Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Kesehatan

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP PADA REMAJA PUTRI TENTANG FLUOR ALBUS Nurulicha Nurulicha; Awis Hamid Dani
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.170

Abstract

Fluor albus atau keputihan dapat mengenai sebagian besar wanita termasuk di dalamnya keputihan yang dapat mengenai remaja putri.Hal ini terkait dengan pengetahuan remaja tentang fluor albus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang fluor albus di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer dengan instrumen penelitian adalah kuesioner yang disebarkan pada 81 responden di kelas 1, 2 dan 3diambil dengan metode angket. Analisis data untuk pengujian hipotesis menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan pengetahuan tentang fluor albus pada remaja putri dengan pengetahuan kurang sebesar 35,80%, sedangkan untuk remaja putri yang memiliki sikap negatif sebesar 43,21%. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap remaja putri tentang fluor albus di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor. Simpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang bermakna (p<0,05) yaitu pengetahuan yang kurang yang akan menyebabkan sikap negatif tentang fluor albus pada remaja putri di MTS Al-Ittihad Tanjungsari Bogor.Kata kunci : pengetahuan, sikap, fluor albus. ABSTRACTFluor albus affect the majority of women include adolescence. This problem related to lack of knowledge about fluor albus. The purpose of this research is to investigate the relationship between knowledge and attitude about the fluor albus of adolescence in Senior High School IttihadTanjungsari Bogor. Method used in this research is the analytical method with cross sectional approach. The data used are primary data with the research instrument was the questionnaire distributed in 81 respondents in grades 1, 2 and 3 Senior High School. Research shows that knowledge of the fluor albus in adolescence with less knowledge is 35.80%, while for adolescencewho have negative attitude is 43.21%. There is a significant relationship between knowledge and attitude of adolescence about the fluor albus in Senior High School Ittihad Tanjungsari Bogor. The conclusions from this research therewas a significant correlation(p <0.05), that lackof knowledgewilllead tonegative attitudesaboutfluoralbusin adolescenceatSenior High School1Ittihad Tanjungsari bogorKey words: knowledge, attitudes, fluor albus.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANGTUA DENGAN PERILAKU AGRESIF REMAJA DI SMK RISE KEDAWUNG Awis Hamid Dani; R. Nur Abdurakhman
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.141

Abstract

Aksi‐aksi kekerasan dapat terjadi di mana saja, seperti di jalan‐jalan, di sekolah, bahkan di kompleks‐kompleks perumahan.Pada kalangan remaja aksi yang biasa dikenal sebagai tawuran pelajar merupakan hal yang sudah terlalu sering kita saksikan, bahkan cenderung dianggap biasa. Hal yang terjadi pada saat tawuran sebenarnya adalah salah satu contoh perilaku agresif dari seorang individu atau kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orangtua dengan perilaku agresif remaja di SMK RISE Kedawung. Metode penelitian yang digunakan adalah metoda deskriptif analitik dengan pendekatan potong silang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK RISE Kedawung. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa, sampel menggunakan total populasi. Data yang digunakan adalah data primer dengan instrumen penelitian angket. Hasil dari penelitian yang dilakukan diketahui terdapat 35,6% remaja yang berperilaku agresif di SMK RISE Kedawung . Jenis pola asuh yang paling banyak diterapkan oleh orangtua adalah pola asuh demokratis sebanyak  65,6%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan perilaku agresif (p< 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan antara pola asuh orangtua permisif dan otoriter dengan perilaku agesif remaja di SMK RISE Kedawung.Kata Kunci : Pola Asuh Orangtua, Perilaku Agresif ABSTRACTViolent act scan happened anywhere, such as in the streets, schools, even in housing. Action that commonly known for adolescent as student brawl  we have often seen, and even considered as normal. The actual brawlis one of example of the aggressive behavior of anindividual or group. The purpose of this study is to identify the relation ship between parents parenting with adolescent aggressive behavior in RISE vocational high school, Cirebon. The method of this study is descriptive analytic with cross sectional approach. The population in this study were all students of SMK RISE kedawung. The population in this study were 90 students, using a sample of the total population. The datas are primary datas with questionnaire research instruments. The result of the study show that there are 35.6% adolescents who be have aggressive lyinRISEvocational high school, Cirebon. Mostly types of child care which adopted by parents is 65.6%  democratic parenting. There is a  significant relationshipbetween parentsparentingwithaggressivebehavior (p<0,05). The conclusion of this study is the existence of the relationship between permisif  parenting and otoriter parenting with adolescents aggressive behavior in RISEvocational high school, CirebonKeywords : Parents Parenting, Aggressive Behavior
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI Healthy Seventina Sirait; Awis Hamid Dani; Devy Rokhmah Maryani
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.222

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang pandemic Covid-19 dapat menimbulkan berbagai macam spekulasi tentang penyebaran virus Corona, sehingga menimbulkan kecemasan yang dapat menurunkan sistem imun tubuh lansia dan dapat pula meningkatkan tekanan darah lansia. Hipertensi lebih rentan menyerang para lansia seiring bertambahnya usia, sehingga berpotensi menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Pengerasan tersebut mengurangi kelenturan pembuluh darah arteri besar dan aorta, sehingga pada lansia lebih rentan mengidap tekanan darah tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang covid-19 terhadap tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi di RW 09 Perumahan Gerbang Permai Pamengkang, wilayah Puskesmas Pamengkang tahun 2020. Desain penelitian ini menggunakan deskripsi kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi sampel nya adalah lansia dengan hipertensi di RW 09 perumahan gerbang permai pamengkang wilayahkerja puskesmas pamengkang dengan jumlah 28 responden dengan teknik pengambilan sampel mengunakan accidental sampling.Hasil penelitian didapatkan responden yang mempunyai pengetahuan baik berjumlah 14 orang (50,0%), tingkat pengetahuan cukup 8 orang (28,6%) dan tingkat pengetahuan kurang 6 orang (21,4%). Dan responden dengan Kecemasan Berat berjumlah 21 orang (75,0%). Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi di RW 09 Perumahan Gerbang Permai Pamengkang Wilayah kerja Puskesmas pamengkang tahun 2020 dengan p value = 0,007 (α= 0,05).Kata Kunci: pengetahuan covid-19, kecemasan lansia AbstractLack of knowledge about the Covid-19 pandemic can lead to various kinds of speculation about the spread of the Corona virus, causing anxiety which can lower the immune system of the elderly and can also increase the blood pressure of the elderly. Hypertension is more prone to attack the elderly as they get older, so that it has the potential to cause hardening of the arteries. This hardening reduces the flexibility of the large arteries and aorta, making the elderly more susceptible to developing high blood pressure. This study aims to determine the relationship between knowledge of covid-19 and the level of anxiety among elderly people who have hypertension in RW 09 of the gateway residential area of Pamengkang, Pamengkang Community Health Center in 2020. The design of this study used a quantitative description of the cross sectional approach. The sample population was the elderly with hypertension in RW 09, the gateway housing complex, the Pamengkang Community Health Center, with 28 respondents using accidental sampling technique. The results showed that 14 people had good knowledge (50.0%), 8 people had sufficient knowledge (28.6%) and 6 people had less knowledge (21.4%). And respondents with severe anxiety totaled 21 people (75.0%). The results of the bivariate analysis found that there was a relationship between knowledge of Covid-19 and the level of anxiety in the elderly who had hypertension in RW 09 Gerbang Permai Pamengkang Housing in the Pamengkang Community Health Center work area in 2020 with p value = 0.007 (α = 0.05). Keywords: knowledge of covid-19, elderly anxiety
FAKTOR RISIKO ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III Indragiri, Suzana; Wahyuni, Sri; Herawati, Cucu; Kristanti, Iin; Yulistiyana, Laili Nurjannah; Dani, Awis Hamid; Aeni, Heni Fa'riatul
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i1.434

Abstract

Anemia memiliki dampak besar pada masa kehamilan, kelahiran, masa nifas, dan bayi. Faktor risiko anemi dapat dipengaruhi oleh faktor internal ibu dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Desain penelitian survey analitik digunakan dalam penelitian ini. Seluruh ibu hamil 234 orang dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dalam trimester ketiga yang dirawat di ruang aurum. Sampling total digunakan untuk mengumpulkan 234 responden. Penelitian ini menggunakan format pengumpulan data sekunder dari lembar asesmen kebidanan rawat inap dari rekam medis responden. Teknik analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara paritas (p value 0,035), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p value 0,046), kunjungan ANC (p value 0,022), dan status gizi (p value 0,000) dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara jarak kehamilan (p value 0,641) dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III.Kata Kunci: Anemia; Paritas; Tablet Fe; ANC; Status Gizi.Anemia has a major impact on pregnancy, birth, puerperium, and infancy. Risk factors for anemy can be influenced by internal maternal and environmental factors. The purpose of this study was to analyze risk factors for anemia in III trimester pregnant women. Analytical survey research design was used in this study. All 234 pregnant women in the study were all pregnant women in the third trimester who were treated in the aurum room. Total sampling was used to collect 234 respondents.  This study used a secondary data collection format from inpatient midwifery assessment sheets from respondents' medical records. Data analysis techniques use univariate analysis and bivariate analysis with Chi Square test.The results of the study obtained a relationship between parity (p value 0.035), adherence to Fe tablet consumption (p value 0.046), ANC visits (p value 0.022), and nutritional status (p value 0.000) with the incidence of anemia and there was no relationship between pregnancy distance (p value 0.641) with the incidence of anemia in third trimester pregnant women.Keywords: Anemia; Parity; Fe Tablets; ANC; Nutritional Status.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI BALAI PEMERIKSAAN ANAK PUSKESMAS KALITANJUNG KOTA CIREBON TAHUN 2024 Arofah, Nur; Dani, Awis Hamid; Guritno, Syah Dewa Putra
Jurnal Kesehatan Vol 15, No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v15i2.461

Abstract

Kepuasan pasien adalah perbandingan antara harapan dan realitas pelayanan kesehatan yang diterima. Terdapat lima dimensi kepuasan pasien: bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 503 pasien, dengan 84 sampel yang dipilih secara accidental sampling di Balai Pemeriksaan Anak Puskesmas Kalitanjung, Kota Cirebon. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,9% pasien merasa kurang puas. Sebanyak 69% pasien menilai bukti fisik kurang lengkap, 66,7% menilai kehandalan tidak baik, 64,3% menilai daya tanggap tidak baik, 52,4% menilai jaminan tidak baik, dan 59,5% menilai empati tidak baik. Uji chi-square menunjukkan nilai p-value 0,000 (0,05) untuk semua dimensi, sehingga terdapat hubungan antara kelima dimensi tersebut dengan kepuasan pasien. Diperlukan peningkatan fasilitas pelayanan dan komunikasi petugas dengan pasien. Selain itu, petugas disarankan mengikuti sosialisasi dan uji kompetensi secara berkala yang diadakan oleh dinas kesehatan maupun pihak eksternal.Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Lima Dimensi Kepuasan Abstract Patient satisfaction is the comparison between expectations and the reality of the healthcare services received. There are five dimensions of patient satisfaction: physical evidence, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The purpose of this research is to analyze the relationship between service quality and patient satisfaction levels. This study uses a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of 503 patients, with 84 samples selected through accidental sampling at the Child Examination Hall of Puskesmas Kalitanjung, Cirebon City. Data were collected through interviews using questionnaires and statistically analyzed using the chi-square test. The research results show that 67.9% of patients feel dissatisfied. As many as 69% of patients rated the physical evidence as incomplete, 66.7% rated the reliability as poor, 64.3% rated the responsiveness as poor, 52.4% rated the assurance as poor, and 59.5% rated the empathy as poor. The chi-square test showed a p-value of 0.000 (0.05) for all dimensions, indicating a relationship between these five dimensions and patient satisfaction. An improvement in service facilities and communication between staff and patients is required. In addition, staff are advised to participate in periodic socialization and competency tests organized by the health department or external parties.Keywords: Patient Satisfaction, Five Dimensions of Satisfaction