Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Training Models at LKP Course & IIN Sewing House, Jati Makmur, Binjai City Adilla, Diva Ayu; Aulia, Annisa Khalikah; saragih, Putri Amelia; Sirait, Wilma Winanda; Rahma, Yulia; Hasibuan, Jubaidah
VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Vol 18 No 1 (2023): VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JIV.1801.9

Abstract

The purpose of this research is to find out and analyze how the training model used in LKP Courses & Sewing Houses IIN is implemented. The type of research used in this research is qualitative research. The place of this research was conducted on Jl. Nibung 1 No. 9, Jati Makmur, Kec. North Binjai, Binjai City, North Sumatra. As for the data collection method with interview techniques and documentation techniques. Data analysis techniques were carried out using descriptive techniques. The research results show that 1). LKP Course & Sewing House IIN is a training institution that implements sewing training programs, 2). LKP Course & IIN sewing house in its application uses a deductive training model, 3). LKP Course & Sewing House IIN in its application conveys 30% theory and 70% practice, 4). LKP Course & Sewing House IIN based on the process and training material using a work skills training model.
ANALISIS PROGRAM PELATIHAN DI PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT KREATIF Hasibuan, Jubaidah; Dalimunthe, Khodijah Tussolihi; Manalu, Yeremia Afrianto; Manullang, Thomas Ridoansih; Tamba, Frayogi Benedict
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 5 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v5i10.7690

Abstract

Unemployment is a major challenge in modern society due to the imbalance between the number of workers and employment opportunities as well as limited workforce skills. Non-formal education, such as in Creative PKBM, through the Vocational-Based Package C Equivalency Education program, plays an important role in improving these skills. This research aims to analyze the management innovation of the handicraft training program at PKBM Creative, including planning, material development, implementation, evaluation, and the obstacles faced. With a qualitative descriptive approach, this research uses observation, interviews and documentation techniques for heads of institutions and instructors, and analyzes data using the Miles and Huberman model. The results show that Creative PKBM successfully integrates handicraft training with equality programs through participatory planning, project-based curriculum, and ongoing evaluation. However, there are obstacles in the form of limited resources, facilities and participant involvement. This innovation provides social and economic benefits for participants, but increasing instructor competency, stakeholder support, and use of technology are needed to overcome obstacles and increase program effectiveness. Pengangguran menjadi tantangan utama di masyarakat modern akibat ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan lapangan pekerjaan serta keterbatasan keterampilan tenaga kerja. Pendidikan nonformal, seperti di PKBM Kreatif, melalui program Pendidikan Kesetaraan Paket C Berbasis Vokasi, berperan penting dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi manajemen program pelatihan kerajinan tangan di PKBM Kreatif, meliputi perencanaan, pengembangan materi, pelaksanaan, evaluasi, serta kendala yang dihadapi. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi pada kepala lembaga dan instruktur, serta menganalisis data dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa PKBM Kreatif berhasil mengintegrasikan pelatihan kerajinan tangan dengan program kesetaraan melalui perencanaan partisipatif, kurikulum berbasis proyek, dan evaluasi berkelanjutan. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya, fasilitas, dan keterlibatan peserta. Inovasi ini memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi peserta, namun peningkatan kompetensi instruktur, dukungan stakeholder, dan pemanfaatan teknologi diperlukan untuk mengatasi kendala dan meningkatkan efektivitas program.
Analisis Penyelenggaraan Pendidikan Kecakapan Vokasional Di LKP (Lembaga Kursus Dan Pelatihan) F2F Hasibuan, Jubaidah; Harahap, Friska Indria Nora; Dalimunthe, Khodijah Tussolihin
Journal of Millennial Community Vol. 6 No. 1 (2024): Maret - Journal of Millennial Community
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmic.v6i1.58753

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi jumlah pengangguran di Indonesia 7,86 juta orang pada Agustus 2023. Salah upaya menurunkannya adalah dengan melakukan pendidikan kecakapan vokasional yang dilakukan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) F2F sebagai salah satu bentuk pendidikan yang memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat yaitu kursus menjahit. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan pendidikan kecakapan vokasional di LKP F2F dan menganalisis permasalahan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu isntruktur kursus menjahit dan warga belajar sebanyak 11 orang. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran ada tiga tahap yaitu; 1) perencanaan dengan melibatkan warga belajar dan unsur-unsur pendukung lainnya, 2) pelaksanaan program dilakukan dengan waktu yang ditentukan instruktur akan tetapi dianggap kurang efektif karena warga belajar kurang melakukan praktek, 3) metode pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dan dilengkapi dengan media pembelajaran audiovisual, 4) penilaian dilaukkan secara langsung dan uji kompetensi, 5) instruktur kurang mampu meningkatkan motivasi belajar warga belajar.
Pemanfaatan Hasil Panen Pisang Menjadi Olahan Cemilan Bervariasi Rasa di Desa Bandar Meriah Kecamatan Sunggal Tussolihin Dalimunthe, Khodijah; Yusnadi, Yusnadi; Hasibuan, Jubaidah; Athaillah, Athaillah
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i2.1022

Abstract

Lingkungan yang terletak di Desa Bandar Meriah, Sukamaju Kecamatan Sunggal merupakan daerah agraris, jenis tanaman seperti pisang masih banyak ditanam oleh masyarakat sekitar untuk menambah hasil pendapatan. Akan tetapi,  masyarakat  kebingungan menjual buah tersebut. Penyuluhan partisipatif pada masyarakat Dusun V dengan judul pemanfaatan hasil panen pisang menjadi olahan cemilan bervariasi rasa. Pendekatan yang dilaksankaan pada masyarakat yang bertujuan agar masyarakat memiliki kemadirian, keterampilan, dan mampu mengembangkan potensi yang ada pada desa tersebut. Diharapkan dengan dilaksankaan sosialisasi maka dapat meningkatkan kemampuan dalam mengolah buah pisang menjadi produk yang bernilai ekonomis dan dapat membantu perekonomian keluarga.
Upaya Peningkatan Keterampilan Masyarakat dalam Pelatihan Pengolahan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket di Desa Sibalanga Kecamatan Garoga Lubis, Yuli Pasu; Hasibuan, Jubaidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103386

Abstract

Masyarakat Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara, mayoritas petani, memiliki potensi besar namun keterampilan masyarakat untuk mengolah limbah sekam padi dijadikan bahan briket masih terbatas, sehingga limbah tersebut hanya dimanfaatkan sebagai media tanam, abu gosok, atau pakan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket di Desa Sibalanga. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimen kuantitatif dengan desain pre-eksperimen satu kelompok pretest-posttest, melibatkan 30 petani usia produktif 25-40 tahun sebagai sampel. Pelatihan dilakukan dalam empat tahap: persiapan, awal, pelaksanaan, dan akhir, dengan pengukuran keterampilan melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan peserta, dengan skor rata-rata pretest 43,1 dan posttest 79,7; uji t menghasilkan nilai t hitung 30,495 > t tabel 2,045 dengan signifikansi 0,000 < 0,05, menandakan pelatihan efektif meningkatkan keterampilan pengolahan limbah sekam padi menjadi briket. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Sibalanga dalam mengolah limbah sekam padi menjadi briket, yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan positif bagi masyarakat setempat.