Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan identitas dan kemandirian desa melalui edukasi berbasis potensi lokal di Desa Bonto Kio, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep. Permasalahan yang dihadapi masyarakat meliputi rendahnya pemahaman terhadap potensi lokal, lemahnya kesadaran identitas desa, serta tingginya ketergantungan ekonomi terhadap pihak luar. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi desa yang tersedia dan kemampuan masyarakat dalam mengelolanya secara mandiri. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi dan survei awal, pelatihan dan workshop, serta pendampingan dan evaluasi. Pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal diterapkan dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Peserta kegiatan terdiri atas aparatur desa, tokoh masyarakat, pelaku usaha lokal, dan perwakilan masyarakat Desa Bonto Kio. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, sikap, dan partisipasi masyarakat dalam mengenali serta mengelola potensi lokal desa. Masyarakat mulai memahami pentingnya identitas dan kearifan lokal sebagai aset pembangunan serta menunjukkan peningkatan motivasi dan kepercayaan diri. Tingkat ketercapaian kegiatan berada pada kategori cukup tinggi dengan rata-rata capaian sekitar 77–80 persen. Kegiatan ini berkontribusi dalam mengisi kesenjangan praktik pemberdayaan desa dengan menekankan penguatan identitas desa sebagai fondasi kemandirian yang berkelanjutan.