Claim Missing Document
Check
Articles

Found 44 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perencanaan Pengelolaan Suku Cadang Menggunakan Metode Reliability Centered Spares Dan Analisis Safety Stock Pada Mesin Pres Di Pt Xyz Muhammad Kamal Fikri; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif yang memproduksi suku cadang sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ yaitu Guide Comp Level K1AA. Dalam kegiatan memproduksi suatu komponen terdapat permasalahan yang harus diperhatikan salah satunya mesin Pres yang memiliki frekuensi kerusakan mesin yang tinggi yang menyebabkan permintaan ketersediaan suku cadang harus selalu tersedia agar proses perbaikan maupun penggantian subsistem atau komponen mesin tidak terhambat, sehingga masalah kerusakan mesin dapat terselesaikan tanpa hambatan ketersediaan suku cadang. Mesin Pres terdiri dari sistem elektrikan dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak enam subsistem dan sepuluh subsistem. Dengan menggunakan matriks risiko, didapatkan subsistem kritis yang paling sering mengalami kerusakan yaitu Brake dan Pelatuk. Kemudian dilakukan uji distribusi data kerusakan dengan output subsistem Brake dan Pelatuk berdistribusi weibull, selanjutnya melakukan perhitungan kebutuhan persediaan suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun mendatang dengan output tujuh unit suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun, dengan masing-masing batas minimal persediaan yaitu satu unit subsistem tersedia di persediaan, dan masing-masing subsistem dipesan kembali ketika persediaan yang tersedia berjumlah dua unit dengan jumlah persekali pesan empat unit untuk subsistem Brake dan tiga unit untuk subsistem Pelatuk. Dari usulan kebijakan ini didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk persediaan suku cadang Brake dalam satu tahun yaitu sebesar Rp2.607.500,00 dan untuk suku cadang Pelatuk sebesar Rp2.203.333,00. Kata Kunci: Reliability Centered Spares and Safety Stock Analyisis, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts Management, Maintenance Task. Abstract PT XYZ is a company engaged in the automotive industry that produces motorcycle parts. One of the components made by PT XYZ is the Guide Comp Level K1AA. In the activity of producing a component, there are problems that must be considered, one of which is a press machine which has a high frequency of engine failure which causes the demand for spare parts to be available so that the repair process or replacement of subsystems or machine components is not hampered, so that the problem of machine damage can be resolved without a hitch. availability of spare parts. Press machine consists of electrical and mechanical systems, each of which consists of six subsystems and ten subsystems respectively. By using a risk matrix, it is found that the critical subsystems that are most frequently damaged are brakes and woodpeckers. Then the damage data distribution test is carried out with the output of the brake and woodpecker subsystem with a weibull distribution, then calculates the need for spare parts inventory in each subsystem for the next year with an output of seven spare parts units in each subsystem for one year, with each The minimum limit of inventory is one subsystem unit available in inventory, and each subsystem is ordered back when the available supply is two units with an occasional order of four units for the Brake subsystem and three units for the Woodpecker subsystem. From this policy proposal, it is found that the costs incurred for brake spare parts inventory in one year are Rp. 2,607,500.00 and for woodpecker spare parts Rp. 2,203,333.00. Keyword i: Reliability Centered Spares, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts, Management, Maintenance Task, Safety Stock
Analisis Nilai Performansi Mesin Splitting Dengan Metode Reliability, Availability, Maintainability, Dan Safety Analysis (rams) Di Pt.garut Makmur Perkasa Anselvi Mega Lestari; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin Splitting pada PT.GMP merupakan salah satu mesin utama yang digunakan untuk melakukan pembelahan kulit sesuai dengan standar ketebalan yang ditetapkan oleh perusahaan. Tingginya frekuensi downtime mesin menyebabkan turunnya performa mesin yang akan mempengaruhi target produksi. Untuk itu diperlukan langkah yang tepat untuk mengurangi permasalahan tersebut dengan menganalisis nilai reliability, availability, maintainability dan safety (RAMS) pada perusahaan. Data yang digunakan adalah data waktu kerusakan mesin Splitting bulan Januari 2017 – Desember 2019. Pada perhitungan risk matrix didapatkan subsistem kritis yaitu pisau, meja, dan bearing roll. Hasil pengolahan data RAMS dengan menggunakan pemodelan RBD didapatkan nilai reliability sistem pada t= 264 sebesar 80% berdasarkan standar IVARA. Nilai inherent availability sebesar 99.51% dan operational availability sebesar 99.73%. Nilai maintainability sistem mencapai angka 100% pada t = 16 jam. Pada evaluasi indikator leading dan indikator lagging sudah mencapai target diatas 95% sesuai dengan standar IVARA World Class Maintenance Key Performance Indicator. Hasil perhitungan safety berdasarkan nilai PFD dan RRF untuk setiap subsistem pada saat interval waktu 8 jam dan 40 jam, subsistem bearing roll memiliki tingkat SIL terbesar yaitu SIL 2, subsistem pisau dan meja memiliki tingkat SIL 2 pada waktu 8 jam dan memiliki SIL 1 pada waktu 40 jam. Perhitungan ini berdasarkan standar IEC 61508. Kata Kunci : Splitting, Reliability, Availability, Maintainability, Safety, Reliability Block Diagram, Maintenance Key Performance Indikator, SIL, IEC 61508. Abstract Splitting machine at PT.GMP is one of the main machines used to do skin cleavage in accordance with the thickness standards set by the company. The high frequency of engine downtime causes a decrease in engine performance which will affect production targets. For this reason, appropriate steps are needed to reduce these problems by analyzing the value of reliability, availability, maintainability and safety (RAMS) in the company. The data used is Splitting machine damage data for January 2017 - December 2019. In the calculation of the risk matrix, critical subsystems are obtained, namely knives, tables and bearing roll. The results of RAMS data processing using RBD modeling obtained value of system reliability at t = 264 of 80% best on IVARA world class standard. The inherent availability value is 99.51% and operational availability is 99.73%. The system maintainability value reaches 100% at t = 16 hours. In the evaluation of leading indicators and lagging indicators have reached targets above 95% in accordance with IVARA World Class Maintenance Key Performance Indicator standards. The safety calculation results are based on the PFD and RRF values for each subsystem at intervals of 8 hours and 40 hours, the bearing roll subsystem has the largest SIL level, namely SIL 2, the knife and table subsystem has a SIL 2 level at 8 hours and has SIL 1 at the time 40 hours. This calculation is based on the IEC 61508 standard. Keywords: Splitting, Reliability, Availability, Maintainability, Safety, Reliability Block Diagram, Maintenance Key Performance Indicators, SIL, IEC 61508.
Usulan Interval Waktu Inspeksi Dengan Aspek Safety Pada Stripper U-da-101 Dengan Metode Rbi (Risk Based Inspection) Pada Pt Xyz_dio Taqiy Asyrof_1201160357 Dio Taqiy Asyrof; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan produksi yang bergerak dalam pertanian dengan salah satu produksi yaitu pupuk urea. Dalam rangakaian proses produksi pupuk urea tersebut melibatkan mesin Stripper U-DA 101. Dalam proses produksinya mesin cenderung rentan mengalami korosi. Berdasarkan masalah tersebut dengan metode risk based inspection. Yaitu metode analisa inspeksi berdasarkan risiko korosi pada mesin. Dalam menentukan inspeksi perlu di lakukan nya beberapa perhitungan yaitu memperhitungkan consequence of failure, probability of failure dimana akan membantu menentukan risk matrix, remaining life, dan output terakhir adalah penentuan interval waktu inspeksi. Kata kunci : Stripper U-DA 101, risk matrix, remaining life, interval waktu inspeksi, urea. Abstract PT XYZ is a production company engaged in agriculture with one of the production, namely urea fertilizer. In a series of urea fertilizer production processes involving the U-DA 101 Stripper machine. In the production process the machine tends to be susceptible to corrosion. Based on these problems with the risk based inspection method. Namely the inspection analysis method based on the risk of corrosion to the engine. In determining the inspection, it is necessary to do a number of calculations, namely taking into account the consequences of failure, the probability of failure which will help determine the risk matrix, remaining life, and the final output is the determination of the inspection time interval. Keywords: Stripper U-DA 101, risk matrix, remaining life, interval waktu inspeksi, urea.
Usulan Perancangan Pemeliharaan Pada Pompa Pendingin Sekunder Dengan Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Di Pusat Reaktor Serba Guna Ga. Siwabessy - Batan Harwinvania Fauzia; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin sekunder memiliki peranan untuk menghisap panas peluruhan yang dibawa dari sistem primer melalui heat exchanger (HE) dan panas peluruhan kemudian dibuang ke lingkungan menggunakan cooling tower. Sistem pendingin sekunder memiliki 3 buah pompa dimana normalnya 2 pompa utama beroperasi secara bersamaan (2x50%) dan 1 pompa sebagai cadangan. Pompa tersebut bekerja secara terus menerus selama 24 jam. Seiring berjalannya waktu, keandalan mesin ini akan berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Agar mesin ini dapat beroperasi dengan baik maka perlu dilakukannya kegiatan pemeliharaan (maintenance). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan pemeliharaan mesin pompa pendingin sekunder dan total biaya pemeliharaan yang optimal dengan menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Untuk menentukan komponen kritis dari pompa pendingin sekunder menggunakan risk matrix dan komponen yang terpilih yaitu seal mekanik dan motor. Berdasarkan hasil penelitian, dengan menggunakan metode RRCM didapatkan 3 proposed maintenance task diantaranya 2 scheduled on-condition task dan 1 scheduled discard task. Berdasarkan proposed maintenance task dan interval waktunya, didapatkan biaya pemeliharaan usulan sebesar Rp3.319.627 sedangkan biaya pemeliharaan eksisting yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp5.019.583. Maka biaya maintenance usulan lebih rendah Rp1.699.955 dibandingkan dengan biaya maintenance eksisting perusahaan sehingga perusahaan dapat mengehemat biaya maintenance sebesar 33.9%. Kata Kunci : Maintenance, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM), Uncertainty Assessment.
Usulan Kebijakan Perawatan Pada Mesin Press Di Pt Xyz Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm Ii) Dan Analisis Fmeca Harits Dzulyaddain; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif khususnya sepeda motor yang memproduksi komponen sparepart pada sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ adalah Guide Comp Level K1AA. Permasalahan yang terdapat di perusahaan adalah salah satu mesin untuk memproduksi komponen Guide Comp Level K1AA yaitu mesin Press memiliki frekuensi kerusakan yang tinggi. Mesin Press sendiri terdiri dari sistem elektrikal dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak 6 subsistem dan 10 subsistem. Dengan menggunakan risk matrix, didapatkan dua subsistem kritis yaitu brake dan pelatuk. Kemudian dilakukan analisis Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA) dengan output berupa Risk Priority Number (RPN) yang menunjukkan bahwa subsistem kritis yang terpilih adalah brake untuk dicari interval waktu perawatan yang optimal. Lalu didapatkan kebijakan maintenance untuk subsistem kritis brake yaitu 2 scheduled on condition task dan 2 scheduled restoration task. Dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) didapatkan biaya usulan kebijakan perawatan sebesar Rp12.512.731,00, sedangkan biaya perawatan eksisting perusahaan sebesar Rp16.683.641,00. Oleh karena itu, perusahaan dapat menghemat biaya perawatan sebesar Rp4.170.910,00. Kata kunci : Reliability Centered Maintenance (RCM II), Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA), Maintenance Task, Maintenance Cost. Abstract PT XYZ is one of the companies engaged in the automotive industry, especially in the motorcycle industry, that produce spare parts on motorcycles. One component made by PT XYZ is Guide Comp Level K1AA. The problem in the company is one of the machines to produce the Guide Comp Level K1AA component, which is a Press machine has a high frequency of failure. The Press machine itself consists of electrical and mechanical systems that each system consists of sequentially subsystem as many as 6 subsystems and 10 subsystems. By using risk matrix, obtained two critical subsystem namely brake and trigger. Then the analysis of Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA) was carried out with output in the form of Risk Priority Number (RPN) which indicates that the selected critical subsystem is brake to be sought for optimal maintenance time interval. Then, obtained the maintenance policy for the brake critical subsystem are 2 scheduled on condition task and 2 scheduled restoration task. After using the Reliability Centered Maintenance (RCM II) method, a proposed maintenance policy costs IDR 12,512,731, while the company existing maintenance policy costs IDR 16,683,641. Therefore, the company can save the maintenance costs up to IDR 4,170,910. Keywords : Reliability Centered Maintenance (RCM II), Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA), Maintenance Task, Maintenance Cost
Usulan Penerapan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Berdasarkan European Standards Application Guide Rcm (csn En 60300-3-11) Pada Mesin Bubut Konvensional Di Pt. Dwitama Mulya Persada Syavira Ramadianti; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT PT. Dwitama Mulya Persada is a national private company that focuses its business activities by offering various solutions and solving problems faced by many industries. Conventional lathes are one of the machines used by the company and are the most frequently experienced engine downtime. Downtime is due to the old engine life so often cause much damage to the component, other than that the production capacity of the machine does not reach the target in the years 2017, 2018, 2019. Unfulfilled targets can be caused by treatment habits and less precise or inappropriate treatment intervals. The purpose of this study is to determine the optimal maintenance time intervals for selected critical components and their total maintenance costs. In determining the critical components of the conventional lathes, it uses a risk matrix and three critical components are selected namely transmission activation lever, gearbox, and bar for lathe activation. Using the RRCM method based on the European standards application guide RCM (CSN EN 60300-3-11), the maintenance policy and total maintenance costs were obtained. Based on the results of data collection and data processing, it was found that there were five proposed maintenance tasks with one scheduled on-conditional, four scheduled restoration tasks with an average interval of maintenance time of 1.5 months. The total proposed maintenance costs obtained amounted to Rp 40,182,296 per year's where the costs were Rp 5,357,639 lower than the existing's company maintenance costs. Keyword : Maintenance, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance, RCM CSN EN 60300-3-11, RCM Information Worksheet, Uncertainty Assessment ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6552 ABSTRAK PT. Dwitama Mulya Persada merupakan perusahaan swasta nasional yang memfokuskan kegiatan bisnisnya dengan menawarkan berbagai solusi dan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh banyak bidang industri. Mesin bubut konvensional merupakan salah satu mesin yang digunakan oleh perusahaan dan merupakan mesin yang paling sering mengalami downtime. Downtime yang terjadi disebabkan karena umur mesin yang sudah tua sehingga sering menyebabkan banyak terjadinya kerusukan pada komponen tersebut, selain itu kapasitas produksi mesin tidak mencapai target pada tahun 2017, 2018, 2019. Tidak terpenuhinya target bisa disebabkan oleh kebijikan perawatan dan interval perawatan yang kurang tepat atau tidak sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interval waktu perawatan yang optimal untuk komponen kritis yang terpilih serta total biaya perawatannya. Dalam penentuan komponen kritis dari mesin bubut konvensional ini menggunakan risk matrix dan terpilih tiga komponen kritis yaitu transmission activation lever, gearbox, dan bar for lathe activatin. Menggunakan metode RRCM berdasarkan European standards application guide RCM (CSN EN 60300-3-11) didapatkan kebijakan perawatan dan total biaya perawatannya. Berdasarkan hasil dari pengumpulan data dan pengolahan data, maka didapatkan hasil bahwa terdapat lima proposed maintenance task dengan satu scheduled on-conditional, empat scheduled restoration task dengan rata-rata interval waktu perawatannya selama 1,5 bulan. Total biaya perawatan usulan yang diperoleh sebesar Rp 40.182.296 per tahun dimana biaya tersebut lebih rendah Rp 5.357.639 dibandingkan dengan biaya perawatan eksisting perusahaan. Kata kunci: Perawatan, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance, RCM CSN EN 60300-3-11, RCM Information Worksheet, Uncertainty Assessment
Perancangan Sistem Pemeliharaan Mesin CNC Kasuga Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Resource Effectiveness (ORE) (Studi Kasus: PT XYZ) Merlina, Astri; Nopendi, Nopendi; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak--PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur. Salah satu produk yang diproduksi adalah dies, dimana proses produksi dilakukan sesuai permintaan customer. Dalam melaksanakan proses produksi, perusahaan mengalami kendala berupa target produksi yang tidak tercapai. Salah satu faktor penyebab permasalahan tersebut adalah frekuensi kerusakan mesin yang mengakibatkan downtime sehingga menghambat proses produksi dan target produksi tidak tercapai. Berdasarkan data yang dimiliki oleh perusahaan, frekuensi kerusakan mesin tertinggi terjadi pada mesin CNC Kasuga. Untuk mengetahui nilai efektifitas mesin maka digunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan menambahkan variabel Overall Resource Effectiveness (ORE) untuk mengetahui nilai efektivitas mesin dari aspek sumber daya yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mesin CNC Kasuga memiliki rata-rata sebesar 45,45%, dimana nilai tersebut masih dibawah world class standard yaitu 85%. Sedangkan nilai ORE mesin CNC Kasuga adalah 41,79%. Penyebab kerugian terbesar dari efektivitas mesin CNC Kasuga yang tergolong rendah yaitu faktor reduced speed losses dan idling and minor stoppage. Selanjutnya dilakukan perancangan sistem pemeliharaan mesin berbasis Total Productive Maintenance (TPM). Kata Kunci- Overall Equipment Effectiveness (OEE), Overall Resource Effectiveness (ORE), six big losses, Total Productive Maintenance (TPM)
Usulan Kebijakan Pemeliharaan Mesin pada Mesin Shot Blast Mach MWJ 9/10 PT Pindad (Persero) dengan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) Jayaningrum, Cahya Wulan; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Penelitian ini mencoba untuk menentukan pemeliharaan preventif untuk mesin shot blasting berdasarkan data kegagalan mesin shot blasting lini produksi E-Clips PT. Pindad (Persero). Digunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance. Metode ini memilih komponen kritis mesin dan menentukan pemeliharaan preventif berdasarkan masing-masing komponen kritis. Sementara itu, dilakukan perhitungan interval waktu pemeliharaan yang optimal dan juga total biaya pemeliharaan preventif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga kegiatan pemeliharaan yang diusulkan dengan 1 scehduled on-condition task dan 2 scheduled restoration task dengan waktu pemeliharaan optimal. interval untuk setiap kegiatan dalam 130 dan 45 hari. Total biaya pemeliharaan preventif yang diusulkan juga berkurang hingga 12% dari total biaya yang ada. Kata kunci-maintenance, reliability and risk centered maintenance, proposed maintenance task, maintenance cost
Usulan Perancangan Pemeliharaan Mesin Pompa Reboiling Column 2 Pump Menggunakan Metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) di PT. XYZ Ati, Laras; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT. XYZ merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pengusahaan pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Dalam menunjang proses produksi PT. XYZ memiliki beberapa kilang. Salah satunya yaitu unit pengolahan tiga yang berada di Palembang. Mesin P-06 CDU-3 merupakan salah satu mesin yang bekerja dengan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan pemeliharaan mesin P-06 CDU-3 dan total biaya pemeliharaan yang optimal menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Setelah menghitung menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) didapatkan 3 proposed maintenance task diantaranya 2 scheduled on-condition task dan 1 scheduled discard task. Setelah mendapatkan proposed maintenance task, kemudian menentukan interval waktu proposed maintenance task dari masing-masing komponen kritis. Interval waktu proposed maintenance task untuk melakukan pergantian seal mekanik setiap 5 bulan sekali dan pengecekkan secara berkala pada kondisi pompa setiap 1 bulan sekali, sedangkan untuk komponen bearing dilakukan pengecekkan berkala setiap 1 bulan sekali. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode RRCM, didapatkan total biaya maintenance usulan sebesar Rp30.879,110 sedangkan total biaya maintenance aktual perusahaan sebesar Rp46.318,665. Maka dapat disimpulkan bahwa biaya maintenance usulan lebih rendah Rp15.439,110 dibandingkan dengan biaya maintenance aktual perusahaan sehingga perusahaan dapat mengehemat biaya maintenance sebesar 33.3%. Kata kunci- maintenance, risk matrix, reliability and risk centered maintenance (RRCM), uncertainty assessment.
Usulan Perancangan Pemeliharaan Mesin Ring Frame FA-503/480 dengan Menggunakan Pendekatan Reliability and Risk Centered Maintennace (RRCM) Pada PT Apac Inti Corpora Navi`a, Isna Jihan; Atmaji, Fransiskus Tatas Dwi; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT Apac Inti Corpora merupakan produsen yarn dan tekstil yang bergerak dalam bidang pemintalan benang dan penenunan kain. Dalam proses produksi di perusahaan digunakan mesin sebagai pendukung proses produksi, salah satunya adalah mesin ring frame. Berdasarkan data downtime yang dimiliki oleh PT Apac Inti Corpora, mesin ring frame FA-503/480 memiliki nilai downtime yang tinggi. Komponen kritis dari mesin ring frame FA-503/480 ditentukan dengan menggunakan risk matrix. Komponen kritis yang terpilih dari mesin ring frame FA-503/480 adalah Electromagnet. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM) karena pada metode ini bertujuan untuk mengetahui berapa interval waktu yang optimal untuk melakukan pemeliharaan untuk komponen kritis terpilih dan menentukan total biaya maintenance. Berdasarkan hasil penilaian didapatkan hasil proposed maintenance yaitu scheduled discard task. Pada perhitungan interval waktu discard task diperoleh nilai total biaya yang dikeluarkan untuk maintenance (Cm) sebesar Rp5.430.847, biaya penggantian komponen (Cf) sebesar Rp125.632.152 dan interval waktu pemeliharaan untuk komponen selama 4 pekan sekali. Perhitungan biaya maintenance eksisting sebesar Rp97.755.246 sedangkan untuk biaya maintenance usulan sebesar Rp81.462.705. Sehingga dapat disimpulkan bahwa biaya maintenance usulan lebih rendah Rp16.292.541 dibandingkan dengan biaya maintenance eksisting.Kata kunci-maintenance, reliability and risk centered maintenance, risk Matrix, RCM Information Worksheet, Proposed Maintenance.
Co-Authors Achmad Rizaldi Utomo Adi Riyanto Afiva, Wirda Hamro Agus Kusnayat Aji Pamoso Aldi Bastian Amelia Kurniawati Anak Agung Ngurah Ananda Dwi Rahmawati Anggreani, Riska Anna Annida Noviyanti Annisa Prias Maysarah Anselvi Mega Lestari Arvindha Ramaditya Ati, Laras Aulia, Valinouski Bambang Tejo Kusumo Bina Wiraty Hasibuan Citra Andriyadi Dena Aprima Diputra Diastyono, Irfan Akmal Dida Diah Damayanti Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Endang Budiasih Evan Suryatyasto Sujatman Fajar Asyiraq Tilammura Fathnin, Nisrina Fididio Agoeng Pamboedi Ganjar Alfian Gita Ayu Dinar Pramesti Gondosubroto, Renaldi Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia Herlambang Prasetyo Nugroho Hidayat, Diansah Husni Amani I Gede Oka Mahendra Ida Bagus Wasudewa Ida Bagus Yoga Samkhyaita Ilham Meiriza Indira Kusuma Wardani Jasmine Raisya Salsabila Jayaningrum, Cahya Wulan Jongtae Rhee Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Khairuddin, Sheikh Muhamad Hizam Sheikh Lalu Galeh Inggil Fatristya Lellyta Nurani P Lestari Atika Putri Liza Nafiah Maulidina Liza Nafiah Maulidina Lukman Subekti Marina Yustiana Lubis Maulidina, Liza Nafiah Merlina, Astri Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Siddiq Muthi Maisa Zulfatri Nadzri, Firdaus Hilmi Navi`a, Isna Jihan Nisrina Fathnin Nopendi, Nopendi Nopendri Nopendri Noviyanti, Anna Annida Noviyanti, Anna Annida Nurdinintya Athari Supratman Nurul Sholihah Ekowati Oktaria Tyas Pambayun Pradipta, Sandy Argya Pratya Poeri Suryadhini Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Rachmatul Baety Rayinda Pramuditya Soesanto Rd. Rohmat Saedudin Redi Ahmad Putra Nuranto Riztan Anggitya Sihombing Salsabila, Jasmine Raisya Sarashvati, Made Shanti Shabrina Zatalini Kuswardani Sheila Amalia Salma Sheila Sekar Soka Sugani, Sandika Lafaldi Syavira Ramadianti Tegar Tri Nugraha Triana Suryani Utama Putra (Telkom University), Anak Agung Ngurah Nanda Valinouski Aulia Widia Juliani Wirda Hamro Afiva Wirda Hamro Afiva Yuris Mulya Saputra Zhafran Ega