Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN BUBUK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP SIFAT FISIK BAKSO DAGING KAMBING Wirnawati Sabi; Agus Bahar Rachman; Siswatiana Rahim Taha
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan bubuk jahe merah terhadap sifat organoleptik bakso daging kambing. Materi yang digunakan yaitu daging kambing segar, tepung tapioka, garam, penyedap rasa, bawang putih, merica, bubuk jahe merah, es batu serta peralatan pengolahan. Percobaan ini menggunakan rancangan acak lengkap lima perlakuan dengan menggunakan 25 ulangan. Perlakuan adalah R0 100% adonan bakso, R1 daging 700 g ditambah bubuk jahe merah 3g, R2 daging 700 g ditambah bubuk jahe merah 5 g, R3 daging 700 g ditambah bubuk jahe merah 7 g. Pengujian organoleptik yang dilakukan yakni uji mutu hedonik yang terdiri dari nilai tekstur, warna, aroma, rasa dan kekenyalan. Uji Duncan dilakukan untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P00,05). Penggunaan serbuk jahe merah dalam jumlah 3 g dapat menjamin penerimaan sifat organoleptik bakso daging kambing.
Pelatihan Pembuatan Kerupuk Ikan Jawa Di Desa Pentadio Barat Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Fahria Datau; Siswatiana rahim taha
Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve Vol 2, No 2 (2023): Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve
Publisher : Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIkan mujair atau ikan jawa merupakan salah satu makanan pokok utama di Propinsi Gorontalo khususnya di Kabupaten Gorontalo yang ditandai dengan melimpahnya hasil pertanian terutama di daerah pesisir Danau Limboto. Ikan mujair sendiri memiliki banyak sekali manfaat dan nutrisi yang baik untuk tubuh manusia. Apabila ikan mujair dikelola dengan inovasi dan kreatifitas maka dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. Biasanya menjelang musim panen, warga Desa Pentadio Barat menjual ikan jawa atau mujair segar. Pengolahan ikan mujair belum pernah dilakukan, ikan mujair dimasak sendiri hanya sebagai lauk. Hal ini dikarenakan masyarakat khususnya kaum wanita belum mengetahui bagaimana cara mengolah ikan mujair menjadi aneka makanan. Pengetahuan mereka masih terbatas pada pembuatan isian atau penggorengan langsung. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar masyarakat dapat mempelajari cara mengolah ikan mujair menjadi kerupuk ikan mujair. Pengetahuan yang dibagikan kepada masyarakat antara lain bagaimana membuat produk olahan ikan mujair yang berkualitas dan inovatif.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Gorigoria Guna Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Pesisir Danau Limboto Yuriko Boekoesoe; Siswatiana Rahim Taha; Yanti Saleh
Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve Vol 2, No 2 (2023): Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve
Publisher : Jambura Journal of Husbandry and Agriculture Community Serve

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir Danau Limboto merupakan salah satu daerah penghasil ikan, karena rata-rata pekerjaan kepala rumah tangga di daerah ini  adalah sebagai nelayan, sementara para ibu rumah tangga hanya tinggal di rumah sambil menunggu suami mereka pulang dari melaut. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu rumah tangga tentang pengolahan ikan menjadi bakso ikan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu rumah tangga. Adapun yang menjadi sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang berjumlah 20 orang yaitu memiliki keahlian dalam mengolah bahan pangan khususnya ikan sehingga tercipta kemandirian.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan  tahapan sebagai berikut: memberikan penyuluhan bagi ibu-ibu rumah tangga terkait dengan pentingnya pengolahan ikan, melakukan pelatihan pengolahan bakso  dan kripik dari ikan gori-goria. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga memiliki pemahaman mengenai manfaat ikan bagi kesehatan tubuh, memahami cara mengolah ikan menjadi bakso ikan, dan mampu membuat bakso ikan secara mandiri, serta mampu memasarkan hasil olahan bakso ikan.Kata Kunci: Pemberdayaan, Pelatihan, Bakso Ikan, gori-goria
Potensi Pasar Pupuk Organik Masyarakat Perkotaan di Gorontalo: Tinjauan Aspek Pengetahuan dan Perilaku Nurdin Nurdin; Agustinus Moonti; Siswatiana R. Taha; Echan Adam; Rival Rahman
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 8 No. 3 (2023)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v8i3.611

Abstract

This research aims to describe changes in the use of organic fertilizers in urban communities, both from the point of view of knowledge and behavior. This research was conducted in the period from February to April 2022. The population is urban in Gorontalo Province, with a random sample of 172 people with various professional characteristics. The research variables include people's perceptions, knowledge, and behavior regarding using organic fertilizers. Data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that 95.3% of the urban community's perception of a suitable type of fertilizer chose organic fertilizer over non-organic fertilizer, and from the aspect of knowledge, as much as 69.8% knew the benefits of using organic fertilizer, both for plants and the environment and economic benefits. From the behavioral aspect, 83.7% of people are used to using organic fertilizers, and 62.8% prefer to use organic fertilizers compared to other fertilizers. The market potential for organic fertilizer for urban communities in Gorontalo Province based on aspects of knowledge and behavior is relatively high so that marketing can target urban communities. Communities can use agricultural shops with good reputations or images to obtain or trade organic fertilizers.
SUBSITUSI TEPUNG NUTRIJEL PADA BAKSO CEKER AYAM BROILER SEBAGAI BAHAN PENGENYAL Taha, Siswatiana Rahim; Amu, Abdul Hamzah; Rokhayati, Umbang A.
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung nutrijel pada level yang berbeda terhadap nilai organoleptik bakso ceker ayam broiler. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2021 sampai Januari 2022 di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil Ternak Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan ceker ayam broiler, nutrijel plan, garam, tepung tapioka, baking powder, bawang putih, telur ayam, es batu, merica bubuk dan air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan ulangan sebanyak tiga kali dan empat taraf perlakuan yaitu: kontrol, 25 % Nutrijel, 50 % Nutrijel, 75 % Nutrijel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Nutrijel pada pembuatan bakso ceker ayam broiler berpengaruh sangat nyata terhadap nilai uji organoleptik. Perlakuan penambahan Nutrijel dengan level berbeda yang terbaik terdapat pada perlakuan level 25%.     Kata kunci: Bakso, Ceker Ayam, Nutrijel
KANDUNGAN KOLESTEROL TILI AYA TELUR AYAM KAMPUNG DAN TILIAYA TELUR ITIK Arman, Arman; taha, siswatiana rahim; Rokhayati, Umbang Arif
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kolesterol dari tiliaya secara kualitatif dengan bahan dasar telur yang berbeda (telur ayam kampung dan telur itik). Perlakuan penelitian adalah P1 (Telur ayam kampung 3 butir + 250 gram gula merah + santan 150 ml + garam ½ sdt), P2 (telur itik 3 butir + 250 gram gula merah + santan150 ml + garam ½ sdt), Parameter yang di uj iyaitu, kandungan LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) dengan metode uji salkowsi dan libearmen yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil uji kualitatif terhadap kandungan kolesterol LDL dengan pereaksi dragendorf didapatkan adanya kandungan kolesterol LDL dalam tiliaya ditandai dengan perubahan larutan yang terbentuknya endapan merah. Adapun untuk kandungan kolesterol HDL ditandai dengan terbentuknya buih pada saat diberikan pereaksi. Kesimpulan adanya kandungan kolesterol pada tiliaya telur ayam kampung dan tiliaya telur itik yang ditandai dengan endapan merah dan buih.
PRODUKTIVITAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK FASE FINISHER DIBERI PAKAN LUMPUR SAWIT FERMENTASI Maanaiya, Nindi Prasetiya W.; Saleh, Ellen J; Taha, Siswatiana Rahim
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Produktivitas ayam kampung unggul balitnak fase finisher diberi pakan lumpur sawit fermentasi. Penelitian ini dilaksanakan selama 60 hari di Kandang Produksi Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo yang berlokasi di kampus induk Ung Jl. Jendral Sudirman Dulalowo Timur Kota Tengah, Kota Gorontalo. Percobaan dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan empat ulangan, setiap ulangan menggunakan 6 ekor setiap kotak, total ayam kampung unggul balitnak sebanyak 120 ekor. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian terdiri dari : P0= pakan ayam tanpa lumpur sawit fermentasi/non fermentasi, P1= pakan ayam dengan 10% lumpur sawit non fermentasi, P2= pakan ayam dengan 10% lumpur sawit fermentasi, P3= pakan ayam dengan 20% lumpur sawit non fermentasi, P4= pakan ayam dengan 20% lumpur sawit fermentasi.Kata Kunci : Lumpur Sawit, Fase Finisher, Dan Ayam Kampung Unggul Balitnak.
Detection of Antibiotic Residues in Beef and Beef Liver in Gorontalo City Taha, Siswatiana Rahim; Datau, Fahria; Rokhayati, Umbang Arif; Unggango, Yenti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2024.025.02.4

Abstract

This study aims to determine the presence of antibiotic residues in beef and beef liver sold at the slaughterhouse (TPH) in Gorontalo City. The total of the samples are 34 samples, there are 20 samples of beef and 14 samples of beef liver in Gorontalo City. Testing of beef and beef liver samples using agar diffusion method. The presence of antibiotic residues can be seen from the formation of an inhibitory zones around the disc paper. The results of the study found that in sampling from the slaughterhouses in Gorontalo City, samples of beef liver from TPH Andalas gave a diameter of inhibitory zones about 11.37 mm. Beef liver samples from Padebuolo TPH gave an inhibitory zones about 8.12 mm, while beef liver samples taken from TPH Moudu gave a diameter of inhibitory zones about 15.39 mm and 10.99 mm. Then the second sample, the samples of beef from TPH Andalas gave a diameter of inhibitory zones about 12.68 mm and 9.95 mm. Beef samples from Padebuolo TPH gave inhibitory zones about 9.12 mm and 12.44 mm, while beef samples taken from TPH Moudu gave a diameter of inhibitory zones about 11.69 mm and 8.42 mm. As for TPH Biau, beef samples gave inhibitory zones about 9.86 mm and 8.11 mm. The results at each time of collecting the samples showed that most of the samples contained antibiotic residues with a weak category with the average diameter about 12.3 mm. The conclusion from the laboratory tests on 26 samples, they are 14 samples of beef and 12 samples of beef liver which were analyzed qualitatively using methanol solution showed that some of the samples were identified as antibotic residues, which were shown by the formation of inhibitory zones in each sample.
KARAKTERISTIK FENOTIP SAPI BALI BETINA DI KECAMATAN LUWUK TIMUR Kalay, Fadli; Taha, Siswatiana Rahim; Laya, Nibras Karnain
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrackThe purpose of this study was to determine the phenotypic characteristics of female Bali cattle in Luwuk Timur District. The sampling location was in Luwuk Timur District, Banggai Regency from May to June 2024. The methods used were qualitative and quantitative methods in the form of direct observation and measurement of 50 female Bali cattle. Based on the results of the study, female Bali cattle have a prominent brick red color, namely 15, brown fur 11, dark brown 14, light brown 10. Female Bali cattle have 3 horn shapes, namely 19 curved upwards, 27 curved backwards, 4 curved downwards. The shape of the ears of female Bali cattle is upright, 50. The tail color is black, 50. And the eel line is thick, 31, thin 19. It was concluded that the body color tends to be brick red with a percentage of 30%, the shape of the horns mostly curves backwards 54%, the shape of the cow's ears is dominated by erect ears 100%, the universal tail color is black 100%, finally the eel line shows a thick line covering 62%.Keywoards : Characteristics, Female Bali Cows ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik fenotip sapi Bali betina di Kecamatan Luwuk Timur. Tempat pengambilan sampel di kecamatan luwuk timur, kabupaten banggai dari bulan mei sampai bulan juni 2024. Metode yang di gunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif berupa pengamatan dan pengukuran langsung pada sapi bali betina sebanyak 50 ekor. Berdasarkan hasil penelitian sapi bali betina memiliki warna merah bata yang menonjol yaitu 15 ekor, bulu coklat 11 ekor, Coklat tua 14 ekor, coklat terang 10 ekor. Sapi bali betina memiliki 3 bentuk tanduk yaitu melengkung ke atas 19 ekor, melengkung kebelakang 27 ekor, melengkung kebawah 4 ekor. Bentuk telinga sapi bali betina yaitu tegak sebanyak 50 ekor. Warna ekor yaitu hitam sebanyak 50 ekor. Serta garis belut yaitu tebal 31 ekor, tipis 19 ekor. Disimpulkan bahwa warna tubuh cenderung merah bata persentase sebesar 30%, bentuk tanduk mayoritas melengkung kebelakang 54%, bentuk telinga sapi di dominasi telinga tegak 100%, warna ekor universal berwarna hitam 100%, terakhir garis belut menunjukan garis yang tebal mencakup 62%.Kata Kunci : Karakteristik, Sapi Bali Betina
Karakteristik Fenotip Sapi Bali Jantan Di Kecamatan Luwuk Timur Palawa, Fikri Gunawan; Taha, Siswatiana Rahim; Laya, Nibras Karnain
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi data ukuran-ukuran tubuh sapi Bali yang ada di kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai Prosedur penelitian ini adalah dengan melakukan pengambilan sampel secara langsung dengan meneliti sifat fenotip pada sapi bali jantan.warna bulu pada jantan biasanya berubah dari merah bata menjadi cokelat tua atau hitam setelah sapi itu mencapai dewasa kelamin sejak umur 1,5 tahun dan menjadi hitam mulus pada umur 3 tahun. Warna hitam dapat berubah kembali menjadi merah bata apabila dikebiri, yang disebabkan pengaruh hormon testosterone. Hasil penelitian sapi bali yang ada di kecamatan luwuk timur Warna bulu tubuh sapi bali jantan memiliki coklat tua, dan warna hitam, Adapun warna ekor sapi bali jantan yang lebih dominan yaitu hitam dan hitam kemerahan. bentuk tanduk lebih dominan melengkung kebelakang dan melengkung kesamping. Dan garis belut atau garis punggung lebih dominan tebal.