan dan pengendalian TBC. Tujuan penelitian: untuk menilai pengaruh pendekatan edukasi socio-cultural terhadap pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pada keluarga di Kabupaten Tapanuli Selatan. Terdiri dari kelompok intervensi yang menerima pendekatan edukasi sosio-kultural terhadap pencegahan TBC, dan kelompok kontrol yang tidak menerima pendekatan serupa. Populasi terdiri dari masyarakat yang rentan terkena TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling yang mewakili berbagai kelompok sosial dan ekonomi di setiap desa atau kelurahan. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait TBC, serta observasi. Data dianalisis menggunakan software SPSS, dengan analisis univariate, bivariate, dan multivariate, serta uji statistik seperti chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan keluarga, sikap, perilaku keluarga pada pre test dengan post test 1 dan post test 2 baik pada kelompok perlakuan maupun kontrol. Dari hasil ini adalah bahwa meskipun pendekatan edukasi sosial-kultural memiliki dampak yang signifikan terhadap pengetahuan keluarga, tidak ada dampak signifikan yang ditemukan dalam hal sikap dan perilaku keluarga. Kesimpulan dan saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi socio-cultural (PEC) berdampak besar dalam pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan. PEC meningkatkan pemahaman, mengubah sikap, dan mendorong perubahan perilaku positif. Penerapan PEC yang mempertimbangkan nilai budaya dan norma sosial terbukti efektif dalam merancang pesan pencegahan yang lebih relevan dan diterima. Kolaborasi dalam penyampaian pesan pencegahan juga terbukti efektif dalam membangun keterpercayaan dan keterlibatan masyarakat, tetapi perlu penyesuaian terhadap perubahan budaya dan sosial.