Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal Dynamic SainT

ANALIAS KUAT TARIK BELAH BETON PORUSYANG MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHABU CANGKANG KERANG HIJAU Artanto Ampangallo, Bastian; Rangan, Parea Rusan; Ambun, Ermitha; Ganti, Abraham; Runtukahu, Regita; Patongloan, Zain
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/ya1waq19

Abstract

Sebagian besar sarana transportasi di Indonesia saat ini sudah berupa aspal konvensional atau beton.” Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas beton terutama juga pada beton porous. Peningkatan kualitas beton dapat dilakukan dengan penambahan bahan tambah. Bahan-bahan di sekitar lingkungan daapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah dalam campuran beton porous. Oleh karena itu, peneliti menggunakan limbah cangkang kerang hijau sebahai bahan tambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari kuat lentur, kuat Tarik belah, permeabilitas dan porositas. Penelitian ini digunakan metode eksprimental, menggunakan cetakan silider dengan ukuran 30 cm x 15 cm. Perancangan campuran didasarkan pada standar ACI 522R-2010. Komposisi penambahan abu cangkang kerang hijau dalam penelitian ini sebesar 2%, 4%, 6% dari berat semen dan 0% sebagai pembandingan dengan umur perawatan 3, 7, 14, 21 dan 28 hari. Berdasarkan analisis data dari hasil pengujian pada umur 28 hari, kuat tarik belah rata-rata penambahan abu cangkang kerang hijau 2%, 4%, 6% yaitu 1,522 MPa, 1,557 MPa  dan 2,23 MPa dengan persentase peningkatan berturut-turut 2,49%, 4,85% dan 50,17% dari kuat tarik belah beton porus tanpa abu cangkang kerang hijau
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN BERASPAL ASPAL AC-WC MENGGUNAKAN FILLER ABU CANGKANG SIPUT SAWAH DAN FLY ASH Arrang, Abdias Tandi; Rangan, Parea Rusan; Somboinggi, Azril; Bua, Rilva Toding; Mapaliey, Yulieanti Sarah; K. Lino, Marinus Linggi; Matana, Hernita
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/7etzsb45

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan suatu pengujian Marshall untuk mendapatkan hasil, dengan demikian akan terlihat pemanfaatan abu cangkang keong mas dan limbah batu bara pada campuran AC-WC. Adapun variasi pengganti filler yaitu abu cangkang keong mas 0% limbah batu bara 100%, abu cangkang keong mas 25% limbah batu bara 75%, abu cangkang keong mas 50% limbah batu bara 50%, abu cangkang keong mas 75% limbah batu bara 25%, abu cangkang keong mas 100% limbah batu bara 0%.Hasil penelitian menunjukkan pengganti filler dengan menggunakan abu cangkang keong mas dan limbah batu bara dengan kadar aspal optimum (KAO) yang dihasilkan yaitu 6,7%. Pada perendaman 30 menit memperoleh nilai rata-rata VIM 5,63%, nilai rata-rata VMA 18,21%, nilai rata-rata VFB 69,44%, nilai rata-rata stabilitas 2768,89 kg, dan nilai rata-rata flow 3,59 mm, pada perendaman 24 jam memperoleh nilai rata-rata VIM 5,08%, nilai rata-rata VMA 17,74%, nilai rata-rata VFB 71,59%, nilai rata-rata stabilitas 2569,41 kg, dan nilai rata-rata flow 3,67 mm, dan pada perendaman 48 jam memperoleh nilai rata-rata VIM 4,42%, nilai rata-rata VMA 17,17%, nilai rata-rata VFB 74,51%, nilai rata-rata stabilitas 2380,37 kg, dan nilai rata-rata flow 3,76 mm
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK ARANG DANSEMEN SEBAGAI BAHAN STABILISASI LATERITUNTUK ROAD SUBBASE Ambun, Ermitha; Rangan, Parea Rusan; Ampangallo, Bastian; Ganti, Abraham
Jurnal Dynamic Saint Vol 6 No 2 (2021): Jilid 6 Volume 2
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/vyf3eg10

Abstract

Penelitian ini menggunakan serbuk arang kayu dan semen sebagai bahan stabilisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi ekperimental yang dilakukan di laboratorium, yang berpedoman pada SNI - 1744 – 2012 mengenai CBR tanah. Variasi campuran serbuk arang kayu yang merupakan bahan stabilisasi sebanyak 6%,9% dan 12% dan semen sebanyak 3%. Tanah diperam selama 1, 7 dan 14 hari untuk mengetahui besarnya nilai CBR yang kemudian dikonfersi menjadi nilai daya dukung tanah. Pengujian yang dilakukan adalahpengujian karakteristik fisik dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu arang kayu dan semen efektif meningkatkan daya dukung tanah. Kenaikan nilai daya dukung tanah disebabkan oleh meningkatnya nilai CBR pada setiap kenaikan komposisi abu arang kayu dalam tanah. Kadar air optimum yang digunakan berfungsi sebagai pelumas bekerja membawa butiran abu arang kayu dan semen kedalam rongga antar butir tanah. Silika pada abu arang yang berfungsi sebagai pozzolan dan semen sebagai material perekat kemudian merekatkan butir tanah sehinggamenjadi lebih keras dan solid. Dengan demikian tanah lebih mampu untukmenerima beban dan nilai CBR serta Daya Dukung Tanah tanah jugamengalami kenaikan maksimum hingga 25.806 % terhadap tanah tanpapenambahan abu arang kayu. Kenaikan daya dukung tanah pada tanah dengan campuran 6%, 9% dan 12 % Arang Kayu serta 3% Semen terhadap tanah tanpa campuran abu arang kayu dan semen berturut turut 12.903%, 25.806% dan 14.516%. Komposisi terbaik abu arang kayu dan semen untuk bahan stabilisasi adalah campuran pada 9% Abu Arang Kayu & 3% Semen.
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN WATERGLASS DAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI SUBSTITUSI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON Irianto; Rangan, Parea Rusan; Dendo, Ermitha Ambun Rombe; Miri, Gersony; Biang, Fery D.; Matasik, Rael Rabang; Lumembang, Agustina
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/pm7hc028

Abstract

Beton merupakan bahan kontruksi yang mempunyai banyak kelebihan dan mudah dikerjakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Waterglass dan Limbah Karbit sebagai substitusi sebagian semen pada beton. Dari hasil penelitian diperoleh Kuat tekan beton normal pada umur 28 hari sebesar 25,67 Mpa, sedangkan pada umur beton 28 hari, beton dengan variasi waterglass 4% dan limbah karbit 4% memiliki kuat tekan sebesar 27,18 Mpa atau naik 5,88%, beton dengan variasi bahan waterglass 6% dan limbah karbit 6% memiliki kuat tekan sebesar 28,03 Mpa atau naik 9,19% , beton dengan variasi waterglass 8% dan limbah karbit 8 % memiliki kuat tekan sebesar 30,10 Mpa atau naik 17,26% dari kuat tekan beton normal. Kuat tarik belah beton normal pada umur 28 hari sebesar 2,52 Mpa. Sedangkan pada beton umur 28 hari, beton dengan variasi waterglass 4% dan limbah karbit 4% memiliki nilai kuat tarik belah sebesar 2,62 Mpa atau naik 3,97% , beton dengan variasi waterglass 6% dan limbah karbit 6% memiliki nilai kuat tarik belah sebesar 2,74 Mpa atau naik 8,73%, beton dengan variasi waterglass 8% dan limbah karbit 8% memiliki nilai kuat tarik belah sebesar 2,97 Mpa atau naik 17,86% dari kuat tarik belah beton normal. Dengan menambahkan kedua bahan ini sebagai substitusi sebagian semen pada campuran beton diharapkan dilakukan penelitian selanjutnya dengan benda uji kubus beton dengan variasi penggunaan waterglass dan limbah karbit sebagai substitusi semen yang sama pada beton mutu tinggi.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENGGUNAAN BATU GUNUNG KAPALA PITU SEBAGAI  AGREGAT KASAR DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADITIF Rabang Matasik, Rael; Rangan, Parea Rusan; Padang, Israel; Pagatiku, Agustina
Jurnal Dynamic Saint Vol 8 No 2 (2023): Journal Dynamic Saint
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/zrvaf966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan batu gunung dari Kapala Pitu sebagai agregat kasar dengan variasi 50%, 70% dan 100% dengan penambahan zat aditif ( AM 78 ) sebanyak 1,2% dari berat semen, sampel benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. Pengujian yang dilakukan pada umur beton 3, 7, 14 dan 28 hari pada kuat tekan beton dan umur 28 hari pada kuat tarik belah beton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekperimental yang dilakukan di laboratorium Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Toraja (UKIT). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton 28 hari dengan penggunaan variasi 50% agregat kasar batu gunung Kapala Pitu dengan penambahan zat aditif ( AM 78 ) 1,2 % diperoleh nilai kuat tekan beton 25,666 MPa dan memiliki kuat tekan yang optimal dari variasi lainnya, atau mengalami kenaikan dari nilai kuat tekan beton normal. Sedangkan hasil tarik belah beton umur 28 hari dengan variasi 50% agregat kasar batu gunung Kapala Pitu dengan penambahan zat aditif ( AM 78 ) 1,2% diperoleh kuat tarik optimum 1,864 MPa dari variasi lainnya atau mengalami kenaikan dari kuat tarik beton normal.