Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kajian Kelelahan Kerja Dan Lingkungan Fisik Pada Home Industri Tahu Fajri, Rahmad; Helmy, Helina; Usman, Sarip; Sutopo, Agus; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15483

Abstract

Backgorund: Work fatigue is a feeling of tiredness and decreased alertness. From a neurophysiological point of view, it is revealed that fatigue is seen as a systematic state of the central nervous system resulting from prolonged activity and is fundamentally controlled by opposing activity between the activity system and the inhibition system in the brain stem. purpose: From this research to determine the temperature, lighting and humidity in the Tahu Home Industry, Gunung Sulah Village, Bandar Lampung City. Methods: This research is descriptive, namely direct observation in the field. The objects of this research are 7 tofu home industries located on Mount Sulah, data obtained through temperature and humidity measuring devices (Thermohygrometer), lighting (Lux meter), as well as checklists and questionnaires for work fatigue.Results: Obtained from seven tofu industries that have not fully met the requirements or 100% none of them have met the requirements as decided by Minister of Health Regulation No. 70 of 2016. The measuring instruments used are temperature, humidity (Thermohygrometer), Lighting (Lux meter) and of the thirty-five respondents, twenty-five workers are affected by health problems, namely Heat strain, Heat Exhaustion and Heat Stroke, while work fatigue is excessive, namely never 0%, Rarely 2.85%, Sometimes 11.42%, Often 85.71%, Very often 0%.Conclusion: The author hereby suggests that every home industry owner should control environmental factors in accordance with the need for a comfortable and safe workplace for workers.Suggestion: It would be best for every home industry owner to know to add ventilation or fans to minimize high temperatures in the workplace to create good air circulation, add lighting in the form of lamps or natural lighting, and prepare drinks for workers so that lost body fluids can be replaced with drink lots of water Keywords: Temperature, Lighting, Humidity and Work Climate ABSTRAK Latar belakang: Kelelahan kerja adalah rasa penat serta berkurangnya kewaspadaan. Berdasarkan perspektif neurofisiologi, kelelahan dianggap sebagai kondisi sistem saraf pusat yang disebabkan oleh kegiatan tanpa henti, yang secara mendasar dikendalikan oleh interaksi kontradiktif antara koordinasi aktifitas dan sistem supresi di batang otak.Tujuan: Dari penelitian ini untuk mengetahui Suhu, Pencahayaan, Kelembaban dan kelelahan kerja pada Home Industri Tahu Kelurahan Gunung Sulah Kota Bandar Lampung.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu observasi langsung ke lapangan. Objek pada penelitian ini adalah tujuh home industri tahu yang berada di Gunung Sulah, data yang diperoleh melalui alat pengukur suhu dan kelembaban (Thermohygrometer), pencahayaan (Lux meter), serta cheklist dan kuisioner untuk kelelahan kerja.Hasil: Diperoleh dari tujuh industri tahu belum memenuhi syarat sepenuhnya atau 100% tidak ada yang memenuhi syarat sesuai yang diputuskan oleh Permenkes No. 70 Tahun 2016. Alat ukur yang di gunakan yakni suhu, kelembaban (Thermohygrometer), Pencahayaan (Lux meter) dan dari tiga puluh lima responden dua puluh lima pekerja terkena gangguan kesehatan yakni Heat strain, Heat Exhaustion, dan Heat Stroke sedangkan untuk kelelahan kerja secara berlebih yakni tidak pernah0%, Jarang 2,85%, kadang-kadang 11,42%, Sering 85,71%, Sangat sering 0%.Kesimpulan: Dengan ini penulis menyarankan untuk tiap pemilik home industri agar dilakukannya pengendalian faktor lingkungan sesuai dengan kebutuhan tempat bekerja yang tentram dan terjaga bagi pekerja.Saran: sebaiknya untuk tiap pemilik home industri tahu menambahkan ventilasi atau kipas angin untuk meminimalisir suhu yang tinggi di tempat kerja agar terciptanya sirkulasi udara yang baik, menambahkan penerangan berupa lampu ataupun berupa pencahayaan alami, dan menyiapkan minum untuk para pekerja agar cairan tubuh yang hilang bisa digantikan dengan minum air putih yang banyak. Kata Kunci: Suhu, Pencahayaan, Kelembaban Dan Iklim Kerja 
Edukasi dan Pelatihan Keluarga dan Kader Kesehatan tentang Pencegahan dan Perawatan Anak dengan Tuberkulosis Paru di rumah Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Anita, Anita; Aprina, Aprina; Astuti, Titi; Hasan, Amrul; Kadarusman, Haris; Siregar, Maria Tuntun; Fauziah, Raden Roro Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15071

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita Tuberkulosis (TBC) tertinggi ketiga di dunia dengan perkiraan jumlah orang penderita akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian 98.000 orang atau setara dengan 11 kematian/jam. Faktor risiko TBC pada anak diantaranya adalah status gizi, ASI eksklusif, riwayat kontak TBC, usia imunisasi BCG, keberadaan perokok dan sanitasi lingkungan. TBC pada anak dapat dicegah dengan meningkatkan status kesehatan & nutrisi yang baik, memutus rantai penularan TBC dengan  PHBS, mengubah perilaku anak, keluarga dan lingkungan secara terus menerus. Pengabdian bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan Kader Kesehatan tentang pencegahan dan perawatan  TBC. Pelaksanaan kegiatan secara kelompok di Desa Sidodadi Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, pada bulan Agustus 2024. Sasaran kegiatan adalah 20 keluarga yang memiliki balita resiko TBC. Kegiatan diawali dengan pelatihan dan edukasi, keberhasilan pelatihan diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan baik pada kelompok usia dewasa maupun kelompok keluarga dengan anak penderita TBC terkait perawatan balita/anak dengan TBC di rumah setelah dilakukan pelatihan keluarga dan kader kesehatan. Kata kunci: Anak, Pencegahan, Perawatan, TBC  ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the third highest TB burden in the world with an estimated number of people falling ill due to TB reaching 845,000 with a death rate of 98,000 or equivalent to 11 deaths/hour. Risk factors for tuberculosis in children include nutritional status, exclusive breastfeeding, history of contact with tuberculosis, age of BCG immunization, the presence of smokers and environmental sanitation. Tuberculosis in children can be prevented by improving good health & nutrition status, breaking the chain of TB transmission with PHBS, changing the behavior of children, families and the environment continuously. The service aims to improve the knowledge and skills of families and Health Cadres about TB prevention and treatment. The implementation of group activities in Sidodadi Village, Pardasuka District, Pringsewu Regency, in August 2024. The target of the activity is 20 families with toddlers at risk of TB. The activity began with training and education, the success of the training was measured by comparing the results of the pretest and posttest. The results of this service show an increase in understanding and knowledge in both adult and child age groups related to the care of toddlers and children with tuberculosis at home after training families and health cadres. Keywords: Children, Prevention, Treatment, TB
PELATIHAN JUMANTIK DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA YAYASAN TRI SUKSES LAMPUNG, DESA PEMANGGILAN KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN. Sutopo, Agus; Sapta, Wibowo Ady; Murwanto, Bambang; Kadarusman, Haris
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.39970

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Angka insidensi penyakit di Provinsi Lampung berfluktuasi dan terjadi peningkatan dalam tiga tahun terakhir yaitu dari 25,0/100.000 penduduk tahun 2021, dan meningkat menjadi 50,8/100.000 penduduk tahun 2022 dan mengalami penurunan menjadi 23,4/100.000 penduduk pada tahun 2023. Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2022 angka insidensi yaitu sebesar 25,4/100.000 penduduk, dan tidak ada kematian, Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan keadaan penyakit DBD, menurut informasi dan data dari Puskesmas Hajimena mengalami peningkatan dari Bulan Januari sampai Agustus 2024 sebanyak 55 kasus. Dalam rangka menekan terjadinya kasus DBD pada suatu wilayah diperlukan partisipasi masyarakat dalam rangka memonitor dan memberantas sarang nyamuk vektor penyakit, sehingga perkembangan populasi nyamuk tetap dalam kondisi aman tidak menjadi sumber penularan penyakit tersebut.  Keterlibatan masyarakat dapat dilakukan terhadap potensi sumber daya yang ada di daerah, termasuk institusi pendidikan dan siswa pondok pesantren yang terdapat di wilayah tersebut sebagai sumber daya yang dapat dikembangkan dan membantu program. Maka oleh sebab itu diperlukan pengembangan “Pelatihan juru pemantau jentik dalam “Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)” di Pondok Pesantren Nurul Huda Lampung oleh dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Program Studi Sanitasi Program Diploma Tiga. Pendekatan ini digunakan dalam rangka membatu meningkatkan program pengendalian penyakit DBD di suatu wilayah.
Sanitation Overview On The Working Area Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24161

Abstract

Background: Communicable diseases remain a health problem in all regions of Indonesia, especially environmentally-based diseases such as Acute Respiratory Infections and Diarrhea, which are consistently among the top ten diseases in every region of Indonesia, including on the working area of Hajimena Health Center area in Natar District, South Lampung Regency.Objectives: To reveal the sanitation conditions on the Hajimena Health Center’s service area, comprised of clean water facilities, household toilets, waste management, and handwashing with soap behavior.Methods: The study was conducted by surveying 365 households, and the sample distribution was consisted of 200 households at Hajimena Village, 105 households at Pemanggilan Village, and 60 households at Sidosari Village. Data collection was carried out through home observations and interviews with the respondents i.e. head of the family or housewife of the selected sample. Data analysis was performed using statistical univariate analysis by calculating the frequency distribution and percentage for each variable.Results: The provision of drinking water, family latrine, and waste management is in good condition in more than 85% of the households, while good household wastewater disposal is still below 80%. For handwashing aspect, more than 95% of the respondents wash their hands before or after activities, but not all use soap. Those who wash their hands with soap range from 79% to 89%, and there are still 1.1% - 2.65% of respondents who rarely or do not wash their hands before or after activities. Regarding with food preparation, about 79.18% of respondents wash their hands with soap beforehand, 18.9% wash their hands but without using soap, and 1.79% rarely wash their hands.Conclusion: The sanitation conditions and handwashing with soap behavior on the working area of Hajimena Health Center area are quite good Key Words : Sanitation, Overview, Hands Wash  Latar belakang : Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan disemua wilayah di Indonesia, khususnya penyakit menular berbasis lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan penyakit lainnya yang selalu ada dalam 10 (sepuluh) besar penyakit disetiap wilayah di Indinonesia termasuk di Wilayah Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan: Diketahuinya gambaran Sanitasi di Wilayah Puskesmas Hajimena yang meliputi Sarana Air Bersih,  Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah dan Perilaku Cuci Tangan Pakai SabunMetode : Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survey terhadap 365 Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Hajimena dengan distribusi sampel sebanyak 200 Rumah di Desa Hajimena, 105 Rumah di Desa Pemanggilan dan 60 Rumah di Desa Sidosari. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi rumah dan wawancara dengan kepala keluarga dan ibu rumah tangga sampel terpilih. Analisa data menggunakan Uni Variat dengan Distribusi Frekwensi pada masing-masing variableHasil : Untuk penyediaan air Minum, jamban Keluarga, dan pengelolaan sampah sudah lebih dari 85 % baik, hanya pembuangan air limbah rumah tangga masih dibawah 80 %. Untk cuci tangan sudah lebih dari  95 % ibu atau kepala keluarga melakukan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, namun belum semuanya mencuci tangan pakai sabun. Ibu.  Mereka yang mencuci tangan pakai sabun berkisar antara 79 % sampai 89 % dan masih ada 1,1 % - 2,65 % ibu atau kepala keluarga yang jarang atau tidak mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan.Kesimpulan : Untuk kondisi sanitasi dan perilaku cuci tangan pakai sabun di wilayah Puskesmas Hajimena sudah cukup baik.Pakai Sabun masih 79,18 % ibu yang mencuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, 18,9 % mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun dan masih ada 1,79 % jarang mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan
Pemanfaatan Perasan Daun Srikaya (Annona Squamosa) Untuk Membunuh Kecoa Amerika (Periplaneta Americana) Prianto, Nawan; Suherman, Suherman; Kadarusman, Haris
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24159

Abstract

Background: Soursop (Annona squamosa) is a plant that belongs to the genus Annona and originates from tropical regions. Soursop leaves contain substances that can be made into bio-insecticides.Objectives: The purpose of this study is to determine the ability of soursop leaf extract as a bio-insecticide against the mortality of American cockroaches (Periplaneta americana). Specifically, the objective is to determine the effectiveness of soursop leaf extract at several concentration variations, namely 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml, over a 3-hour exposure period.Methods: This was an experimental study by spraying those four doses of soursop leaf extract into cages containing cockroaches. After 3 hours, the number of dead cockroaches in each cage was counted. The data analyses were based on the percentage of died cockroaches after being sprayed by each dose of soursop leaf extract.Results: The results obtained were as follows: the use of 40 g/100 ml, 50 g/100 ml, 60 g/100 ml, and 70 g/100 ml soursop extract doses, the cockroach mortality are respectively as follows: 20%; 40%; 60%; and 80%.Conclusion: The higher the concentration of soursop leaf extract sprayed, the higher the percentage of cockroach’s mortality. Keywords: Periplaneta americana, bio-insecticide, Annona squamosa leaves extract,                       cockroach mortality Latar Belakang .Srikaya Annona squamosa) adalah tanaman yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis. Daun Srikaya mengandung bahan-bahan yng dsapat dibuat menjadi insectisida Nabati.Tujuan  Tujuan dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) sebagai insektisida nabati terhadap kecoa amerika (Periplaneta americana). Tujuan khususnya adalah diketahui kemampuan perasan daun srikaya (Annona squamosa) dengan konsentrasi perasan daun srikaya yang digunakan yaitu 40 gr /100ml, 50 gr /100 ml, 60 gr/ 100 ml dan dan 70 gr/100ml dengan waktu .3 jamMetodologi. Jenis penelitian eksperimen dengan menyemprotkan keempat dosis perasan daun srikaya kedalam kandang berisi kecoa.  Setelah 3 jam dihitung berapa banyak kecoa yang mati pada masing-masing kandang. Analisa data didasarkan pada prosentase kecoa mati setelah disemprotkan masing-masing dosis perasan daun srikaya.Hasil Setelah 3 jam dari penyemprotan diperoleh hasil pada dosis perasan 40 gr/100m kematian kecoa sebanyak  20%,  pada dosis perasan 50 gr/100ml, kematian kecoa sebanyak 40%, pada dosis  60 gr/100ml kematian kecoa  sebanyak  60%  dan pada dosis perasan  daun srikaya 70 gr/100ml kematian kecoa se3banyak 80%.Kesimpulan. Semakin tinggi konsentrasi perasan daun srikaya yang disemprotkan kedalam kandang berisi kecoa akan semakin tinggi prosentase kecoa yang mati Kata kunci : kecoa amerika, insektisida nabati, Perasan daun srikaya, Kematian Kecoa