Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dampak Kualitas Air Terhadap Kelangsungan Hidup Ikan Bandeng (Chanos chanos) di Tambak Area Bekas Pabrik Peleburan Aki Faizzah, Nurul; Putri, Marsha Savira Agatha; Wicaksono, Rizky Rahadian; Hanif, Muhammad; Ni’am, Achmad Chusnun; Yanik, Carri Noer Fida
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 1 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i1.1293

Abstract

In Pucuk District, Lamongan Regency, there is pond aquaculture around the battery smelting plant. In this case, of course, the pond needs good water quality. The purpose of this study is to determine the quality of pond water in accordance with the Quality Standards of Government Regulation of the Republic of Indonesia (PP RI) No. 22 of 2021 Class III Water. And to find out the Effect of Water Quality on the Survival Rate of Milkfish (Chanos chanos). The method used in this study is Observation. This study was carried out for 14 days, namely on day 0, day 7 and day 14 for water quality measurement and monitoring of milkfish survival rate. The parameters observed include pH, Temperature, DO, TSS, COD, Pb. The research time is from April 2024 to May 2024. The research sample was taken from 2 pond locations, namely on the west side of the factory with a distance of 2 meters and behind the factory with a distance of 5 meters. Sampling is determined by the distance between the factory and the pond which is the closest location because no waste disposal outlet is found. The results of the effect of water quality on the survival rate of milkfish (Chanos chanos) were analyzed using SPSS 21 Linear Regression. Based on the results of measuring pH, Temperature, and DO parameters from day 0, day 7 to day 14, the value meets the quality standard. And for the TSS and Pb parameters, the 0th day exceeded the quality standard, then on the 7th to the 14th day the TSS and Pb values decreased until they met the quality standard. And for the COD parameter from day 0, day 7 to day 14, the value decreased but still exceeded the quality standard. So it can be known that the pond water in this study has a risk of decreasing water quality which can have an impact on the health of milkfish.
Pemanfaatan Pasir Silika, Manganese Greensand, dan Karbon Aktif sebagai Bahan Filter Air Telaga Desa Rancang Kencono Lamongan Badriyah, Lailatul; Hanif, Muhammad; Putri, Marsha Savira Agatha
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7616

Abstract

Air telaga Desa Rancang Kencono adalah air yang bersumber dari air hujan dan air waduk Rancang Kencono. Berdasarkan survey awal lapangan, air telaga tersebut digunakan untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK). Namun sayangnya air telaga yang digunakan saat ini belum terolah, sehingga air masih keruh. Air keruh adalah air yang mengandung padatan dan mencemari lingkingan sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan media mana yang lebih efektif antara pasir silika, manganese greensand dan karbon aktif dalam penjernihan air di desa Rancang Kencono. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dalam menentukan hasil penelitian. Hasil yang didapatkan sesudah filtrasi pada pengukuran kekeruhan hari pertama tertinggi adalah 71,96 NTU dan terrendah 41,42 NTU, pada hari ke 7 hasil tertinggi 13,4 NTU dan terrendah 2,9 NTU, pada hari ke 14 hasil tertinggi adalah 9,5 dan terrendah 1,53. Untuk hasil TDS yang didapatkan sesudah filtrasi pada hari pertama tertinggi 363 mg/l dan terrendah 144 mg/l, hari ke 7 hasil tertinggi 333 mg/l, terrendah 62,1 dan pada hari ke 14 tertinggi 203 mg/l dan terrendah 51,8. Untuk pengukuran pH dari hari pertama sampai hari ke 14 rata-rata 6,25-7,88. Berdasarkan hasil pengukuran didapatkan bahwa manganese greensand adalah media yang paling efektif dalam proses penjernihan air.
Analisis Hubungan Prasarana Sanitasi dengan Kesehatan Lingkungan dan Risiko Penyakit Gigi-Mulut di Kawasan Tambakrejo, Sidoarjo Fitriyani, Noor; Ni'am, Achmad Chusnun; Daniati, Reni Puspa; Putri, Marsha Savira Agatha; Andini, Rizqi Aulia Kusuma
Environmental Engineering Journal ITATS Vol 5, No 1 (2025): Environmental Engineering Journal ITATS
Publisher : Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.envitats.2025.v5i1.7941

Abstract

Sanitasi dasar berperan penting dalam menciptakan lingkungan sehat dan mencegah penyebaran penyakit berbasis air, termasuk risiko infeksi rongga mulut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara prasarana sanitasi dasar dan kesehatan masyarakat, dengan fokus pada aspek kesehatan lingkungan dan kesehatan gigi di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif cross-sectional dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pemahaman rendah terkait kriteria air bersih sesuai standar kesehatan lingkungan, yang tercermin dari hasil validitas variabel sikap yang tidak memenuhi syarat. Mayoritas masyarakat masih menggunakan air sumur yang berisiko terkontaminasi bakteri Escherichia coli. Terdapat hubungan signifikan antara faktor sosio-demografis dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan pengelolaan air bersih serta sanitasi dasar (p-value 0,05). Kondisi sanitasi (air sumur) yang tidak optimal ini berdampak pada meningkatnya risiko penyakit diare dan infeksi rongga mulut, termasuk karies dan gingivitis. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi sanitasi terpadu berbasis masyarakat, meliputi peningkatan infrastruktur teknik lingkungan, edukasi perilaku higienis, dan promosi kesehatan gigi secara berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat mendukung tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik dan kualitas lingkungan yang lebih sehat dan aman. Temuan ini memiliki implikasi kebijakan yang mendesak, yaitu perlunya regulasi yang lebih kuat dan pendanaan yang berkesinambungan untuk program sanitasi dasar terpadu guna menurunkan beban penyakit di tingkat komunitas.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FLY GRILL DAN LEM LALAT DI KIOS PASAR SIDOHARJO LAMONGAN Azzahro, Fatimah; Syakbanah, Nur Lathifah; Hanif, Muhammad; Putri, Marsha Savira Agatha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31541

Abstract

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, untuk melakukan jual beli serta tempat aktivitas transaksi ekonomi dan interaksi sosial untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sanitasi pasar yang tidak diperhatikan juga dapat menjadi media penyebaran penyakit dari hewan pengerat dan vektor penyakit seperti lalat. Salah satu upaya pengendalian vektor secara fisik yakni monitoring rutin kepadatan lalat di beberapa jenis kios menggunakan perangkap fly grill dan lem lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan fly grill dan lem lalat di kios Pasar Sidoharjo Lamongan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu. Sampel penelitian sejumlah 6 kios yang terdiri dari kios ikan, kios ayam, kios daging, kios jajan, kios sayur dan kios buah, secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan selama sehari diawali dengan pengukuran parameter lingkungan dan kepadatan lalat diukur dengan fly grill dan lem lalat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepadatan lalat di Pasar Sidoharjo dikategorikan tinggi, dengan nilai rata-rata kepadatan lalat menggunakan fly grill tertinggi di kios ikan sebesar 18 ekor dan menggunakan lem lalat tertinggi di kios buah sebesar 55 ekor. Tidak ada pengaruh signifikan antara jenis perangkap fly grill dan lem lalat terhadap kepadatan lalat (p=0,785). Disimpulkan bahwa tingkat kepadatan lalat di Pasar Sidoharjo Lamongan dikategorikan tinggi. Jenis perangkap yang efektif adalah lem lalat dan jenis kios yang padat lalat adalah kios buah.