Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Manajemen Pengelolaan Obat di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Cibuaya Kabupaten Karawang Sunandar, Sunandar; Salman, Salman; Sholih, Mally Ghinan
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2022): JIK-Oktober Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i2.614

Abstract

Manajemen Pengelolaan Obat terdiri dari Perencanaan, Permintaan, Penerimaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Pemusnahan dan Penarikan, Pengendalian, Administrasi, serta Pemantauan dan Evaluasi. Dalam pengelolaan obat di puskesmas sering terjadi adanya berlebih atau kurang nya stok obat dan adanya obat rusak atau kadaluarsa yang masih ditemukan di gudang penyimpanan obat. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai manajemen pengelolaan obat di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Cibuaya dan Mengidentifikasi Efisiensi Penyimpanan Obat di Unit Pelaksana Teknis Daerah Puskesmas Cibuaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas, dan Penanggung Jawab Gudang Obat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2022, pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam. Hasil persentase perhitungan penelitian ini yaitu pengelolaan obat sebesar 86% dengan kategori sangat baik, Sarana dan Prasarana gudang Penyimpanan Obat sebesar 79% dengan kategori baik, dan Proses Penyimpanan Obat sebesar 85% dengan kategori sangat baik, hasil ini menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan obat yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Cibuaya sesuai dengan ketentuan.
Review artikel: analisis faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia pada bayi dan balita Sholih, Mally Ghinan; Mulki, Munir Alinu; Julianti, Nurlia; Jannah, Roudotul; Indriyani, Yuni Lili
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 7 Nomor 2 (2024)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v7i2.386

Abstract

Pneumonia is an infection of the lower respiratory tract which is the main cause of death in toddlers and children. Although there is a lot of information about risk factors for pneumonia, there is information that is not presented in detail and specifically. The purpose of this review article is to provide insight into the risk factors that cause pneumonia in babies and toddlers, making us more alert and aware of the importance of preventing and treating pneumonia, especially in babies and toddlers. The review method for this article is a literature review. The database comes from national and international journals via Google Scholar and PubMed databases published in the years 2013-2023. The results and discussion of this review include information about pneumonia, risk factors for pneumonia, and factors causing pneumonia in infants and toddlers. Based on the articles that have been reviewed, it shows that the factors that influence the incidence of pneumonia are exposure to cigarette smoke, LBW, nutritional status, gender, and history of exclusive breastfeeding. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG BENTUK SEDIAAN DAN CARA PENGGUNAAN OBAT DALAM UPAYA RASIONALITAS PENGOBATAN DI DESA SUMBERJAYA, KABUPATEN KARAWANG Ratnasari, Devi; Sholih, Mally Ghinan; Salman, Salman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.20425

Abstract

Pengobatan rasional adalah pengobatan yang diberikan sesuai kebutuhan pasien meliputi tepat dosis, tepat obat, tepat lama pengobatan, tepat indikasi, dan tepat efek samping. Dalam upaya mewujudkan pengobatan yang rasional, maka setiap obat harus digunakan sesuai dengan aturan pakainya. Apoteker sebagai profesi yang memiliki keahlian dan wewenang dalam pelayanan kefarmasian, memiliki tanggungjawab untuk mengidentifikasi serta mewujudkan penggunaan obat yang rasional. Masyarakat membutuhkan edukasi dalam memahami bentuk sediaan obat dan cara penggunaan obat yang tepat untuk menjamin rasionalitas pengobatan. Tujuan pada kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bentuk sediaan obat dan cara penggunaanya sehingga diharapkan dapat menggerakan kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat secara rasional. Metode yang dilakukan adalah dengan pendidikan masyarakat yaitu dengan memberikan  penyuluhan. Pengukuran peningkatan pengetahuan masyarakat dilakukan dengan pre dan pos test. Hasil post test menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah masyarakat mengikuti penyuluhan tentang bentuk sediaan dan cara penggunaan obat yang benar.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Mengenai Penggunaan Antibiotik untuk Cegah Resistensi di Kampung Rawa Panjang Mulki, Munir Alinu; Sholih, Mally Ghinan; Utami, Marsah Rahmawati; Siboro, Dewi Pratiwi Purba
Kolaborasi Masyarakat Volume 1 Issue 1
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/kolmas0101210

Abstract

Antibiotics are substances or compounds that are either synthetically produced or naturally generated by microorganisms, especially fungi. They are used as inhibitors of other microorganisms. The use of antibiotics in humans is based on their minimal toxicity to the human body. Inaccurate and prolonged use of antibiotics can lead to the development of resistance. A step taken to minimize antibiotic resistance is the introduction of the 2023 PITIK (Penyuluhan Informasi Tentang Antibiotik) program. Thirty-three participants from the community around Kampung Rawa Panjang, Gang Pemuda, RT 01/RW 05, Kota Bekasi, attended this antibiotic education program. Education for the community was conducted using a cross-sectional approach and a questionnaire as an instrument. The results of questionnaire data analysis show that public understanding of the definition, how it works, side effects, how to purchase and how to use antibiotics correctly increased from 27.3% to 93.9%. Therefore, it can be concluded that this education program helps improve public awareness of the proper use of antibiotics.