Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

USULAN PERANCANGAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DAN BLOCPLAN PADA PRODUK CUTTING STEEL PIPE DI CV. ANUGRAH JAYA SEJAHTERA CILEUNGSI: Perancangan Tata Letak Fasilitas Silmi Saffanah Sadjugo; Rani Aulia Imran; Ayu Anggraeni Sibarani
JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI Vol 8 No 2 (2023): (Mei 2023)
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/jrsi.v8i2.6625

Abstract

Facility layout is a procedure for establishing factory facilities to support the smooth running of a production process. CV. ABC is an automotive manufacturing industry that produces cutting steel pipe products, part of motorcycle spare parts. This study aims to design a new facility layout for the production of cutting steel pipe products to minimize the distance of material movement and the moment of movement, as well as the company's desire to increase production targets by adjusting machine requirements. In designing the layout of this proposed facility using the BLOCPLAN algorithm software. Based on the calculation of machine requirements the measurement process lacks 1 person, the cutting process in the automatic machine section lacks 2 machines, while for the Manual machine section lacks 1 machine. The Manual cutting process, there is a shortage of 1 machine. A quality control and packing on automatic machines require 1 person and 3 people. Meanwhile, packing in the Manual machine section requires as many as 2 people. Material transfer distance between departments is calculated using the rectilinear method. The moment of material movement is calculated by multiplying the displacement distance by the frequency. The total distance of material movement in the existing layout results in 148.2 meters with a displacement moment of 18981.3 meters per month. Meanwhile, the redesign using the BLOCPLAN algorithm software resulted in a total material transfer distance of 110.88 meters with a displacement moment of 15621.21 meters per month.
Usulan Penerapan Contractor Safety Management System Pada Tahap Pra Kualifikasi di PT. UES Menggunakan Gap Analysis Yulizan Rizki; Rani Aulia Imran; Katon Muhammad; Harun Indra Kusuma; Ahmad Faisal Ridho
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4617

Abstract

PT. UES, sebuah perusahaan konstruksi, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tahap prakualifikasi Contractor Safety Management System (CSMS) untuk tender proyek. Penelitian ini bertujuan mengukur penerapan CSMS pada tahap prakualifikasi menggunakan metode gap analysis. Metode ini membandingkan set data untuk mengidentifikasi kesenjangan. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan review dokumen K3 perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan persentase kesesuaian sebesar 73%, mengindikasikan adanya kesenjangan antara penerapan CSMS perusahaan dengan standar perusahaan pemberi kerja, sehingga perlu perbaikan dalam penerapan CSMS di perusahaan.
Perancangan Teknologi Tepat Guna (TTG) Penanganan Bahan TROLI OCE Untuk Pemberdayaan IKM Produsen Sapu Go Work Handycraft Purbalingga Uletika, Niko Siameva; Krisnawati, Maria; Adhiana, Tigar Putri; Musmuallim, Musmuallim; Imran, Rani Aulia; Nurhidayat, Akhlis Rahman Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Terapan Vol 1 No 2 (2024): JUPITER Agustus 2024
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jupiter.1.2.15

Abstract

Kabupaten Purbalingga memiliki sentra industri penghasil sapu. Go Work Handy Craft adalah salah satu IKM yang berdiri sejak tahun 2010. Produsen dan eksportir sapu hamada dan sapu lidi. Namun kegiatan penanganan bahan, meliputi transportasi, pendistribusian ke stasiun kerja, penjemuran sapu, pengambilan sapu dan penyimpanan sapu, masih dilakukan secara manual tanpa alat bantu. Untuk memperbaikinya diperlukan pengenalan perancangan alat bantu penanganan bahan. Pengenalan dilakukan agar perancangan alat bantu sesuai dengan kebutuhan produksi. Pengenalan perancangan alat penanganan bahan melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan pengguna, pembuatan konsep dan proses spesifikasi, pemilihan konsep, pengujian konsep, dan pembuatan purwarupa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuisioner dan studi lapangan. Pengabdian ini berhasil merancang, mengembangkan dan membuat purwa rupa berupa teknologi tepat guna, alat penanganan bahan, yaitu TROLI OCE dengan metode ergonomi partisipasi. Penangana bahan yang pada awalnya dilakukan secara manual dengan beban berlebih dan repetitif, dapat diperbaiki dengan menggunakan TROLI OCE. Penggunaan TROLI OCE pada proses produksi sapu sesuai dengan tujuan ergonomi yaitu mengurangi Penyakit Akibat Kerja (PAK).
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode HIRARC pada Area Cold Storage dan Anteeroom di PT. Hijrah Pangan Logistik Imran, Rani Aulia; Deliyana, Firda; Abetho, Robby Ogit
Journal of Industrial and Mechanical Engineering Vol 2 No 1 (2024): Journal of Industrial and Mechanical Engineering
Publisher : Department of Industrial Engineering, Universitas Jenderal Soedirman.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jimien.2024.2.1.11875

Abstract

HijrahFood Group adalah Perusahaan yang memproduksi produk daging dengan kualitas yang halal, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas apa saja dalam cold storage dan anteeroom yang dapat menimbulkan potensi bahaya, serta melakukan identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko dengan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control. Penelitian ini dilakukan di HijrahFood Group pada cabang PT Hijrah Pangan Logistik Kota Bekasi. Data diperoleh dari wawancara beberapa karyawan dan manajer Warehouse serta melakukan observasi. Observasi dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 aktivitas kegiatan di cold storage yang teridentifikasi memiliki potensi bahaya dan 3 aktivitas kegiatan di anteeroom yang teridentifikasi memiliki potensi bahaya. Penilaian risiko diketahui terdapat 2 aktivitas kerja risiko extreme dan 3 aktivitas kerja risiko high pada cold storage, sedangkan anteeroom terdapat 2 aktivitas kerja risiko extreme dan 2 aktivitas kerja risiko high. Upaya pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk tim K3, APD, pemeriksaan awal untuk pekerja dan peralatan, pemeliharaan peralatan dan operator yang ahli forklift.
Perancangan Troli Ergonomis sebagai Alat Bantu Angkut Karung dengan Quality Function Deployment pada Penggilingan Padi Sri Rezeki di Banyumas Nashida, Aulia Annai; Nuriyadi, Difani Ayu; Prameswari, Namira Sekar; Senthika, Islah Putri; Rahma, Zira Naelawati; Imran, Rani Aulia
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.1715

Abstract

Manual Material Handling (MMH) is an activity that is carried out every day because of the flexibility of the movements performed. However, MMH activity has the potential for accidents and can result in muscle overstrain. Therefore, the availability of tools is important in MMH. MMH is still carried out at Sri Rezeki, Kramat Village, Banyumas Region, during the rice mill's drying process and the loading, transporting, and unloading operations. This study aims to measure the risk of workers and redesign the handling equipment in moving materials. Measurements were made using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) before and after the design and the design using Quality Function Deployment (QFD). Based on the observations, the loading activity has a score of 9, the transportation activity has a score of 8, the unloading activity has a score of 11, and the interpretation of the three activities is classified as high and very high-risk levels. The results are a proposed tool design for the grain sack in a trolley that considers anthropometry and ergonomics principles. Ergonomic trolley design was concluded with a trolley height measuring 185, handle position height of 106 cm, length of 100 cm, width of 65, the diameter of a hand-gripped trolley of 3.3 cm, and pulleys. The results of the design evaluation showed a decrease in the REBA value to a score of 3 (low). In addition, there was an increase in labor productivity to 40%, with production increasing the amount of grain every 8 hours to 5 tons. Further research is needed to evaluate the tool's material for maintenance and commercialization. Manual Material Handling (MMH) merupakan aktivitas yang setiap hari dilakukan karena fleksibilitas gerakan yang dilakukan. Namun aktivitas MMH mempunyai potensi kecelakaan dan dapat mengakibatkan overstrain pada otot. Oleh karena itu, ketersediaan alat bantu menjadi hal yang penting pada aktivitas MMH. MMH masih dilakukan pada saat proses penjemuran di penggilingan padi Sri Rezeki, Desa Kramat Kab. Banyumas, yakni proses loading, pengangkutan, dan unloading karung. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur risiko pekerja dan merancang ulang alat handling dalam pemindahan material. Pengukuran dilakukan menggunakan Rapid Entire Body Assesment (REBA) sebelum dan sesuadah perancangan, serta perancangan dengan Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan observasi diperoleh aktivitas loading bernilai skor 9, aktivitas pengangkutan bernilai skor 8, aktivitas unloading bernilai skor 11, dan interpretasi ketiga kegiatan tergolong level risiko tinggi dan sangat tinggi. Hasil usulan perancangan alat bantu angkut berupa troli yang mempertimbangkan antropometri dan prinsip ergonomi. Perancangan troli ergonomi diperoleh dengan ukuran tinggi troli 185, tinggi handle 106 cm, panjang 100 cm, lebar 65, diameter genggam tangan troli 3,3 cm, dan penggunaan katrol. Hasil evaluasi rancangan diperoleh penurunan nilai REBA menjadi skor 3 (rendah). Selain itu, adanya peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi 40% dengan produksi meningkatnya jumlah gabah setiap 8 jam menjadi 5 ton. Perlu penelitian lebih lanjut pada evaluasi material dari alat bantu untuk pertimbangan perawatan dan komersialisasi.
Analisis Postur Kerja Posisi Memanjat pada Petani Gula Kelapa Kabupaten Banyumas Imran, Rani Aulia; Purnamasari, Ajeng Dian; Sibarani, Ayu Anggraeni
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v3i2.709

Abstract

Banyumas adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memproduksi lebih dari 20.000 ton produksi gula aren per tahun dan menempati posisi pertama agroindustri jenis pengolahan di Banyumas. Jumlah petani gula aren (penderes) pada tahun 2017 adalah 20.293 petani. Namun, jumlah petani ini terus berkurang karena pekerjaan sebagai penderes memiliki resiko kerja dan keselamatan dari petani belum terjamin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis postur kerja petani gula aren saat memanjat pohon kelapa. Rekaman video proses pengambilan nira dari 48 data sekunder dikumpulkan. Setiap posisi representatif berdasarkan gait sequence memanjat dianalisis untuk mengidentifikasi postur memanjat dan tinjauan literatur untuk referensi. Evaluasi postur menggunakan REBA dan dihitung skor resikonya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam posisi memanjat pohon memiliki risiko sangat tinggi dari pendekatan postur kerja dengan nilai skor 8 sampai 11, dan perlu adanya implementasi perubahan. Nilai skor REBA terbesar yakni 11 terjadi pada postur foot flat (10%) dan midswing (80%). Penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengevaluasi sistem muskuloskeletal yang berkontribusi dalam kegiatan memanjat pohon dan rekomendasi untuk mengurangi risiko kerja, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan petani gula aren.
MUNCAK.ID SEBAGAI PLATFORM INFORMASI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN WISATA ALAM SEBAGAI SEBUAH INDUSTRI Imran, Rani Aulia; Waluyo, Sugeng; Prakoso, Indro; Akbar, Mohammad Irham; Tempariyawan, Maulana Hafez Ahyatara
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): PETA Vol 4 No 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v4i2.248

Abstract

Wisata hiking atau pendakian merupakan aktivitas luar ruangan yang berhubungan dengan liburan yang terdiri dari jalan-jalan pendek atau panjang di lanskap alam. Minat para wisatawan pendakian gunung meningkat tiap tahun, baik kunjungan wisatawan nasional maupun internasional. Indonesia memiliki ratusan gunung yang menjadi potensi wisata, bila dikembangkan akan berdampak pula bagi masyarakat. Aktivitas pariwisata pendakian dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya jarak tempuh, jalur pendakian, cuaca/Iklim, dan durasi pendakian. Hal ini juga tercantum pada SNI 8748:2019 terkait pengelola jalur pendakian harus memberikan informasi mengenai jalur pendakian yang tersedia dalam bentuk online dan offline dan dimutakhirkan. Untuk memastikan potensi alam dapat dikelola dengan baik maka perlu analisis baik dari potensi kondisi alam maupun kapasitas pendaki/porter karena pendakian merupakan olah raga/wisata ekstrim. Penelitian yang telah dilakukan sejak tahun 2022 hingga 2024 bertujuan menjadikan potensi alam menjadi industri wisata; berfokus pada visualisasi pemetaan, pengukuran kalori dan logistik pendaki pada jalur pendakian, lingkungan iklim, kapasitas pendaki, dan resiko pendakian di Gunung Sindoro, Jawa Tengah. Penggabungan informasi tersebut untuk mengembangkan pemetaan resiko jalur pendakian dilakukan, dan dapat diakses melalui website. MUNCAK.ID sebagai platform informasi berupa website yang menyajikan informasi terintegrasi bagi para pendaki yang menginginkan kemudahan dalam merencanakan pendakian gunung dan penjelajahan pegunungan di Indonesia. Pengembangan informasi pendakian mendapatkan respon positif dari masyarakat dan mendapat jumlah kunjungan pada website meningkat secara signifikan. Untuk riset selanjutkan akan dilakukan pengukuran resiko jalur pendakian dan pengumpulan informasi pada gunung lainnya, dengan harapan platform ini dapat meningkatkan daya tarik pariwisata khususnya pendakian di Indonesia. Kata kunci: pendakian, industri, muncak.id, platform, wisata
Workload Analysis and Determination of Financial Service Employee Requirements using the Full-Time Equivalent Method Rivelia Maryani; Rani Aulia Imran; Katon Muhammad; Tri Wisudawati
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 24, No 1 (2025): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.24.1.74501

Abstract

Company performance is supported by employee productivity, so an ideal workload is one way to maintain good company performance. PT. XYZ is a company engaged in financial services. Interviews with several employees revealed overlapping work, despite each having their job description. This imbalance in employee workload potentially leads to excessive workloads. This study aims to determine the workload received by PT employees. XYZ and choose the required number of employees based on workload calculations. This study uses the full-time equivalent (FTE) method, which analyzes workload based on employee working time converted into an FTE index value. The results show that 17% of employees have an inload workload, 33% are overloaded, and 50% are underloaded. When evaluated based on the field of work, workload equalization needs to be carried out. The separation of work involves adding two employees in the General and Participant Service division and one employee in the Administration and Membership division and reducing two employees in the Finance and Accounting division. Equalizing the workload needs to be done to help employees be more effective and productive in their work.