Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Negosiasi Framing Isu Gender di Ruang Digital: Analisis Robert Entman dalam Komunikasi Empati di Live Instagram @poppyrahardjo Esfandani Peni Indreswari
JUSTICE: Journal of Social and Political Science Vol 5 No 1 (2026): JUSTICE: Journal of Social and Political Science
Publisher : JUSTICE Journal Of Social and Political Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/dfg50p88

Abstract

Isu terkait gender merupakan pembahasan yang tidak pernah ada habisnya dikarenakan berakar pada permasalahan konstruksi sosial dan budaya masyarakat, sehingga rentan akan ketidaksetaraan dan perbedaan sudut pandang atau yang lebih dikenal sebagai framing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan framing terkait isu gender, khususnya terkait representasi pakaian perempuan yang merujuk pada kekerasan seksual dalam ruang digital. Fokus utama penelitian adalah konten Instagram Live pada akun @poppyrahardjo yang melibatkan dialog antara Poppy Raharjo (aktivis) dan Dion (kreator konten) dalam video berjudul “Baju Terbuka = Jualan?”. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Analisis Framing Robert Entman yang membedah teks ke dalam empat dimensi: define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (diagnosis penyebab), make moral judgments (penilaian moral), dan treatment recommendation (rekomendasi penanggulangan). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bingkai yang signifikan. Dion menggunakan bingkai konservatisme moral yang mengaitkan pakaian terbuka dengan penurunan nilai moral dan pencarian validasi. Sebaliknya, Poppy Raharjo membangun bingkai keadilan gender yang mendekonstruksi mitos victim blaming dengan menyodorkan data empiris dan menekankan otonomi tubuh serta kontrol pelaku sebagai akar masalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan komunikasi empati dan nalar kritis dalam komunikasi interpersonal termediasi mampu menegosiasikan framing yang kaku, serta efektif dalam menggeser atribusi kesalahan dari korban kepada tanggung jawab pelaku dan masyarakat.    
Penyuluhan Terkait Anti-Pelecehan Seksual Nonverbal Untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa-Siswi Kelas XI SMA Negeri 1 Nguntoronadi Jellita Alisya; Jesika Pingkan Kurnia Ambarsari; Jeni Malgena; Syafiq Arya Mahesa; Muhammad Alvin; Esfandani Peni Indreswari
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nwvnsp63

Abstract

Peningkatan penggunaan media sosial di kalangan remaja turut meningkatkan risiko terjadinya pelecehan seksual non-verbal di ruang digital. Rendahnya pemahaman siswa/i mengenai bentuk, dampak, dan mekanisme pelaporan pelecehan seksual non-verbal menunjukkan perlunya edukasi melalui kegiatan penyuluhan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa mengenai pelecehan seksual non-verbal di media sosial melalui penyuluhan di SMA Negeri 1 Nguntoronadi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penyuluhan dilakukan dalam bentuk seminar interaktif yang membahas bentuk pelecehan seksual non-verbal, dampaknya, etika bermedia sosial, serta langkah pencegahan dan pelaporan. Hasil Evaluasi menggunakan Google Form menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, kesadaran, dan pengetahuan peserta mengenai pelecehan seksual non-verbal serta pentingnya etika dalam bermedia sosial. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan awareness siswa dan berpotensi dikembangkan sebagai program edukasi literasi digital yang berkelanjutan.
Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Media Public Relations dalam Mengenalkan Employer Branding Klinik Ella Indriana Putri Wijaya; Esfandani Peni Indreswari; Rahmat Wisudawanto
Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi Vol. 2 No. 3 (2026): Agustus: Dialogika : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Sosialisasi
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/dialogika.v2i3.1203

Abstract

The increasing competition in the healthcare and beauty service industry encourages organizations to strengthen their employer branding to attract and retain qualified talent. Social media, particularly Instagram, has become an important Public Relations platform for communicating organizational values and employment opportunities to prospective employees. This study aims to analyze the Public Relations strategy implemented through the @ellacareer Instagram account in building Klinik Ella's employer branding. A descriptive qualitative approach was employed using interviews, observations, documentation, and social media content analysis as data collection techniques. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the @ellacareer Instagram account serves as a Public Relations medium to communicate the organization's identity through job vacancy information, employee stories, organizational culture, employee development programs, and company activity documentation. These communication practices function not only to disseminate information but also to establish a positive employer image that emphasizes career development, collaboration, and employee appreciation. The study concludes that Instagram plays a significant role as a Public Relations medium in strengthening Klinik Ella's employer branding and enhancing the organization's attractiveness to prospective employees.
Strategi Komunikasi Disdagperinaker Kabupaten Karanganyar dalam Menangani Aduan Masyarakat melalui Website Sapamas Fatimah Mutiara Azzahroh; Rahmat Wisudawanto; Esfandani Peni Indreswari
Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 4 (2026): Agustus : Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/konsensus.v3i4.1903

Abstract

Public complaints are an important part of public services that require an effective communication strategy to ensure that complaints can be properly received and followed up. The Karanganyar Regency Department of Trade, Industry, and Manpower (Disdagperinaker) utilizes the Sapamas Website as a digital platform for handling public complaints. This study aims to analyze the communication strategy implemented by Disdagperinaker Karanganyar Regency in handling public complaints through the Sapamas Website. This research uses a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis uses the communication strategy model of Cutlip, Center, and Broom, consisting of fact finding, planning, communicating/action, and evaluation, supported by SWOT analysis. The results show that Disdagperinaker Karanganyar Regency has implemented the four stages of communication strategy. The fact finding, planning, and communicating/action stages have been implemented well through digital media, complaint procedures, complaint forms, and responsive communication. The evaluation stage has also been implemented through complaint recapitulation and public information service reports, although improvements are needed in measuring public satisfaction and following up evaluation results. The findings highlight the importance of strengthening evaluation to improve public complaint services.
Transparansi Digital dan Strategi Humas Diskominfo Kabupaten Sukoharjo dalam Pengelolaan Pengaduan melalui SP4N-LAPOR RA Emay Kus Wijayanti; Esfandani Peni Indreswari; Rahmat Wisudawanto
Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Bridge : Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Telekomunikasi
Publisher : Asosiasi Profesi Telekomunikasi Dan Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/bridge.v4i3.988

Abstract

Digital transformation in public services encourages government institutions to adopt integrated complaint management systems to improve transparency and accountability. One of the national complaint platforms implemented at the regional level is SP4N-LAPOR. This study aims to analyze the digital transparency and complaint management process through SP4N-LAPOR at the Department of Communication and Informatics of Sukoharjo Regency. The research uses a qualitative descriptive approach through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants consisted of the SP4N-LAPOR technical administrator and the Head of Public Information and Communication Division. The results show that complaint management integrates automated digital systems with manual coordination mechanisms between regional government agencies. Complaints are validated, categorized, and distributed to relevant agencies within 24 hours through a WhatsApp coordination group. Monitoring and reporting are supported by a real-time dashboard that records complaint statistics, response time, and completion rates. This integration strengthens transparency and accountability in public service delivery. However, several challenges remain, including delays in updating complaint status within the system despite faster field completion. This gap indicates the need for synchronization between operational work and digital reporting. Overall, SP4N-LAPOR contributes to strengthening digital governance through structured complaint handling, inter-agency coordination, and measurable performance monitoring.