Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Relasi Makna Sinonimi dan Hiponimi pada Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra: Kajian Semantik Amalia, Diah Nur; Sholikhati, Nur Indah
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 4 No. 1 (2023): Vol. 4 No. 1 (2023): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra |
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui relasi makna sinonimi dan hiponimi yang terdapat pada puisi “Sajak Matahari” karya W.S. Rendra. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis. Data yang di teliti dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung relasi makna Sinonimi dan Hiponimi pada puisi “Sajak Matahari” karya W.S. Rendra. Sumber data yang menjadi pembahasan adalah syair puisi karya W.S. Rendra yang diperoleh dari situs Google. Adapun teknik yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Puisi “Sajak Matahri”karya W.S. Rendra ditemukan beberapa kata yang saling memiliki kesamaan makna atau bersinonim antartiap barisnya dan terdapat empat bentuk kata yang berhiponim memiliki kajian makna yang lebih sempit.
Adherence to the Cooperative Principle Among Characters in the Film Miracle in Cell No. 7 Nuraeni, Diana Khoeriyah; Yulianti, Uki Hares; Sholikhati, Nur Indah
Journal of linguistics, culture and communication Vol 3 No 2 (2025): Journal of Linguistics, Culture, and Communication
Publisher : CV. Rustam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61320/jolcc.v3i2.392-409

Abstract

This study aims to examine the form of compliance with Grice's cooperative principles in the film Miracle in Cell No. 7. Cooperative principles are an important aspect in creating effective and harmonious communication between speakers and their interlocutors. Films were chosen as the object of study because they present communicative interactions that reflect human values amid social limitations. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected from the characters' utterances using listening techniques, followed by the non-participatory observation technique (Simak Bebas Libat Cakap) and note-taking, as well as element sorting techniques. The findings show that all four maxims of cooperation were observed: 22 instances of the maxim of quantity, 13 instances of the maxim of relevance, 4 instances of the maxim of manner, and 2 instances of the maxim of quality, totaling 41 instances. The dominance of quantity is influenced by the police and legal context, which demands concise information and asymmetrical power relations. At the same time, the low compliance with the quality and manner maxims is related to conflict and emotional tension in the storyline. Overall, this study shows that the characters' communication patterns are directed at building effective and cooperative interactions, while reflecting the messages of humanity, empathy, and solidarity that are at the heart of the story. This study focuses on maxim compliance as a form of communicative cooperation that is in line with the film's theme of humanity.
Adaptasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Masa Pandemi di Sekolah Dasar Penyelenggara Pendidikan Inklusif Prayogo, Muhaimi Mughni; Sholikhati, Nur Indah
INKLUSI Vol. 8 No. 1 (2021)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.080103

Abstract

Mastering Indonesian language for all students is important despite the Covid-19 pandemic. Based on students' conditions and government provisions related to the pandemic, the teachers need a form of adaptation in the Indonesian language learning for students with disabilities in inclusive schools. This qualitative research finds adaptations of Indonesian language learning for students with special needs in twelve inclusive schools in five Yogyakarta's districts during the Covid-19 pandemic. Using a purposive sampling, 15 classroom teachers and special education staff were selected as key informants. Data was collected by interview, documentation, and literature study. Learning adaptation based on the conditions of the students' abilities emphasizes the modification and accommodation of learning strategies that include material, methods, media, and evaluation.[Pandemi Covid-19 tidak mengubah pentingnya kompetensi Bahasa Indonesia sebagai kemampuan akademik dasar bagi semua siswa. Berdasarkan keragaman kondisi siswa difabel dan ketentuan pemerintah terkait pandemi, guru perlu melakukan adaptasi pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah inklusif. Penelitian kualitatif ini menemukan berbagai bentuk adaptasi pembelajaran Bahasa Indonesia bagi siswa difabel khusus di sekolah inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada masa pandemi Covid-19. Penelitian menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran mencakup materi, metode, media, dan evaluasi. Adaptasi pembelajaran dalam situasi pandemi Covid-19 ialah pelaksanaan pembelajaran dari rumah dengan penerapan strategi pembelajaran kontekstual yang menggunakan teknologi sebagai media interaksi dan konten materi.]
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH PADA LIRIK LAGU RUMAH SINGGAH KARYA FABIO ASHER Aulia Putri, Rizqi; Sholikhati, Nur Indah
SEBASA Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 9 No 1 (2026): SeBaSa
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sbs.v9i1.33596

Abstract

This study aims to analyze the representation of unequal emotional relationships in the lyrics of Fabio Asher’s song “Rumah Singgah” using Norman Fairclough’s critical discourse analysis approach. The scope of this study focuses on revealing the meaning of one-sided love, emotional sacrifice, and unequal reliationships constructed through language in song lyrics. The method used is descriptive qualitative, applying Fairclough’s three dimensions of analysis, namely text, discourse practice, and sociocultural practice. The research data consists of the lyrics of the song “Rumah Singgah” and listener responses obtained from comment columns on digital platforms such as YouTube and TikTok. The results of the study show that the song lyrics represent the subject “i” as the party who acts as an emotional support without receiving equal recognition and commitment. The metaphor “rumah singgah” (temporary shelter) is the core of the discourse that affirms the subject’s position as a temporary refuge, not the ultimate goal in a relationship.
Folktales as an Innovative Medium for Strengthening Digital Literacy in Elementary Schools Riyanton, Muhammad; Sholikhati, Nur Indah; Kariadi, Mustasyfa Thabib; Etin Pujihastuti; Dani Arifudin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17451

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan literasi digital di kalangan guru sekolah dasar dengan memanfaatkan cerita rakyat sebagai media pembelajaran inovatif. Kegiatan berlangsung di SDN 1 Kalikesur, Banyumas, dengan melibatkan guru-guru dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Wirayuda. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang terdiri dari tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dokumentasi, serta evaluasi. Guru dilatih menggunakan aplikasi digital seperti Canva dan Powtoon untuk menghasilkan e-book, animasi, dan modul tematik berbasis cerita rakyat Banyumas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru mampu merancang media digital yang interaktif, menarik, serta kontekstual, sehingga pembelajaran lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain itu, program berhasil mendokumentasikan 20 cerita rakyat dalam bentuk digital, yang tidak hanya memperkaya bahan ajar, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya lokal. Inovasi ini berdampak positif pada proses pembelajaran karena menghadirkan media yang kreatif sekaligus sarat nilai moral, sosial, dan ekologis. Dengan demikian, integrasi teknologi digital dengan kearifan lokal terbukti dapat menjadi model pembelajaran yang bermakna, berkelanjutan, dan sesuai dengan tantangan abad ke-21. Program ini juga memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain yang memiliki kekayaan budaya serupa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas bagi dunia pendidikan Indonesia.
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP PEMBERITAAN PHK 15.657 PEKERJA DI JAWA BARAT PADA KOMPAS.ID Hidayah, Nur; Sholikhati, Nur Indah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.22486

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberitaan mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jawa Barat yang dimuat dalam Kompas.id menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Latar belakang penelitian ini berangkat dari tingginya angka PHK yang tidak hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga konstruksi wacana media yang berpotensi memengaruhi cara publik.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak terhadap teks berita Kompas.id, disertai teknik catat sebagai pendukung analisis. Data dianalisis melalui tiga dimensi Fairclough, yakni dimensi tekstual (pilihan diksi, struktur kalimat, kohesi, dan koherensi), praktik wacana (produksi, distribusi, dan konsumsi teks), serta praktik sosiokultural (situasional, institusional, dan sosial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan bahasa dalam berita membangun citra PHK sebagai krisis struktural yang melibatkan kebijakan pemerintah, tekanan global, dan kepentingan korporasi, dengan buruh diposisikan sebagai pihak paling terdampak. Pada tingkat praktik wacana, Kompas.id berperan sebagai mediator yang menyeimbangkan kritik serikat buruh dan klarifikasi pemerintah, sejalan dengan ideologi Journalism of Hope. Pada dimensi sosiokultural, teks merefleksikan relasi kuasa antara negara, pasar, dan buruh dalam sistem ekonomi-politik Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan bahasa dan literasi kritis. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya analisis wacana media sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap teks berita.