Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

STUDI KEANEKARAGAMAN HAYATI SEBAGAI SARANA EDUKASI EKOWISATA DI KAWASAN AIR TERJUN BAHO MAJӧ DESA BAWӧDOBARA Amaano Fau
Jurnal Education and Development Vol 8 No 1 (2020): Vol.8.No.1.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.453 KB)

Abstract

Saat ini kawasan wisata sepintas hanya memaksimalkan pada sektor keindahan saja, sedangkan unsur edukasinya terabaikan. Kawasan wisata air terjun Baho Majӧ memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang dapat berpotensi sebagai sarana edukasi ekowisata bagi pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui keanekaragaman hayati di kawasan air terjun Baho Majӧ, (2) untuk mengetahui potensi flora dan fauna sebagai sarana edukasi ekowisata di kawasan air terjun Baho Majӧ. Pendekatan penelitian yaitu penelitian kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Sumber data adalah keanekaragaman flora dan fauna dan data diperoleh dari wawancara. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang dilakukan melalui 3 alur kegiatan (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan. Temuan peneliti di lapangan yaitu terdapat 2 ekosistem yaitu ekosistem sungai dan ekosistem hutan serta mencakup keanekaragaman flora sebanyak 40 jenis, dan 21 jenis fauna. Air terjun Baho Majӧ Desa Bawӧdobara hanya memenuhi 3 prinsip dasar pengembangan ekowisata dari ke-5 prinsip yang ada. Kesimpulan dari penelitian yaitu adanya keberagaman flora dan fauna di kawasan air terjun Baho Majӧ dan kawasan tersebut dapat berpotensi sebagai sarana edukasi ekowisata. Saran dalam penelitian ini yaitu hendaknya masyarakat dan pengunjung menjaga kelestarian makhluk hidup di air terjun Baho Majӧ Desa Bawӧdobara dan pemerintah hendaknya mengupayakan untuk memenuhi 2 prinsip dasar ekowisata yang masih belum tercapai.
PEMANFAATAN JENIS TANAMAN YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN JAMU DI DAERAH SEKITAR TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN Amaano Fau
Jurnal Education and Development Vol 8 No 2 (2020): Vol.8.No.2.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.883 KB)

Abstract

Berdasarkan observasi awal, diketahui bahwa jamu adalah jenis minuman yang menggunakan berbagai jenis tanaman dalam pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui jenis-jenis tanaman yang digunakan dalam pembuatan jamu; serta Mengetahui bagaimana pemanfaatan jenis tanaman yang digunakan dalam pembuatan jamu di daerah sekitar. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tahap observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan melalui tiga tahap kegiatan, yaitu: (1) Reduksi data, (2) Penyajian data, (3) Penarikan Kesimpulan. Temuan peneliti di lapangan saat melakukan penelitian adalah bahwa terdapat 12 spesies tanaman dari 8 famili, yang digunakan dalam pembuatan jamu di daerah sekitar. Kesimpulan peneliti yaitu bahwa terdapat beragam jenis tanaman yang digunakan dalam pembuatan jamu di daerah sekitar Telukdalam, dan jenis tanaman tersebut merupakan bahan-bahan yang juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Telukdalam. Pemanfaatan jenis tanaman yang digunakan oleh masyarakat Telukdalam masih tergolong ke dalam pemanfaatan secara tradisional, baik untuk pengobatan maupun untuk tujuan kesehatan, masyarakat memanfaatkan tanaman tersebut untuk kebutuhan sehari-hari, dan kebanyakan tidak mendistribusikannya. Masyarakat juga memiliki beberapa obat tradisional seperti jamu, yang dibuat dan dimanfaatkan sendiri. Saran dalam penelitian ini adalah agar hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber informasi mengenai pemanfaatan jenis tanaman yang berkhasiat dalam menjaga kesehatan, dan juga diharapkan agar hasil penelitian ini diajarkan kepada peserta didik di sekolah untuk menambah wawasan mengenai berbagai jenis tanaman dan juga pemanfaatannya, serta agar para peserta didik turut serta dalam pelestarian jenis-jenis tanaman.
PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA TELUKDALAM KABUPATEN NIAS SELATAN MENJADI PUPUK ORGANIK (MERK MULTI-VIT) Amaano Fau; Petra C. Sarumaha; Destalenta M. Manaraja
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.677 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal hingga saat ini sampah masih menjadi masalah serius diberbagai kota besar di Indonesia. Begitu juga dengan pemerintah kota Telukdalam Kabupaten Nias Selatan khususnya yang bekerja dibidang Lingkungan Hidup telah berupaya mencari solusi untuk pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik sehingga masalah sampah dapat teratasi sedikit demi sedikit. Teknik dalam mengelola sampah yaitu dimulai dari pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir/pengolahan. Metode pembuangan sampah yang diterapkan meliputi Open dumping, Controll Landfill, Sanitary Landfill. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode eksperimen dan deskriptif. Pembuatan pupuk organik lengkap dilaksanakan di TPA Sotoo Kabupaten Nias Selatan dan waktu penelitian dimulai dari Tahun 2012 sampai dengan 2015. Hasil penelitian diperoleh bahwa sampah organik yang ada di Nias Selatan dapat diolah menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang telah dikelola oleh Badan Lingkungan Hidup Telukdalam Nias Selatan yaitu Pupuk Organik Multi-Vit dan telah dilakukan uji laboratorium, maka diperoleh kandungan unsur pada pupuk organik Multi-Vit berupa Nitrogen, P2O5, K2O, CaO, MgO, Fe2O3, Cu, Mn, Zn, Sulfur, C.organik, C/N, pH. Saran dalam penelitian ini adalah agar pemerintah menggiatkan kegiatan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat dalam memilah sampah berdasarkan jenisnya, dan penelitian dapat digunakan sebagai panduan atau sumber informasi dalam mengelola sampah organik menjadi pupuk organik.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SIRSAK(ANNONA MURICATA L) SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI DALAM MEMBASMI LALAT RUMAH (MUSCA DOMESTICA) Ujianhati Zega; Amaano Fau
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.802 KB)

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh pengunaan insektisida kimia yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak (Anonna muricata L) sebagai insektisida alami dalam membasmi lalat rumah (Musca domestica). Metode penelitian ini yaitu kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu observasi dan dokumentasi. Adapun temuan penelitian yaitu ekstrak daun sirsak memiliki kemampuan terhadap pergerakan dan mortalitas lalat rumah. Proses pembuatan ekstrak daun sirsak ini sangat mudah dan efektif tidak membutuhkan biaya yang besar serta ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirsak dapat dimanfaatkan sebagai insektisida alami dalam membasmi lalat rumah karena mengandung senyawa acetogenin yang bersifat toksin (racun) sehingga dapat mematikan. Saran, di harapkan kepada masyarakat agar dapat menggunakan ekstrak daun sirsak dalam membasmi lalat rumah.
MENGINTEGRASIKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT NIAS DENGAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6902

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kearifan lokal masyarakat Nias dalam pendidikan ilmu pengetahuan alam (IPA), serta integrasinya dengan ilmu pengetahuan alam dan tantangan peluang dimasa depan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan judul mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Nias dengan ilmu pengetahuan alam dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui studi literatur mengidentifikasi kearifan lokal masyarakat Nias dengan menggunkan dokumen, buku, artikel, dan hasil penelitian sebelumnya.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, seperti sistem pertanian Masyarakat Nias memiliki tradisi pertanian yang erat kaitannya dengan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.. Integrasi ini diimplementasikan melalui pengembangan materi pembelajaran kontekstual berbasis budaya Nias, yang mampu meningkatkan minat belajar siswa dan mendorong pelestarian budaya lokal. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara pendidik, tokoh adat, dan peneliti untuk menciptakan sinergi antara kearifan lokal dan ilmu pengetahuan dalam upaya keberlanjutan pendidikan dan lingkungan. Kesimpulan peneltian ini adalah upaya mengintegrasikan kearifan lokal masyarakat Nias dengan ilmu pengetahuan alam adalah terciptanya pendekatan holistik yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan metode ilmiah modern.
PEMANFAATAN DAUN CAKAR AYAM (SELAGINELLA DEODERLEINII HIERON) SEBAGAI OBAT UNTUK MENGHENTIKAN PENDARAHAN DI DESA HILIZIHONO Bago, Adam Smith; Sarumaha, Murnihati; Fau, Yohanna Theresia Venty; Hulu, Liberkat Solomasi; Fau, Amaano
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi daun cakar ayam (Selaginella deoderleinii Hieron) sebagai obat tradisional untuk menghentikan pendarahan di Desa Hilizihono. Daun cakar ayam telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat desa Hilizihono sebagai ramuan herbal untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan, khususnya pendarahan. Jenis penelitian yang digunakan dalam pemanfaatan daun cakar ayam (Selaginella) sebagai obat untuk menghentikan pendarahan di desa hilizihono kecamatan Fanayama adalah penelitian kualitatif. Pada penelitian ini, peneliti akan mengkaji fenomena yang terus dikaji secara khusus oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun cakar ayam mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan tanin yang berpotensi mempercepat proses pembekuan darah. Kesimpulan penelitian ini memberikan bukti ilmiah mengenai manfaat daun cakar ayam sebagai obat alami untuk menghentikan pendarahan dan mendukung pelestarian pengetahuan herbal lokal di Desa Hilizihono.