Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Kedawung Tahun 2025 Arafah, Liza Nur; Subianto, Totok; Aryani, Bhakti; Elfi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3818

Abstract

Waktu tunggu salah satu faktor penting yang menyebabkakan kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kedawung untuk menganalisis hubungan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 96 pasien dan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 76 pasien (79,2%) mengalami waktu tunggu sesuai Standar Pelayanan Minimal (≤ 60 menit), dan 52 pasien (54,2%) merasa puas. Menghasilkan nilai p = 0,001 (< α 0,05), yang menunjukkan hubungan signifikan antara waktu tunggu dan kepuasan pasien. Oleh karena itu, Puskesmas Kedawung perlu mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan waktu tunggu dan dimensi mutu pelayanan.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA DI UNIT REKAM MEDIS RUMAH SAKIT UMUM UNIVERSITAS MUHAMMDIYAH CIREBON MENGGUNAKAN METODE ABK-KES TAHUN 2025 Avitah, Syahra Inayati; Karmanto, Bambang; Subianto, Totok; Elfi
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3821

Abstract

Terjadinya tidak seimbangnya jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dengan jumlah staf yang tersedia tersedia dapat mempengaruhi tingkat produktivitas dan kualitas pelayanan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah pasien. Penelitian ini bertujuan menghitung kebutuhan tenaga kerja di unit rekam medis RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Populasi penelitian berjumlah 18 petugas rekam medis, dengan sampel sebanyak 4 petugas per subbagian menggunakan teknik purposive sampling. Hasil perhitungan menunjukkan waktu kerja tersedia sebesar 65.340 menit/tahun. Berdasarkan metode ABK-Kes, kebutuhan tenaga rekam medis adalah 4 petugas koding rawat jalan, 1 petugas koding rawat inap, 1 petugas assembling, 11 petugas filling, dan 1 petugas pelaporan. Secara keseluruhan, dibutuhkan 19 tenaga kerja, sehingga terdapat kekurangan 12 petugas rekam medis di RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Hubungan Kualitas Layanan Aplikasi Mobile JKN pada Fitur Pendaftaran Pelayanan Antrean terhadap Kepuasan Pasien BPJS di Puskesmas Mundu Kabupaten Cirebon Ramadhani, Revalina; Subianto, Totok; Elfi; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3827

Abstract

Mobile JKN merupakan aplikasi pelayanan digital dari BPJS Kesehatan untuk memberikan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan aplikasi mobile JKN pada fitur pendaftaran pelayanan antrean terhadap kepuasan pasien BPJS di Puskesmas Mundu. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu pasien Puskesmas Mundu yang mendaftar online menggunakan mobile JKN pada bulan maret 2025 dengan jumlah 148. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive random sampling dengan pengukuran rumus slovin sebanyak 60. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup skala Likert 1–4 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya lalu ditanyakan kepada masing-masing pasien yang mendaftar menggunakan mobile JKN. Pengelolaan data dalam penelitian ini menggunakan software IBM SPSS versi 27. Responden dalam penelitian ini mayoritas perempuan dengan usia 26-35 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas layanan aplikasi dalam kategori baik (66,7%) dan merasa puas terhadap layanan tersebut (73,3%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 yang dimana α < 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara kualitas layanan fitur pendaftaran antrean dengan kepuasan pasien BPJS.
Hubungan Kepuasan Layanan dengan Loyalitas Pasien di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon Tahun 2025 Salsabila, Ananda Sandi; Subianto, Totok; Elfi; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i1.3845

Abstract

Pemberian layanan kesehatan oleh fasilitas pelayanan kesehatan harus memprioritaskan  layanan yang terbaik dan optimal untuk meningkatkan kepuasan konsumen, sehingga menumbuhkan loyalitas. Wawancara pendahuluan kepada pasien lama dengan metode bayar umum (karcis) merasa puas dengan pelayanan di Puskesmas Kedawung dikarenakan pelayanannya lengkap, nyaman dan biayanya terbilang murah. Namun, jika aspek kenyamanan, kecepatan, dan pendekatan personal tidak ditingkatkan, ada potensi pasien beralih ke klinik atau praktik dokter mandiri yang dirasa lebih responsif secara individual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dengan kepuasan layanan dengan loyalitas pasien di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon tahun 2025. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi yang digunakan adalah pasien dengan metode bayar umum dan pernah berkunjung sebelumnya di Puskesmas Kedawung dengan jumlah sampel 90 responden. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square (p value 0,000 < 0,05) diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan layanan dengan loyalitas pasien di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon. Dengan adanya penelitian ini diharapkan Puskesmas dapat terus meningkatkan dan mempertahankan kualitas pelayanan, serta dapat menjamin kerahasian pada setiap pasien dan melakukan survei kepuasan secara berkala untuk mengevaluasi kinerja pelayanan kesehatan.
REVIEW OF THE SECURITY AND CONFIDENTIALITY OF ELECTRONIC MEDICAL RECORDS AT UPTD PUSKESMAS KEDAWUNG IN 2025 Finliana, Shelomita Cahya; Subianto, Totok; Elfi; Karmanto, Bambang
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3860

Abstract

Medical records are confidential documents that need to be preserved because they contain a complete record of the patient's treatment and care process from beginning to end. To ensure the information it is necessary to support the security and confidentiality system in electronic medical records.  This study aims to determine the security and confidentiality of electronic medical records with aspects of confidentiality, integrity, and availability at UPTD Puskesmas Kedawung. This type of research uses a type of qualitative method. The method used to collect data is by using in-depth interviews and observation. The subjects of this study consisted of 3 people, namely the head of the Kedawung Puskesmas, the medical records coordinator, and the medical records officer. The results showed that there is no specific SOP that regulates the security and confidentiality of the RME. In addition, access rights are given to all officers so that they can access other sections as well.
Analisis Kesiapan Pengguna SIMRS dalam Implementasi KRIS Menggunakan Kerangka Kerja HOT-FIT Maulidiyah, Fuji; Elfi, Elfi; Subianto, Totok; Aryani, Bhakti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7671

Abstract

Implementasi kebijakan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) mendorong transformasi digital di sektor pelayanan kesehatan, khususnya dalam penguatan peran Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk mengelola data pasien secara terintegrasi, akurat, dan real-time. Kebijakan ini menuntut kesiapan sistem serta sumber daya manusia dalam mengoperasikan teknologi secara optimal. Namun, dalam praktiknya, keberhasilan implementasi SIMRS tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kesiapan pengguna, dukungan organisasi, serta kesesuaian sistem dengan kebutuhan kerja di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pengguna SIMRS dalam mendukung implementasi KRIS menggunakan kerangka kerja Human, Organization, Technology-Fit (HOT-FIT). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi seluruh petugas rekam medis di Rumah Sakit Ciremai sebanyak 21 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi HOT-FIT berada pada kategori siap, dengan nilai rata-rata human sebesar 4,76, organization 4,18, technology 4,36, dan net benefit 4,00. Dimensi human menunjukkan skor tertinggi, sedangkan net benefit terendah namun tetap dalam kategori siap. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengguna SIMRS telah siap mendukung implementasi KRIS, namun optimalisasi sistem tetap diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan manfaat layanan kesehatan.
Hubungan Waktu Tunggu Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kamarang Amanulloh, Hibban; Khasanah, Lina; Elfi, Elfi; Subianto, Totok
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8249

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh ketepatan waktu pelayanan, salah satunya adalah waktu tunggu pasien pada layanan rawat jalan. Waktu tunggu yang tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal berpotensi menurunkan tingkat kepuasan pasien serta persepsi terhadap mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kamarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, di mana pengukuran variabel dilakukan secara bersamaan dalam satu periode waktu. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik kuota sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung waktu tunggu menggunakan alat ukur waktu, serta kuesioner kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami waktu tunggu sesuai standar (≤60 menit) sebesar 77,1% dengan rata-rata waktu tunggu 38,01 menit, sedangkan 22,9% mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit. Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa 76% responden merasa puas dan 24% tidak puas. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu pelayanan dengan kepuasan pasien. Disimpulkan bahwa efisiensi waktu tunggu berkontribusi terhadap peningkatan kepuasan pasien, meskipun faktor lain juga turut memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan di puskesmas.
Gambaran Kepuasan Pengguna Fitur Antrean Online Mobile JKN dengan Metode End User Computing Satisfaction di Puskesmas Kalitanjung Tahun 2026 LAILA, NUR FARIDA; SUBIANTO, TOTOK; ELFI; RAHMAWATI, FITRIA DEWI
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v5i1.5429

Abstract

Teknologi bidang kesehatan bertumbuh dengan semakin pesat. Dalam mendukung upaya digitalisasi sistem kesehatan, BPJS Kesehatan meluncurkan inovasi teknologi aplikasi Mobile JKN yang bertujuan untuk memudahkan proses registrasi pasien, informasi kepesertaan, serta pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Kalitanjung, penggunaan aplikasi masih belum optimal. Dari total 17.838 kunjungan sejak Maret-Agustus 2025, hanya terdapat 290 kunjungan berasal dari Mobile JKN, atau sekitar 1,6 %. Rendahnya jumlah kunjungan online melalui fitur antrean online Mobile JKN tersebut menunjukkan tingkat penggunaan antrean online belum optimal. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara ketersediaan layanan digital dan tingkat pemanfaatannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan pengguna fitur antrean online Mobile JKN di Puskesmas Kalitanjung Tahun 2026. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif desain cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 290 kunjungan online Mobile JKN, terhitung Maret-Agustus 2025, perhitungan sampel dengan rumus Slovin didapatkan sejumlah 75 pasien pengguna Mobile JKN. Metode pengumpulan data dengan teknik kuesioner skala likert 1-5. Analisis dilakukan secara deskriptif univariat serta hasil disajikan dalam bentuk kategori kriteria kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan indeks kepuasan pengguna dari aspek content dengan nilai mean 3.71, aspek accuracy nilai mean 3.97, aspek format nilai mean 3.61, aspek ease of use nilai mean 3.83, dan aspek timeliness nilai mean 3.75. Kesimpulannya, tingkat kepuasan pengguna ada pada level “Puas”, namun aspek tampilan antarmuka dan tata letak aplikasi, perlu dirancang lebih sederhana dan ramah bagi semua kalangan pengguna.
The Relationship between Occupational Safety and Health (OHS) and the Work Effectiveness of Medical Records Officers at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung in 2026 Wulandari, Revita; Elfi; Subianto, Totok; Abdurachman, Agus Setiawan
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v5i1.5434

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is an important aspect in creating a safe work environment and supporting work effectiveness, including for medical records officers who face various occupational risks. This study aimed to determine the relationship between OSH and the work effectiveness of medical records officers at Dr. Hasan Sadikin General Hospital, Bandung, in 2026. This investigation used a quantitative method with an analytic approach and a cross-sectional design. The sample consisted of 60 respondents selected utilizing total sampling considering inclusion and exclusion criteria. Data were collected utilizing questionnaires and analyzed utilizing the chi-square test. The outcomes revealed that most respondents had a good level of OSH (58.3%) and good work effectiveness (53.3%). However, statistical analysis indicated that there was no significant relationship between OSH and work effectiveness (p-value = 0.490 ≥ 0.05). This finding suggests that work effectiveness is not solely influenced by OSH implementation but also by other factors such as work experience, skills, and work systems. Nevertheless, OSH implementation remains important in creating a safe and comfortable work environment to support the optimal performance of medical records officers.
The Relationship between Digital Health Literacy and Cyberchondria towards Students of State Senior High School 1 Cirebon City in 2026 Goeshticha, Aulia Halliza; Subianto, Totok; Elfi; Haryanto, Yanto
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v5i1.5450

Abstract

With the advancement of digital technology, the internet has become the primary source of health information, especially for teenager. However, difficulty in evaluating this information can lead to cyberhondria. This study aims to examine the relationship between digital health literacy and cyberchondria towards students at SMAN 1 Cirebon City. This study employs a quantitative correlational cross-sectional approach. The study involved students from SMAN 1 Cirebon City with a sample size of 145 participants using quota sampling. The instruments used were the Electronic Health Literacy Scale Indonesian Version (I-eHEALS) to measure digital health literacy, while the Cyberchondria Severity Scale-12 (CSS-12) was used to measure cyberchondria via a 1–5 Likert scale questionnaire. The was used to analyze the data to determine the relationship between the two variables. Regarding digital health literacy, the highest percentages were found among female students (90.0%) and 10th-grade students (90.0%). Regarding cyberchondria, the highest percentages were found among female students (69.2%) and 10th-grade students (85.7%). According to Spearman’s correlation test, a correlation coefficient of 0.375 falls into the weak category and indicates a significant association between digital health literacy and cyberchondria among students at SMAN 1 Cirebon (p = 0.000 < 0.05). This study serves as a foundation for the development of digital health literacy education that emphasizes information evaluation skills to minimize the risk of cyberchondria.