Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Negosiasi Framing Isu Gender di Ruang Digital: Analisis Robert Entman dalam Komunikasi Empati di Live Instagram @poppyrahardjo Esfandani Peni Indreswari
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 1 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/dfg50p88

Abstract

Isu terkait gender merupakan pembahasan yang tidak pernah ada habisnya dikarenakan berakar pada permasalahan konstruksi sosial dan budaya masyarakat, sehingga rentan akan ketidaksetaraan dan perbedaan sudut pandang atau yang lebih dikenal sebagai framing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan framing terkait isu gender, khususnya terkait representasi pakaian perempuan yang merujuk pada kekerasan seksual dalam ruang digital. Fokus utama penelitian adalah konten Instagram Live pada akun @poppyrahardjo yang melibatkan dialog antara Poppy Raharjo (aktivis) dan Dion (kreator konten) dalam video berjudul “Baju Terbuka = Jualan?”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Analisis Framing Robert Entman yang membedah teks ke dalam empat dimensi: define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (diagnosis penyebab), make moral judgments (penilaian moral), dan treatment recommendation (rekomendasi penanggulangan). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bingkai yang signifikan. Dion menggunakan bingkai konservatisme moral yang mengaitkan pakaian terbuka dengan penurunan nilai moral dan pencarian validasi. Sebaliknya, Poppy Raharjo membangun bingkai keadilan gender yang mendekonstruksi mitos victim blaming dengan menyodorkan data empiris dan menekankan otonomi tubuh serta kontrol pelaku sebagai akar masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan komunikasi empati dan nalar kritis dalam komunikasi interpersonal termediasi mampu menegosiasikan framing yang kaku, serta efektif dalam menggeser atribusi kesalahan dari korban kepada tanggung jawab pelaku dan masyarakat.    
Penyuluhan Terkait Anti-Pelecehan Seksual Nonverbal Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa-Siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Nguntoronadi Jellita Alisya; Jesika Pingkan Kurnia Ambarsari; Jeni Malgena; Syafiq Arya Mahesa; Muhammad Alvin; Esfandani Peni Indreswari
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nwvnsp63

Abstract

Peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja turut meningkatkan risiko terjadinya pelecehan seksual non-verbal di ruang digital. Rendahnya pemahaman siswa/i mengenai bentuk, dampak, dan mekanisme pelaporan pelecehan seksual non-verbal menunjukkan perlunya edukasi melalui kegiatan penyuluhan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa mengenai pelecehan seksual non-verbal di media sosial melalui penyuluhan di SMA Negeri 1 Nguntoronadi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif yang membahas bentuk pelecehan seksual non-verbal, dampaknya, etika bermedia sosial, serta langkah pencegahan dan pelaporan. Hasil Evaluasi menggunakan Google Form menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran, dan pengetahuan peserta mengenai pelecehan seksual non-verbal serta pentingnya etika dalam bermedia sosial. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan awareness siswa dan berpotensi dikembangkan sebagai program edukasi literasi digital yang berkelanjutan.