Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Beban Kerja Sebagai Prediktor Burnout Pada Karyawan di PT X. Kota Bekasi Annasai, M. Al Afif; Mangundjaya, Wustari L.; Pohan, Hema Dayita
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 1 (2025): Agustus
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjeleaskan tentang pengaruh beban kerja terhadap burnout karyawan di PT. X Kota Bekasi. Penelitiam ini berujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara beban kerja dengan burnout  di karyawan PT. X di kota Bekasi, dengan total 35 responden yang berasal dari karyawan di PT. X kota Bekasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa beban kerja dapat menjadi salah satu prediktor burnout pada karyawan di PT. X Kota bekasi.
Evaluasi Pelatihan: Menelaah Reaksi Peserta dan Proses Pembelajaran sebagai Indikator Efektivitas Pelatihan Nadia Khalishah Fitri; Fajar Herlambang Pratama; Firman Purnomo; Annaas Bahtyar Roby; Arsyadani Hasanah; Mangundjaya, Wustari L.
Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Komunikasi dan Ilmu Sosial (April - Juni 2025)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jkis.v3i2.2185

Abstract

Penilaian dan evaluasi mengenai efektivitas program pelatihan merupakan aspek krusial dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Model evaluasi Kirkpatrick maupun Philip dan Philip menekankan pentingnya mengukur reaksi peserta dan proses pembelajaran sebagai indikator awal keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur terhadap sepuluh jurnal lima tahun terakhir serta satu artikel ilmiah tambahan yang mengkaji hubungan antara kesiapan individu dan komitmen terhadap perubahan organisasi. Temuan menunjukkan bahwa persepsi positif peserta terhadap pelatihan dan peningkatan hasil belajar selama proses pembelajaran berdampak langsung terhadap keberhasilan jangka panjang program pelatihan. Aspek psikologis dan emosional peserta, pemanfaatan teknologi pembelajaran yang tepat, serta metode pembelajaran aktif dan partisipatif terbukti memiliki korelasi signifikan dengan efektivitas transfer pembelajaran ke lingkungan kerja. Kesiapan individu dan dukungan organisasional menjadi faktor determinan dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik. Evaluasi terhadap kedua aspek ini memberikan masukan penting untuk pengembangan program pelatihan yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu mengoptimalkan investasi pengembangan SDM organisasi.
Bermain Sebagai Sarana Pengembangan Kesejahteraan Fisik (Physical Well-being) pada para Lansia Mangundjaya, Wustari L.; Afriyenti, Lenny Utama
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 7 (2024): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/1mf8bz49

Abstract

Lansia atau lanjut usia adalah suatu masa dimana seseorang mulai memasuki masa penurunan kondisi fisiknya.  Meskipun demikian, hal ini tidak berarti mereka tidak dapat berkontribusi bagi masyarakat.  Untuk itu, agar Lansia dapat berdaya guna maka mereka harus dipersiapkan dan didukung untuk mencapai kesejahteraan fisik maupun kesejahteraan psikologis. Dalam hal ini meskipun menyadari bahwa aktivitas fisik perlu dan bermanfaat bagi dirinya, tetapi dengan berbagai alasan tertentu mereka kadangkala enggan untuk melakukannya. Untuk itu, aktivitas fisik yang diberikan dengan cara bermain dapat menjadi salah satu cara dalam meningkatkan kesejahteraan fisiknya yang akan diikuti oleh kesejahteraan psikologis. Program pengabdian ini dilakukan pada sebuah komunitas di Pengalengan Jawa Barat yang mayoritas anggotanya adalah Lansia. Berbagai jenis permainan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan fisik dilakukan. Hasil menunjukkan bahwa para Lansia menyukai kegiatan tersebut dan menginginkan supaya kegiatan ini dapat dilakukan secara berkesinambungan.
Pengaruh Kesiapan Individu Untuk Berubah Terhadap Kesiapan Organisasi Untuk Berubah Dengan Mediator Rasa Berdaya Psikologis Merdiaty, Netty; Mangundjaya, Wustari L.; Hartijasti, Yanki
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 3 (2022): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kesiapan individu untuk berubah dan rasa berdaya psikologis terhadap kesiapan organisasi untuk berubah Pada 2 BUMN. Teknik pengambilan data menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 175 orang, dan diolah dengan mempergunakan analisis Regresi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, KIB (Kesiapan individu untuk berubah) dan RBP (Rasa berdaya psikologis) bersama-sama memiliki efek yang signifikan pada KOB (Kesiapan organisasi untuk berubah) dengan r-square. Kesiapan individu untuk berubah (KIB) sendiri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan organisasi untuk berubah (KOB). Sedangkan rasa berdaya psikologis sendiri berpengaruh signifikan terhadap kesiapan organisasi untuk berubah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun baik rasa berdaya psikologis maupun kesiapan individu untuk berubah berpengaruh signifikan terhadap kesiapan organisasi untuk berubah untuk perubahan, tetapi skor rasa berdaya psikologis sedikit lebih tinggi dibandingkan kesiapan individu untuk berubah untuk perubahan. Hasil ini dapat diterapkan tidak hanya pada unit kerja, tetapi juga pada lingkungan sosial pada umumnya dimana untuk merubah organisasi maka pemimpin perubahan perlu memerhatikan aspek kesiapan semua anggota kelompok maupun pemberdayaan anggota kelompoknya untuk dapat mencapai keberhasilan suatu perubahan.
Board Game: Cara Pembelajaran Yang Menyenangkan Bagi Orang Dewasa Mangundjaya, Wustari L.; Wicaksana, Seta A.; Ersya , Callista Hapsari Almira Inez
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan SDM memerlukan adanya perubahan pendekatan sebagai dampak dari Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini setiap individu haruts mau dan mampu meningkatkan kompetensinya untuk dapat beradaptasi dengan kondisi saat ini serta berkompetisi dengan sehat. Pada era revolusi Industri 4.0 kompetensi merupakan hal yang esensial, sehingga setiap individu harus memelajari kompetensi baru. Meskipun demikian, proses pembelajaran merupakan proses yang kompleks, tidak dapat demikian saja dilakukan. Dalam hal ini, boardgame dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu individu, khususnya orang dewasa dalam memelajari kompetensi baru maupun meningkatkan keterampilan yang sudah dimilikinya. Studi ini menggunakan 120 partisipan yang terdiri dari 60 partisipan karyawan dan 60 partisipan mahasiswa. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas boardgame sebagai salah satu alat/metode pelatihan bagi orang dewasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boardgame adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk orang dewasa memelajari hal-hal baru dengan menyenangkan, dan memeroleh hasil pembelajaran yang efektif.