Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Aplikasi Reaktor Biogas Sebagai Sumber Alternatif Bahan Bakar Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Ternak di Desa Pulosari, Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Abdur Rohman Harits Martawireja; Yuliadi Erdani; Adhitya Sumardi Sunarya; Wahyu Adi Chandra; Nur Jamiludin; Hendy Rudiansyah; Nia Nuryanti Permata; Dede Sujana
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v7i1.505

Abstract

Pembuangan kotoran ternak sembarangan harus dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan pencemaran lingkungan baik air, tanah dan udara (bau). Pengalengan merupakan sentra peternakan sapi yang berada di daerah bandung, Jawa Barat. Terdapat peternakan sapi yang dimiliki oleh warga. Peternakan sapi menghasilkan susu sebagai produk/hasil utama dan menghasilkan limbah sampingan berupa kotoran sapi dan urine. Kotoran sapi sebagian digunakan sebagai pupuk,media budidaya cacing. Dan sebagaian lainnya dibuang di perairan. Belum adanya pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan biogas, sementara pemanfaatan kotoran sebagai bahan biogas merupakan pilihan yang tepat. Dengan reaktor berteknologi sederhana, kotoran ternak dirubah menjadi bahan baku gas untuk komsumsi rumah. Pada kegiatan kuliah kerja nyata ini, dilakukan perancangan, impelementasi dan evaluasi pembuatan reaktor biogas. Hari hasil impelemtasi pembuatan reaktor, proses pengisian dan reaksi bahan baku kotoran selama 7 hari didaptkan pertambahan tekanan gas pada kantong penampungan biogas sampai 0.45 kg/cm2 dan penambahan volume sebesar 0.05 cm3. Dalam waktu 7 hari, gas hasil reaksi sudah dapat diujicoba sebagai bahan bakar gas untuk kompor gas. Dari hasil percobaan, nyala api dapat dihasilkan di kompor gas.
Kegiatan Edukasi Masyarakat Cerdas: Teknologi Pertanian di Desa Lebakmuncang Ciwidey Nia Nuryanti Permata; Ayunisa Fitriani Jilan; Ismet P. Ilyas; Yuliar Yasin Erlangga; Bustami Ibrahim; Adi Surya Pradipta
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.813

Abstract

Desa Lebakmuncang di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat memiliki lahan pertanian yang luas. Desa ini memiliki sawah, kebun sayuran dan buah (strawberry), serta kebun kopi. Lahan pertanian yang luas merupakan aset utama masyarakat desa. Namun demikian, terdapat masalah yang dihadapi oleh para kelompok petani, yakni kurang baiknya performa sumber tenaga yang berasal dari mesin diesel yang digunakan untuk merontokan, menggiling, dan memoles padi. Permasalahan selanjutnya yaitu merontokan gabah dari batang tanaman padi masih menggunakan sistem kerja tradisional yang memforsir tenaga manusia. Dengan adanya permasalahan tersebut, tim mahasiswa yang berjumlah 22 orang berupaya untuk meningkatkan performa mesin yang awalnya bertenaga diesel menjadi listrik dan selain itu membuat alat perontok gabah portabel. Pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan dilakukan pada tanggal 11-22 Desember 2023. Selain memberikan solusi berupa alat pertanian dan peningkatan performa mesin yang ada, perlu juga dilakukan edukasi kepada masyarakat terutama kelompok tani dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan. Sebelum pelaksanaan, tim Edukasi yang berjumlah 5 mahasiswa sudah menyiapkan materi edukasi kepada masyarakat secara umum berupa poster, file presentasi, catatan panduan mesin, buku perawatan, dan sebagainya. Penyuluhan materi teknologi pertanian yang disampaikan oleh Dosen Teknologi Pertanian yang merupakan narasumber kompeten. Kegiatan ini dihadiri oleh peserta kelompok tani sebanyak 13 orang. Hasilnya, masyarakat merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini dan mereka memiliki rencana pengembangan berikutnya untuk kelompok tani yang mereka kelola bersama.
Penyuluhan Budidaya Maggot dan Akuaponik dalam rangka Pemberdayaan Desa Pagerwangi untuk Pengolahan Sampah Rumah Tangga Mandiri Nia Nuryanti Permata; Riky Adhiharto; M. Aditya Royandi; Sidik Permana
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1118

Abstract

Permasalahan sampah di Jawa Barat merupakan hal yang semakin dirasakan dampaknya. Tidak hanya di kota besar, masalah sampah juga dirasakan di pedesaan. Di sebagian kota bahkan sudah dipaksa untuk melakukan pengolahan sampah organik ditingkat kelurahan. Masyarakat Desa Pagerwangi masih belum menjalankan pengolahan sampah yang memadai sehingga sampah seringkali menumpuk pada tempat pembuangan sementara. Untuk mendukung pengolahan sampah organik pada skala kecil dan memberikan dampak ekonomis bagi masyarakat, bisa dilakukan dengan berbudidaya maggot. Penyuluhan kali ini memiliki tema budidaya maggot dan akuaponik. Akuaponik juga dibidik karena di lokasi target terdapat kolam yang kurang termanfaatkan dengan baik. Penyuluhan dilaksanakan di Balai RW 10 Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Sebelum melakukan penyuluhan, tim membangun akuaponik di kolam desa. Kuesioner disebarkan kepada warga yang hadir saat penyuluhan dengan menggunakan skala likert. Berdasarkan data yang didapatkan, masyarakat paham dengan topik yang dijelaskan, menilai program tersebut bermanfaat, dan merasa optimis terhadap akuaponik namun memiliki tingkat optimis yang lebih rendah pada budidaya maggot.
Pembuatan Water Tank Unit Untuk Kebutuhan Primer Masyarakat Desa Karyawangi Reka Ardi Prayoga; Kevin Putranda; Ade Ramdan; Yuliar Yasin Erlangga; Bayu Pratama Adikara; Nia Nuryanti Permata
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1140

Abstract

Desa Karyawangi yang terletak di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, mengalami berbagai tantangan, terutama dalam hal akses terhadap air bersih. Meskipun desa ini berada di wilayah pegunungan yang kaya akan perkebunan teh, jarak dan perbedaan ketinggian antara pemukiman warga dengan sumber air yang layak minum membuat masyarakat mengalami kesulitan besar dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Menanggapi kondisi ini, mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik di Politeknik Manufaktur Bandung melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan salah satu program utama berupa pembangunan unit tangki air. Tangki air ini dirancang sebagai wadah penampungan yang dapat menampung dan menyimpan air bersih, sehingga dapat didistribusikan dengan lebih mudah ke masyarakat desa. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan mahasiswa pengalaman langsung dalam merancang dan mengimplementasikan solusi terhadap masalah nyata, serta membantu masyarakat desa dalam mengakses air bersih dengan lebih efisien. Proses pelaksanaan mencakup perancangan, pembangunan, dan instalasi tangki air, serta pelatihan kepada warga mengenai cara penggunaan dan pemeliharaannya agar tangki air tersebut dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini terlihat dari antusiasme masyarakat dalam menerima dan berpartisipasi dalam seluruh kegiatan yang dilakukan, serta dari keberlanjutan penggunaan tangki air yang telah terpasang. Program ini juga berfungsi untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat dalam mengatasi tantangan-tantangan yang ada.
The Effectiveness of Online Teaching and Learning in Polman Bandung Nia Nuryanti Permata; Dini Hadiani
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v11i3.314-327

Abstract

This article reports the effectiveness of online teaching and learning in a polytechnic institution. The online teaching and learning during the Covid19 pandemic have made a challenging situation. Moreover, the subjects or courses at Polman Bandung consist of the Theory course (e.g., Maths, English, Strength of Materials) and Practice course (e.g., Technical Drawing, CNC Machine practical program, Bench-work). What happens in the online classroom and its effectiveness should be known and considered by its academic officer. In general, the target to be achieved in this study is to provide an overview of online learning and measure online learning effectiveness in 2020. The research method used is a descriptive study. Data collection was done by distributing questionnaires to the third-grade students who have had or are currently implementing online learning in Theory and Practice courses. There were 231 questionnaire data collected. Besides, semi-structured interviews with students and lecturers were also carried out. The study results show that the teaching and learning effectivity carried online were scored in 3.25 by students (scale 1- 4), meaning it is still inadequate performance. Both Theory and Practice courses were challenging for students and lecturers, but the practice was considered more challenging. Some departments could not hold Practice courses entirely online due to the laboratory tools and machines needed. Therefore, it is recommended that the lecturer improve their online teaching skills and interact more with students in the Theory course and Practice course. The students should better communicate with the lecturers and, most importantly, handle significant learning challenges. Then, the institution should make a better system and program to help the lecturer to teach online.
Vocational Students' Perception toward the Use of Online Instructional Media Dini Hadiani; Nia Nuryanti Permata; Emma Dwi Ariyani
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v13i1.63-75

Abstract

This study aims to provide an overview of the use of instructional media during online learning from vocational higher education students' perspectives. The education system in the vocational institution focuses on practical activities, so the use of instructional media during online learning faces various problems. Online learning is believed to be effective if there is a two-way interaction between lecturers and students in class using effective instructional media. This research was conducted to look into the students' perception of using online instructional media. With a sample of 181 students, this study employed a descriptive quantitative method. Data collection was carried out by distributing questionnaires through Google Forms consisting of 17 questions with a Likert scale. In addition, semi-structured interviews with students were carried out for data triangulation. The results showed that the student perception of using instructional media during online learning is good, with an average score of 3.15 (Scale of 1- 4). The students perceived that instructional media during online learning increases their confidence and competence in learning, and their awareness of mastering a subject matter increased slightly, primarily in theoretical subjects. However, in practical classes, students still experienced problems due to the need for hands-on training. Therefore, the institution must provide a technological trend for lecturers and students, improve the teachers' competence in online instructional media, and improve software and equipment facilities that encourage and support the online learning process for more effective implementation.
Need Analysis of an English for Specific Purposes (ESP) Course for Indonesian Vocational Tertiary Students Sitio, Ihsan Tanama; Hadiani, Dini; Permata, Nia Nuryanti; Latipah, Yeni
Journal of English Teaching and Learning Issues Vol 9, No 1 (2026): June
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jetli.v9i1.36215

Abstract

The expanding use of English as a lingua franca for occupational, commercial, educational and industrial purposes has resulted in the global need for English for Specific Purposes (ESP) instruction in the English language teaching curriculum, especially in Indonesian context. However, most of the ESP courses offered are unable to address the students’ specific needs. Hence, this study investigates the role of needs analysis in ESP courses in vocational tertiary education level before designing any English Language Teaching curriculum in Indonesian context. Different yet interrelated sources of data collection including a set of closed-ended questionnaires, semi-structured interviews and classroom observation protocol were used to collect the relevant data. A total of 85 second-year students from a state polytechnic in Bandung, West Java, participated in this study. The results reveal that although knowledge of the four English language skills was figured out to be important for the students for being successful in both academic (educational) and professional (working) contexts, proficiency in speaking and reading was deemed to be of vital importance. The fulfillment of their academic targets, preparation for a better future, and becoming global citizens are the three perceived overarching reasons for the students to learn English. Accordingly, although students’ individual needs are basically subjective and unstable across contexts, this study’s findings can serve as a possible aid to decision-making in the contexts linking English language learning in vocational tertiary education to the broader professional world.