Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : CJPP

Pengaruh Self-Compassion terhadap Suicidal Ideation pada Dewasa Awal yang Mengalami Perceraian Orang Tua Sari, Mayang Ayu Angelita; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p314-322

Abstract

Perceraian orang tua merupakan pengalaman traumatis yang dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, termasuk meningkatnya risiko suicidal ideation pada individu dewasa awal. Pada tahap perkembangan yang krusial ini, individu dihadapkan pada tantangan membangun identitas diri dan hubungan emosional yang stabil. Salah satu faktor protektif yang berpotensi menurunkan risiko tersebut adalah self-compassion, yaitu sikap welas asih terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-compassion terhadap suicidal ideation pada dewasa awal yang mengalami perceraian orang tua. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Partisipan berjumlah 79 orang dengan menggunakan accidental sampling dan memenuhi kriteria usia 18–25 tahun serta memiliki pengalaman perceraian orang tua. Instrumen yang digunakan adalah Self-Compassion Scale (SCS) dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire (ASIQ). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa self-compassion memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap suicidal ideation (r = -0.78, p < 0.001), dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.60. Artinya, self-compassion mampu menjelaskan 60% variasi suicidal ideation pada partisipan. Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi self-compassion, maka semakin rendah kecenderungan suicidal ideation. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan program intervensi psikologis berbasis self-compassion untuk mendukung kesehatan mental dewasa awal dari keluarga bercerai. Abstract Parental divorce is a traumatic experience that can have long-term psychological impacts, including increasing the risk of suicidal ideation in young adults. At this crucial stage of development, individuals are faced with the challenge of building self-identity and stable emotional relationships. One of the protective factors that has the potential to reduce this risk is self-compassion, which is an attitude of compassion towards oneself. This study aims to determine the effect of self-compassion on suicidal ideation in young adults who experience parental divorce. The approach used is quantitative with a cross-sectional design. Participants numbered 79 people who were selected using Accidental Sampling and met the criteria of age 18–25 years and had experience of parental divorce. The instruments used were the Self-Compassion Scale (SCS) and the Adult Suicide Ideation Questionnaire (ASIQ). The results of the regression analysis showed that self-compassion had a significant negative effect on suicidal ideation (r = -0.78, p <0.001), with a coefficient of determination (R²) of 0.60. This means that self-compassion is able to explain 60% of the variation in suicidal ideation in participants. The conclusion of this study is that the higher the self-compassion, the lower the tendency of suicidal ideation. This finding emphasizes the importance of developing self-compassion-based psychological intervention programs to support the mental health of early adults from divorced families.
Rasa Bersalah Pada Mantan Pecandu Narkoba di Rumah Rehabilitasi Plato Foundation Surabaya Yudiyanti, Putri Eka; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61541

Abstract

Pecandu narkoba yang kecanduan mengkonsumsi narkoba dapat pulih dengan mengikuti program rehabilitasi. Ketika rehabilitasi akan membuat pecandu narkoba dapat merenungkan diri dari tidak bisanya menerima keadaan yang akan mengakibatkan munculnya rasa takut, malu, dan rasa bersalah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengalaman rasa bersalah pada mantan pecandu narkoba di rumah rehabilitasi Plato Foundation Surabaya dengan metodologi kualitatif pendekatan fenomenologi. Teknik analisis data menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA) dengan uji keabsahan data menggunakan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mantan pecandu narkoba mengalami rasa bersalah yang mendalam selama proses rehabilitasi. Rasa bersalah tersebut muncul akibat kesadaran akan perilaku di masa lalu yang telah merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Rasa bersalah ini kemudian menimbulkan berbagai emosi negatif seperti malu dan rendah diri. Melalui dukungan konseling dan terapi kelompok ketika rehabilitasi para mantan pecandu narkoba dapat mengelola rasa bersalah secara bertahap dan membangun kepercayaan diri untuk kembali ke masyarakat.
Hubungan Antara Quarter Life Crisis dan Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Peran Self-Compassion Sebagai Mediator Maharani, Elsatiti Nadya; Santosa, Rizky Putra
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1134-1143

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering kali berada pada fase transisi krusial yang memicu tekanan psikologis berupa Quarter-Life Crisis (QLC). Kondisi ini berisiko menurunkan kesejahteraan psikologis jika individu tidak memiliki mekanisme koping yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran Self-Compassion (SC) sebagai mediator dalam hubungan antara Quarter-Life Crisis terhadap Psychological Well-Being (PWB) pada mahasiswa tingkat akhir. Studi kuantitatif ini melibatkan 74 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen Developmental Crisis Questionnaire (DCQ-12), skala Psychological Well-Being 18 item, dan Self-Compassion Scale (SCS). Analisis data dilakukan dengan teknik Structural Equation Modeling (SEM) melalui modul mediasi pada perangkat lunak JASP, dengan prosedur bootstrapping sebanyak 5000 replikasi untuk menguji efek tidak langsung. Temuan menunjukkan tidak adanya korelasi signifikan antara QLC dan PWB (r = 0,148; p = 0,208). Hasil uji mediasi mengonfirmasi bahwa Self-Compassion (SC) tidak berperan sebagai mediator dalam model ini, dengan nilai efek tidak langsung sebesar -0,002 (p = 0,902; 95% CI  [-0,066; 0,018]). Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh krisis terhadap kesejahteraan tidak dijembatani oleh belas kasih diri pada sampel tersebut.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme kesejahteraan psikologis mahasiswa di masa transisi bersifat multifaset dan tidak hanya bergantung pada satu faktor internal. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya evaluasi terhadap instrumen penelitian lokal serta pertimbangan faktor eksternal lainnya dalam merancang intervensi kesehatan mental mahasiswa. Abstract Final-year students often navigate a critical transitional phase that triggers psychological pressure known as Quarter-Life Crisis (QLC). This condition poses a risk to psychological well-being if individuals lack effective coping mechanisms. This study aims to investigate the role of Self-Compassion (SC) as a mediator in the relationship between Quarter-Life Crisis and Psychological Well-Being (PWB) among final-year students. This quantitative study involved 74 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Developmental Crisis Questionnaire (DCQ-12), an 18-item Psychological Well-Being scale, and the Self-Compassion Scale (SCS). Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) via the mediation module in JASP, employing a 5000-replication bootstrapping procedure to test the indirect effects. The findings revealed no significant correlation between QLC and PWB (r = 0.148; p = 0.208). The mediation analysis confirmed that Self-Compassion (SC) did not act as a mediator in this model, with an indirect effect value of -0.002 (p = 0.902; 95% CI [-0.066, 0.018]). This indicates that the impact of crisis on well-being is not bridged by self-compassion within this sample. This study concludes that the psychological well-being mechanisms of students during transition are multifaceted and do not rely solely on a single internal factor. The implications of this research emphasize the need for evaluating local research instruments and considering other external factors when designing student mental health interventions.