Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pemasaran Produk Sayur Kelompok Wanita Tani Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor di Era Pandemi Covid-19 Anggarawati, Sari; Prayoga, Renaldi; Wibaningwati, Dyah Budibruri; Suwarnata, Anak Agung Eka
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 1 (2021): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.539 KB) | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i1.314

Abstract

AbstrakKesadaran masyarakat terkait kesehatan khususnya di perkotaan semakin meningkat. Hal tersebut mendorong masyarakat atau konsumen untuk mengkonsumsi sayuran sebagai bagian dari hidup sehat. Kondisi ini tentu menjadi peluang pasar hortikultura, sehingga mendorong para Kelompok Wanita Tani (KWT) perkotaan di Kecamatan Tanah Sareal melakukan pemasaran khususnya produk sayuran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik mendeskripsikan secara kualitatif kegiatan pemasaran produk sayuran KWT di Kecamatan Tanah Sareal. Peneliti melakukan pengamatan, survei, wawancara, maupun studi pustaka. Metode pendekatan analisis data yang dipakai adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Hasilnya, terdapat empat KWT di Kecamatan Tanah Sareal yang melakukan kegiatan pemasaran komoditas hortikultura. Keempat KWT tersebut adalah KWT Puspasari, KWT Srikandi, KWT Kentagor Mandiri, dan KWT Griya Amanah. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh keempat KWT yaitu; pertama, mengidentifikasi dan mengevaluasi kesempatan pasar. Kedua, menganalisis segmen pasar hortikultura dan memilih target pasar. Ketiga, sudah merencanakan dan menerapkan bauran pemasaran yang memberikan nilai bagi pelanggan dan sesuai dengan tujuan dari organisasi. Keempat, KWT sudah menganalisis kinerja kelompok wanita tani. Upaya mengembangkan kegiatan pemasaran KWT di Kecamatan Tanah Sareal adalah memperhatikan sumber daya manusia dalam menangani sub unit pemasaran, mengembangkan keterampilan administrasi pemasaran, memperluas segmen pasar dan memperhatikan kondisi pasar.AbstractPublic awareness related to health, especially in urban areas, is increasing. This encourages people or consumers to consume vegetables as part of a healthy life. This condition is certainly an opportunity for the horticultural market, thus encouraging urban Women Farmers Groups (KWT) in Tanah Sareal District to do marketing, especially vegetable products. Based on this, researchers are interested in qualitatively describing the marketing activities of KWT vegetable products in Tanah Sareal District. Researchers conducted observations, surveys, interviews, and literature studies. The data analysis approach used is a qualitative descriptive approach. As a result, there are four KWTs in Tanah Sareal District that carry out marketing activities for horticultural commodities. The four KWTs are KWT Puspasari, KWT Srikandi, KWT Kentagor Mandiri, and KWT Griya Amanah. The marketing activities carried out by the four KWTs are; first, identify and evaluate market opportunities. Second, analyze the horticultural market segment and select the target market. Third, have planned and implemented a marketing mix that provides value to customers and is in line with the goals of the organization. Fourth, KWT has analyzed the performance of women farmer groups. Efforts to develop KWT marketing activities in Tanah Sareal District are paying attention to human resources in handling marketing sub-units, developing marketing administration skills, expanding market segments and paying attention to market conditions. 
Strategi Pemasaran Produk Sayuran Pada Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor Prayoga, Renaldi; Wibaningwati, Dyah Budibruri; Anggarawati, Sari
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.352

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dilakukan pada 4 KWT, dengan jumlah responden 20 orang yang dipilih secara sengaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan internal kelompok wanita tani yang merupakan kekuatan dan kelemahan; dan faktor lingkungan eksternal kelompok wanita tani yang merupakan peluang dan ancaman; alternatif strategi pemasaran hortikultura sayuran yang tepat dan dapat diterapkan oleh KWT. Hasil kajian penerapan strategi pemasaran diketahui menggunakan IFAS dan EFAS diketahui 2 KWT (Kentagor Mandiri dan Griya Amanah) berada di kuadran I dengan alternatif strategi SO: strategi yang dirancang dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut peluang pasar, KWT Puspasari terletak pada kuadran II, dengan alternatif strategi ST: strategi dengan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki KWT untuk menghadapi ancaman, KWT Srikandi terletak pada kuadran III, dengan alternatif strategi WO: strategi yang dirancang dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk meminimalkan kelemahan perusahaan.  ABSTRACT   This research was conducted at 4 KWT, with the number of respondents 20 people who were chosen deliberately. The purpose of this study was to analyze the internal environmental factors of the women farmer groups which are their strengths and weaknesses; external environmental factors for women farmer groups which are opportunities and threats; alternative marketing strategy for vegetable horticulture that is appropriate and can be implemented by KWT. The results of the study on the implementation of marketing strategies are known to use IFAS and EFAS, it is known that 2 KWT (Kentagor Mandiri and Griya Amanah) are in quadrant I with an alternative SO strategy: a strategy made by utilizing all strengths and opportunities to seize the market, KWT Puspasari is located in quadrant II, with alternative ST strategy: a strategy using the strengths of KWT to overcome threats, KWT Srikandi is located in quadrant III, with an alternative WO strategy: a strategy that is implemented by taking advantage of the opportunities KWT has to minimize company weaknesses.
STRATEGI PEMASARAN IKAN MAS DI DESA SITU DAUN, KECAMATAN TENJOLAYA, KABUPATEN BOGOR Kurniawan, Afan Tri; Anggarawati, Sari; Suwarnata, Anak Agung Eka
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 3 No 1 (2022): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v3i1.443

Abstract

ABSTRACTRana Berkah Jaya is a company that produces fresh carp in Tenjolaya, Bogor Regency. Carp has a promising market opportunity both as a Sundanese food and for fishing ponds. These opportunities lead to increasingly fierce business competition. For this reason, it is necessary to study internal and external factors and develop a marketing strategy using IFAS, EFAS and SWOT analysis. Internal strengths factor are products with guaranteed quality; competitive prices; payment method; services; various sizes of fish. Weakness factors are: the number of products is limited; promotional technology; pond quality; water sources. External factors that are opportunities are: potential market; regular customer; many fishing ponds; lack of jumbo cultivators. while the threat factors are: similar fishery business; fish feed costs; pests and diseases; climate disturbance. Furthermore, a SWOT analysis show several alternative marketing strategies were obtained consisting of the SO strategy: maintaining various sizes for fishing pool needs; keep cheap price in order to be competitive; service optimizing to consumers. ST strategy is to improve product quality; improve product quality with better maintenance techniques. The WO strategy is to utilize social media technology for promotion; Forming business partners to maintain product continuity. The WT strategy is to utilize cultivation technology to minimize climate disturbances and looking for alternative water sources to avoid pests and diseases. ABSTRAKRana Berkah Jaya merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi ikan mas segar di Tenjolaya Kabupaten Bogor. Ikan mas memiliki potensi pasar cukup menjanjikan baik sebagai makanan khas Sunda maupun untuk kolam pemancingan. Peluang tersebut menimbulkan persaingan usaha yang ketat. Untuk itu perlu dilakukan kajian faktor internal dan eksternal serta menyusun startegi pemasarannya menggunakan analisis IFAS, EFAS dan SWOT. Faktor internal yang merupakan kekuatan adalah kualitas produk; harga produk; cara pembayaran; jasa pelayanan; ukuran ikan. Sedangkan faktor kelemahannya adalah: jumlah produk terbatas; teknologi promosi; kondisi kolam; sumber air. Faktor eksternal yang merupakan peluang adalah: potensi pasar; pelanggan tetap; jumlah kolam pemancingan; minimnya pembudidaya jumbo. Faktor ancamannya adalah: usaha sejenis; biaya pakan; hama dan penyakit; gangguan iklim. Analisis SWOT menunjukkan beberapa pilihan strategi pemasaran di antaranya strategi SO yaitu mempertahankan ukuran ikan yang bervariasi agar bisa masuk ke tempat pemancingan; memepertahankan harga murah agar berdaya saing; meningkatkan pelayanan kepada konsumen agar kembali berbelanja. Strategi ST yaitu meningkatkan kualitas produk; menjaga kualiatas produk dengan memperhatikan teknik pemeliharaan. Strategi WO yaitu memanfaatkan teknologi media sosial untuk promosi; membentuk mitra usaha untuk menjaga kontinuitas produk. Strategi WT yaitu memanfaatkan teknologi budidaya untuk meminimalisir gangguan iklim; mencari alternatif sumber air untuk menghindari hama dan penyakit. 
KOMODITAS PERKEBUNAN UNGGULAN DI KAWASAN AGROPOLITAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA Anggarawati, Sari; Nasution, Muhammad Sukri
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.573

Abstract

Kabupaten Bangka memiliki kawasan perkebunan yang telah dikembangkan dengan investasi besar yang tersebar di Kecamatan Puding Besar, Bakam, Belinyu, Pemali dan Mendo Barat, di mana di dalamnya terdapat Kawasan Agropolitan Mendo Barat. Baik di Kabupaten maupun kawasan agropolitannya terdapat lima komoditas terbesar pada subsektor perkebunan, yaitu lada, karet, kelapa, kelapa sawit dan kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komoditas mana yang akan menjadi komoditas unggulan yang mampu menjadi sektor penggerak perekonomian Kawasan Agropolitan Mendo Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan pengamatan, serta studi literatur dari dokumen-dokumen yang tersedia. Metode analisis penentuan komoditas unggulan dilakukan dengan menggunakan perhitungan Location Quotient (LQ) dan Metode Bayes untuk melengkapinya. Hasil perhitungan LQ menunjukkan komoditas lada dan karet memiliki nilai LQ > 1, artinya Kawasan Agropolitan Mendo Barat dapat swasembaga komoditas lada dan karet. Hasil analisis Bayes dari lima komoditas tersebut menunjukkan lada merupakan tanaman yang memiliki prospek paling tinggi untuk dikembangkan mulai kesesuaian lahan, penerimaan masyarakat, peluang ekspor, harga komoditas, dan keterkaitan dengan hilir yang kuat. Meski demikian, masih ada terkerbatasan modal usaha dan penguasaan teknologi budidaya maupun pascapanen. Komoditas kedua yang layak dipertimbangkan adalah karet, di mana tanaman ini memiliki kesesuaian lahan yang tinggi, peluang ekspor yang masih tinggi dan memiliki areal tanam yang terluas. Selain itu adanya dukungan dari pabrik pengolahan di lokasi. Di sisi lain, komoditas karet sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga di dunia, sulitnya pemeliharaan tanaman serta penguasaan teknologi pascapanen. Bangka Regency has plantation areas that have been developed with large investments spread across the Districts of Puding Besar, Bakam, Belinyu, Pemali and West Mendo, wherein there is the West Mendo Agropolitan Area. In both the regency and its agropolitan areas, the five largest commodities are in the plantation sub-sector, namely pepper, rubber, coconut, oil palm and cocoa. The purpose of this research is to determine which commodities will become flagship commodities that are capable of becoming a driving sector for the economy of the West Mendo Agropolitan Region. Data collection was carried out through surveys, interviews and observations, as well as desk studies of the available documents. The analytical method for determining superior commodities is carried out using Location Quotient (LQ) calculations and the Bayes method to complete the LQ analysis. The results of the LQ calculation show that pepper and rubber commodities have an LQ value of > 1, meaning that the West Mendo Agropolitan Region can be self-sufficient in pepper and rubber commodities. The results of the Bayes analysis of the five commodities show that pepper is a plant that has the highest prospects for development, starting from land suitability, public acceptance, export opportunities, commodity prices, and strong downstream linkages. However, there are still limited business capital and mastery of cultivation and post-harvest technology. The second commodity worth considering is rubber, where this plant has high land suitability, high export opportunities and has the largest planting area. In addition, there is support from processing factories on site, but on the one hand it is heavily influenced by price fluctuations in the world, lack of plant maintenance and low mastery of postharvest technology.
Efektivitas Instagram Sebagai Media Promosi Usaha Tanaman Hias Syaff Flora Saputra, Cahyo Tresno; Anggarawati, Sari; Wibaningwati, Dyah Budibruri
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v6i1.881

Abstract

ABSTRACT Ornamental plants are a horticultural product that is highly sought after due to their beauty. The high public interest in ornamental plants has encouraged business actors to compete in innovating in marketing their products. Post-COVID-19 pandemic, marketing innovation through the internet (e-commerce) has become a necessity. Ornamental plant sales through the internet can be done in various ways, including direct payments on websites, Twitter, Facebook, and Instagram with various payment systems and services. This study aims to further understand the effectiveness of ornamental plant business promotion through Instagram and analyze the factors that influence promotional effectiveness related to the AIDA Model. This study uses a quantitative research design with a survey approach. The type of data used is primary data obtained directly from respondents. The research sample was determined purposively, namely followers of the Instagram account syaff.flora who are considered relevant to the research topic. Data were collected through an online questionnaire, where respondents were followers of the Instagram account Syaff Flora. Then, data were analyzed using the Spearman Rank correlation test and the Chi-Square test. The results show that the effectiveness of the AIDA Model promotional media through Instagram at the attention and interest stages is in the high category and at the desire and action stages is in the medium category. Meanwhile, the characteristic factors related to promotional effectiveness are only income level, which has a correlation with the attention and action stages. Promotional activity factors related to promotional effectiveness include message style, which has a relationship with all AIDA stages; message clarity, which is related to the attention, interest, and desire stages; message delivery frequency, which is related to the interest, desire, and action stages; and message feedback frequency, which is related to the interest stage. ABSTRAK Tanaman hias termasuk produk hortikultura yang banyak diminati karena keindahannya. Tingginya minat masyarakat terhadap tanaman hias mendorong para pelaku usaha untuk berlomba-lomba melakukan inovasi dalam memasarkan produknya. Pasca masa pandemi Covid-19, inovasi pemasaran melalui internet (e-commerce) telah menjadi sebuah keharusan. Penjualan tanaman hias melalui media internet dapat dilakukan dengan berbagai cara, dapat berupa pembayaran langsung pada website, Twitter, Facebook, maupun Instagram dengan berbagai sistem dan layanan pembayaran. Penelitian ini memiliki tujuan lebih dalam untuk memahami efektivitas promosi usaha tanaman hias melalui media Instagram dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas promosi terkait Model AIDA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden. Sampel penelitian ditentukan secara purposive, yaitu para pengikut akun Instagram Syaff Flora yang dianggap relevan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, di mana responden adalah followers akun Instagram Syaff Flora, selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media promosi Model AIDA melalui Instagram pada tahap perhatian dan minat berada pada kategori tinggi dan pada tahap keinginan dan tindakan berada pada kategori sedang. Sedangkan faktor karakteristik yang berhubungan dengan efektivitas promosi hanya tingkat pendapatan memiliki korelasi dengan tahap perhatian dan tindakan. Faktor kegiatan promosi yang berhubungan dengan efektivitas promosi yaitu gaya pesan memiliki hubungan dengan semua tahapan AIDA; kejelasan pesan berhubungan dengan tahap perhatian, minat dan keinginan; frekuensi penyampaian pesan berhubungan dengan tahap minat, keinginan, tindakan; dan frekuensi umpan balik pesan berhubungan dengan tahap minat.
Tingkat Kepuasan Petani Terhadap Penggunaan Pupuk Hayati Boc-Srf dan Pupuk Hayati X dalam Meningkatkan Produksi Cabai Merah Anggarawati, Sari; Sunengsih, Sunengsih; Wibaningwati, Dyah Budibruri; Suwarnata, Anak Agung Eka
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14851

Abstract

Red chilli is a plant that has always been the subject of discussion because it can cause inflation in Indonesia. Even though demand is high, the lack of goods causes prices to soar. One effort to increase red chilli productivity is the use of fertilizer. The Center for the Study and Application of Technology (BPPT) has produced superior biological fertilizers, namely BOC-SRF Biological Fertilizers, which farmers use on red chilli plants. Farmers as consumers certainly feel satisfied or not after using this fertilizer or other biological fertilizers; therefore, it is necessary to research the level of satisfaction of farmers regarding the use of BOC-SRF Biofertilizer and Biological Fertilizer Hayati BOC-SRF with Hayati X in Sukatani Village, Pacet District, Cianjur Regency with 40 farmers as respondents. The analysis method uses the Customers Satisfaction Index (CSI), Important Performance Analysis (IPA) and Diagonal Analysis (Suharjo Split). As a result, farmers were very satisfied with the performance of BOC-SRF biofertilizer (CSI: 81%), while farmers using X biofertilizer were satisfied with an index value of 74.4%. The attribute that is the main priority but performs poorly when using BOC-SRF biological fertilizer is the "productive period". In contrast, for X biological fertilizer, it is the "productive period and production yield". The analysis of service efficiency levels showed that over-service occurred in the HPT resistance attribute of BOC-SRF biofertilizer, while other attributes experienced under-service. At the level of biofertilizer service efficiency X, all attributes are experienced under service.
Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Inovasi Urban Farming Berbasis Kelompok Wanita Tani Anggarawati, Sari; Jannah, Asmanur; Putra, Mulyana Gustira; Melda; Aditya, Fahreza Nur Putra
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i3.21816

Abstract

Ketahanan pangan keluarga merupakan isu penting masyarakat di tengah meningkatnya harga bahan pangan dan keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan. Urban farming menjadi solusi alternatif yang dapat diterapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat secara mandiri. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di KWT Kelurahan Kencana, Kota Bogor dengan tujuan meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam menerapkan urban farming dan mendukung ketahanan pangan keluarga. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya tanaman sayuran serta pemanfaatan lahan pekarangan. Selain itu, anggota KWT mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangan sendiri, sehingga mengurangi pengeluaran rumah tangga dan meningkatkan kemandirian pangan keluarga. Peningkatan keterampilan anggota KWT dalam budidaya sayuran melalui teknik hidroponik sederhana. Pelatihan urban farming berhasil meningkatkan kapasitas peserta secara menyeluruh. Rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 44,9%, keterampilan sebesar 38,3%, serta sikap dan motivasi sebesar 37,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya memperkuat pemahaman, tetapi juga membentuk keterampilan praktis dan motivasi peserta untuk menerapkan urban farming.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI PUSPA SARI, KOTA BOGOR DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK TANAMAN OBAT KELUARGA Asmanur Jannah; Anna Fitriani; Linar Humaira; Agista Rosiana; Sari Anggarawati; Fathan Hadyan Rizki; Putri Reska Febriyanti; Aldiansyah Aldiansyah
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.401 KB) | DOI: 10.31938/jai.v1i2.417

Abstract

The Women Farmers Group (KWT) Puspa Sari is one of the KWTs in Bogor that has succeeded in empowering members and the surrounding community to use vacant land to be productive. Currently, KWT Puspa Sari in Bogor City has business activities, including plant production, medicinal plant processing, marketing processed medicinal plants and microfinance businesses. However, some of the problems faced by KWT include the lack of knowledge related to postharvest handling of medicinal plants into ready-to-sell products. For this reason, it is necessary to increase the knowledge and skills of the management and members of KWT as well as the community around handling harvests, especially TOGA, so that they have added value and increased the selling price. Increased value added can be done by utilizing postharvest technology such as making simplicia followed by packaging and labelling. Packaging equipped with labelling will make the product more durable and attractive. This service activity consists of several stages, including the preparation stage, which provides surveys, targeting, and preparation of materials/materials and tools. The implementation stage includes exposure to material and practice and the training evaluation stage through satisfaction questionnaires and measurement of training activities before and after questionnaires training. This community service activity showed an increase in knowledge and skills in TOGA postharvest management by 18.60 percent after this training. Based on the satisfaction questionnaire distributed to the training participants, 80.31 percent were satisfied with this training activity. Hopefully, with this training, it is hoped that KWT Puspa Sari Bogor City can increase the added value of TOGA and can develop the marketing of cultivation products and postharvest handling of TOGA.Key words : Postharvest, the added value, TOGA, KWTAbstrakKelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Sari merupakan salah satu KWT di Kota Bogor yang berhasil memberdayakan anggota dan masyarakat di sekitarnya dalam memanfaatkan lahan kosong menjadi produktif. Saat ini KWT Puspa Sari Kota Bogor memiliki kegiatan usaha meliputi produksi tanaman, pengolahan tanaman obat, pemasaran hasil olahan tanaman obat, dan usaha keuangan mikro. Namun, beberapa permasalahan yang dihadapi KWT diantaranya masih minimnya pengetahuan terkait penanganan pascapanen tanaman obat menjadi produk siap dijual. Untuk itu diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota KWT serta masyarakat sekitar tentang penanganan pascapanen khususnya tanaman obat keluarga agar memiliki nilai tambah dan meningkatkan harga jualnya. Peningkatan nilai tambah dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pascapanen seperti pembuatan simplisia yang dilanjutkan dengan pengemasan dan pelabelan. Pengemasan yang dilengkapi dengan pelabelan akan menjadikan produk lebih awet dan lebih menarik. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya : tahap persiapan yang meliputi survei, penentuan sasaran, penyusunan bahan / materi, dan persiapan alat, tahap pelaksanaan meliputi paparan materi dan praktek. Tahap evaluasi pelatihan melalui angket kepuasan dan pengukuran kegiatan pelatihan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap penanganan pascapanen tanaman obat keluarga (TOGA) sebesar 18,60 % setelah adanya pelatihan ini. Berdasarkan angket kepuasan yang disebarkan kepada peserta pelatihan menunjukkan bahwa 80,31 % dengan adanya kegiatan pelatihan ini. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini KWT Puspa Sari Kota Bogor dapat meningkatkan nilai tambah TOGA dan dapat mengembangkan pemasaran hasil budidaya dan pengelolaan pascapanen TOGA.Kata Kunci : Pascapanen, nilai tambah, TOGA, KWT
PENYULUHAN DAN PELATIHAN TEKNOLOGI PASCAPANEN KOPI DI DESA CINTA RAKYAT, KECAMATAN MERDEKA, KABUPATEN KARO, PROVINSI SUMATERA UTARA Asmanur Jannah; Sari Anggarawati; Dyah Budibruri Wibaningwati; Anak Agung Eka Suwarnata; Ratna Sari Hasibuan
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v4i1.850

Abstract

Abstract Tanah Karo, at the foot of Mount Sinabung, is known as a producer of Arabica coffee. Coffee harvests can still be increased in quantity and quality through good post-harvest handling. Farmers can use to produce quality coffee by providing counseling and training in post-harvest handling of coffee so that the products produced are of high quality and can increase farmers' income. Counseling and training were attended by 20 coffee farmers from Cinta Rakyat Village, and counseling materials were provided on the stages of post-harvest activities, including selecting ripe cherry fruit, processing it with a pulper, fermentation, and drying it. Then, continued training using a pulper to peel the skin and coffee fruit, soak in water, wash, and dry in the sun until the water content is 15% -16% to be stored before being sold. The results of the evaluation of training participants who felt very satisfied were 55% stated that they were satisfied by 45% and participants were able to understand the material given by 85%. Keywords: arabica coffee, Tanah Karo, post-harvest, farmer training, counseling Abstrak Tanah Karo di kaki Gunung Sinabung dikenal sebagai penghasil kopi Arabika. Hasil panen kopi masih dapat ditingkatkan baik kuantitas dan kualitas melalui penanganan pascapanen yang baik. Cara yang dapat dilakukan oleh petani untuk menghasilkan kopi yang berkualitas, yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam penanganan pascapanen kopi agar produk yang dihasilkan berkualitas dan dapat meningkatkan pendapatan petani. Penyuluhan  dan pelatihan diikuti 20 petani kopi dari Desa Cinta Rakyat dengan materi penyuluhan tentang tahapan kegiatan pascapanen meliputi pemilihan buah Cherry masak pohon, pengolahan dengan pulper, fermentasi dan pengeringan. Lalu, dilanjutkan dengan pelatihan menggunakan pulper untuk mengupas kulit dan buah kopi, merendam d alam air, mencuci dan mengeringkan di bawah sinar matahari sampai didapatkan kadar air nya sebesar 15%-16% untuk bisa disimpan sebelum dijual. Hasil evaluasi terhadap peserta pelatihan yang merasa sangat puas sebesar 55%, menyatakan puas sebesar 45% dan peserta dapat memahami materi yang diberikan sebesar 85%. Kata Kunci: kopi arabika, Tanah Karo, pascapanen, pelatihan petani, penyuluhan