Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceedings Series of Educational Studies

Quality Assurance System (SPMI) Management Based On E-SPMI KPIS at Widya Mandira Catholic University East Nusa Tenggara Tangi, Hironimus; Supriyanto, Achmad
Proceedings Series of Educational Studies 2024: Proceedings of the International Seminar Universitas Negeri Malang Indonesia – Universiti Mala
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this article, we will review relevant literature related to SPMI management based on e-SPMI KPIs in universities, especially at Widya Mandira Catholic University. The focus of this article's study includes; a). How the implementation of e-SPMI KPIs compares to the concept of quality management in higher education, and b). Impact on institutions implementing quality assurance systems based on e-SPMI KPIs. The method of this research is to use a qualitative fan quantitative approach with a case study method. Data collection techniques through direct observation, document and archive searches, and in-depth interviews. The results of this study are The results of this study show that a). The SPMI document is determined at Unwira through the determination of key indicators based on government regulations, regulations of the PT/LAM accreditation body, based on the Vision and Strategic Plan. The Main Indicator as the key to SPMI is made in e-SPMI and developed by the Unwira IT Team. The trial of the use of e-SPMI KPIs was carried out for 3 years with achievements, namely in 2021 with a score of 2.79 out of a maximum score of 4 or 62%, in 2021 with a score of 2.5 out of a maximum score of 4 or 69.75%, and in 2023 with a score of 3.07 out of a maximum score of 4 or 76.75%. The e-SPMI KPIs model has advantages and disadvantages, so it needs continuous improvement to become a superior accredited university
Dampak Dari Kampus Mengajar Terhadap Kompetensi Lulusan Dan Kesiapan Kerja Bagi Lulusan Universitas Tangi, Hironimus; Sumarsono, Raden Bambang; Tinenti, Yanti Rosinda
Proceedings Series of Educational Studies 2025: Seminar Nasional Departemen Administrasi Pendidikan "Transformasi Manajemen Pendidikan: Memban
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi Kebijakan MBKM terhadap kompetensi lulusan dan kesiapan lulusan untuk bekerja. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan lokasi penelitian di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang NTT. Hasil penelitian diarahkan pada tiga aspek yaitu:: 1) Implementasi Kebijakan Kampus Mengajar di Universitas Katolik Widya Mandira. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah utusan yang lulus dari setiap program studi yang ada. Hampir semua fakultas terlibat yaitu dari FKIP, Hukum, FST, Filsafat, Fisip, FEB dan Teknik. Kebijakan MBKM perlu di evaluasi kembali karena tidak berdampak pada peningkatan kesiapan mahasiswa untuk memasuki dan memperoleh pekerjaan bahkan mengkerdilkan keilmuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Hal ini sama saja dengan proses 'mengkarbit' mahasiswa agar cepat lulus dan kurang matang sesuai prosesnya. 2). Faktor Pendorong Subscribe to DeepL Pro to translate larger documents. Visit www.DeepL.com/pro for more information.2Faktor Pendorong dan Penghambat pelaksanaan Kampus Mengajar. Faktor pendorong pelaksanaan Kampus Mengajar yaitu agar cepat selesai S1 dan memperoleh uang tambahan. Faktor penghambat program MBKM antara lain kurangnya informasi yang jelas, tantangan implementasi, peningkatan keterampilan yang dirasakan sedang-sedang saja, dan potensi ketidaksesuaian dengan kebutuhan industri atau masyarakat dan tidak dijadikan proyek uji coba tidak menghasilkan banyak pengangguran. 3). Dampak Implementasi Kebijakan Kampus Mengajar terhadap Kompetensi lulusan dan kesiapan kerja dari lulusan Universitas Katolik Widya Mandira Program kampus mengajar tidak ada pengaruhnya dengan kompetensi lulusan dan daya saing untuk cepat memperoleh pekerjaan. Berdasarkan data yang diperoleh, maka di Nusa Tenggara Timur sangat sulit memperoleh pekerjaan dengan situasi politik dan dunia industri yang kurang memadai. Oleh karena itu Perguruan Tinggi perlu mengembangkan kebijakan internal melalui berbagai upaya agar lulusan memperoleh pekerjaan dan tidak menciptakan banyak pengangguran: Peningkatan kompetensi mahasiswa sesuai profil program studi dan tujuan institusi serta kompetensi berdaya saing untuk memperoleh pekerjaan tetapai melalui proses pembekalan kepada mahasiswa melalui delapan pilar pembinaan yaitu: 1). Pengembangan Kurikulum yang Relevan, 2). Program Magang dan Praktik Kerja mandiri, 3). Kerjasama dengan Mitra, 4). Pelatihan Soft Skills, 5). Konseling Karir dan Penempatan Kerja, 6). Program Kewirausahaan, 7). Jejaring Alumni dan layanan akademik sesuai kebutuhan pelanggan yaitu mahasiswa dan masyarakat, 8). Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.