Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Melalui Pelatihan Pengelolaan Homestay dan Kebersihan Jaya, Risman; Ohyver, Daniel Adolf; Muhtasom, Ali; AB, Ahmad
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 1 No. 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/padaidi.v1i1.111

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wisata Andalan Lembanna bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat dalam mengelola homestay, menjaga kebersihan destinasi wisata, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. Kegiatan ini melibatkan persiapan yang matang, observasi lapangan, dan pelaksanaan yang melibatkan ceramah, diskusi, serta praktik langsung di homestay. Materi pelatihan mencakup pengelolaan homestay, pelayanan tamu, praktik kebersihan, pengolahan sampah, dan pemasaran homestay secara digital. Evaluasi proses pelatihan menunjukkan bahwa materi pelatihan dinilai relevan, metode pelatihan efektif, dan partisipasi peserta baik. Kesimpulannya, kegiatan tersebut dianggap berhasil dan diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal di desa wisata lainnya
Homestay Digital Marketing in Tourism Villages in South Sulawesi (Case Study in 3 Featured Tourism Village) Daniel Adolf Ohyver; Hamsu Hanafi; Ali Muhtasom
Return : Study of Management, Economic and Bussines Vol. 2 No. 10 (2023): Return : Study of Management, Economic And Bussines
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/return.v2i10.168

Abstract

One type of accommodation that is widely found in tourist villages is homestay. Homestay is an accommodation that offers the experience of living together with locals in their homes. Homestay is a popular form of accommodation in tourist villages because it provides a different experience from other accommodations, as well as providing opportunities for tourists to interact with locals. Although homestays are in great demand by tourists, there are still some challenges in marketing them in tourist villages. One of the challenges faced by homestay marketers in tourist villages is the lack of knowledge on how to market effective homestays. In addition, homestays in tourist villages are also faced with competition with other accommodations such as hotels, villas, and other inns. The results showed that the homestay marketing strategy has not been effective enough in Tourism Villages in South Sulawesi, because homestay owners / managers and pokdarwis as homestay marketing coordinators in tourism villages have not had the right concept in their marketing. The role of information technology has not increased the effectiveness of homestay digital marketing in tourism villages in South Sulawesi due to limited digital literacy and resources.
Tren Hijau: Studi Komparatif Preferensi Hotel Ramah Lingkungan di Kalangan Milenial dan Gen Z Daniel Adolf Ohyver; St Raizah Adawiah; Mohd Khaerul Ikwan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.104975

Abstract

Kesadaran yang semakin meningkat terhadap keberlanjutan lingkungan telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen dalam industri pariwisata dan perhotelan terutama bagi generasi milenial dan Z. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan preferensi Milenial dan Gen Z terhadap konsep perhotelan ramah lingkungan, dengan fokus pada sikap, motivasi, dan niat perilaku mereka terhadap pilihan akomodasi yang berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei daring dari 350 responden (175 Milenial dan 175 Gen Z). Analisis data dilakukan dengan bantuan software statistik seperti SPSS atau AMOS. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa meskipun kedua generasi menghargai praktik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, Gen Z lebih bersedia membayar lebih untuk hotel ramah lingkungan dan lebih mengandalkan platform digital serta influencer media sosial untuk menilai klaim keberlanjutan. Sebaliknya, Milenial lebih mengutamakan efektivitas biaya dan kepraktisan, serta cenderung mempertanyakan keaslian dari upaya pemasaran hijau. Wawasan kualitatif lebih lanjut menyoroti pentingnya transparansi, keaslian, dan tanggung jawab sosial dalam membentuk persepsi positif terhadap perhotelan ramah lingkungan. Studi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan mengenai perbedaan antar generasi dalam konsumsi pariwisata berkelanjutan, serta memberikan wawasan praktis bagi para manajer perhotelan untuk menyesuaikan penawaran dan strategi komunikasi mereka demi memenuhi harapan para pelancong muda.