Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Media Pembelajaran E-Book Cerita Rakyat Terhadap Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III Muslimin, Muhammad; Cayati, Cayati; Jalal, Jalal; Alam, Syamsul
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3774

Abstract

Kemajuan teknologi pendidikan mendorong pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital, salah satunya e-book cerita rakyat yang berpotensi meningkatkan keterampilan membaca siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran e-book cerita rakyat terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest Design dan sampel ditentukan secara purposive sampling dengan kelas IV C sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa observasi, tes, dan dokumentasi. hasil observasi menunjukkan skor guru 3,5 (kategori sangat baik) dan siswa 3,3 (kategori baik). Data pretest memenuhi uji normalitas (sig. = 0,089 > 0,05) dan uji homogenitas (sig. = 0,599 > 0,05), sedangkan uji hipotesis menggunakan one-sample t-test menunjukkan sig. = 0,000 < 0,05 sehingga H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran e-book cerita rakyat berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca siswa kelas IV C UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III.
KOHABITASI DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kasus Kumpul Kebo di Kalangan Mahasiswa Pendatang Kost “X” dan Kost “Y” di Jalan Ujung Bori dan Jalan Borong Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar) Leko, Uluwia; Sriwahyuni, Sriwahyuni; Sinring, Kasman; Jalal, Jalal; Kasim, Hasanudin
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 2 (2024): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong Mahasiswa Pendatang untuk melakukan pergaulan bebas perilaku kumpul kebo di Kelurahan bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang di tentukan secara purposive sampling dengan informan yaitu mahasiswa pendatang yang melakukan penyimpangan atau kumpul kebo yang terdiri dari tuju orang terdapat dari lima orang pelaku yaitu mahasiswa pendatang dan dua orang sebagai informan tambahan yaitu masyarakat sekitar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara obserfasi lansung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan secara kualitatif. Peneliti menggunakan member chek untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor pendorong mahasiwa pendatang melakukan pergaulan bebas perilaku kumpul kebo di Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar yaitu didorong oleh faktor keingginan mereka sendiri, faktor ekonomi dan faktor lingkungan kost yang agak bebas. Dampak yang terjadi dalam pergaulan bebas kumpul kebo di kalangan mahasiswa pendatang di Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar yaitu hamil diluar nikah dan dinilai kurang baik oleh masyarakat sekiatar karena pandangan masyarakat pada umumnya mahasiswa merupakan generasi-generasi intelektual yang seharusnya memberikan hal-hal yang positif dilingkungan masyarakat.
Social Construction for Maintaining Local Wisdom: Study of Kajang Community, South Sulawesi, Indonesia Jalal, Jalal; Akhiruddin, Akhiruddin; Salemuddin, Muh. Reski; Iskandar, Abdul Malik; Sriwahyuni, Sriwahyuni; Kasim, Hasanudin
JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences - UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jsw.2024.8.1.18839

Abstract

The Kajang people are known for their lives based on traditional values, traditional beliefs, and distinctive local wisdom. They are here to preserve traditions amidst the blows of globalization. With this local wisdom, researchers are interested in analyzing the social construction of the Kajang traditional community to maintain their local wisdom. This research used a qualitative approach through participant observation, in-depth interviews, and data analysis using grounded theory analysis techniques. The research results show that the Kajang indigenous community faced challenges in maintaining their local wisdom amidst social changes and external influences. However, with its social construction, it maintained local wisdom through externalization, objectivation, and internalization processes. With this social construction approach, the Kajang traditional community can show resilience and initiative to preserve local wisdom and strengthen social ties between community members. This research will not only provide new insights into the local wisdom of the Kajang people in efforts to preserve culture, community development, and policy development in Indonesia.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER SOSIAL SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Sulastri, Sarah; Iskandar, Abdul Malik; Amir, Arfenti; Jalal, Jalal
Phinisi Integration Review Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pir.v9i1.82822

Abstract

Abstract. Character education constitutes a crucial foundation for shaping students’ personalities so that they can live ethically and responsibly within society. In this context, the role of teachers is not limited to formal classroom instruction but also involves facilitating the reinforcement of character values through non-formal activities such as extracurricular programs. This study is urgent given the increasing demand for character education amid the social complexity and developmental dynamics of elementary school students. However, efforts to integrate character education into extracurricular activities are often not implemented systematically and structurally by some educators. This research employed a qualitative approach using a case study method at SDN 14 Allu, Bantaeng District. The main informants were extracurricular instructors, sixth-grade students, and the school principal. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings indicate that teachers play a significant role in shaping students’ social character through close and non-hierarchical interactions, the use of social moments as opportunities for value learning, and the provision of spaces for reflection and expression. Nevertheless, several obstacles were identified, including limited time and facilities, teachers’ methodological understanding, and minimal parental support. Overall, extracurricular activities were found to enhance students’ cooperation, self-confidence, tolerance, discipline, and social awareness when facilitated through appropriate and reflective approaches.Abstrak.  Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian siswa agar mampu hidup bermasyarakat secara etis dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, peran guru tidak hanya terbatas pada pengajaran formal di kelas, tetapi juga harus mampu memfasilitasi penguatan nilai-nilai karakter melalui kegiatan non-formal seperti ekstrakurikuler. Penelitian ini menjadi urgen mengingat semakin tingginya kebutuhan akan pendidikan karakter di tengah kompleksitas sosial dan dinamika perkembangan siswa sekolah dasar. Namun, upaya integrasi pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler seringkali belum dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh sebagian pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di SDN 14 Allu, Kecamatan Bantaeng. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru pembina ekstrakurikuler, siswa kelas VI, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran signifikan dalam membentuk karakter sosial siswa melalui pendekatan interaksi akrab dan non-hierarkis, penggunaan momen sosial sebagai pembelajaran nilai, serta pemberian ruang refleksi dan ekspresi. Meskipun demikian, ditemukan beberapa hambatan, seperti keterbatasan waktu, sarana, pemahaman metodologis guru, serta minimnya dukungan orang tua. Secara keseluruhan, kegiatan ekstrakurikuler terbukti mampu meningkatkan kerja sama, kepercayaan diri, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial siswa ketika difasilitasi dengan pendekatan yang tepat dan reflektif.