Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Focus Group Discussion dan Konsultasi Publik Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten Buru Selatan 2025-2045 Ega, La; Irwanto, Irwanto; Boreel, Aryanto; Tupan, Johan Marcus
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 2 (2024): May
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11362430

Abstract

Focus Group Discussion (FGD) and public consultations for the preparation of the Preliminary Draft Regional Long Term Development Plan (RPJPD) for South Buru Regency 2025-2045 are strategic steps in formulating a long-term development vision that is in line with the National Long Term Development Plan (RPJPN) 2025-2045 and Maluku Province RPJPD 2025-2045. FGD activities and public consultations are carried out to identify specific regional issues and needs, collect accurate information and data, develop solutions and strategies, and increase community participation and transparency in the planning process. The method for implementing FGDs and public consultations involves various stakeholders, including regional apparatus organizations (OPD), DPRD, community leaders, academics, business associations, NGOs and youth organizations. This activity aims to ensure comprehensive input so that the resulting plan is more accurate, inclusive and implementable. The results of FGDs and public consultations include identification of problems such as accessibility and connectivity, limited infrastructure, poverty, environmental damage and land conversion issues. The vision of South Buru Regency 2025-2045 is "South Buru is Developed, Independent and Sustainable Ecoagromarine Based", which reflects a commitment to development that focuses on natural resource potential by considering social and environmental aspects. The preparation of this RPJPD is also expected to be able to increase economic competitiveness, the quality of human resources, and adaptive governance and integrity. Implementation of this activity will complement the South Buru Regency RPJPD strategic document which reflects the synergy between the government and the community in realizing inclusive and sustainable development over the next two decades.
ANALISIS DEFORESTASI DAN DEGRADASI HUTAN DI KECAMATAN SERAM UTARA TIMUR KOBI, KABUPATEN MALUKU TENGAH Solehuwey, Elvira; Mardiatmoko, Gun; Boreel, Aryanto
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 8 No 1 (2024): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v8i1.12774

Abstract

Deforestasi dan degaradasi hutan di Indonesia terus berlangsung sehingga berdampak terhadap terjadinya perubahan iklim. Dengan perkembangannya yang demikian perlu adanya penyesuaian secara kontinyu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya laju deforestasi dan degradasi; menganalisis faktor penyebab terjadinya deforestasi dan degradasi di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah tahun 2013-2020. Pada penelitian menggunakan citra satelit Landsat 8 OLI tahun 2013 dan 2020 ( Path 108, Row 62) yang diunduh dari website United d States Geological Survei (USGS). Klasifikasi citra yang digunakan klasifikasi terbimbing. Hasil klasifikasi tutupan lahan tahun 2013 dan 2020 terdiri dari 7 kelas tutupan lahan yaitu: hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, lahan terbuka, pemukiman, perkebunan, sawah dan semak belukar. Laju degradasi hutan pada rentang waktu tersebut di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi yaitu: hutan lahan kering primer 0,14%, hutan lahan kering sekunder 2,24%. Untuk laju deforestasi pada tutupan lahan hutan tahun 2013 mengalami perubahan menjadi non hutan di tahun 2020 sebesar -0,25%. Berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya deforestasi dan degradasi hutan di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi yaitu: sawah, sungai, jalan, perkebunan dan pemukiman.
PERUBAHAN PENUTUPAN LAHAN SPATIO-TEMPORAL LANDSCAPE HUTAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP STOCK CARBON SEBAGAI AKSI MITIGASI MENUJU NET SINK 2030 DI NEGERI HUTUMURI Boreel, Aryanto; Silaya, Thomas M; Parera, Lydia . R.; Latupeirissa, Yeri A.
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 8 No 1 (2024): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v8i1.13033

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan penutupan/penggunaan lahan tahun 2015-2023, dan menduga besarnya cadangan karbon tersimpan di Negeri Hutumuri. Citra google earth periode 2015 dan 2023 digunakan dalam penelitian ini untuk mendeteksi perubahan penutupan/penggunaan lahan. Klasifikasi jenis penutupan lahan menggunakan metode klasifikasi terbimbing dengan 4 jenis tutupan lahan diantaranya hutan, agroforestri, semak belukar dan permukiman. Jumlah cadangan karbon dalam penelitian ini diperoleh dengan menghitung luas masing-masing tipe penutupan lahan dikalikan dengan angka cadangan karbonnya. Hasil penelitian menunjukkan terjadi variasi tutupan/penggunaan lahan di lokasi studi selama periode amatan. Tutupan lahan hutan meningkat dari tahun 2015-2023 sebesar 17,62%, demikian halnya dengan permukiman 0,34%. Berbanding terbalik dengan tutupan lahan agroforestri dan semak belukar yang mengalami penurunan 10,28% dan 7,68% selama periode amatan. Hal ini tentunya mempengaruhi jumlah cadangan karbon tersimpan di lokasi studi. Total potensi cadangan karbon atas permukaan tanah di lokasi studi meningkat 19,59% di tahun 2023 atau sekitar 56.029,84 ton C/ha dengan potensi cadangan karbon terbesar ditemukan pada lahan hutan dibandingkan lainnya selama periode amatan.
MANGROVE PLANTING AS AN EFFORT TO MITIGATE CLIMATE CHANGE ON SMALL ISLANDS Sitanala, Merlin Renny; Siahaya, Ludia; Boreel, Aryanto; Talaohu, Moda
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i4.2051

Abstract

Mangrove ecosystems have an important role in supporting the life of living things. The physical benefits of mangrove ecosystems are that they resist sea abrasion, withstand salt-laden storms and winds, and bind pollutant substances (poisons) in coastal waters. Climate change that occurs causes many problems, including extreme seasonal changes that cause abrasion, and rising sea levels due to melting polar ice. The problems that occur do not only affect the big islands but are also very much felt in the archipelago, especially Maluku which has many small islands. Efforts to conserve mangrove ecosystems are needed to minimize the impact caused by the effects of global warming. Conservation of mangrove ecosystems can reduce 10 to 31% of the estimated annual carbon emissions from the land use sector in Indonesia. This community service activity aims to realize climate change mitigation efforts on small islands, specifically in Negeri Suli, Maluku Province. Climate change mitigation efforts in Suli State, Maluku Province are carried out by providing socialization related to the role of mangrove ecosystems and then planting mangroves by existing youth and youth. in the village. Monitoring efforts are carried out by forming groups to monitor the success of mangrove growth. Replanting is carried out if mangrove seedlings are damaged or carried away by the current.
INCREASING THE ROLE OF POKDARWIS IN HUTUMURI COUNTRY, SOUTH LEITIMUR DISTRICT, AMBON CITY Th Latupapua, Yosevita; Siahaya, Troice; Tjoa, Tine; Sahupala, Andjela; Silaya, Thomas; Boreel, Aryanto
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i4.2152

Abstract

Community-based tourism development has become the best alternative in tourism management at the local level. Hutumuri Country is one of the customary countries in Ambon City that has the potential to develop community-based tourism. This PKM has the aim of increasing POKDARWIS's understanding of Objects and attractions, 4A, SAPTA PESONA, sustainable tourism, tourism villages, CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, Environment sustainability), and the realization of the role of POKDARWIS through Community-based tourism management in Hutumuri Country optimally and sustainably. The methods used are lecture and discussion methods, until PKM all pokdarwis members, and hutumuri state officials. The results of PKM showed a good and enthusiastic response from POKDARWIS in accepting PKM activities, the hasl was also seen from the pre-test results which only 10% understood and the post-test results showed a value of 100% understanding.
SOCIALIZATION OF MITIGATION AND ADAPTATION OF LONG-SOURCE PLANS AND ANTIQUITIES OF THE PEOPLE OF AMBON TOWNS WITH SOCIAL CONNECTIVITY Parera, Evelin; Parera, Lydia R.; Putuhena, Jusmy D; Boreel, Aryanto; Titarsole, Jimmy
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v8i2.2326

Abstract

Natural disasters such as landslides and droughts pose a serious threat to communities living in the mainland of DAS Waeruhu. Therefore, through a social approach to the community, we call socialization about mitigation and adaptation to the disasters of drought and drought in this region. Some of the problems faced by the communities in the region are: (a) the topography of the district is steep, increasing the risk of droughts, especially during the rainy season; (b) forest deforestation greatly increases the risk for drought due to the loss of soil-resistant vegetation; (c) development without good planning, including building houses on steep slopes, may increase drought risk; (d) changes in irregular rain patterns can cause drought, threatening water supply for agriculture and household needs; (e) rising temperatures and global climate change can worsen drought conditions and reduce available water resources; (f) underprivileged populations may find it difficult to build disaster-resilient infrastructure or take necessary mitigation measures; (g) public awareness of risks and depletion, as well as ways to cope with these risks, can be a serious problem; (h) limited access to education can hinder the public's vital understanding of adaptation and disasters.
Pola Segregasi Sosio-Spasial di Kawasan Permukiman Akibat Pembangunan Maluku City Mall (Studi Kasus: Desa Galala dan Negeri Hative Kecil) Huliselan, Novembry Zefnath; Berhitu, Pieter Th.; Boreel, Aryanto
ARIKA Vol 19 No 2 (2025)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2025.19.2.103

Abstract

Pembangunan pusat perbelanjaan modern seperti Maluku City Mall (MCM) di Kota Ambon membawa perubahan signifikan terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan spasial masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola segregasi sosio-spasial serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya segregasi pada kawasan permukiman Desa Galala dan Negeri Hative Kecil. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan kombinasi analisis Index of Dissimilarity (IoD), analisis diskriminan, serta analisis spasial berbasis GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segregasi pada aspek ekonomi dikategorikan rendah (IoD rata-rata 33,33%), sedangkan segregasi pada aspek sosial tergolong sedang (IoD 46,47%). Analisis diskriminan menegaskan bahwa strata masyarakat merupakan faktor dominan yang membedakan tingkat segregasi antar kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembangunan MCM selain mendorong pertumbuhan ekonomi juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial. Oleh karena itu, pengelolaan ruang kota perlu diarahkan pada kebijakan zonasi dan tata ruang yang inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata, sekaligus mencegah fragmentasi sosial di kawasan perkotaan Ambon.
STUDI KELIMPAHAN SATWA BURUNG DI PULAU SAPARUA BERBASIS LANSKAP PULAU-PULAU KECIL Saihitua, Aslam Hafied; Latupapua, Lesly; Boreel, Aryanto
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.19941

Abstract

Pulau-pulau kecil seperti Saparua mengalami tekanan ekologis akibat fragmentasi habitat yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan, pemukiman, dan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan satwa burung dan faktor-faktor yang memengaruhinya berdasarkan kondisi lansekap di Pulau Saparua, Maluku. Penelitian dilakukan menggunakan metode point count (Index Point of Abundance) untuk mengamati keberadaan burung di dua jenis lansekap: terfragmentasi dan utuh. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kekayaan Margalef, indeks kemerataan, serta indeks dominansi Simpson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lanskap utuh memiliki keanekaragaman jenis yang lebih tinggi (H’ = 2,248) dibandingkan lanskap terfragmentasi (H’ = 0,477). Tercatat 21 spesies burung dari 16 famili, dengan 15 jenis ditemukan pada lanskap utuh dan 14 jenis pada lanskap terfragmentasi. Faktor-faktor yang memengaruhi kelimpahan satwa burung meliputi kondisi ekologis (kompleksitas vegetasi), faktor antropogenik (gangguan manusia), dan cuaca. Burung-burung generalis cenderung mampu beradaptasi di lanskap terfragmentasi, sedangkan burung spesialis lebih banyak ditemukan di lanskap utuh. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keutuhan habitat dan menyusun strategi konservasi lansekap untuk mendukung kelangsungan hidup keanekaragaman burung di pulau-pulau kecil.
PENGEMBANGAN KAWASAN WATERFRONT CITY BERBASIS POTENSI SOSIAL-EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Berhitu, Pieter Thomas; Boreel, Aryanto; Botandri, Adnan
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir merupakan ruang strategis yang memiliki fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya, namun kerap menghadapi tekanan akibat pertumbuhan penduduk dan urbanisasi. Kota Langgur di Kabupaten Maluku Tenggara merupakan salah satu kawasan pesisir yang mengalami permasalahan tata ruang, permukiman kumuh, serta keterbatasan infrastruktur dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi sosial-ekonomi dan lingkungan, tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan berbasis konsep Waterfront City (WFC). Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan analisis SWOT. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan, sementara data sekunder dikumpulkan dari publikasi resmi, dokumen perencanaan, serta data statistik daerah. Analisis dilakukan untuk menilai kondisi eksisting kawasan, potensi sumber daya, serta peluang dan ancaman dalam pengembangan WFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir Kota Langgur memiliki potensi besar di sektor perikanan, perkebunan, dan pariwisata berbasis budaya lokal. Namun, kawasan ini juga menghadapi berbagai kelemahan, antara lain tingginya ketergantungan ekonomi pada sektor primer, keberadaan kawasan kumuh, serta keterbatasan akses infrastruktur dasar. Melalui analisis SWOT, strategi pengembangan WFC dirumuskan dalam empat pilar utama, yaitu revitalisasi lingkungan pesisir, diversifikasi ekonomi, peningkatan infrastruktur dasar, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengembangan WFC di Kabupaten Maluku Tenggara berpotensi menjadi instrumen transformasi sosial-ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas tata ruang dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PULAU SAPARUA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Pitono, Aurora Agnesia Pramuthia; Papilaya, Patrich Phill Edrich; Boreel, Aryanto
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 9 No 2 (2025): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v9i2.20008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tutupan lahan Pulau Saparua dari tahun 2019 hingga 2024. Metode yang digunakan melibatkan analisis spasial berbasis Google Earth Engine (GEE) dan Analitycal Hiearchy Process (AHP). Dalam studi ini dilakukan tahap identifikasi kelas penutupan lahan di lokasi penelitian pada tahun 2019 dan 2024 menggunakan Google Earth Engine (GEE). Selanjutnya, faktor-faktor pendorong perubahan tutupan lahan diidentifikasi dan dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan tingkat pengaruh relatif dari variabel. Menurut hasil penelitian, pertanian mendominasi kelas penutupan lahan dengan luasa 8332,45 ha pada tahun 2019 dan 8883,63 ha pada tahun 2024. Sedangkan, hutan mengalami penurunan. Pertanian menjadi faktor pendorong utama. Ini disebabkan karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian sebagai sumber penghidupan.