Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Dynamic SainT

EFEK PERSENTASE BARIUM KARBONAT DENGAN ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KEKERASAN BAJA KARBON AISI 2015 Frans Robert Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 2 No. 2 (2016): Jilid 2 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.469 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v2i2.107

Abstract

Prosesperlakuan panas merupakan salah satu proses pengerasan permukaan baja karbon AISI 2015 dengan proses difusi atom karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisefek persentase BaCO3sebagai bahan energizerdengan serbuk arang tempurung kelapa (SATK) pada perlakuan panas dengan metode prosespengarbonan padat (PackCarburizing Process Method)untuk meningkatkan kekerasan pada lapisan permukaan baja karbon AISI 2015. Serbuk arang tempurung kelapa dengan mesh 30 yang digunakan sebagai media penambah unsur karbon pada permukaan baja karbon AISI 2015.Persentase0, 5, 10, dan 20% berat BaCO3 dengan 100, 95, 90, dan 80% berat serbuk arang tempurung kelapa, denganspesimenbaja karbon AISI 2015 berdiameter 25 mm, tebal 15 mm. Bajakarbon AISI 2015memiliki unsur-unsur kimia sebagai berikut: 98,482% Fe; 0,194 % C; 0,152 % Si; 0,637% Mn; 0,032% P; 0,032% S; 0,095% Ni; 0,014% Mo; 0,197% Cu; 0,025% Sn; 0,134% Cr, dan unsur-unsur kimia lainnya dalam persentase tertentu. Prosespengarbonan padat dilakukan pada suhu 900oC, dengan lama waktu prosespemanasan 3 jam. Pengerasan permukaan dilakukan dengan memanaskan kembali spesimen pada suhu 840oC ditahan selama 20 menit kemudian di-quenching dengan media air padasuhu kamar. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa penambahan 20% berat BaCO3sebagai energizerdengan 80%berat arang tempurung kelapa dengan mesh 30,memberikan tebal lapisan keras pada bagian permukaan spesimen yang optimal. Padaprosespengarbonan padat dangan lama waktu pemanasan 3 jam memberikan kekerasan lapisan permukaan spesimen baja karbon AISI 2015 dapat mencapai 800 VHN atau sekitar 8 kali kekerasan awalnya.
ANALISIS SIFAT MEKANIS KOMPOSIT RESIN EPOKSI SERBUK KAYU BAYAM Frans Robert Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 1 No. 2 (2014): Jilid 1 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.619 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v1i2.135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi berat komposit resin – epoksi berpenguat serbuk kayu bayam terhadap tegagan tarik dan tegangan lentur. Dalam penelitian ini digunakan serbuk gergaji (sawdust) kayu bayam dengan ukuran ? 1-2 mm. Persentase pencampuran resin – epoksi (matriks) dengan serbuk kayu bayam (filler/penguat) adalah sebesar 0 % , 5 % , 10 %, dan 15 %. Pengujian sifat mekanis pada pengujian ini adalah pengujian tegangan tarik/tensile test dan pengujian tegangan lentur/bending test. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan tegangan tarik tertinggi didapatkan pada fraksi berat 5 % sebesar 22,56 (N/mm2) dan tegangan tarik terendah didapatkan pada fraksi berat 15 % sebesar 6,41 (N/mm2). Sedangkan tegangan lentur tertinggi didapatkan pada fraksi berat 5 % sebesar 22,286 (N/mm2), dan tegangan lentur terendah didapatkan pada fraksi berat 15 % sebesar 13,032 (N/mm2).
ANALISIS PERLAKUAN PANAS BERTAHAPTERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH Frans Robert Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 2 No. 1 (2016): Jilid 2 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.577 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v2i1.310

Abstract

Analisis perlakuan panas bertahap terhadap kekerasan dan kekuatan tarik baja karbon rendah. Seiring dengan perkembangan industri dewasa ini terutama pada bidang industri konstruksi dan rekayasa maka peranan material-material logam sangat dibutuhkan, maka dalam hal ini penulis terdorong untuk meneliti analisis perlakuan panas bertahap terhadap kekerasan dan kekuatan tarik baja karbon rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan dan kekuatan baja karbon rendah melalui perlakuan panas bertahap. Dalam proses perlakuan panas bertahap, variasi temperatur yang digunakan yaitu 800oC, 850oC, 900oC, dan 950oC, waktu konstan 30 menit dengan media pendingin air. Benda kerja yang digunakan dalam penilitian ini adalah baja karbon ST 37 berbentuk pejal yang diuji dengan metode pengujian DT (Destructive Test) atau pengujian dengan merusak material. Dalam pengujian kekerasan diperoleh nilai rata-rata untuk material normal adalah 55 kg/mm2, temperatur 800oC adalah 65 kg/mm2, temperatur 850oC adalah 83.33 kg/mm2, temperatur 900oC adalah 60.67 kg/mm2, temperatur 950oC adalah 60 kg/mm2. Nilai kekuatan tarik rata-rata untuk material normal adalah 513.1 N/mm2, pada temperatur 800oC adalah 990.79 N/mm2, temperatur 850oC adalah 1089.87 N/mm2, temperatur 900oC adalah 613.94 N/mm2 dan temperatur 950oC adalah 582.1 N/mm2. Dengan melihat hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa temperatur pemanasan pada proses perlakuan panas bertahap berpengaruh terhadap kekerasan dan kekuatan baja karbon rendah.
Optimasi Perendaman Air Belerang Panas Terhadap Sifat Mekanis dan Sifat Fisis Strip Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Frans Robert Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 3 No. 2 (2017): Jilid 3 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2078.568 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v3i2.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan memberdayakan manfaat dari bambu. Bahan yang dipilih pada penelitian ini adalah bambu petung (Dendrocalamus asper) yang selama ini hanya di gunakan sebagai bahan bangunan dan kerajinan tangan akan diubah menjadi material teknik, maka perlu diteliti sifat mekanis dan sifat fisisnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mangetahui optimasi perendaman air belerang panas terhadap sifat mekanis dan fisis strip bambu petung. Untuk mengetahui masing-masing sifat mekanis fisis strip bambu petung dan mengetahui fungsi secara umum dari bambu tersebut. Dalam penelitian ini, dirancang terlebih dahulu langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian. Pada proses selanjutnya adalah mulai dari penebangan bambu petung, pembuatan strip, pengeringan, perendaman dengan bahan perendam air belerang panas, pengujian sampel untuk mengetahui kekuatan tarik dan difoto untuk melihat perubahan-perubahan apa yang terjadi secara fisik pada sampel. Hasil pengujian dan foto mikro strip dapat dijelaskan sebagai berikut : Kekuatan tarik strip tertinggi diperoleh pada perendaman 4 minggu, yakni 138 N/mm2 sedangkan kekuatan tarik terendah terdapat pada perendaman 2 minggu yakni 114 N/mm2. Regangan tertinggi terdapat pada perendaman 6 minggu yakni 0,043% dan modulus elastisitas terting didapat pada perendaman 4 minggu yakni 0,74 GPa. Perubahan struktur mikro permukaan strip sangat signifikan, yaitu strip normal permukaannya kelihatan kasar sedangkan yang telah mengalami perendaman permukaannya halus terutama strip yang direndam selama 4 minggu. Perubahan struktur mikro selalu berkorelasi dengan kekuatan tarik strip bambu petung, yaitu semakin halus permukaan strip semakin meningkat kekuatan tariknya.
ANALISIS TEGANGAN BENDING DAN STRUKTUR MIKRO STRIP BAMBU PETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) AKIBAT PERLAKUAN PERENDAMAN AIR BELERANG DINGIN Frans Robert Bethony
Journal Dynamic Saint Vol. 4 No. 1 (2019): Jilid 4 Volume 1
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.871 KB) | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v4i1.688

Abstract

Pada zaman modern khususnya Indonesia kebutuhan akan material sangat dibutuhkan oleh manusia, khususnya bambu sebagai material baik bahan bangunan maupun bahan kerajinan. Maka dari itu penulis terdorong untuk meneliti dengan tujuan untuk menganalisis tegangan bending dan struktur mikro strip bambu petung (Dendrocalamus asper) akibat perlakuan perendaman air belerang dingin. Material yang diteliti pada pengujian ini adalah strip bambu petung yang dipotong menjadi 25 sampel, masing-masing terdiri dari 5 sampel yang direndam menggunakan air belerang dingin dengan variasi waktu 1, 2, 3, dan 4 hari untuk pengujian tegangan bending dan struktur mikro. Pada tabel analisis tegangan bending diperoleh nilai rata-rata untuk normal diperoleh nilai tegangan bending rata-ratanya 192 N/mm2, 1 hari diperoleh nilai tegangan bendingnya rata-ratanya 189 N/mm2, 2 hari diperoleh nilai tegangan bendingnya rata-ratanya 214 N/mm2, 3 hari diperoleh nilai tegangan bending rata-ratanya 208 N/mm2, dan 4 hari diperoleh nilai tegangan bendingnya rata-ratanya 267 N/mm2. Dengan melihat hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman air belerang dingin akan berpengaruh pada tegangan bendingnya selain 1 hari, yaitu nilai tegangan bending tertinggi 267 N/mm2 dan terendah 189 N/mm2 yang diperoleh pada perendaman selama 4 hari dan 1 hari. Terlihat berbedaan strip bambu petung pada saat sebelum melalui perlakuan hingga mendapat perlakuan dengan perendaman kedalam air belerang selama 1, 2, 3, dan 4 hari. Strip bambu petung tanpa perlakuan terlihat permukaan masih kasar dari warna serat masih terlihat kusam, perbedaan yang terjadi dengan perlakuan perendaman selama 1 hari terlihat warna serat menjadi mulai berbeda warna strip bambu petung mulai berwarna cokelat dan permukaan mulai halus, dan pada strip bambu petung dengan perlakuan 2, 3, dan 4 hari perendaman terlihat warnanya pun semakin terlihat sangat berbeda dari strip bambu petung tanpa perlakuan. Ini menujukan bahwa semakin lama perendaman akan semakin berpengaruh karena banyak air yang diserap atau yang masuk ke dalam strip dan warnya yang awalnya cerah semakin lama menjadi gelap kecokelatan.
Optimasi Perendaman Air Belerang Panas Terhadap Sifat Mekanis dan Sifat Fisis Strip Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Frans Robert Bethony; Chendry Johan; Fransiskus Fresly
Jurnal Dynamic Saint Vol 6 No 1 (2021): Jilid 1 Volume 6
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/dynamicsaint.v6i1.2392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dan memberdayakan manfaat dari bambu. Bahan yang dipilih pada penelitian ini adalah bambu petung (Dendrocalamus asper) yang selama ini hanya di gunakan sebagai bahan bangunan dan kerajinan tangan akan diubah menjadi material teknik, maka perlu diteliti sifat mekanis dan sifat fisisnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mangetahui optimasi perendaman air belerang panas terhadap sifat mekanis dan fisis strip bambu petung. Untuk mengetahui masing-masing sifat mekanis fisis strip bambu petung dan mengetahui fungsi secara umum dari bambu tersebut. Dalam penelitian ini, dirancang terlebih dahulu langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian. Pada proses selanjutnya adalah mulai dari penebangan bambu petung, pembuatan strip, pengeringan, perendaman dengan bahan perendam air belerang panas, pengujian sampel untuk mengetahui kekuatan tarik dan difoto untuk melihat perubahan- perubahan apa yang terjadi secara fisik pada sampel.