Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI TAHAP PEMBIASAAN DAN PENGEMBANGAN LITERASI MEMBACA PADA SISWA KELAS IV SDI KUSU, MANGGARAI, NTT Fransiska Jaiman Madu; Mariana Jediut; Marlinda Mulu
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1962

Abstract

Fakta rendahnya literasi membaca di Indonesia bukanlah isapan jempol semata. Pasalnya, masalah berkaitan dengan rendahnya literasi membaca dialami Bangsa Indonesia mulai pada level internasional sampai lokal. Dalam konteks lokal, salah satu sekolah dasar di NTT, Kabupaten Manggarai, yakni SDI Kusu, ditemukan siswa kelas IV yang belum mampu membaca lancar dan pemahaman. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi literasi membaca yang rendah pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan-kegiatan yang memicu meningkatnya literasi membaca dengan memaksimalkan penerapan tahap pembiasaan dan pengembangan. Adapun kegiatan tersebut mencakup latihan membaca nyaring, latihan membaca pemahaman, membuat peta konsep bacaan, dan menceritakan kembali isi bacaan. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan observasi. Mitra kegiatan ini yakni SDI Kusu, Kabupaten Manggarai, NTT. Berdasarkan pelaksanaan evaluasi sesuai kegiatan yang telah dilakukan, kemampuan siswa dalam membaca pemahaman dan membaca nyaring semakin baik serta menguasai tekniknya. Demikian juga kemampuan membuat peta konsep dan menceritakan kembali bacaan yang sudah dibaca semakin meningkat. Dapat disimpulkan bahwa implementasi tahap pembiasaan dan pengembangan literasi membaca dapat membentuk budaya literasi pada siswa sekolah dasar. Adapun saran untuk kegiatan yang akan datang adalah pembuatan jurnal membaca untuk mempertahankan dan meningkatkan literasi siswa sekolah dasar yang sudah terbentuk
MEMBENTUK LITERASI MEMBACA PADA PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Fransiska Jaiman Madu; Mariana Jediut
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.725 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2436

Abstract

Pelaksanaan program GLS di SDK St. Yosefa Labuan Bajo mengalami kendala karena sekolah tidak memiliki persediaan buku yang memadai. Selain itu, tidak semua guru memiliki konsep tepat mengenai literasi membaca. Penelitian ini bertujuan; (1) mendeskripsikan upaya sekolah mengoptimalkan pelaksanaan GLS di tengah minimnya persediaan buku; (2) mendeskripsikan upaya sekolah menjadikan guru sebagai model/figur teladan  literasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskripstif. Teknik pengambilan data menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam. Sumber data dalam penelitian yakni kepala sekolah, perwakilan dari guru, dan petugas perpustakaan. Adapun teknik analisis data mengikuti pola yang dipopulerkan Miles dan Hubermen, yang terdiri dari  reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) serta penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/ verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa begitu banyak upaya yang telah dilakukan sekolah baik terkait upaya sekolah mengoptimalkan pelaksanaan GLS di tengah minimnya buku nonteks,  maupun upaya sekolah dalam menyadari guru akan pentingnya penerapan GLS.  Upaya-upaya yang dilakukan telah membuahkan hasil positif. Hal ini ditunjukkan oleh meningkatnya pengunjung perpustakaan setiap hari, papan mading dan pojok baca selalu ramai dikunjungi siswa, dan guru selalu berkesempatan mengecek dan membimbing anak-anak sesuai jadwal. Upaya yang dilakukan telah membentuk pola kebiasaan pada peserta didik yang terjadi secara konsisten tanpa paksaan guru. Dengan kata lain, kebiasaan membaca telah terbentuk dan pola ini berlangsung sampai sekarang.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD Mariana Jediut; Fransiska Jaiman Madu; Marlinda Mulu
JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar) Vol. 6 No. 2 (2022): JIPD (Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar)
Publisher : PGSD UNIKA SANTU PAULUS RUTENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jipd.v6i2.1404

Abstract

This study aims to describe the problematics of fourth grade students of Wae Ri'i elementary school in learning mathematics, along with the factors that influence these problems. This research is a qualitative research. Data collection uses observation and interview techniques. Then the data were analyzed using techniques proposed by Milles and Huberman which includes data reduction, data display, and drawing conclusions. The results show that are several problems experienced by students in learning mathematics. These problems include students being less able to complete multiplication and division operations, less able to apply formulas in solving problems given by the teacher, and student attitudes in learning mathematics tend to be negative as indicated by the students' lack of seriousness in learning. The factors that cause these problems are 1) internal factors which include the lack of students' understanding of the concepts of multiplication and division; 2) external factors such as noise created by students, lack of use of instructional media, and lack of teacher's explanation of the mathematical concepts being learned.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI MAHASISWA TINGKAT II PGSD Mariana Jediut; Sabina Ndiung; Fransiska Jaiman Madu; Eliterius Sennen; Arnoldus Helmon
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i4.3261

Abstract

Sebagai calon guru SD, mahasiswa PGSD dituntut untuk memperoleh keterampilan dalam menyusun perencanaan pembelajaran matematika. Akan tetapi ditemukan masih begitu banyak mahasiswa PGSD yang kurang terampil dalam menyusun perangkat pembelajaran matematika di SD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan bahan ajar perencanaan pembelajaran matematika bagi mahasiwa Tingkat II PGSD. Jenis penelitian ini adalah Research and Development yang mengacu pada model pengembangan dari Plomp dan disederhanakan menjadi emapt fase, yaitu investigasi awal, rancangan, realisasi atau konstruksi, pengujian, dan evaluasi dan revisi. Penelitian ini dilakukan di Unika Santu Paulus Ruteng dengan jumlah subjek penelitian 54 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket dan soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahan ajar perencanaan pembelajaran matematika terbukti valid, praktis, dan efektif. Kevalidan didasarkan pada persentase penilaian dari 3 validator, yaitu 87,96% termasuk dalam kategori sangat layak. Kepraktisan didasarkan pada ketuntasan nilai yang diperoleh mahasiswa pada kelas uji coba yang menggunakan bahan ajar tersebut, yaitu nilai minimum 60 dan maksimal 95 sehingga dinilai tuntas dan bahan ajar tersebut praktis. Sedangkan keefektifan didasarkan pada nilai rata-rata kelompok 1 (kelas uji coba) lebih tinggi dari kelompok 2 (kelas kontrol), yaitu 73,14 > 69,74. Dengan demikian, bahan ajar tesebut layak digunakan karena valid, praktis, dan efektif.
PELATIHAN PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK INTERAKTIF BERBASIS WEB LIVEWORKSHEETS BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Marlinda Mulu; Mariana Jediut; Zephisius Rudiyanto Eso Ntelok; Fransiska Jaiman Madu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10729

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi pembelajaran sejauh ini telah dilakukan oleh guru-guru SMPN 4 Langke Rembong seperti pembuatan video pembelajaran, penggunaan aplikasi WA, penggunaan email dan lainnya. Akan tetapi, teknologi ini dinilai belum memadai untuk memicu siswa aktif dalam proses belajar. Salah satu jenis bahan ajar yang kehadirannya penting adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Akibat pandemi Covid-19, LKPD yang semulanya digunakan langsung dalam proses pembelajaran di kelas, menjadi jarang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pelatihan pengembangan LKPD interaktif dengan bantuan web based liveworksheet.com kepada guru SMPN 4 Langke Rembong sejumlah 39 peserta, dengan rincian 22 guru perempuan dan 17 guru laki-laki. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam mengembangkan LKPD interaktif. Hal ini perlu dilakukan agar LKPD tetap digunakan dan bermanfaat saat proses pembelajaran secara virtual sehingga aktifitas belajar siswa tetap terlihat dan terpantau. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dinilai dari terciptanya produk dan evaluasi terhadap tingkat pemahaman guru dalam proses pengembangan LKPD interaktif melalui angket. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok guru mata pelajaran berhasil merancang LKPD interaktif. Pengukuran terhadap tingkat pemahaman juga menunjukkan tingkat pemahaman peserta sebesar 80%. Berdasarkan hasil tersebut maka LKPD interaktif dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran.Abstract: The use of learning technology has been carried out by SMPN 4 Langke Rembong teachers such as making learning videos, using WA applications, using email and others. However, this technology is considered inadequate to trigger students to be active in the learning process. One type of teaching materials whose presence is important is worksheet. Due to the COVID-19 pandemic, worksheet which was originally used directly in the learning process in the classroom, is rarely used. Therefore, it is important to conduct interactive worksheet development training with the help of web based liveworksheet.com for 39 participants of SMPN 4 Langke Rembong teachers, where there are 22 female teachers and 17 male teachers. This training aims to increase knowledge and understanding in developing interactive LKPD. This needs to be done so that worksheet can still be used and useful during the virtual learning process so that student learning activities are still visible and monitored. The method of implementing the activities includes planning, preparation, implementation, monitoring and evaluation. Evaluation of activities is assessed from the creation of products and evaluation of the level of understanding of teachers in the process of developing interactive worksheet through a questionnaire. The results of the activity showed that the group of subject teachers succeeded in designing it. The measurement of the level of understanding also shows the level of understanding of the participants by 80%. Based on these results, interactive worksheets can be used by teachers in the learning process.
PENDAMPINGAN SISWA USIA SD DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN MELALUI TEKNIK PEMODELAN Fransiska Jaiman Madu; Mariana Jediut; Marlinda Mulu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14825

Abstract

Abstrak: Rendahnya kemampuan menulis pada siswa sekolah dasar sudah menjadi masalah umum. Salah satunya di Desa Wae Rií, Manggarai, NTT yang mana siswa usia sekolah dasar memiliki kemampuan yang rendah dalam menulis karangan. Hal ini terbukti pada hasil penjaringan data awal dari 20 orang siswa usia SD yang menunjukkan bahwa siswa tidak mampu menyampaikan gagasan secara runtut dan penggunaan kalimat yang baik dan benar. Oleh karena itu, tim menawarkan solusi untuk memberikan treatmen berupa penggunaan teknik pemodelan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini yakni (1) tim melakukan penjaringan data awal; (2) tim menentukan solusi; (3) tim menjelaskan cara menulis karangan dengan teknik pemodelan; dan (4) tim melakukan refleksi dan evaluasi. Berdasarkan hasil treatmen yang dilakukan, dapat dikatakan berhasil. Hal ini terlihat pada adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis karangan sebelum siswa menulis menggunakan teknik pemodelan adalah : 57,5 % sedangkan setelah menggunakan teknik pemodelan adalah 75,5%.Abstract: The lack of writing ability in elementary school students has become a common problem. One of these is in Wae Rií Village, Manggarai, NTT where elementary school-age students cannot write essays. This is evident in the results of the initial data screening from 20 elementary age students which showed that students were not able to convey ideas in sequence and use good and correct sentences. Therefore, the team offers a solution by providing treatment using modeling techniques. It aims to improve students' ability to write essays. The methods used in this PkM activity are (1) the team conducts initial data screening; (2) the team determines the solution; (3) the team explains how to write essays using modeling techniques; dan (4) the team reflects and evaluates. Based on the results, it can be said to be successful. This can be seen from the increase in students' ability to write essays. Before students wrote using modeling techniques, they obtained a presentation of 57.5%, while after using modeling techniques, it was 75.5%.
Self Efficacy: A View from Junior High School Students and Its Gender Interaction Marlinda Mulu; Priska Filomena Iku; Fransiskus Laka Lazar; Mariana Jediut
Journal of Educational Science and Technology (EST) Volume 9 Number 2 August 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/est.v9i1.48373

Abstract

Self-efficacy is an essential factor in the learning process of a student. Self-efficacy is the belief in their skills to complete tasks or achieve targets. Many studies on self-efficacy have been carried out, but there are still few that examine the self-efficacy of junior high school students and how gender influences it. Therefore, it is crucial to examine the self-efficacy of junior high school students and investigate differences in student self-efficacy by gender. Data were collected from research respondents of 168 students, with 95 female and 73 male students. This research adopted a quantitative design as data were collected from questionnaires. Results show that in general students' self-efficacy is in the high category. In addition, students' self-efficacy in terms of gender, male and female students both have high self-efficacy.Furthermore, the results of the ANOVA test showed that there was a significant difference between the self-efficacy of female and male students. The average self-efficacy of female students is higher than male students. Studies show that even though male and female students have high self-efficacy, there are still students who have low or even very low self-efficacy. Therefore, it is highly recommended that schools provide bombing and counseling services for these students.
THE ROLE OF TEACHER IN THE DEVELOPMENT OF READING LITERACY Fransiska Jaiman Madu; Mariana Jediut
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 9 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v9i4.6395

Abstract

The problem of low reading literacy in the Ruá Catholic Primary School (SDK) was the motivation for this study. The purpose of this study is to describe the role of teachers at SDK Ruá in the development of students' reading literacy. This type of research is qualitative, using data collection techniques through interviews, observation and documentation. The techniques of data collection, data reduction, data presentation and inference (verification) developed by Miles and Huberman were used for data analysis. On the basis of the results of the study, the teachers at SDK Ruá have fulfilled their role and have played an important role in overcoming the main problem related to the low level of reading literacy. The efforts made are to get the pupils used to reading independently, to create a reading corner, to maximise learning by directing the formation of reading literacy, to provide non-text books that the pupils like, and to maximise the use of learning media. Based on the results of the study, it can be concluded that the teachers at SDK Ruá have performed their role optimally. This can be seen from the habits of the students and the physical evidence seen in the school regarding the procurement of books that the students like and the creation of a reading corner. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait rendahnya literasi membaca di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Ruá. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru di SDK Ruá dalam mengembangkan literasi membaca siswa. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik yang dikembangkan Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan hasil penelitian, guru di SDK Ruá telah menjalankan perannya dan mengambil bagian penting dalam mengatasi masalah utama terkait rendahnya literasi membaca. Upaya yang dilakukan adalah membiasakan siswa untuk membaca secara mandiri, membuat pojok baca, memaksimalkan pembelajaran dengan mengarahkan pada pembentukan literasi membaca, pengadaan buku-buku nonteks yang disukai siswa, dan memaksimalkan penggunaan media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru-guru di SDK Ruá telah menjalankan perannya dengan maksimal dan hal ini terlihat dari kebiasaan para siswa dan bukti fisik yang terlihat di sekolah terkait pengadaan buku-buku yang disukai siswa dan pembuatan pojok baca.
PENDAMPINGAN KEGIATAN UNIT SIMPAN PINJAM UNTUK MEMBIASAKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI KELOMPOK BANTANG CAMA WASO BEA Stefanus Divan; Gervasius Adam; Rubertus Hudin; Nikolaus Diones Budiman; Mariana Jediut
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i4.1373-1382

Abstract

Upaya untuk menciptakan lapangan kerja melalui kegiatan kewirausahaan masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengalaman dan pengetahuan dalam mengembangkan usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di dalam kelompok Bantang Cama, terdapat kegiatan rutin yaitu Unit Simpan Pinjam (USP). Namun, kegiatan ini terbatas pada melakukan transaksi simpan dan pinjam sesuai dengan situasi keuangan, tanpa mengembangkan uang pinjaman untuk membuka usaha atau berwirausaha. Beberapa usaha strategis yang dapat dijalankan seperti membuka perkebunan sayur, usaha menenun, dan usaha ternak ayam pedaging. Karena minimnya pengalaman dan pengetahuan dalam kelompok USP "Baca", dilaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tujuan agar para mitra memiliki kemampuan berwirausaha sesuai dengan potensi daerah mereka. Metode pelaksanaan PKM ini meliputi observasi terhadap permasalahan mitra, pelaksanaan program, pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari PKM tersebut antara lain: (1) kelompok "USP Baca" telah berhasil mengembangkan berbagai macam usaha menggunakan uang pinjaman, seperti membuka lahan pertanian sayur, merajut topi, menenun, dan membuka usaha ternak babi dan ayam pedaging, serta berbagai usaha lainnya, (2) anggota kelompok menunjukkan bakat dan minat yang tinggi dalam berwirausaha, dengan mampu menekuni usaha dengan tanggung jawab penuh, (3) setiap usaha yang dikembangkan berhasil memperoleh keuntungan karena adanya saling dukung-mendukung dalam mempromosikan hasil usaha anggota lain melalui media online seperti Facebook dan WhatsApp.
Kemampuan Matematisasi Siswa SD dalam Menyelesaikan Soal Non Rutin Mariana Jediut; Sabina Ndiung; Fransiska Jaiman Madu
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 3 (2023): september
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i3.6299

Abstract

However, it was found that there are still many elementary school students who have not been able to change problems in the form of mathematical modeling and are less precise in applying various problem-solving strategies. This study aims to describe the mathematization ability of elementary school students in the Ponggeok cluster of Satar Mese sub-district. This type of research is quantitative with survey method. The population in this study were all grade IV elementary school students in the Ponggeok Cluster, totaling 98 people. The research sample amounted to 58 fourth grade students who attended SDN Damu, SDK Ponggeok, and SDI Lada.  The sample was determined by purposive sampling technique. The data collection technique used is a test and the instrument is a test question in the form of a non-routine description. The data were analyzed based on the achievement of each indicator of students' mathematical ability. The results showed that students have not been able to achieve all indicators of mathematization ability. In this case, most students reach one of the stages of the mathematization ability process, namely converting problems into mathematical symbols. In addition, there are also students who only write the final result of the problem presented in the test question. In this case 28 students reached one of the stages of the mathematization ability process, namely converting problems into mathematical symbols. In addition, there are 30 students who only write the final result of the problem presented in the test question. Thus it can be said that the mathematical ability of grade IV elementary school students in the Ponggeok Cluster is still relatively low.