Claim Missing Document
Check
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : Respon Publik

IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Studi Kebijakan UU No. 10 Tahun 2017 Tentang Program Keluarga Harapan pada Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang) Umi Kalsum; Nurul Umiati; Hayat Hayat
Respon Publik Vol 13, No 6 (2019): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.343 KB)

Abstract

Dalam meningkatkan kesejahteran masyarakat sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial bagi keluarga sangat miskin (KSM). Berbagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui program-program bantuan sosial, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada keluarga sangat miskin (KSM) dengan catatan mengikuti persyaratan yang diwajibkan. Persyaratan itu terkait dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yaitu kesehatan dan pendidikan. Program ini berupaya untuk mengembangkan sistem perlindungan sosial terhadap warga miskin di Indonesia. Sasaran dari program ini yaki, ibu hamil, ibu menyusui, memiliki anak balita dan anak usia sekolah setingkat SD-SMA, disabilitas berat dan juga lanjut usia yang berumur 60 tahun ke atas. Penerima bantuan ini adalah ibu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan. Implementasi program keluarga harapan adalah suatu proses yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya secara bertahap dan konsisten sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang telah diatur dalam ketentuan PKH tersebut. Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui implementasi Program keluarga Harapan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. 2) Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Keluarga Harapan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang. 3) Untuk mengetahui apakah penerima manfaat Program Keluarga Harapan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan di Desa Tamanasri Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang sudah tepat pada sasaran. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa, 1) secara umum implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Tamanasri sudah cukup baik. ini dapat dilihat dari proses implementasinya yang berjalan sesuai dengan mekanisme alur kerja PKH, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala-kendala yang terjadi.  2) faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Kelarga Harapan adalah pendamping yang tidak tinggal di lokasi pendampingan sehingga sulit untuk melakukan pengontrolan secara langsung terhadap peserta PKH, masih banyak peserta PKH yang kurang paham terkait sasaran penerima manfaat PKH. 3) Penerima manfaat PKH di Desa Tamanasri dari 261 KK keluarga prasejahtera 180 KK sudah sah mejadi peserta PKH, namun masih ada 81 KK kelaurga miskin yang non peserta PKH.Kata Kunci : Program Keluarga Harapan, Implementasi Kebijakan.
DAMPAK PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) TERHADAP PENGEMBANGAN WISATA PANTAI BENTAR DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi Kasus Dinas Pemuda, Olahraga Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo) Yazid Al Bustomi; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 15, No 3 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.239 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian yang menggambarkan dampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Terhadap Pengembangan Wisata Pantai Bentar Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Adapun yang melatarbelakangi penulis tertarik untuk membuat skripsi ini didaskan pada hasil pengematan awal penulis melihat dari masalah banyaknya permasalah terkait dampak Covid-19 terhadap pengembangan obyek wisata pantai bentar, oleh karena itu penulis ingin mengetahui bagaimana pendapatan wisata pantai bentar dimasa pandemi dan faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan destinasi wisata pantai bentar. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif, yang merupakan gambaran peristiwa dan fenomena yang terjadi dilapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan perpanjangan pengeamatan, meningkatan ketekunan, treangulasi, diskusi , analisis negative, membercheck yang bertujuan unutk mengecek keabsahan data penelitian. Analisi data dalam penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil peneltian ini menunjukan bahwa (1) pengembangan destinasi wisata pantai bentar sudah sesuai dengan apa yang dipaparkan gamal suwantoro bahwa pengembanan destinasi wisata harus memenuhi kelayakan finansial, kelayakan  sosial ekonomi regional, kelayakan lingkungan, amun dalam perjalannya terhambat dengan adanya pandemi Covid-19. (2) begitu juga dengan faktor pendukung yang sudah sesuai deng apa yang sudah dijelaskan oleh Edwards III bahwa ada 4 poin yang dapat mendorong kebrhasilan implementasi kebijakan yang diantanya adalah: (1) komunikasi (2). sumber daya (3). Sikakp birokrasi dan pelayanan (4). Struktur organisasi dan tata aliran kerja birokrasi.   Kata Kunci: Pariwisatan, Kebijakan, Sosial Ekonomi, Covid-19
MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG MAJAPAHIT (Studi Kasus Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto) Khoirul Muafi; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.973 KB)

Abstract

Desa wisata merupakan wujud kreatifitas yang muncul akibat dari sesuatu fenomena sekitar yang mempunyai daya tarik lebih dari desa-desa lainnya. Termasuk Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, merupakan salah satu tiga desa yang ada di Kecamatan Trowulan masuk dalam wilayah pengembangan II untuk dijadikan wisata purbakala. Tiga desa yang masuk dalam wilayah pengembangan strategis ialah Desa Bejijong, Desa Sentonorejo, dan Desa Jatipasar. Setelah selesai terbangunnya kurang lebih 200 unit rumah bertopeng perkampungan majapahit di Desa Bejijong pada tahun 2015 guna memfasilitasi wisata situs-situs peninggalan bersejarah dan diperuntukan menjadi home stay, maka dari itu Desa Bejijong mendapatkan julukan sebagai Desa Wisata Kampung Majapahit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pengembangan desa wisata dan apakah terdapat kerjasama atau kolaborasi sektor-sektor pembangun yang disebut kerjasama Penta Helix Model (Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Akademisi, dan Media Massa). Dalam proses pengembangan desa wisata terdapat faktor pedukung dan faktor penghambat yang dapat mempengaruhi model pengembangan desa wisata. dan faktor apa yag menyebabkan belum terwujudnya Desa Wisata Kampung Majapahit yang efektif dan kuat.Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Pada penelitian metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif (interactive model) dari Miles dan Huberman dalam Saldana (2014).Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengembangan Desa Wisata Kampung Majapahit ialah (1) Model pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal dan terdapat usaha pengembangan desa wisata melalui kerjasama atau kolaborasi dengan lima sektor (Pemerintah, Swasta, Masyarakat, Akademisi, dan Media Massa) disebut dengan Penta Helix model (2) Dalam model pengembangan desa wisata ini ditemukan beberapa faktor pendukung seperti partisipasi masyarakat yang ditunjukkan oleh Sanggar Bhagaskara dalam memberikan atraksi desa wisata (3) Pada faktor penghambat ditemui seperti lahan parkir terbatas, home stay dengan fasilitas seadanya, kamar mandi menjadi satu dengan pemilik home stay, dan masih minim atraksi desa wisata yang ditawarkan, (4) Dalam mewujudkan desa wisata yang efektif dan kuat masih ditemui ego sektor pada proses pengembangan desa wisata ialah sektor Pemerintah Desa dan sektor Masyarakat. (5) Kesadaran untuk memiliki desa wisata serta kurang percaya diri masyarakat Desa bahwa desanya menjadi desa wisata. Kata Kunci : Model, Penta Helix Model, Desa Wisata, Kerjasama, Efektif
PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA JIWUT KECAMATAN NGLEGOK KABUPATEN BLITAR Mustika Nanda Adilah; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 15, No 9 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.206 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jiwut. Pemberdayaan ini dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar. Kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari berbagai bidang dan sudut pandang, salah satunya adalah dari sudut pandang perekonomiannya. Maka dari itu dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian negara dapat dilakukan dengan cara memberdayakan masyarakat Indonesia melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini sesuai dengan peran UMKM dalam Undang-Undang Nomer 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), bahwa UMKM merupakan kegiatan usaha yang dapat memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dengan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jiwut yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar sudah cukup efektif. Walaupun dalam pelaksanaannya masih mengalami beberapa kendala yaitu kendala dari pelaku usaha dan dari Dinas terkait.  Kata kunci: Pemberdayaan, UMKM, Peningkatan Ekonomi Masyarakat
PERSPEKTIF PEMBANGUNAN REST AREA KARANGPLOSO TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA DONOWARIH KABUPATEN MALANG Anti Dwi Febriyani; Nurul Umi Ati; Suyeno Suyeno
Respon Publik Vol 14, No 2 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.948 KB)

Abstract

Rest area dibangun diatas lahan 2,3 hektar ini merupakan peralihan lahan kosong menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan pendapatan bagi Desa Donowarih, yang menjadikan Rest Area ini berbeda dengan Rest Area lainnya yakni menjadi Taman Hiburan Rakyat sekitar untuk menghilangkan kejenuhan atau hanya sekedar jalan-jalan. Akan tetapi Rest Area tersebut belum efektif karena masyarakat membuka lapak pada malam hari dan ramai pengunjung di malam hari sehingga bisa dikatakan sebagai pasar malam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, dari hasil penelitian ini bahwa dampak yang dirasakan dari pembangunan Rest Area Karangploso terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Donowarih yakni dengan pertumbuhan perekonomian masyarakat yang cukup signifikan. Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal yang ditemukan yakni: 1). Peningkatan pendapatan yang dirasakan oleh masyarakat Desa Donowarih, 2). Kerja sama Pemerintah Desa Donowarih dan masyarakat dalam mengembangkan Rest Area, 3). Faktor yang mendukung dalam pengembangan Rest Area yakni kerja sama antara Pemerintah Desa Donowarih dan masyarakat, sedangkan hambatan yakni adanya sistem bagi hasil dari Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Desa Donowarih. Kata kunci: Sosial Ekonomi, Rest Area
Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Mewujudkan Good Governance Di Desa Waduruka, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat Jumarti Jumarti; Nurul Umi Ati; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 16, No 7 (2022): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.03 KB)

Abstract

Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten atau Kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana dari perimbangan keuangan pusat dan daerah yang di terima oleh Kabupaten atau Kota. Selain itu, ADD merupakan salah satu faktor penting dalam keuangan Desa, karena dengan adanya ADD dapat diperoleh tambahan keuangan desa sebagai pengembangan baik pembangunan maupun operasional terhadap kondisi pemerintahan desa. Berangkat dari hal tersebut maka peneliti ingin mengetahui beberapa hal terkait dengan bagaimana pengelolaan Add terhadap pembangunan desa dan transparansi pemerintah desa terhadap masyarakat. Yang hasilnya akan berdampak terhadap pemerintahan desa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan terkait dengan peran yang dilakukan oleh Pemerintahan Desa Wadaruka dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa, serta untuk mendeskripsikan faktor-faktor internal dan eksternal dalam proses pengelolaan ADD tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, dimana dalam analisisnya peneliti menggunakan teori good governance oleh A Setiawan 2019, yang membahas mengenai peran pemerintah dalam prinsip akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan ADD di Desa Waduruka secara garis besar telah akuntabel, transparan dan partisipatif. Namun, secara tehnis masih terdapat kendala pengiriman ADD yang cenderung lamban. Hal ini terdampak pada keterlambatan pelaporan terkait pengelolaan ADD di Desa Waduruka.. Kata Kunci: Alokasi Dana Desa Good Governance, Akuntabilitas, Transparancy, Partisipasi
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DINAS SOSIAL DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN DI KELURAHAN SISIR KECAMATAN BATU KOTA BATU Dionita Putri Anwar; Nurul Umi Ati; Roni Pindahanto
Respon Publik Vol 14, No 3 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.585 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Gambaran Umum Bantuan Pangan Non Tunai (2) Implementasi Program Bantuan Pangan Non Tunai Dinas Sosial Di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu (3) Faktor Pendukung dan penghambat Program Bantuan Pangan Non Tunai. Metode Penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menggambarkan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan, pada pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan kepercayaan, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian yang bertujuan untuk mengecek keabsahan data penelitian. Analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga komponen yaitu antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gambaran Umum Program Bantuan Pangan Non Tunai terdapat empat proses yaitu Registrasi atau Pembukaan Rekening, Edukasi dan Sosialisasi, Penyaluran, Pembelian Barang. (2) Pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai di Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu dirasa sudah baik dengan menggunakan E-warong sebagai tempat pembelian bahan pangan. (3) Program Bantuan Pangan Non Tunai memiliki faktor pendukung yaitu dengan pemerintah atau pelaksanan kegiatan cukup tanggap akan kendala-kendala yang terjadi pada Keluarga Penerima Manfaat itu. Kata Kunci : Implementasi, Bantuan Pangan Non Tunai, E-warong 
STRATEGI PEMIMPIN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KINERJA PEGAWAI DI KANTOR KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Dwi Oktavia Nur Cahyanti; Nurul Umi Ati; Taufiq Rahman Ilyas
Respon Publik Vol 15, No 7 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.304 KB)

Abstract

ABSTRAKTercapainya tujuan organisasi perusahaan hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat pada organisasi/perusahaan tersebut.Dalam hal ini terdapat hubungan yang erat antara kinerja perorangan dengan kinerja lembaga atau kinerja perusahaan. Dengan lain, bila kinerja karyawan baik, maka kemungkinan besar kinerja perusahaan juga baik. Kinerja seorang karyawan akan baik bila dia mempunyai keahlian yang tinggi. Pemimpin disini yang dimaksud adalah Lurah  Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dimana dalam  kepemimpinannya perlu menggunakan strategi. Strategi merupakan respons secara terus menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. Pemimpin disini yang dimaksud adalah Lurah  Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dimana dalam  kepemimpinannya perlu menggunakan strategi. Strategi merupakan respons secara terus menerus maupun adaptif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. Kata Kunci : Organisasi; Kinerja; Karyawan
DAMPAK PENGEMBANGAN HOMESTAY PADA SEKTOR PARIWISATA TERHADAP EKONOMI MASYARAKAT (Studi Kasus Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu) Nova Sagita; Nurul Umi Ati; Agus Zainal Abidin
Respon Publik Vol 15, No 9 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.917 KB)

Abstract

ABSTRAKPengembangan pariwisata di desa wisata, Homestay menjadi salah satu penunjang yang harus di miliki oleh desa desa wisata karena homestay memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman kepada wisatawan, dalam hal ini wisatawan dapat membaur dengan masyarakat dan akan memperoleh yang tidak bisa di temukan di negara atau daerah asalnya. Homestay sebagai salah satu usaha akomodasi di bidang pariwisata umumnya dibangun di perdesaan di harapkan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa. Selain wisatawan di beri temapat menginap, wisatawan dapat mempelajari secara langsung lingkungan alam dan budaya setempat. Ada beberapa objek wisata unggulan Desa Oro Oro Kota Batu adalah coban rais, BNS (batu night specstacular, museum satwa. Di sisi lain desa Oro Oro ombo kota Batu memiliki hoemstay yang di kelolah oleh masyarakat Oro Oro Ombo Kota Batu. Guna membuat wisatawan bisa belajar budaya, gaya hidup dan industri ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat Desa Oro Oro Ombo mengembangkan homestay, dimana dengan adanya homestay wisatawan bisa menginap dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Faktor pendukung perkembangan homestay pada pariwisata di Desa Oro-oro Ombo antara lain marketing, adanya aplikasi penginapan dan lingkungan yang nyaman. Sedangkan,faktor penghambatnya ialah kurangnya biaya, adanya persaingan harga, danfasilitas yang kurang memadai. Adapun dampak ekonomi positifnya ialahmenambah penghasilan dan pergeserag  pekerjaan menjadi wirausaha homestay.Sedangkan dampak ekonomi negatif yakni harga tanah menjadi mahal dan timbulnya persaingan perdagangan. Kata Kunci : Sektor pariwisata,Ekonomi Masyarakat, Pengembangan Homestay
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BATU DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA). (Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu) Dia Ayu Reni Anggraeni; Nurul Umi Ati; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 15, No 6 (2021): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.558 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan atas dasar dan isu atau fenomena tentang kualitas pelayanan publik yang ada di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dalam pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berdasarkan uraian latar belakang yang ada diatas maka penulis dapat memfokuskan pokok permasalahan, fokus yang pertama yaitu: (1) Memfokuskan terhadap manajemen pengolahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) mulai dari pengelolaan sampah, dan juga upaya peningkatan pelayanan dalam pengelolaan tersebut, (2) Memfokuskan terhadap faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi peningkatan pelayanan publik di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), faktor pendukungnya adalah dari letak geografis, kinerja pegawai pengolahan sampah di Dinas Lingkungan Hidup, dan untuk faktor penghambatnya berkaitan dengan lahan yang kurang, (3) Kualitas Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Dalam Pelayanan Publik disini penulis menggunakan teori dari Hardiansyah (2011) Tentang Kualitas Pelayanan Publik dan untuk pengelolaan sampah menggunakan teori dari Rudi Hartoni (2008) Tentang Penanganan dan Pengolahan Sampah. Penelitian Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dilaksanakan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Tipe penelitian ini yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Lingkungan Hidup sudah cukup maksimal meskipun masih terhalang oleh beberapa kendala terkait pengelolaan sampah. Adapun faktor pendukung seperti letak geografis dan kinerja para pegawai dalam memberikan pelayanan, serta faktor penghambat seperti lahan yang kurang, kurangnya komunikasi dari Dinas terkait dengan masyarakat, kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat. Dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Lingkungan terhadap Pengelolaan Sampah yang ada di TPA sudah cukup maksimal dalam pemberian pelayanannya.  Kata Kunci: Pelayanan Publik, Pengelolaan Sampah, Dampak.
Co-Authors Adelia Meita Utari Adilla Rizki Amalia Agung Wicaksono Agus Abidin Agus Zainal Abidin Ainun Nahib Aisyah Fira Rahmawati Alifian Nur Rohman Amalya Dwi Suryana Andi Angga Maulana Maliku Taufiq Andri Rafsan Gani andriani agustina cahyaningsih Anis Widayati Anti Dwi Febriyani Bayu Agung Prasetya Delfi Mardiana Dia Ayu Reni Anggraeni Dionita Putri Anwar Dwi Oktavia Nur Cahyanti Elsa Tri Alivia Ernia Himamalini Fajar Trianto Firohatin Ronasifah Fitria Febrianti Gangga Febrianto Georgo Winaktu Hayat Hayat Hayat Hayat Hayat Hellanda Widiyanti Indah Mindarti, Lely Indah Rafika Amin Indati Aulia Rahmah Ita Suhermin Ingsih Jafitri Ayu Pramisya Milania Jumarti Jumarti Khoiron Khoiron Khoirul Muafi Kus Indarto Lintang Rahmawati Mahardhika, Brahmadhita Pratama Maziyatun Nafiah Mery Bela Oktavia MUHAMMAD AGUS SALIM Muhammad Agus Salim Muhammad Sirojuddin Mustika Nanda Adilah Nanik Mulyani Hidayah Nova Sagita Novenda Amellia Sandra Pramaisella Nur Khofifah Nuranisa Nuranisa Nurcholisa Dwi Lestari Nuriyanti, Ika Octivari Rosania Alfrida Pinastika Prajna Paramita Reka Dwi Mashitoh Retno Wulan Sekarsari Rizky Nur Amaliah Rofiatul Maghfiroh Roni Pindahanto Sara Prilia Sarwono Sarwono Shinta Devy Setyaningrum Shofia Uswatul Khasanah Shofiatul Jannah Sintia Bela Aprilia Siti Nur Azizah Soesilo Zauhar Sumiati Nafisah Sunariyanto Sunariyanto Susi Ratnawati Suyeno Suyeno Taufiq Rahman Ilyas Umi Kalsum Vina Nurul Firdausi Waliyatul Mardiyah Winaktu, Georgo Yazid Al Bustomi Yulia Syayidhatul Fitri Zainal Abidin