Penelitian ini menganalisis studi kasus sistem perawatan genset perkins 45 kVa di PT. Agrolestari mandiri NTYE, Nanga Tayap, yang berfungsi sebagai sumber listrik utama untuk operasional perusahaan. Mengingat pentingnya peran genset, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan umum dan mengevaluasi efektivitas program perawatan yang diterapkan.Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan pendekatan observasi, wawancara, dan analisis data operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan genset masih menghadapi beberapa kendala, termasuk masalah low power, overheat, kebocoran seal, dan keterlambatan penambahan coolant. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan menerapkan perawatan preventif harian, mingguan, bulanan, dan tahunan yang berfokus pada pengecekan dan penggantian komponen esensial, serta penanganan kerusakan secara berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genset Perkins 45 kVA di PT. Agrolestari Mandiri NTYE mengalami beberapa permasalahan utama, seperti low power, overheat, kebocoran seal, kerusakan pipa injeksi, dan ketidakstabilan RPM. Faktor penyebabnya meliputi radiator yang kotor, gangguan pada relay, serta keterlambatan penambahan coolant yang menurunkan efisiensi sistem pendinginan. Frekuensi service rutin yang rendah (dua kali dalam 1,5 tahun) menunjukkan pola pemeliharaan preventif yang belum optimal, sehingga meningkatkan frekuensi perbaikan korektif dan penggantian komponen penting seperti water house, air cleaner, radiator, fuel filter, dan v-belt. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya keausan dini akibat kurangnya pencegahan dan pemantauan kondisi komponen. Oleh karena itu, penerapan sistem preventive maintenance yang lebih disiplin dan terjadwal diperlukan untuk menjaga performa serta memperpanjang umur pakai genset