Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN, PERAN MEDIA MASSA DAN PERAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH SISWA-SISWI SMK MUHAMMADIYAH LEBAKSIU Puji, Lela Kania Rahsa; Melizsa, Melizsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Hasanah, Nur; Ambarwati, Dwi
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 5, No 2 (2021): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v5i2.176

Abstract

ABSTRACTBased on data from SKKRI (Indonesian Adolescent Reproductive Health Survey) teenagers claimed to have supports who had prenuptial sexual intercourse aged 14-19 years (women 34.7%, men 30.9%) 24-19 years old (female 48.6%, male 465%). The persistence of this study was to find out the relationship of knowledge, the role of mass media and the role of family with prenuptial sex behavior in students of grade XI SMK Muhammadiyah Lebaksiu. This study used cross sectional method with the purpose of significant the liaison of independent variables and dependents, data composed by using questionnaires. The number of samples was 133 grade XI students at SMK Muhammadiyah Lebaksiu. Results of the study students who had had prenuptial sex as many as 106 respondents (79.7%) and students who had never had prenuptial sex as many as 27 respondents (20.3%). Statistical  results presented that there is a liaison between mass media (p.value = 0.013) and the family (p.value = 0.020) with prenuptial sex behavior. From the results of this research, it is expected that educational institutions provide information related to the knowledge and impact of prenuptial sex behavior and for students are expected to use their communication media more wisely and to always be open with their parents.ABSTRAKBerdasarkan data Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia remaja mengakui memiliki teman yang sudah pernah melakukan hubungan seksual pranikah usia 14-19 tahun (laki-laki 30,9%, perempuan 34,7%,) usia 24-29 tahun (laki-laki 465%, perempuan 48,6%,). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, peran media massa dan peran keluarga dengan perilaku seks pranikah pada siswa-siswi kelas XI SMK Muhammadiyah Lebaksiu. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan tujuan mengetahui hubungan variabel independen dan dependen, data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel  sebanyak 133 siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah Lebaksiu. Dari hasil penelitian diperoleh diperoleh hasil siswa yang yang sudah pernah melakukan seks pranikah sebanyak 106 responden (79,7%) dan siswa yang belum pernah melakukan seks pranikah sebanyak 27 responden (20,3%). Dari hasil  uji statistik didapatkan hasil yang menunjukan terdapat hubungan antara peran media massa (p.value = 0,013) dan peran keluarga (p.value = 0,020) dengan perilaku seks pranikah. Dari hasil penelitian ini diharapkan institusi pendidikan memberikan informasi terkait pengetahuan dan dampak dari perilaku seks pranikah serta bagi siswa-siswi diharapkan untuk menggunakan media komunikasinya lebih bijak dan agar selalu terbuka dengan orang tuanya.
HUBUNGAN DURASI KERJA, MASA KERJA DAN POSTUR KERJA TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN PADA BAGIAN STAFF DI KANTOR X, JAKARTA SELATAN Agustin, Amelia; Puji, Lela Kania Rahsa; Andriati, Riris
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 01 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v2i02.506

Abstract

Low back pain termasuk kedalam jenis gangguan muskuloskeletal, yang dapat ditimbulkan salah satunya akibat penggunaan komputer mulai dari kelemahan otot, tendon, atau nyeri leher dan punggung sampai dengan trauma yang kumulatif. Kasus low back pain banyak dialami oleh pegawai kantor, dengan prevalensi mulai dari 23% sampai 38% setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan durasi kerja, masa kerja dan postur kerja terhadap keluhan low back pain pada bagian staff di kantor X, Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer (kuesioner) dengan pendekatan cross sectional, dengan tujuan untuk mengetahui variabel sebab dan variabel akibat. Jumlah sampel sebanyak 133 staff di kantor X, Jakarta Selatan dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Keluhan low back pain diukur menggunakan Oswestry Disability Index (ODI) dan postur kerja diukur menggunakan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 88% staff mengalami keluhan low back pain dengan kategori disabilitas minimal. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi kerja (p-value=0,029 <0,05), masa kerja (p-value=0,016 <0,05) dan postur kerja (p-value=0,000 <0,05) dengan keluhan low back pain pada staff kantor X, Jakarta Selatan. Dari hasil penelitian ini diharapkan staff  memanfaatkan waktu untuk melakukan peregangan otot disela-sela waktu bekerja dan juga memperhatikan postur kerja yang sesuai agar terhindar dari keluhan low back pain.
Hubungan jarak dan durasi penggunaan laptop dengan keluhan computer vision syndrome pada mahasiswa semester akhir S1 Kesehatan Masyarakat di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Riyah, Air; Puji , Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.974

Abstract

Latar Belakang: Computer Vision Syndrome didefinisikan oleh American Optometric Association Sebagai masalah mata yang melibatkan kesulitan melihat jarak dekat saat menggunaakan komputer atau perangkat penglihatan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jarak dan durasi penggunaan laptop dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada mahasiswa semester akhir di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang.Metode: Penelitian cross sectional study, dengan desain penelitian analitik deskriptif, dengan pendeketa cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 93 orang mahasiswa.Hasil: Berdasarkan hasil uji penelitian bahwa jarak dengan keluhan computer vision syndrome pada mahasiswa semester akhir di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang memiliki hubungan yaitu (p-value =0,022 <0,05) serta durasi penggunaan laptop dengan keluhan computer vision syndrome pada mahasiswa semester akhir di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang memiliki hubungan yaitu (p-value =0,022 <0,05).Kesimpulan: Jarak dan durasi pengunaan laptop berat bisa beresiko mengalami keluhan CVS maka untuk itu gunakan  laptop secukupnya.
KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB ABORTUS IMMINENS DI RSIA IBU DAN ANAK PUTRA DALIMA KOTA TANGERANG SELATAN: KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB ABORTUS IMMINENS DI RSIA IBU DAN ANAK PUTRA DALIMA KOTA TANGERANG SELATAN Puji, Lela Kania Rahsa; Hasanah, Nur; Ismaya, Nurwulan Adi; Handayani, Putri; Delianah, Anisha
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i01.619

Abstract

Latar belakang: Abortus Imminens adalah pendarahan rahim selama kehamilan sebelum 20 minggu, saat hasil konsepsi masih berada di dalam uterus tanpa adanya pembukaan serviks. Abortus yang berkelanjutan, seringkali menimbulkan stres karena tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Janin yang mengalami abortus dapat dipertahankan (pada 95% kasus) dengan istirahat total dan 5% kasus kehamilan menjadi singkat sehingga kemungkinan bayi lahir prematur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor determinan Abortus Imminens di RSIA Putra Dalima BSD Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian ini analitik observasional dengan desain kasus dan pengumpulan data sekunder dari rekam medik rumah sakit. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang dirawat sebanyak 95 ibu hamil dengan 41 kasus mengalami Abortus Imminens dan 54 ibu hamil tidak mengalami Abortus Imminens. Hasil: Penelitian ini menunjukkan kejadian Abortus Imminens di Rumah Sakit Ibu dan Anak Putra Dalima 41 kasus (43%). Usia ibu, usia kandungan, paritas, dan riwayat abortus sebelumnya bisa mempengaruhi terjadinya Abortus Imminens. Faktor determinan yang dominan adalah usia ibu dan usia kandungan. Dengan faktor determinan tersebut pasien ibu hamil yang mengalami Abortus Imminens diresepkan obat Isoxsuprine, Allystrenol, dan Asam Folat. Kesimpulan: Penting untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala terutama ibu hamil yang telah memiliki riwayat mengalami Abortus Imminens.
Analisis strategi implementasi sains untuk pengembangan sistem informasi kesehatan dalam pencegahan infeksi opportunistik pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Puji, Lela Kania Rahsa; Indah, Fenita Purnama Sari; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.769

Abstract

Latar Belakang: Pengendalian penyakit HIV/AIDS adalah salah satu masalah yang belum tuntas. Selain itu, ODHA dapat dipengaruhi oleh berbagai penyakit progresif, seperti infeksi oportunistik. jumlah infeksi HIV di Indonesia sebesar 46.659 kasus dengan kasus AIDS sebanyak 10.190 kasus. Terapi penanggulangan AIDS pada pencegahan kematian salah satunya dengan mengurangi infeksi oportunistik (IO). IO dapat menyebabkan kematian > 90% (6-9). Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Studi ini merupakan preeksperimen dengan desain satu kelompok preeksperimen-posteksperimen. Analisis data menggunakan Uji Paired Test dan Uji Wilcoxon untuk mencari hubungan antar variabel. Quota Sampling 30 ODHA yang terdaftar di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan dengan teknik accidental sampling. Hasil: persepsi ancaman, persepsi kerentanan, dan persepsi kepercayaan diri terdapat perbedaan antara hasil pre test dan hasil post test dengan nilai p value <0,05. Sedangkan untuk persepsi keseriusan, persepsi keuntungan, persepsi hambatan, dan sikap pencegahan terhadap infeksi oportunistik tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai p value >0,05. Kesimpulan: Metode Implementasi Sains dalam pencegahan infeksi oportunistik pada ODHA memberikan kefektivitasan untuk menurunkan persepsi ancaman, kerentanan, hambatan dan meningkatkan persepsi keseriusan, keuntungan, kepercayaan diri dan sikap pencegahan.
Hubungan faktor individu dan personal hygiene dengan gejala dermatitis kontak pada pekerja bengkel motor di wilayah Kelurahan Jelupang Kota Tangerang Selatan Bahri, Syaiful; Puji, Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Nurkholimah, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i01.1019

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan serta persalinan ialah peristiwa alamiah, namun pada realitasnya Penyakit akibat kerja (PAK), terutama dermatitis kontak, sering terjadi pada pekerja, terutama di sektor informal seperti bengkel motor. Proporsi dermatitis kontak di Provinsi Banten adalah 7,5%, sementara di Tangerang Selatan mencapai 65,14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara faktor individu (umur, masa kerja, lama kontak) dan personal hygiene dengan dermatitis kontak pada pekerja bengkel motor di Kelurahan Jelupang.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional  pada seluruh pekerja bengkel motor di Kelurahan Jelupang, Kota Tangerang Selatan. Besar sampel penelitian ini adalah 42 orang dengan Teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil  analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara masa kerja (p-value=0,026), lama kontak (p-value=0,001), dan personal hygiene (p-value=0,049) dengan gejala dermatitis, sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan gejala dermatitis (p-value=0,672).Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara umur masa kerja, lama kontak dan personal hygiene dengan gejala dermatitis kontak. Sementara itu tidak ada hubungan usia dengan gejala dermatitis kontak.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan preferensi kunjungan di Rumah Sakit Puji, Lela Kania Rahsa; Indah, Fenita Purnama Sari; Sucipto, Sucipto; Hasanah, Nur; Agustina, Sheila Mita
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1195

Abstract

Latar Belakang: Preferensi masyarakat dalam memilih rumah sakit sangat bervariasi, berbeda-beda dalam pilihannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan preferensi kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Kota Depok.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Besar sampel adalah 123 pasien menggunakan metode probability sampling dan teknik sampling proportional stratified random sampling. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dan uji Fisher (Fisher Exact Test).Hasil: Terdapat hubungan antara persepsi pasien mengenai machine (p-value = 0,014) dan persepsi pasien mengenai market (p-value = 0,009) dengan preferensi kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Kota Depok. Namun tidak ada hubungan antara persepsi pasien tentang man (p-value = 0,141), persepsi pasien tentang money (p-value = 0,252), persepsi pasien tentang method (p-value = 0,288), persepsi pasien material (p-value = 0,561) dengan preferensi kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Kota Depok.Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara persepsi pasien terhadap machine dan market dengan preferensi kunjungan pasien rawat jalan di RSUD Kota Depok.
PDKK PENGARUH PEMBERIAN TEH KETUMBAR DAN MADU TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CEMPAKA PUTIH: ERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI Hasanah, Nur; Satria, Beny Maulana; Ismaya, Nurwulan Adi; Puji, Lela Kania Rahsa; Hakim, Amelia Nurul; lestari, R. Tri Rahyuning; Betty; Handayani, Putri Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1942

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat di Desa Cempaka Putih. Penyakit ini sering disebut sebagai the silent killer karena terjadi tanpa gejala yang jelas dan baru diketahui setelah muncul komplikasi serius. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang upaya pengendalian hipertensi secara alami menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian ini.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan alternatif pengobatan nonfarmakologis melalui pemanfaatan ramuan teh ketumbar dan madu murni Nusantara dalam menurunkan tekanan darah masyarakat di Desa Cempaka Putih. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukasi kesehatan, demonstrasi pembuatan ramuan teh ketumbar madu, serta pemeriksaan tekanan darah sebelum dan sesudah konsumsi ramuan. Sebanyak 32 warga berpartisipasi, terdiri dari 16 orang kelompok intervensi dan 16 orang kelompok kontrol. Kelompok intervensi mengonsumsi teh ketumbar madu setiap pagi selama 14 hari. Sebelum intervensi, rata-rata tekanan darah kelompok intervensi sebesar 158/95 mmHg dan kelompok kontrol 151/89 mmHg. Setelah 14 hari, tekanan darah kelompok intervensi menurun menjadi 139/85 mmHg, sedangkan kelompok kontrol menjadi 141/86 mmHg. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value:0,00 (p < 0,05), menandakan adanya penurunan signifikan pada kelompok intervensi. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menunjukkan bahwa konsumsi teh ketumbar dan madu dapat menjadi alternatif upaya pengendalian hipertensi secara alami di Desa Cempaka Putih
DETERMINAN FACTORS INFLUENCING PATIENT SAFETY INCIDENT REPORTING: STUDY IN THE INPATIENT UNIT OF REGIONAL HOSPITAL IN INDONESIA Puji, Lela Kania Rahsa; Nanggonman, Richard Devirson; Indah, Fenita Purnama Sari; Faizal, Doddy; Melia, Riska Edwi
Indonesian Journal of Health Science Vol 9 No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v9i2.12202

Abstract

Reporting Patient Safety Incidents (PSI) is a crucial component in improving healthcare quality and preventing adverse events. However, the rate of PSI reporting in Indonesia remains relatively low. Bunda Sejati Hospital has shown an increasing trend in reported incidents, but the influencing factors behind this reporting are not yet fully understood. This study aims to identify the factors associated with the reporting of patient safety incidents in the Inpatient Unit of Bunda Sejati Hospital. This research is an analytical study with a quantitative approach and cross-sectional design. The population consisted of all 32 nurses in the Inpatient Unit of Bunda Sejati Hospital. Data were collected using a questionnaire, and data analysis was performed using the chi-square test. The results showed significant relationships between knowledge (p=0.001), reporting/feedback response (p=0.006), patient safety culture (p=0.006), leadership (p=0.006), reward (p=0.000), and training (p=0.002) with the reporting of patient safety incidents. Knowledge, reporting/feedback response, patient safety culture, leadership, reward, and training are significantly associated with the reporting of patient safety incidents. Improving these factors is expected to encourage a stronger reporting culture and enhance patient safety in hospitals
The Correlation of Individual and External Factors to Work Fatigue in Employee at PT. Hutama Karya Building Division Project, Integrated Building Soekarno Hatta Airport Train Station Puji, Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta; Kasumawati, Frida; Ismaya, Nurwulan Adi; Hasanah, Nur
Health and Medical Journal Vol 4, No 2 (2022): HEME May 2022
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.148 KB) | DOI: 10.33854/heme.v4i2.1010

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh International Labour Organization (ILO) tahun 2018, menurut Hamalainen 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahunnya, 2,4 juta (86,3%) dari kematian tersebut dikarenakan penyakit akibat kerja salah satunya yaitu kelelahan kerja, lebih dari 380.000 (13,7%) kematian karena kecelakaan kerja. Jumlah kecelakan non-fatal hampir seribu kali lebih banyak dibanding kecelakaan fatal, diperkirakan 374 juta pekerja mengalami kecelakaan ini.  Tujuan penelitian: untuk mengidentifikasi hubungan usia, status gizi, beban kerja, lama kerja, kualitas tidur dan status merokok dengan kelelahan kerja. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain penelitian cross sectional, untuk mengetahui hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah sampel sebanyak 61 orang di proyek pembangunan integrated building. Hasil: hasil penelitian diperoleh jumlah pekerja yang mengalami kelelahan kategori tinggi sebesar 46 pekerja (75,4%), usia kategori beresiko mengalami kelelahan sebanyak 36 pekerja (59%), status gizi kategori normal sebanyak 50 pekerja (82%), beban kerja kategori berat sebanyak 43 pekerja (70,5%), kualitas tidur tidak normal sebanyak 51 pekerja (83,6%), lama kerja tidak normal sebanyak 47 pekerja (77%) dan merokok sebanyak 52 pekerja (85,2%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan variabel kualitas tidur (p value = 0.035), beban kerja (p value = 0.034), lama kerja (p value = 0.014) dan merokok (p value = 0.004) berhubungan dengan kelelahan kerja, sedangkan pada variabel usia (p value = 0.184) dan status gizi (p value = 0.287) tidak berhubungan dengan kelelahan kerja. Kesimpulan: Peneliti menyarankan agar ditingkatkan lagi pemeriksaan kesehatan para pekerja seperti diadakannya medical chek-up.