Claim Missing Document
Check
Articles

Found 47 Documents
Search
Journal : Window of Public Health Journal

Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dan Motivasi Kerja Perawat Dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien Di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Makassar Tahun 2020 Ainun, Ananda; Sumiaty; Ella Andayanie
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.100

Abstract

Keselamatan pasien adalah sebuah transformasi budaya, dimana budaya yang diharapkan adalah budaya keselamatan, budaya tidak menyalahkan, budaya lapor dan budaya belajar. Keselamatan Pasien (Patient Safety) merupakan isu global dan komponen penting dari mutu layanan kesehatan, prinsip dasardari pelayanan pasien dan komponen kritis dari manajemen mutu.Berdasarkan hasil pengambilan data awal kasus insiden keselamatan pasien dan data budaya keselamatan pasien yang didapatkan di RSUD Kota Makassar (2019) bahwa kasus insiden keselamatan pasien mulai bulan April-Desember 2019 menunjukkan 1 kasus Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), 22 kasus Kejadian Tidak Cedera (KTC), 1 Kasus Kejadian Potensial Cedera (KPC), 11 kasus Kejadian Nyaris Cedera (KNC).penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan motivasi kerja perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien (patient safety) di ruang rawat inap RSUD Kota Makassar Tahun 2020. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel berjumlah 97 responden diambil dengan cara purposive sampling. Data diperoleh menggunakan kuosioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Pengetahan dengan Pelaksanaan Keselamatan pasien Dengan mengunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ = 0,867, nilai tersebut lebih besar dari pada α=0,05 (p> dari nilai α=0,05), berdasarkan variabel sikap tidak ada hubungan dengan pelaksanaan keselamatan pasien Dengan mengunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ = 0,197, nilai tersebut lebih besar dari pada α=0,05 (p> dari nilai α=0,05), berdasarkan variabel motivasi tidak ada hubungan dengan pelaksanaan keselamatan pasien Dengan mengunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ = 1,000, nilai tersebut lebih besar dari pada α=0,05 (p> dari nilai α=0,05), Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Motivasi Kerja Perawat Dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien Di Ruang Rawat Inap RSUD Kota Makassar Tahun 2020.
Kerupuk Singkong Ebi Biji Labu Kuning terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Soppeng Hernianti; Nurlinda, Andi; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.163

Abstract

Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan sejahtera jasmani, mental, sosial dan spiritual kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan pernyakit dan kecacatan (WHO 2013). Pola tidur yang baik dapat dilihat dari kualitas dan kuantitas tidur itu sendiri. Gangguan tidur yang paling sering dialami oleh mahasiswa seperti insomnia, narkolepsi, hipersomnia, dan obstruktif henti nafas saat tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kebugaran dan kualitas tidur pada mahasiswa soppeng dengan menyamakan sampel agar homogen dengan kriteria inklusi dan eksklusi lalu menggunakan randm dalam penempatan group. Sampel ditarik dari populasi dengan cara mengambil mahasiswa yang memiliki karakteristik yang sesuai karakteristik inklusi dan eksklusi sehingga dimilikilah pencarian sampel berjumlah 30 orang. Jenis penelitian ini menggunakan Experiment Research dengan rancangan penelitian eksperimen murni (True Experimental). Metode analisis data menggunakan teknik analisis univariat dan bivariat kolerasi uji T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat pre-test kategori baik sebanyak 5 mahasiswa (33%), kategori buruk sebanyak 10 mahasiswa (67%) sedangkan pada tahap post test tingkat kualitas tidur mahasiswa kategori baik sebanyak 9 mahasiswa (60%), kategori buruk sebanyak 6 mahasiswa (40%). Pada kelompok control pada tahap pre test tingkat kualitas tidur mahasiswa kategori baik sebanyak 3 mahasiswa (20%), kategori buruk sebanyak 12 mahasiswa (80%) sedangkan pada tahap post test tingkat kualitas tidur mahasiswa kategori baik sebanyak 5 orang (33%) kategori buruk 10 mahasiswa (67%). Nilai p value < 0.05 = 0.24, hal ini menunjukkan Ho diterima dan Ha ditolak, artinya pemberian kerupuk singkong ebi biji labu kuning berpengaruh terhadap kualitas tidur pada mahasiswa Soppeng Tahun 2020.
Hubungan Antara Pola Pemberian ASI Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 6-11 Bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar Riah Ayu Pratami; Abd. Gafur; Nur Ulmy Mahmud; Sumiaty; Septiyanti
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 4 (Desember, 2020)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i4.164

Abstract

ASI adalah makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia 6 bulan. ASI memiliki beberapa manfaat yaitu meningkatkan daya tahan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan motorik kasar pada bayi, meningkatkan kecerdasan, daya pengelihatan, serta mengurangi risiko terkena penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian ASI terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan desain survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang berusia 6-11 bulan sebanyak 193 bayi di Puskesmas Rappokalling. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dan diperoleh sebanyak 128 bayi di Puskesmas Rappokalling. Metode analisis data menggunakan uji bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan ibu yang memberikan ASI eksklusif sebanyak 81 orang (63,3%). Dan ibu yang memberikan ASI non eksklusif sebanyak 47 orang (36,7%). Dari 128 anak didapatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia 6-11 bulan yang normal sebanyak 112 anak (87,5%), dan yang abnormal sebanyak 16 anak (12,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-11 bulan di Puskesmas Rappokalling Kota Makassar.
Hubungan Pola Konsumsi dengan Aktivitas Fisik pada Wanita Usia Subur di Kabupaten Bulukumba Yuliana; Sumiaty; Septiyanti; Sitti Patimah; Andi Surahman Batara
Window of Public Health Journal Volume 1 Nomor 6 (April, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v1i6.269

Abstract

Dalam melakukan aktivitas fisik, otot membutuhkan energi diluar metabolisme untuk bergerak. Tubuh manusia mendapatkan energi dari hasil pembakaran karbohidrat, protein, dan lemak. Namun, apabila terjadi ketidakseimbangan energi, maka akan menimbulkan masalah kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dengan aktivitas fisik pada wanita usia subur di Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ialah wanita usia subur (WUS) yang ada di RT 002, Kelurahan Caile, Kabupaten Bulukumba. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 109 orang berusia 15-49 tahun yang dipilih sesuai kriteria inklusif dan ekslusif. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji chi square). Dari hasil penelitian diperoleh bahwa responden sering mengonsumsi sumber karbohidrat (76,1%), protein (77,0%), dan lemak (78,0%). Sedangkan, fastfood (83,1%) jarang dikonsumsi oleh responden dengan tingkat aktivitas fisik yang rendah (78,0%). Sementara itu, hasil analisis bivariat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara pola konsumsi sumber karbohidrat (p=1,000>0,05), protein (p=0,843>0,05), dan lemak (p=0,976>0,05) dengan aktivitas fisik pada WUS di Kabupaten Bulukumba. Namun, terdapat hubungan antara pola konsusmsi fastfood (0,020<0,05) dengan aktivitas fisik pada WUS di Kabupaten Bulukumba. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa tingkat keseringan seseorang dalam mengonsumsi karbohidrat, protein, dan lemak tidak mampu membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan aktivitas fisik pada WUS di Kabupaten Bulukumba. Meskipun begitu, disarankan agar sekiranya WUS tetap memperhatikan pola hidup dengan menjaga keseimbangan antara makanan yang dikonsumsi dan aktivitas fisik seperti berolahraga agar mampu mencegah terjadinya penyakit degeneratif.
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Sumber Zat Besi Heme dan Non Heme, Protein, Vitamin C dengan Kejadian Anemia Gizi pada Remaja Putri di Kabupaten Majene Mursyidah Halim Baha; Patimah, Sitti; Sumiaty; Gobel, Fatmah Afrianty; Andi Nurlinda
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.210

Abstract

Anemia merupakan kelainan gizi yang paling sering ditemukan di dunia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang bersifat epidemik. Salah satu golongan yang rawan terkena anemia adalah remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola konsumsi makanan sumber zat besi heme dan non heme, protein, vitamin c dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel berjumalah 126 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner ffq dan pengambilan sampel darah. Analisis data di dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis uji chi-square dengan α=0,05, menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara pola konsumsi makanan sumber zat besi heme dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,340), tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber zat besi non heme dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,981), tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber protein dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,674), tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber vitamin c dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,354), tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber penghambat zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,734), dan ada hubungan antara haid/menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri (p=0,008). Dari penelitian ini dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber zat besi heme, non heme, protein, vitamin c serta penghambat penyerapan zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putrid an ada hubungan antara haid/mentruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Majene.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Dekompresi pada Nelayan Penyelam Tradisional di Pulau Barrang Lompo B, Yuliana; Mahmud, Nur Ulmy; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.276

Abstract

Berdasarkan laporan Divers Alert Network (DAN), tingkat kejadian penyakit dekompresi (DCS) dalam penyelaman komersial dilaporkan sebesar 35.3 per 10.000 penyelaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya risiko kejadian penyakit dekompresi pada nelayan penyelam tradisional di Pulau Barrang Lompo tahun 2020. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 118 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama menyelam tidak memenuhi syarat menyelam sebanyak 81 responden (68.6%), Kedalaman menyelam tidak aman sebanyak 66 responden (55.9%), frekuensi menyelam lebih 2 kali sehari sebanyak 102 responden (86.4%), cara naik kepermukaan dengan berhenti disetiap kedalaman tertentu (perlahan) sebanyak 112 responden (94.9%), masa kerja tidak memenuhi syarat menyelam sebanyak 89 responden (75.4%).
Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Akrianti Putri, Anggun; Sumiaty; Yuliati
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 2 (Agustus, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i2.280

Abstract

Chronic kidney disease merupakan suatu kondisi penurunan progresif fungsi ginjal selama periode bulan atau tahun. Tahap akhir dari gagal ginjal kronik sering disebut dengan End Stage Renal Disease (ESRD). Dalam penyakit ginjal stadium akhir ini, ginjal kehilangan fungsinya secara irreversibel untuk mempertahankan metabolisme dan homeostasis tubuh. Apabila pasien telah mengalami Gagal Ginjal Kronik stadium berat, untuk mempertahankan hidupnya diperlukan terapi sementara berupa hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialysis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar. Metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar yang berjumlah 31 responden. Data dianalisis yang menggunakan uji chi square. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, ada hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar dengan nilai p-value 0,021< 0,05 dan ada hubungan depresi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar dengan nilai p-value 0,034 < 0,05.Diharapkan bagi keluarga pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis untuk selalu memberikan dukungan kepada anggota keluarganya yang memiliki penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis untuk pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis harus selalu berpikiran positif untuk menghindari terjadinya depresi.
Gambaran Kecerdasan dan Kedewasaan Pandangan Sosial Terhadap Kinerja Pegawai di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Kasim, Siti Aminah; Nurfardiansyah Bur; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 3 (Oktober, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i3.330

Abstract

Faktor yang meningkatkan kinerja pegawai dipengaruhi orang kepemimpinan. Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau intraksi antara pemimpin, pengikut dan situasi. Kepemimpinan melibatkan distribusi yang tidak merata dari kekuasaan diantara pemimpin dan anggota kelompok, selain secara sah dapat mengarahkan bawahan atau pengikut mereka, pemimpin juga dapat mempunyai pengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leadership terhadap kinerja pegawai di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 41 responden. Metode analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dengan uji chi square. Dari hasil penelitian di peroleh bahwa tidak ada pengaruh antara kecerdasan dengan kinerja pegawai dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,210, tidak ada pengaruh antara kedewasaan pandangan sosial terhadap kinerja pegawai dengan hasil uji chi square diperoleh nilai p = 0,781. Diharapkan kepada pemimpin harus meningkatkan nilai-nilai kecerdasan dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan kecerdasan pegawai, dan pemimpin harus lebih bertanggung jawab pada kewajibannya dan memotivasi pegawai agar kinerjanya terus meningkat.
Hubungan Konstruksi Sumur dengan Kualitas Air Sumur Gali Di Kelurahan Bitowa Kota Makassar Nur, Ikbal; A. Rizki Amelia; Sumiaty
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 3 (Oktober, 2021)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i3.341

Abstract

Sumur gali adalah sumber mata air yang paling sering digunakan masyarakat perdesaan atau perkotaan. Terlebih pada masyarakat perdesaan air sumur gali memiliki manfaat sebagai keperluan masyarakat sehari-hari. Air sumur gali digunakan untuk keperluan diantaranya untuk mandi, mencuci pakaian, memasak makanan, dan untuk dimasak untuk air minum. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui hubungan konstruksi sumur dengan kualitas air sumur gali di RW 03 Ujung Bori Keluarahn Bitowa Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode penelitian observasional dengan design cross sectional study. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 6 sampel air sumur gali yang diperiksa di laboratorium terpadu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Makassar terdapat 1 sampel air yang memenuhi syarat dan 5 sampel air yang tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian diperoleh tidak terdapat hubungan pada konstruksi teknis sumur gali terhadap jarak sumber pencemar, lantai sumur, bibir sumur dinding sumur dan SPAL sumur dengan kualitas bakteriologis pada air sumur gali. Penulis menyarankang kepada pemilik sumur agar selalu memperhatikan konstruksi seperti jarak sumur, lantai sumur, bibir sumur, dinding sumur, dan SPAL sumur, serta penggunaan pemeliharaan pada sumur gali agar mencegah pencemaran bakteri terhadap air sumur.
Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) pada Tenaga Kerja di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Aprilianti, Anisa; Sumiaty; Chaeruddin Hasan
Window of Public Health Journal Volume 2 Nomor 5 (Februari, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/woph.v2i5.551

Abstract

Kecelakaan akibat kerja adalah suatu kejadian yang tidak diduga, dikehendaki dan dapat menyebabkan kerugian baik jiwa maupun harta benda. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja yaitu tindakan tidak selamat (Unsafe Action). Tindakan tidak selamat (unsafe Action) adalah tindakan yang dapat membahayakan pekerja itu sendiri maupun orang lain yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (Unsafe Action) pada tenaga kerja PT. Maruki internasioanal Indonesia kota makassar. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan observasional dan rancangan cross sectional study. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode library research dan metode field research. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan tindakan tidak aman pada pekerja, tidak ada hubungan pengawasan dengan tindakan tidak aman, tidak ada hubungan pelatihan dengan tindakan tidak aman dan tidak ada hubungan stress kerja dengan tindakan tidak aman. Ada hubungan variabel pengetahuan dengan tindakan tidak aman pada pekerja bagian produksi di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar dengan p-value 0,000<0,05. Tidak ada hubungan variabel pengawasan dengan tindakan tidak aman pada pekerja bagian produksi di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar dengan p-value 0,118>0,05. Tidak ada hubungan variabel stress kerja dengan tindakan tidak aman pada pekerja bagian produksi di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar dengan p-value 1,000>0,05. Lebih meningkatkan pengawasan K3, memberikan tambahan materi pelatihan tentang tindakan aman, lebih tegas dalam menindak pekerja yang tidak memakai APD serta hendaknya berpartisipasi dalam pelaksanaan K3. Tenaga kerja harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan bersedia menerima konsekuensi.