Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PARADOKS REPRESENTASI GENDER DALAM IKLAN SKINCARE HALAL: ANALISIS WACANA KRITIS AKUN @WARDAHBEAUTY DI INSTAGRAM: THE PARADOX OF GENDER REPRESENTATION IN HALAL SKINCARE ADVERTISEMENTS: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF THE @WARDAHBEAUTY ACCOUNT ON INSTAGRAM Atikah Nurul Asdah; Armita
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 3 (2025): FEBRUARI-MARET TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i3.3288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi gender dalam iklan produk skincare di media sosial Instagram, khususnya pada akun resmi @wardahbeauty. Dalam konteks pemasaran digital, iklan visual tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga membentuk konstruksi sosial terkait identitas dan peran gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, yang mencakup tiga dimensi analisis: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data diperoleh secara purposif dari 15 video reels yang merepresentasikan kampanye kecantikan dan pemberdayaan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Wardah mengusung narasi inklusivitas dan pemberdayaan, visualisasi iklannya secara dominan masih mereproduksi standar kecantikan normatif seperti kulit cerah, wajah flawless, dan ekspresi feminin yang tenang. Representasi perempuan dalam konten cenderung menempatkan mereka sebagai subjek estetik dengan dominasi visual di ruang privat atau relasi sosial, sementara laki-laki muncul secara minimal dan pasif. Sebagian konten memang mulai menampilkan narasi perempuan sebagai agen aktif, namun tetap dalam bingkai visual yang terkurasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat upaya untuk mempromosikan keberagaman dan pemberdayaan, representasi gender dalam iklan skincare di Instagram masih berada dalam tarik-menarik antara citra ideal feminin dan nilai pasar yang konservatif. Hasil studi ini memberikan kontribusi pada kajian gender dan media digital, serta menawarkan kritik konstruktif terhadap praktik pemasaran berbasis visual.
BAHASA INDONESIA SEBAGAI PILAR KOMUNIKASI, PENDIDIKAN, DAN KONTROL SOSIAL : INDONESIAN LANGUAGE AS A PILLAR OF COMMUNICATION, EDUCATION, AND SOCIAL CONTROL Atikah Nurul Asdah; Deby Risalnur
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 3 (2025): FEBRUARI-MARET TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i3.3289

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu kompetensi esensial dalam pengembangan keterampilan berbahasa siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran berbasis diskusi di kelas. Diskusi tidak hanya menjadi wahana pertukaran informasi, tetapi juga sarana strategis untuk melatih siswa dalam menyampaikan gagasan, menyusun argumen logis, serta membangun keberanian berkomunikasi di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai literatur yang membahas faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan berbicara siswa dalam diskusi kelas, tantangan yang dihadapi, serta strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui metode studi literatur, dengan menelaah buku, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terkini yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa dipengaruhi oleh tingkat partisipasi aktif, kualitas lingkungan belajar yang inklusif, serta strategi pembelajaran komunikatif yang diterapkan oleh guru. Tantangan seperti rasa malu, kurangnya penguasaan materi, dan ketimpangan partisipasi masih menjadi kendala yang perlu diatasi. Strategi seperti diskusi kelompok kecil, teknik think-pair-share, simulasi, dan pemberian umpan balik konstruktif terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Simpulan dari studi ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran berbasis diskusi dalam desain pembelajaran, serta perlunya peran guru sebagai fasilitator dialog untuk menciptakan iklim belajar yang mendorong ekspresi verbal yang kritis, reflektif, dan setara.
TINGKAT KETERBACAAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS XI KURIKULUM MERDEKA BERDASARKAN GRAFIK FRY: READABILITY LEVEL OF INDONESIAN LANGUAGE TEXTBOOKS FOR GRADE XI INDEPENDENT CURRICULUM BASED ON FRY GRAPHICS Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 5 (2025): JUNI-JULI TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i4.3290

Abstract

Buku teks memiliki peran strategis dalam proses pembelajaran sebagai sumber utama yang membantu siswa mencapai kompetensi dasar sesuai kurikulum. Namun, banyak buku ajar belum memperhatikan aspek keterbacaan secara memadai, yang berdampak pada rendahnya pemahaman siswa terhadap isi materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterbacaan buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas XI Kurikulum Merdeka menggunakan formula Grafik Fry yang telah dimodifikasi untuk konteks bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi. Data berupa sembilan wacana yang dipilih dari buku teks dianalisis dengan menghitung jumlah kalimat dan suku kata dalam setiap 100 kata, kemudian dipetakan ke dalam Grafik Fry untuk menentukan tingkat keterbacaannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya tiga wacana (33,3%) yang memiliki tingkat keterbacaan sesuai dengan jenjang kelas XI, sedangkan enam wacana (66,7%) tidak sesuai—terdiri atas lima wacana terlalu mudah dan satu wacana terlalu sulit. Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa sebagian besar wacana dalam buku ajar tersebut belum proporsional secara linguistik dengan kemampuan membaca siswa kelas XI. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan penyusunan ulang materi ajar yang mempertimbangkan keterbacaan sebagai elemen penting untuk mendukung efektivitas pembelajaran, meningkatkan pemahaman bacaan, dan menjamin tercapainya tujuan pendidikan dalam kerangka Kurikulum Merdeka.
STRATEGI LINGUISTIK PEREMPUAN DALAM MENEGOSIASIKAN IDENTITAS SOSIAL DI FORUM DIGITAL: WOMEN'S LINGUISTIC STRATEGIES IN NEGOTIATION OF SOCIAL IDENTITY IN DIGITAL FORUMS Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 5 (2025): JUNI-JULI TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i5.3973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk strategi linguistik yang dominan digunakan oleh perempuan di ruang digital, serta menganalisis praktik stance-taking, positioning, dan indexicality berkontribusi dalam konstruksi representasi diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lensa sosiolinguistik, khususnya teori identitas dan interaksi dari Bucholtz dan Hall. Data berupa tiga belas data naratif dari forum digital dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tujuh strategi linguistik dominan: emotif-ekspresif, repetisi dan afirmasi, kontras dan antitesis, afiliatif-kolektif, retoris-reflektif, naratif otobiografis, serta deklaratif-imperatif. Strategi-strategi ini mencerminkan perempuan yang menyuarakan ketahanan emosional, menantang norma gender konvensional, dan membangun solidaritas kolektif. Analisis terhadap stance, positioning, dan indexicality mengungkap bahwa identitas dalam ruang digital bersifat relasional dan emergen dinegosiasikan melalui ekspresi afektif, pemilihan posisi sosial, serta tanda-tanda semiotik yang mencerminkan nilai budaya dan ideologi gender. Kebaruan studi ini terletak pada integrasi antara sosiolinguistik interaksional dan teori wacana feminis dalam memahami praktik kebahasaan perempuan di era digital. Kontribusi penelitian ini penting bagi pengembangan kajian bahasa dan gender, dengan menyoroti penggunaan bahasa sebagai alat perlawanan simbolik dan pemberdayaan identitas dalam komunikasi yang dimediasi teknologi.
MEMBACA TANDA DAN IDEOLOGI DALAM IKLAN DAN POSTER MULTIKONTEKS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI SOSIAL DI MEDIA DIGITAL: READING SIGNS AND IDEOLOGY IN MULTICONTEXT ADVERTISEMENTS AND POSTERS: ROLAND BARTHES' SEMIOTIC ANALYSIS OF SOCIAL REPRESENTATION IN DIGITAL MEDIA Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 4 No. 6 (2025): AGUSTUS-SEPTEMBER TAHUN 2025
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v4i6.3978

Abstract

Penelitian ini mengungkap struktur makna dan ideologi yang tersembunyi dalam representasi visual iklan digital melalui analisis semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada tiga iklan digital, yaitu Wardah Sunscreen, Teh Pucuk Harum, dan Sunsilk Black Shine, yang merepresentasikan beragam konteks budaya dan gaya hidup masyarakat urban Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model analisis semiotik Roland Barthes yang membedah tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data diperoleh melalui dokumentasi dan observasi terhadap elemen visual dan linguistik iklan digital, kemudian dianalisis secara interpretatif untuk mengidentifikasi makna literal, emosional, dan ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lapisan denotatif, iklan menampilkan produk secara informatif dengan citra visual yang menarik; pada lapisan konotatif, elemen warna, teks, dan ekspresi membangun asosiasi emosional seperti kepercayaan, kealamian, dan keanggunan; sedangkan pada lapisan mitos, ditemukan ideologi dominan seperti kecantikan religius, kealamian sebagai simbol kesehatan, dan pemberdayaan feminin yang dilegitimasi oleh konsumsi. Penelitian ini menegaskan bahwa iklan digital menyampaikan pesan komersial dan menjadi media reproduksi nilai sosial dan ideologi kapitalistik yang dinaturalisasi melalui sistem tanda. Temuan ini memperluas penerapan teori Barthes ke ranah digital dengan mengungkap karakter interideologis iklan modern yang memadukan dimensi religius, ilmiah, ekologis, dan feminis dalam satu konstruksi makna visual.
Roland Barthes’ Semiotic Analysis of Feature Text Written by the Students in Language and Literature Education Study Program Asdah, Atikah Nurul; Apyunita, Devi
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025): LITERA: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v11i1.3906

Abstract

This study aims to investigate the structure of meaning and the embedded cultural values in nature-themed feature texts composed by students of the Indonesian Language and Literature Education program. Employing a qualitative descriptive approach, the study adopts a semiotic text analysis design. Data were collected through documentation of the feature texts and semi-structured interviews. The analysis was guided by five semiotic codes: hermeneutic, semic, symbolic, proairetic, and cultural. The findings revealed that the students’ feature texts consistently incorporate all five semiotic codes, each contributing to the enrichment of narrative structure and depth of textual meaning. The hermeneutic code generates curiosity and suspense; the semic code conveys connotative meanings; the symbolic code represents cultural and spiritual symbolism; the proairetic code structures the narrative flow; and the cultural code reflects local cultural values. Moreover, the texts exhibit significant values such as aesthetic awareness, ecological consciousness, cultural preservation, and spiritual reflection. This study concluded that students’ feature texts function as a medium of personal and cultural expression, while simultaneously serving as a tool for critical literacy. These texts support transformative learning and foster cultural identity reinforcement within educational contexts.
LITERASI DIGITAL UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR: MEMBANGUN KECAKAPAN TEKNOLOGI DI UPT SD NEGERI 10 TAROWANG KABUPATEN JENEPONTO Mardatillah, Rahmi; Ade Yustina; Atikah Nurul Asdah; Devi Apyunita; Sri Mulyani R
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan pengaruh besar dalam pendidikan, namun anak-anak sekolah dasar sebagai generasi digital (digital natives) sering menggunakan gadget untuk hiburan, sehingga potensi teknologi sebagai sarana belajar, pengembangan kreativitas, dan pengasahan kemampuan berpikir kritis belum optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan membekali siswa UPT SD Negeri 10 Tarowang, Kabupaten Jeneponto, dengan keterampilan literasi digital melalui pendekatan partisipatif edukatif, metode instruktur-mentor, dan learning by doing, sehingga siswa terlibat aktif dalam sosialisasi, praktik, serta evaluasi dan refleksi penggunaan teknologi secara tepat, aman, dan produktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman, kesadaran, dan keterampilan literasi digital, termasuk kemampuan menggunakan gadget untuk kegiatan edukatif, mengurangi ketergantungan pada hiburan, memahami prinsip digital citizenship, serta mengaplikasikan lima kompetensi literasi digital. Pendekatan ini terbukti efektif menumbuhkan keterlibatan aktif siswa, membekali mereka untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab, serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21 yang esensial bagi pendidikan dan kehidupan modern.
GAYA BAHASA DALAM KOLOM KOMENTAR TIKTOK MAS KECE: MAJAS SINDIRAN, IRONI, SINISME, DAN SARKASME Asdah, Atikah Nurul; Syafitri, Nur Anita Syamsi; Piska, Piska
Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Manifestasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat mengekspresikan kritik dan pendapat, komentar pengguna menjadi cerminan dinamika sosial yang kompleks. Penelitian ini mengkaji gaya bahasa dalam kolom komentar pada akun TikTok @Mas kace dengan fokus pada penggunaan majas sindiran berupa ironi, sinisme, dan sarkasme. Tujuan penelitian adalah untuk memahami pendapat netizen yang diungkapkan melalui penggunaan majas tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis wacana terhadap komentar-komentar yang muncul pada video berdurasi satu menit yang menampilkan aksi protes seorang ibu terhadap kesalahan pesanan yang dilakukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa netizen secara konsisten menggunakan majas ironi, sinisme, dan sarkasme dalam mengkritik perilaku berlebihan sang ibu dan tindakan memaki kasir minimarket. Temuan ini mengungkapkan dinamika komunikasi online sebagai cerminan ekspresi kekecewaan sosial melalui bahasa yang bersifat sarkastik.
PENGUATAN LITERASI LOKAL MELALUI PEMBELAJARAN AKSARA LONTARA PADA SISWA UPT SDN 4 TAROWANG KABUPATEN JENEPONTO Hasbi, Nur; Rahmi Mardatillah; Muhammad Musawir; Atikah Nurul Asdah; Sri Mulyani R
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjudul “Penguatan Literasi Lokal melalui Pembelajaran Aksara Lontara pada Siswa UPT SDN 4 Tarowang Kabupaten Jeneponto”. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat, pemahaman, dan kemampuan siswa sekolah dasar dalam mengenal, membaca, dan menulis aksara Lontara sebagai bagian dari pelestarian budaya Bugis-Makassar. Literasi lokal dipandang sebagai sarana penting dalam membentuk karakter dan identitas budaya di tengah arus globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif edukatif yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap pengenalan, latihan membaca dan menulis, serta evaluasi hasil belajar. Media pembelajaran seperti kartu huruf, poster, dan video edukatif digunakan untuk menciptakan suasana belajar yang menarik dan interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami bentuk serta makna aksara Lontara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam membaca dan menulis aksara Lontara serta tumbuhnya rasa bangga terhadap budaya daerah. Evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta berhasil membaca dan menulis kata sederhana dalam aksara Lontara dengan benar. Pembelajaran berbasis literasi lokal ini terbukti efektif dalam memperkuat identitas dan karakter siswa sekaligus menjadi strategi pelestarian budaya daerah di tingkat pendidikan dasar.
PENDAMPINGAN MAHASISWA BARU TEKNIK ELEKTRO DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROJECT CITIZEN Safitri, Nur Anita Syamsi; Atikah Nurul Asdah; Shafariana; Nurrahma; Muhammad Musawir
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi akademik dan berpikir kritis mahasiswa baru Program D4 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar melalui pendampingan pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis model Project Citizen. Program ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan melibatkan mahasiswa semester pertama sebagai peserta. Pendekatan Project Citizen dipilih karena mampu mengintegrasikan keterampilan berbahasa, berpikir kritis, dan pemecahan masalah nyata di lingkungan kampus. Pendampingan dilakukan melalui enam tahapan utama, yaitu identifikasi masalah publik, pemilihan isu prioritas, pengumpulan informasi, pengembangan portofolio, presentasi publik, serta refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menulis laporan ilmiah, menyusun argumen berbasis data, serta mengemukakan solusi kebijakan publik sederhana. Kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu sosial dan lingkungan kampus. Program pendampingan ini merekomendasikan penerapan model Project Citizen secara berkelanjutan dalam pembelajaran MKWK Bahasa Indonesia, khususnya di fakultas non-bahasa, untuk memperkuat literasi akademik dan karakter mahasiswa.