Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengolahan Ramuan Berbahan Dasar Tanaman Pegagan Untuk Peningkatan Imunitas Tubuh Vera Iriani Abdullah; Mariana Isir
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i3.1953

Abstract

Indonesia memiliki sumber alam hayati yang terdiri dari 2.848 spesies tumbuhan obat dengan 32.014 ramuan obat. Di Propinsi Papua Barat sekitar  5,9% rumah tangga telah menggunakan layanan kesehatan tradisional yang bersumber dari tumbuhan. Daun pegagan kaya akan flavonoid quercetin memiliki efek terapeutik, serta penggunaanya  sangat aman baik penggunaan secara   topikal maupun  secara oral. Kandungan   konstituen triterpen aktifnya telah terbukti bertindak sebagai agen antialergi dan antiradang sehingga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Namun daun pegagan ini belum di gunakan maksimal oleh masyarakat karena di anggap tanaman liar dan tidak memiliki khasiat untuk itu tim pengabmas terdorong untuk mengenalkan daun pegagan kepada masyarakat melalui kegiatan pelatihan pengolahan daun pegagan yang dilaksanakan pada tanggal 8 April 2022 di Kelurahan Mariat Pantai. Peserta kegiatan sebanyak 50 orang terdiri dari lurah beserta staf, ketua RT,RW, Ibu PKK, Kader Posyandu dan masyarakat. Hasil luaran berupa peningkatan pengetahuan dan produk minuman ramuan berbahan dasar daun pegagan
Sosialisasi Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) sebagai Minuman Alternatif Menurunkan Kadar Gula Darah I Made Raka; Nurul Kartika Sari; Vera Iriani Abdullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i12.7677

Abstract

ABSTRAK Organisasi Kesehatan Dunia pada tahun 2018 menyatakan bahwa 70 % dari total kematian di dunia disebabkan penyakit diabetes mellitus (DM), Indonesia menjadi urutan ke-4  dengan jumlah penderita terbanyak. Hal ini sebabkan akibat pola kehidupan yang tidak terkontrol termasuk gaya hidup dan pola makan yang tidak baik sehingga menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Kasus diabetes mellitus mengalami peningkatan setiap tahun, dari 346 kasus pada tahun 2004 dan diprediksi akan meningkat 4.4% pada tahun 2030.  kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk melakukan scrining kadargula darah sewaktu, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan terkait penyakit DM dan pengolahan daun binahong. Yang digunakan dalam kegiatan  pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi serta pemeriksaan kesehatan. Jumlah peserta sebanyak 39 orang terdiri dari 30 peserta, 3 petugas prolanis dan narasumber serta Tim pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari bertempat di aula puskesmas Mariat. Kegiatan, peserta sebanyak 30 orang memiliki kadar gula darah normal dan 100% mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan terkait penyakit DM serta pengolahan daun binahong. Peserta 100% memiliki  kadar  gula darah sewaktu dalam batas normal, peserta 100% mengalami peningkatan pengetahuan terkait penyakit DM, peserta 100% mengalami peningkatan ketrampilan terkait pengolahan daun binahong. Kata Kunci: Kadar Gula Darah Puasa, Saponin, Lanjut Usia  ABSTRACT The World Health Organization in 2018 stated that 70% of the total deaths in the world were caused by diabetes mellitus (DM), Indonesia being the 4th place with the highest number of sufferers. This is due to an uncontrolled lifestyle, including a bad lifestyle and diet, causing health problems. Diabetes mellitus cases have increased every year, from 346 cases in 2004 and are predicted to increase by 4.4% in 2030. The purpose of this community service activity is to screen blood sugar levels, increase knowledge and skills related to DM disease and processing binahong leaves. The method used in this  community service activity uses counseling and demonstration methods as well as health checks. The number of participants was 39 people consisting of 30 participants, 3 prolanist officers and resource persons and the community service team. The activity was carried out for 3 days in the hall of the Mariat Health Center. The results of the activity, as many as 30 participants had normal blood sugar levels and 100% experienced an increase in knowledge and skills related to DM and processing binahong leaves. 100% of participants had blood sugar levels within normal limits, 100% of participants experienced an increase in knowledge related to DM, 100% of participants experienced an increase in skills related to binahong leaf processing.  Keywords: Fasting Blood Sugar Levels, Saponins, Elderly
Evaluasi pelaksanaan program rumah tunggu kelahiran (RTK) dengan logic model di Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Vera Iriani Abdullah; Wiwit Vitania
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 11 No 3 (2022): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/mik.v11i3.795

Abstract

Background: One of the government's efforts to increase the coverage of deliveries in health facilities is by establishing a maternity waiting home (MWH)Objective: This study aims to evaluate the implementation of the MWHs Program in the Depapre district and Unurum Guay, Jayapura district, Papua. The component of study including the input component, process, output and external factor Method: Type of this research is qualitative research, evaluate the program using the Logic model conducted in MWHs Jayapura district. The research subjects included 9 program managers, and 28 people in community.. Data collection performed with interviews, observation, questionnaires and document analysisResults: The results indicate that the input component includes the availability of funding, policies, facilities infrastructure, and inadequate transportation which has impact for MWHs service process. Process of implementation of MWHs in form of disseminating information, cooperation, recording, reporting and supervision has not optimal. The output component form of MWHs utilization already well even though in the following year there was a decrease Conclusion: The implementation of the MWHs program is not optimal. The input component is still inadequate, the process component has not run optimally and the output component has not achieved the expected results. Strategy is needed for program implementation runs a well
EDUKASI DAN DETEKSI DINI INFEKSI SALURAN KEMIH PADA IBU HAMIL Vera Iriani Abdullah; Fitra Duhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14949

Abstract

Abstrak: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tahun 2016 merekomendasikan layanan Ante Natal Care (ANC) berkualitas, salah satunya merekomendasikan pemeriksaan Infeksi Saluran Kemih pada semua ibu hamil. ISK Jika tidak segera diobati maka dapat menyebabkan dampak pada janin seperti premature, berat badan lahir rendah, retardasi pertumbuhan intrauterin, IUFD, dan peningkatan mortalitas dan morbiditas. Pemeriksaan urine hanya dilakukan jika sudah simtomatik (muncul gejala), padahal sebenarnya skrining ini telah masuk dalam rekomendasi 10 T- ANC berkualitas (tes laboratorium). Masalah; belum terlaksananya program pemeriksaan skrining ISK di Puskesmas. Tujuan pengabdian; untuk mendeteksi kejadian ISK pada ibu hamil. Metode; penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Mitra sasaran; ibu hamil sebanyak 40 orang. Hasil; Ibu hamil mayoritas pada usia kehamilan trimester 2 dan 3, multigravida, dan berpendidikan menengah serta berada pada usia 20 – 35 tahun. Hasil analisa menunjukkan sejumlah 18 (45%) ibu hamil mengalami ISK simptomatik dan 4 (10%) ibu mengalami ISK asimptomatik. Sedangkan 18 (45%) ibu hamil dengan kondisi tidak mengalami ISK.Abstract: The World Health Organization (WHO) in 2016 recommends quality Ante Natal Care (ANC) services, one of which recommends examining Urinary Tract Infections for all pregnant women. ISK If not treated immediately it can cause effects on the fetus such as premature, low birth weight, intrauterine growth retardation, IUFD, and increased mortality and morbidity. Urine examination is only done if it is symptomatic (symptoms appear), even though this screening is actually included in the recommendation for quality 10 T-ANC (laboratory test). Problem; ISK screening examination program has not yet been implemented at the Puskesmas. Purpose of service; to detect the incidence of ISK in pregnant women. Method; treatment and health check. Target partner; 40 pregnant women. Results; The majority of pregnant women are in the 2nd and 3rd trimesters of pregnancy, multigravida, and have secondary education and are aged 20-35 years. The results of the analysis showed that 18 (45%) pregnant women had symptomatic ISK and 4 (10%) women had asymptomatic ISK. Meanwhile, 18 (45%) pregnant women did not experience a ISK.
Implementasi Edukasi dan Senam Hipertensi pada Keluarga Binaan Vera Iriani Abdullah; Endang Jayanti Rumayomi; Rizqi Alvian Fabanyo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9981

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini. Hipertensi yang tidak terkontrol dan ditangani dengan tepat dapat berkomplikasi dan menyebabkan kematian. Upaya Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi  non farmakologis yaitu dengan menjaga pola makan, mengurangi kelebihan berat badan dan perubahan gaya hidup  seperti  melakukan olahraga, salah satunya  dengan senam hipertensi yang bertujuan  membantu memperlancar aliran oksigen otot jantung sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Rendahnya pengetahuan masyarakat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam menangani hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan senam hipertensi serta memampukan masyarakat melakukan senam hipertensi secara mandiri. Pemberian edukasi dengan penyuluhan tentang hipertensi dan  demonstrasi langsung senam hipertensi bersama masyarakat. Kegiatan dilaksanakan  selama 1 hari dengan melibatkan 50 orang masyarakat yang merupakan keluarga binaan. Secara signifikan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit hipertensi serta bagaimana penanganannya dengan senam hipertensi. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan memampukan masyarakat secara mandiri melakukan senam hipertensi. Serta disarankan kepada masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah ke puskesmas, jika terdiagnosis meminum obat secara teratur dan melakukan senam hipertensi minimal  2x seminggu secara mandiri. Kata Kunci: Hipertensi, Edukasi, Senam Hipertensi   ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease which is a very serious health problem today. Hypertension that is not controlled and handled properly can be complicated and cause death. Efforts to treat hypertension can be done with pharmacological and non-pharmacological therapy. Non-pharmacological therapy, namely by maintaining a diet, reducing excess weight and lifestyle changes such as doing sports, like hypertension gymnastics which aims to help facilitate the flow of oxygen to the heart muscle so that it helps reduce blood pressure. Low public knowledge influences people's behavior in dealing with hypertension. This community service activity is to increase public knowledge about hypertension and hypertension gymnastics and enable people to do hypertension gymnastics independently. Providing education with counseling about hypertension and direct demonstrations of hypertension gymnastics with the community. The activity was carried out for 1 day involving 50 community members who were fostered families. Significantly this activity increases public knowledge about hypertension and how to handle it with hypertension gymnastics. This activity can increase people's knowledge and enable people to independently do hypertension exercises. It is also suggested to the public to routinely check blood pressure at the health center, if diagnosed, take medication regularly and do hypertension exercises at least 2x a week independently. Keywords: Hypertension, Education, Hypertension Gymnastics
Penanganan Dismenorhoe dengan Minuman Mix Kulit Buah Naga dan Air Kelapa Hijau Mariana Isir; Vera Iriani Abdullah; Rizqi Kamalah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8291

Abstract

ABSTRACT The prevalence of dysmenorrhea is 90% in adolescent girls, which is caused by the presence of prostaglandins that trigger pain. Dysmenorrhea is directly related to quality of life. Herbal is one method that is considered safe because it does not provide side effects and dependence. Dragon fruit skin contains substances that function to flex blood vessels, so that blood flow can directly have an impact on reducing pain during menstruation. In addition, increased levels of magnesium in the body can help smooth muscle relaxation and vasodilation of blood vessels. Coconut water is rich in calcium so it is considered capable of dealing with dysmenorrhea. The formulation of the problem is whether a mixture of dragon fruit peel and green coconut water is effective in treating dysmenorrhea? The purpose of the study was to analyze the difference in light intensity before and before using a drink mixed with dragon fruit peel and green coconut water. The research method used a quasi-experimental design and the use of pretest-posttest control group design techniques. The number of samples was 32 people who were divided into 2 groups. Instruments to measure dysmenorrhea using the VAS (Visual Analogue Scale) instrument. The analysis uses paired T if the data distribution is normal and if the distribution is not normal, then the Wilcoxon test is used. The results of the Mann Whitney test show that the P-Value value of 0.000 is smaller or <0.05. The conclusion is that there is a significant difference between the results of the level of dysmenorrhea pain in the Intervention Group with the consumption of a mixture of dragon fruit peel jelly and green coconut and the Control Group with the provision of relaxation techniques. Keywords: Woman,  Pain,  Relaxation  ABSTRAK Prevalensi dismenore adalah 90% pada remaja putri, yang disebabkan oleh adanya prostaglandin yang memicu nyeri. Dismenore berhubungan langsung dengan kualitas hidup. Herbal merupakan salah satu cara yang dianggap aman karena tidak memberikan efek samping dan ketergantungan. Kulit buah naga mengandung zat yang berfungsi untuk melenturkan pembuluh darah, sehingga aliran darah secara langsung dapat berdampak mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Selain itu, peningkatan kadar magnesium dalam tubuh dapat membantu relaksasi otot polos dan vasodilatasi pembuluh darah. Air kelapa kaya akan kalsium sehingga dianggap mampu mengatasi dismenore. Rumusan masalahnya apakah campuran kulit buah naga dan air kelapa hijau efektif mengobati dismenore? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan intensitas cahaya sebelum dan sebelum menggunakan minuman yang dicampur dengan kulit buah naga dan air kelapa hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dan menggunakan teknik pretest-posttest control group design. Jumlah sampel sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen untuk mengukur dismenorea menggunakan instrumen VAS (Visual Analogue Scale). Analisis menggunakan T berpasangan jika distribusi datanya normal dan jika distribusinya tidak normal, maka digunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa nilai P-Value sebesar 0,000 lebih kecil atau < 0,05. Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tingkat nyeri dismenore pada Kelompok Intervensi dengan konsumsi campuran jelly kulit buah naga dan kelapa hijau dan Kelompok Kontrol dengan pemberian teknik relaksasi. Kata Kunci: Wanita, Rasa sakit, Relaksasi
Pelatihan Pembuatan Kulit Kue Lontar Berbahan Dasar Tepung Biji Durian Santoso Budi Rohayu; Ketut Wahyudi; Vera Iriani Abdullah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10535

Abstract

ABSTRAK Tepung biji durian mengandung tinggi  alkaloid, kadar serat air dan karbohidrat serta  rendah terpenoid. Saat ini pemanfaatan biji durian sudah mulai banyak dilakukan baik berupa tepung maupun  olahan makanan lain. Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung biji durian dapat di gunakan sebagai alternatif bahan pangan. Hal ini juga sangat membantu dalam pengurangan limbah sampah yang dapat mengganggu kualitas dan kesehatan pada lingkungan sekitar. Untuk mengajarkan dan mengenalkan pemanfaatan biji buah durian kepada masyarakat. Menggunakan metode pelatihan.  Peserta yang ikut kegiatan sebanyak 60 orang, setelah mengikuti kegiatan 100% peserta mengetahui cara pemanfaatan tepung biji durian.    Masyarakat telah mengenal cara  pemanfaatan biji buah durian sebagai  bahan dasar pangan local. Kata Kunci: Pangan Local, Pengelolaan Limbah, Ketrampilan Masyarakat  ABSTRACT Durian seed flour contains high alkaloids, low levels of water and carbohydrate fiber and terpenoids. Currently, the use of durian seeds has begun to be widely used, both in the form of flour and other processed foods. Based on several research results indicate that durian seed flour can be used as an alternative food ingredient. This is also very helpful in dealing with waste that can interfere with the quality and health of the surrounding environment. The aim is to prohibit and introduce the use of durian fruit seeds to the public. This community service activity uses the training method. Results: 60 participants took part in the activity, after participating in the activity 100% of the participants knew how to use durian seed flour. Conclusion: the community is familiar with how to use durian fruit seeds as a basic ingredient for local food.  Keywords: Local Food, Waste Management, Community Skills
Cross-Cultural Analysis of the Role of Traditional Medicine in Health Access in Indonesia Vera Iriani Abdullah; Wahidin Wahidin; Diki Prayugo Wibowo; Ria Mariani
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 10 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i10.279

Abstract

This study investigates the contribution of traditional medicine on health care access in Indonesia through a quantitative cross-cultural approach. Utilizing a sample of 350 individuals that is diverse in terms of age, gender, and ethnic background, the study investigates the prevalence and characteristics that impact the use of traditional medicine. The findings show that traditional healing methods are heavily relied upon, especially by elderly people and members of specific ethnic groups. The necessity for culturally responsive healthcare practices is highlighted by the discovery that cultural beliefs are important determinants of health-seeking behaviour. The results add to the growing body of knowledge about the integration of traditional medicine into modern healthcare systems by highlighting the significance of customizing therapies to the many cultural settings found throughout Indonesia.
Cross-Cultural Analysis of the Role of Traditional Medicine in Health Access in Indonesia Abdullah, Vera Iriani; Wahidin, Wahidin; Wibowo, Diki Prayugo; Mariani, Ria
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 1 No. 10 (2023): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v1i10.279

Abstract

This study investigates the contribution of traditional medicine on health care access in Indonesia through a quantitative cross-cultural approach. Utilizing a sample of 350 individuals that is diverse in terms of age, gender, and ethnic background, the study investigates the prevalence and characteristics that impact the use of traditional medicine. The findings show that traditional healing methods are heavily relied upon, especially by elderly people and members of specific ethnic groups. The necessity for culturally responsive healthcare practices is highlighted by the discovery that cultural beliefs are important determinants of health-seeking behaviour. The results add to the growing body of knowledge about the integration of traditional medicine into modern healthcare systems by highlighting the significance of customizing therapies to the many cultural settings found throughout Indonesia.
Pengaruh Kie Menggunakan Lembar Balik Persiapan Persalinan Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil ABDULLAH, VERA IRIANI
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 14 No 2 (2022): JUNI
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v14i2.670

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 menyebar secara luas di masyarakat, sehingga menimbulkan kecemasan bahkan depresi bagi masyarakat, termasuk wanita. Sebuah studi yang dilakukan oleh Corbett et all (2020) menunjukkan sekitar 83,1% wanita mengalami kekhawatiran tentang status kesehatannya. Pemberian informasi yang tepat, diharapkan dapat mengurangi pengaruh negatif berupa kecemasan dan ketakutan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh KIE menggunakan lembar balik persiapan persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain eksperimen kuasi dengan pendekatan non equivalent control group design melalui teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel 15 ibu hamil pada kelompok kontrol dan 15 ibu hamil pada kelompok eksperimen. Berdasarkan hasil uji Independen t-Test nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,038 < 0,05 artinya hipotesis diterima sehingga terdapat pengaruh pemberian KIE menggunakan lembar balik persiapan persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19.