Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ADAPTIVE FRAMEWORK FOR ERP IMPLEMENTATION IN SMEs: Integration of Technology Acceptance Model, Resource-Based View, and Contingency Theory Sidiq, Purnomo
RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 (2025): RISTEC: Research in Information Systems and Technology
Publisher : RISTEC : Research in Information Systems and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enterprise Resource Planning (ERP) implementation in Small and Medium Enterprises (SMEs) faces high failure rates due to the misalignment between existing frameworks and the unique characteristics of SMEs. This study aims to develop an adaptive framework to improve ERP implementation success in SMEs through comprehensive theoretical integration. A Design Science Research methodology was employed to integrate Technology Acceptance Model, Resource-Based View, and Contingency Theory into a unified framework. Data were collected through systematic literature review of 187 publications from 2020-2024 and expert assessment for theoretical validation. The research resulted in an adaptive framework with five integrated components: organizational readiness assessment, adaptive system modularization strategy, intelligent vendor selection, dynamic change management, and comprehensive success measurement. The framework demonstrates superior explanatory power compared to single-theory approaches and provides practical guidelines for contextually relevant ERP implementation. The study contributes to the development of Adaptive Implementation Theory and offers actionable solutions for SMEs digital transformation.
Optimalisasi Nilai-Nilai Adat dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kampung Naga Melati, Prima; Susanti, Yuyun; Sidiq, Purnomo; Masruroh, Ai; Munsyi, Hipni; Suherman, Ade; Rohman, Slamet Nopharipaldi
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20998

Abstract

Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan komunitas adat yang tetap teguh menjaga nilai-nilai serta aturan leluhur meskipun modernisasi semakin berkembang pesat. Program pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk mengoptimalkan nilai-nilai tradisi Kampung Naga guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa leuit (lumbung padi) masih menjadi sarana utama dalam menjamin ketersediaan pangan sepanjang tahun. Setiap rumah tangga rata-rata menyimpan 200-300 ikat padi yang mampu memenuhi kebutuhan selama 8-10 bulan, sehingga membantu menghadapi musim paceklik sekaligus memperkokoh identitas budaya. Di sisi lain, sekitar 40% keluarga terlibat dalam usaha ekonomi kreatif, seperti kerajinan bambu, produk batok kelapa, serta makanan tradisional. Aktivitas ini tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga menjaga kelestarian tradisi leluhur. Hambatan tersebut muncul akibat keterbatasan listrik dan akses teknologi digital, sehingga masyarakat memilih cara adaptasi sederhana melalui penjualan langsung dan penggunaan WhatsApp. Hasil pengabdian membuktikan bahwa penguatan nilai adat dapat menjadi dasar dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan identitas budaya. Strategi ini menampilkan bahwa masyarakat adat mampu menyaring teknologi modern agar tetap selaras dengan norma dan kearifan lokal, sehingga tradisi tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata.
Assistance in the Use of Asset Inventory Management Information Systems in Sukaraja Village hidayat, ramdhani; Sidiq, Purnomo; Zanjabila, Haiva Nabila
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 4 No 02 (2023): Indonesian Journal of Community Empowerment (May)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v4i02.741

Abstract

Abstract Information technology is currently experiencing rapid growth. Its impact is significant in supporting efficiency and operations in various sectors such as education, business, and government administration. Governments have adopted various information systems that improve the effectiveness of their administrative processes. However, the government at the Sukaraja Village Office still has not implemented an asset inventory management information system in managing its asset inventory data or in other words, it still relies on a manual method that is based on spreadsheets, causing limitations in efficiency, accuracy, and easy access to information. This study uses the prototype method to facilitate system development that can be continuously adjusted to user needs and feedback. The stages of this research involve analyzing user needs, designing the system, developing a prototype, implementing it, and conducting evaluations. Creating this asset inventory management information system will offer benefits in record-keeping, maintaining, and monitoring asset inventory, as well as increasing the availability of accurate and fast information for users. Keywords: Sukaraja Village Office, Asset Inventory Management Information System, Prototype Method
Pengembangan Tes Bertingkat Berbasis Android Mengenai Tier Test Literacy Financial Untuk Menganalisis Kemampuan Literasi Finansial Calon Guru Akuntansi Susanti, Yuyun; Sidiq, Purnomo; Yani, Ian
Wahana Pendidikan Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v13i1.21907

Abstract

Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi Tier Test Literacy Financial berbasis Android untuk menganalisis kemampuan literasi finansial calon guru Akuntansi. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan analisis deskriptif kuantitatif dan wawancara kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes literasi finansial bertingkat dan instrumen yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat 3, nilai rata-rata mahasiswa adalah 83,2 dengan rentang 62–98, sedangkan pada tingkat 4 rata-rata mencapai 89,6 dengan rentang 76–98. Temuan ini menunjukkan bahwa tes bertingkat berbasis Android efektif digunakan untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan literasi finansial mahasiswa. Struktur tiered feedback juga mendorong refleksi, argumentasi, serta pemahaman konsep yang lebih mendalam. Penelitian ini menyiratkan bahwa integrasi tes bertingkat berbasis Android dalam perkuliahan dapat memperkuat kompetensi literasi finansial serta mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan era ekonomi digital.
Optimalisasi Nilai-Nilai Adat dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kreatif Masyarakat Kampung Naga Melati, Prima; Susanti, Yuyun; Sidiq, Purnomo; Masruroh, Ai Siti; Munsyi, Hipni; Suherman, Ade; Rohman, Slamet
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21529

Abstract

Kampung Naga yang terletak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan komunitas adat yang tetap teguh menjaga nilai serta aturan leluhur meskipun modernisasi semakin berkembang pesat. Program pengabdian masyarakat ini diarahkan untuk mengoptimalkan nilai-nilai tradisi Kampung Naga guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Metode yang digunakan mencakup observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa leuit (lumbung padi) masih menjadi sarana utama dalam menjamin ketersediaan pangan sepanjang tahun. Setiap rumah tangga rata-rata menyimpan 200-300 ikat padi yang mampu memenuhi kebutuhan selama 8-10 bulan, sehingga membantu menghadapi musim paceklik sekaligus memperkokoh identitas budaya. Di sisi lain, sekitar 40% keluarga terlibat dalam usaha ekonomi kreatif, seperti kerajinan bambu, produk batok kelapa, serta makanan tradisional. Aktivitas ini tidak hanya menambah penghasilan, tetapi juga menjaga kelestarian tradisi leluhur. Hambatan muncul akibat keterbatasan listrik dan akses teknologi digital, sehingga masyarakat memilih cara adaptasi sederhana melalui penjualan langsung dan penggunaan WhatsApp. Hasil pengabdian membuktikan bahwa penguatan nilai adat dapat menjadi dasar dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan identitas budaya. Strategi ini memperlihatkan bahwa masyarakat adat mampu menyaring teknologi modern agar tetap selaras dengan norma dan kearifan lokal, sehingga tradisi tetap terjaga sembari memberikan manfaat ekonomi nyata.