Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NP DAN TRACEMETAL DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Tetraselmis sp. PADA SKALA LABORATORIUM DI PT CENTRAL PROTEINA PRIMA HATCHERY ANYER, BANTEN Wahyu Puji Astiyani; Indra Kristiana; Gilang Alifudin Ghofar; Muhammad Akbarurrasyid; Atiek Pietoyo
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.388

Abstract

Pupuk tracemetal adalah larutan yang terdiri dari FeCl3.6H2O, EDTA, CuSO4.5H2O, CoCl2.6H2O, MnCl2.4H2O, Na2MoO4.H2O, ZnSO4.7H2O. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh perbedaan pemberian dosis pupuk pada peningkatan pertumbuhan dan kepadatan Tetraselmis sp. Pupuk NP adalah larutan yang terdiri dari NaNO3 dan DSP. Metode penelitian dilakukan menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan A pengurangan dosis pupuk NP 30% (7 ml) dan penambahan pupuk tracemetal 70% (17 ml), perlakuan B penambahan dosis pupuk NP (70%) (17 ml) dan pengurangan pupuk tracemetal 40% (7 ml), perlakuan C penambahan pupuk NP 60% (16 ml) dan pengurangan pupuk tracemetal 40% (6 ml), dan kontrol (K). Parameter yang diamati yaitu kepadatan sel harian, laju pertumbuhan harian, waktu generasi, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan larutan penambahan dan pengurangan dosis pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kepadatan Tetraselmis sp. dengan perlakuan B dengan dosis terbaik yaitu kepadatan sel sebesar 95 x 104 sel/mL dan laju pertumbuhan harian sebesar 3.99936 sel/mL/hari.
PEMANFAATAN SILASE DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM FORMULASI PAKAN TERHADAP EFISIENSI NUTRIEN DAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Muhammad Akbarurrasyid; Vini Taru Febriani Prajayati; Achmad Sofian; Dinno Sudinno; Ega Aditya Prama; Wahyu Puji Astiyani; Indra Kristiana
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.539

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan bahan baku lokal yang memiliki kandungan protein nabati sebesar 21,49% sehingga dapat dijadikan alternatif dalam penyusunan formulasi pakan buatan. Potensi penggunaan daun kelor sebagai bahan baku dalam formulasi pakan dapat dilakukan dalam bentuk silase. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan dan persentase silase daun kelor dalam formulasi pakan terhadap efisiensi nutrient dan pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakasana dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan dengan mengindetifiksi potensi silase daun kelor, persiapan pakan perlakuan dan uji biologi terkait efesiensi nutrient dan pertumbuhan ikan nila. Hasil penelitian menunjukan pemanfaatan silase daun kelor memiliki potensi yang sama seperti pakan komersial terhadap efisiensi nutrient dan pertumbuhan ikan nila. Nilai efisiensi nutrient tidak menunjukan perbedaan signifikan antara pakan formulasi silase dan tanpa silase daun terhadap rasio konversi pakan dan retensi energi (P>0.05), sebaliknya mengalami perbedaan signifikan terhadap rasio efisiensi protein (P<0.05). Pertumbuhan ikan nila yang diperoleh tidak menunjukan perbedaan signifikan antara formulasi silase dan tanpa formulasi terhadap pertumbuhan bobot mutlak, Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) dan tingkat kelangsungan hidup (P>0.05), hal ini menujukan bahwa kualitas pakan formulasi silase sama dengan pakan tanpa formulasi tapi memiliki tingkat rasio efisiensi protein yang rendah.  
KEANEKARAGAMAN TEMPORAL PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS LINGKUNGAN DI AREA TAMBAK BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Muhammad Akbarurrasyid; Vini Taru Febriani Prajayati; Mustika Katresna; Dinno Sudinno; Sofian Sofian
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.621

Abstract

Plankton merupakan mikroorganisme yang memiliki fungsi dan jasa ekosistem penting pada lingkungan perairan. Plankton rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan perairan sehingga dapat dijadikan indikator kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman temporal plankton sebagai bioindikator kualitas lingkungan perairan pada area sekitar tambak udang vannamei. Penelitian dilakukan dengan cara survey dan identifikasi terhadap plankton dan kualitas air secara temporal. Plankton yang teridentifikasi dilakukan analisis indeks biologi (keanekaragaman, keseragaman dan dominansi), kualitas air dianalisis secara deskriptif kualitatif serta analisis regresi untuk mengetahui peran plankton sebagai indikator kualitas lingkungan perairan. Hasil penelitian diperoleh kelimpahan dan kepadatan plankton kelompok Chlorophyceae sebesar 78,30% (3 Genus), Cyanophyceae sebesar 12,89% (2 Genus), Bacillariophyceae sebesar 5,98% (3 Genus), Dinoflagelata sebesar 2,52% (2 Genus) dan lain-lain sebesar 0,31% (1 Genus). Kelimpahan dan kepadatan plankton secara temporal berpengaruh terhadap kualitas air. Hasil pengamatan kualitas air mengalami fluktuasi yang mendukung kelimpahan dan kepadatan plankton, sedangkan hasil uji regresi keanekaragaman (R2 = 0,7854), keseragaman (R2 = 0,9643) dan dominansi (R2 = 0,8673) plankton terhadap kualitas air sangat berpengaruh. Hasil penelitian menunjukan bahwa keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton secara temporal merupakan indikator biologi terhadap kualitas lingkungan perairan.
BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei): TEKNOLOGI, PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP DAN KELAYAKAN USAHA Muhammad Akbarurrasyid; Risma Rahmawati Sutisna; Wahyu Puji Astiyani; Dinno Sudinno
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i1.794

Abstract

Produksi budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) ditentukan oleh teknologi budidaya yang digunakan. Teknologi budidaya yang diterapkan berkaitan dengan kelayakan usaha budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan teknologi padat tebar, kincir dan blower yang berbeda terhadap pertumbuhan (Mean Body Weight/MBW, Average Daily Growth/ADG, size dan Feed Conversion Ratio/FCR), kelangsungan hidup dan kelayakan usaha (biaya investasi, biaya produksi, penerimaan, keuntungan, Break Evant Point/BEP, Revenue Cost Ratio/R/C ratio, Benefit Cost Ratio/ B/C Ratio dan Payback Period/PP). Penelitian dilaksanakan di tambak daerah Pandeglang, Banten, Indonesia selama tiga bulan. Tambak yang diamati sebanyak 3 petak dengan luasan 2500 m2. Hasil penelitian diperoleh pertumbuhan tertinggi pada tambak A2 berkisar 1,7 – 43,33 gram/ekor untuk MBW, berkisar 0,06 – 1,12 gram/hari untuk ADG, size berkisar 588 – 23 (1,70 – 43,33 gram/ekor), Nilai FCR sebesar 1,8 dan kelangsungan hidup sebesar 56,27%, sedangkan biomassa tertinggi diperoleh pada tambak A1 sebesar 7478,2 kg. Kelayakan usaha tambak A1 lebih tinggi pada variabel komponen biaya investasi sebesar Rp. 398.546.500, biaya produksi sebesar Rp. 739.016.921, penerimaan sebesar Rp. 961.766.878 dan BEP sebesar Rp. 98.822,83 untuk harga dan Rp. 15.560,87. Namun, nilai R/C Ratio, B/C Ratio dan PP terbaik didapatkan pada tambak A2. Secara umum, budidaya udang vaname dengan teknologi padat tebar 161 ekor/m3, penggunaan 14 kincir dengan kapasitas 1 HP (Horse Power) dan 1 buah blower dengan kapasitas 1 HP (Tambak A2) menunjukan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kelayakan usaha.
Kelimpahan Chlorella sp. dan Clamydomonas sp.: Kualitas Air, Pertumbuhan Dan Feed Convertion Ratio Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Muhammad Akbarurrasyid; Achmad Sofian; Dinno Sudinno; Vani Ilasanti Maryani
Jurnal Perikanan Unram Vol 14 No 3 (2024): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v14i3.1052

Abstract

Chlorophyceae groups, such as Chlorella sp. and Chlamydomonas sp., are a stable group of phytoplankton with the highest abundance in Litopenaneus vannamei ponds. These two types can be used as determinant factors for water quality, growth, and Feed Conversion Ratio (FCR) in L. vannamei farming. This study aims to determine the correlation of Chlorella sp. and Chlamydomonas sp. on the water quality, growth, and FCR in L. vannamei farming. This study was conducted by survey and identification of plankton, water quality, growth, and FCR. The identified plankton was conducted using Principal Component Analysis (PCA) on water quality, growth, and FCR. The results of the study obtained a total abundance of Chlorella sp. and Chlamydomonas sp. of 91.93%. The water quality was found that most parameters comply with standards for L. vannamei farming activities, except for the parameters phosphate, nitrate, nitrite, Total Organic Matter (TOM), and ammonia. The abundance of Chlorella sp. and Chlamydomonas sp. has a strong correlation with a parameter of water quality in all ponds. The growth rate of Mean Body Weight in ponds is 0.4 – 24.43 grams/shrimp and has a strong correlation with the abundance of Chlorella sp. and Chlamydomonas sp. according to the significance value (p-value) of approximately 0.004 – 0.636. FCR value is 0.3-2.23 and has a strong correlation with the abundance of Chlorella sp. and Chlamydomonas sp. according to the eigenvalue of 1.032-1.670. The eigenvalue of the pond represents approximately 54.364% (pond 1), 55.658% (pond 2), 1.236, and 1.032 (pond 3) of the variable diversity. The results of the study showed that the abundance of Chlorella sp. and Chlamydomonas sp. is an indicator that influences the environment quality, growth, and Feed Conversion Ratio.
Perbandingan Kedalaman Berbeda Terhadap Pertumbuhan Rumput Laut (Euchema cottonii) Pada Metode Modifikasi Keramba Jaring Apung di Teluk Jepara Astiyani, Wahyu Puji; Oktavian, Ganis; Febriani P., Vini Taru; Kristiana, Indra; Akbarurrasyid, Muhammad; Prama, Ega Aditya
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1650

Abstract

Seaweed farming is one of the most important aquaculture sectors in Indonesia, contributing significantly to the national economy. Among various species, Eucheuma cottonii is widely cultivated due to its high carrageenan content and industrial value. Optimizing environmental conditions, such as culturing depth, is crucial to improving growth performance and productivity. This study evaluated the effect of different culturing depths on the growth of E. cottonii using a modified floating net cage system in Jepara Bay. The experiment applied three depth treatments—25 cm (A), 45 cm (B), and 65 cm (C)—each with two replications. Seaweed growth was monitored over 49 days and assessed based on absolute weight and specific growth rate (SGR). Results showed that seaweed cultivated at 25 cm had the highest growth performance, with an absolute weight of 102.2 g and the highest SGR, whereas the lowest values were recorded at 65 cm. ANOVA analysis confirmed a significant effect of depth on growth (p < 0.05), supported by Duncan’s test indicating clear differences among treatments. Water quality parameters (temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen) remained within optimal ranges, suggesting depth was the primary factor influencing growth. The findings highlight that shallower depths promote greater light penetration and photosynthetic efficiency, thus enhancing E. cottonii growth. A culturing depth of 25 cm is recommended for optimal productivity in similar cultivation systems.